Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah

Tahun 2001, seorang oknum pencetus teori konspirasi pendaratan di Bulan menjebak beberapa astronot misi Apollo untuk bertemu. Oknum tersebut menuduh astronot berbohong dan menuntut mereka untuk bersumpah di atas Alkitab bahwa mereka benar pergi ke Bulan.

Beberapa astronot menolak untuk bersumpah dan kaum Bumi datar menjadikan kasus ini sebagai “buktI” kita tidak pernah pergi ke Bulan. Faktanya, oknum tersebut tidak memiliki niat baik. Kasus tersebut menceritakan lebih banyak mengenai perilaku oknum tersebut ketimbang mengenai para astronot yang dituntut sumpahnya.

Lanjutkan membaca “Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah”

Konspirasi Elit Global

Apabila kaum Bumi datar merasa tidak dapat mempertahankan pendapatnya, beberapa dari mereka akan berdalih bahwa model Bumi datar memang belum sempurna, tapi yang yang terpenting adalah menyelamatkan dunia dari “elit global.”

Kenyataannya, “elit global” hanyalah drama fiktif yang merupakan salah satu dari sekian banyak asumsi di atas asumsi yang mereka ciptakan untuk menutupi lubang-lubang besar menganga yang ada dalam konsep Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Konspirasi Elit Global”

Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9

Featured Video Play Icon

Pada video peluncuran roket SpaceX Falcon9 untuk misi CRS-19, ada kaum Bumi datar melihat sesuatu yang bergerak di nosel roket tingkat kedua. Dengan kreatif, mereka menginterpretasikannya sebagai seekor “tikus,” lalu menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Faktanya, hal tersebut hanyalah limbah pembuangan roket yang membeku dan mengkristal. Untuk mengetahuinya, kita hanya perlu melihat apa yang terjadi setelahnya. “Tikus” tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena menguap.

Lanjutkan membaca “Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9”

Kebohongan Besar / Big Lie

Kebohongan besar (big lie) merupakan teknik propaganda dimana hal yang salah —seperti halnya Bumi datar— disampaikan secara berulang-ulang terus menerus, dengan harapan semakin banyak orang lain yang memalingkan muka, dan menganggapnya benar, ketimbang mempertanyakannya.

Walaupun mudah melakukan verifikasi bahwa Bumi itu bulat melalui observasi yang dilakukan sendiri, ada yang bisa sampai terjerumus paham Bumi datar. Hal ini terjadi karena Bumi datar adalah kebohongan besar yang berbeda dengan kebohongan kecil yang biasa ditemui, sehingga tak sedikit yang berpikir “tidak mungkin itu salah.”

Lanjutkan membaca “Kebohongan Besar / Big Lie”

Proyeksi Psikologis

Salah satu penyebab seseorang percaya teori konspirasi adalah proyeksi psikologis. Mereka menolak sifat buruk dirinya dengan cara menganggap orang lain yang memiliki sifat buruk tersebut, walaupun belum tentu faktanya seperti itu.

Beberapa orang percaya pihak lain melakukan konspirasi adalah karena masalah moral pada diri mereka sendiri: mereka juga akan melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada orang lain apabila mereka berada pada posisi orang-orang yang mereka tuduh berkonspirasi.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Konferensi Pers Apollo 11

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa astronot Apollo 11 terlihat sedih dan tak nyaman saat konferensi pers pasca penerbangan, dan menganggapnya sebagai “bukti” adanya rasa bersalah karena telah memalsukan pendaratan di Bulan. Faktanya, konferensi pers tersebut berlangsung wajar dan bahkan penuh dengan tawa.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar dengan sengaja memilih-milih satu foto dari video konferensi pers tersebut saat astronot terlihat serius. Mereka menggunakan foto tersebut untuk menghasut, agar kita mempercayai hoax yang mereka ciptakan bahwa pendaratan di Bulan tidak terjadi.

Lanjutkan membaca “Konferensi Pers Apollo 11”

Fitnah dan Berburuk Sangka Adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Kepercayaan Bumi Datar

Agar bisa percaya Bumi datar, seseorang perlu menuduh terlalu banyak orang, dari seluruh negara yang ada di dunia, sejak lebih dari 20 abad yang lalu, untuk saling bersekongkol dengan tujuan membohongi umat manusia yang tersisa.

Sebaliknya, fakta bahwa Bumi itu bulat dapat diketahui melalui observasi sederhana terhadap fakta-fakta alam yang dapat dilakukan sendiri oleh siapa pun. Kita sama sekali tidak perlu memfitnah dan berburuk sangka terhadap seorang pun untuk dapat menerima fakta Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Fitnah dan Berburuk Sangka Adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Kepercayaan Bumi Datar”

Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen

Featured Video Play Icon

Tahun 2016, astronot Tim Peake dari Inggris berada di ISS dan ditugasi untuk mendemonstrasikan beberapa percobaan fisika untuk National Space Academy. Tim mempraktikkan demonstrasi tersebut di depan latar belakang kotak-kotak yang dipersiapkan untuk keperluan tersebut.

Video Tim terlihat pada liputan kunjungan mantan presiden George H.W. Bush ke NASA Mission Control Center. Kaum Bumi datar “menemukan” video tersebut dan menjadikan video Tim tersebut sebagai “bukti” video ISS adalah hasil dari green screen. Hal tersebut hanya bersumber dari ketidaktahuan dan sifat suudzon/berburuk sangka yang mereka miliki. Video-video Tim yang dipublikasikan di situs web National Science Academy membuktikan bahwa video tersebut hanyalah video biasa, dan bukan bagian dari proses pembuatan CGI melalui green screen.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen”

Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)

Peledakan Nuklir di Ketinggian (High-altitude nuclear explosion, atau HANE) adalah hasil dari uji coba senjata nuklir, yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet antara tahun 1958 dan 1962. Pada uji coba ini, rudal berhulu ledak nuklir diluncurkan dan dengan sengaja diledakkan pada ketinggian antara 23 km dan 540 km.

Kaum Bumi datar mengklaim HANE adalah usaha untuk menembus kubah fiktif yang menutupi Bumi dalam konsep Bumi datar.  Mereka salah. Semua senjata nuklir tersebut sengaja diledakkan pada ketinggian tinggi. Fakta yang sesungguhnya adalah tidak ada kubah Bumi, selain dalam khayalan mereka.

Lanjutkan membaca “Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)”

Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar

Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan, insinyur dan penemu. Beliau paham bahwa Bumi itu bulat dan berotasi, gravitasi itu ada, bintang jaraknya jauh, planet bukan bintang, dan sebagainya.

Kaum Bumi datar gemar mengklaim Nikola Tesla adalah penganut Bumi datar dan mencatut namanya seakan-akan mendukung konsep Bumi datar. Hal ini mudah dibuktikan tidak benar melalui tulisan-tulisan beliau. Sangat jelas bahwa Tesla bukan penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar”

James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen

Pada tahun 1958, James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen. Pencetus teori konspirasi —termasuk kaum Bumi datar— menggunakannya sebagai ‘bukti’ pendaratan di Bulan dipalsukan dan tidak terjadi. Untuk menanggapi hoax tersebut, James Van Allen sendiri menulis beberapa surat demi  meluruskan tuduhan tak berdasar tersebut.

Saya menonton acara Fox TV tersebut, itu adalah sekumpulan omong kosong yang menghibur. Klaim bahwa paparan radiasi saat misi Apollo akan membawa maut kepada para astronot hanyalah salah satu dari omong kosong tersebut.”

Baik penemuan sabuk radiasi Van Allen dan pernyataan bahwa sabuk radiasi tersebut bukan penghalang perjalanan ke luar angkasa berasal dari James Van Allen. Oknum-oknum pencetus teori konspirasi tak dapat begitu saja menerima salah satu jika sesuai dengan kepercayaan, dan menolak yang satunya lagi jika bertentangan.

Lanjutkan membaca “James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen”

Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’

Dalam sebuah wawancara, astronot NASA Donald Pettit menyebutkan bahwa mereka ingin pergi ke Bulan, tetapi tidak lagi memiliki teknologi untuk melakukan. Semua teknologi dari misi Apollo puluhan tahun yang lalu sudah hancur dan akan membutuhkan proses yang sulit untuk membuatnya kembali.

Kaum Bumi datar menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai dalih bahwa manusia belum pernah memiliki teknologi untuk ke luar angkasa. Faktanya, kata “teknologi” adalah polisemi. Kata tersebut memiliki dua arti yang berkaitan. Kaum Bumi datar mengartikannya sebagai satu hal, padahal yang dimaksud adalah arti kata yang lain.

Lanjutkan membaca “Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’”

Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive

Tahun 2014, grup rock religius Remedy Drive mengeluarkan album berjudul “Commodity.” Gambar sampulnya adalah sebuah lubang di satelit Solar Max akibat terkena sampah antariksa. Foto tersebut bersumber dari NASA dan dipublikasikan pada tahun 2006.

Tahun 2018, astronot Chris Hadfield memperlihatkan foto tersebut untuk menjelaskan efek dari sampah antariksa. Kaum Bumi datar lalu menuduh Hadfield mencuri gambar tersebut dari album “Commodity,” dan menyimpulkan “NASA tak dapat dipercaya.” Kaum Bumi datar hanya mencari alasan sekecil apapun demi mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Mereka tak sadar bahwa yang pertama kali mempublikasikan foto tersebut adalah NASA, delapan tahun sebelum album “Commodity” dirilis. Lanjutkan membaca “Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive”

NASA dan Lembaga Antariksa Lainnya

Ada banyak lembaga antariksa dari banyak negara. Beberapa adalah dari negara-negara yang merupakan rival dan bahkan musuh pada satu saat dalam sejarah. Tetapi semua temuan mereka konsisten satu sama lain. Klaim yang palsu akan dapat dengan mudah diketahui.

Kaum bumi datar menuduh NASA sebagai bagian dari yang dikatakan “elit global”, yang bertujuan untuk menyebarkan “propaganda Bumi bulat” ke penduduk dunia. Tetapi ada banyak lembaga antariksa, yang saling independen dan mempekerjakaan ribuan karyawan. Temuan dari setiap lembaga antariksa tersebut mengkonfirmasi semua temuan dari NASA.

Lanjutkan membaca “NASA dan Lembaga Antariksa Lainnya”

White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”

Foto-Foto Komposit Bumi

Ada beberapa foto Bumi dari NASA yang merupakan komposit, yaitu gabungan dari beberapa foto permukaan Bumi menjadi satu Bumi. Umumnya foto-foto tersebut diambil dari satelit ketinggian rendah agar didapatkan hasil akhir yang memiliki resolusi tinggi.

Kaum Bumi datar menemukan fakta foto-foto tersebut komposit, lalu menyatakan telah menguak “bukti terbaru” dari tindakan pengelabuan, dan hal ini mereka manfaatkan untuk menghasut kita semua. Mereka salah. Tak pernah ada yang menutupi fakta bahwa foto-foto tersebut komposit dan tak ada niat untuk mengelabui. Informasi foto-foto tersebut adalah komposit dapat diketahui dari situs web NASA, jauh sebelum klaim “penemuan” dari kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Komposit Bumi”

Bumi itu Memang Benar Bulat, Bukan Karena “NASA Bilang Begitu”

Fakta bahwa Bumi bulat sudah diketahui setidaknya sejak abad 3 SM, atau sekitar 24 abad yang lalu. Kita sudah mengetahui Bumi bulat jauh sebelum kita bisa mengirim sesuatu ke luar angkasa. Fakta tersebut diketahui dari banyak hasil observasi, bukan semata-mata dari foto dan video Bumi yang diambil dari luar angkasa; atau karena “NASA bilang begitu”.

Sebaliknya, kaum Bumi datar sering membahas NASA dan lembaga antariksa lain karena mereka memang tak punya pilihan. Jika mereka sudah menetapkan bahwa “Bumi datar”, maka mereka harus menciptakan berbagai “alasan” mengapa ada foto dan video yang diambil dari luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Memang Benar Bulat, Bukan Karena “NASA Bilang Begitu””

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Jaman dahulu, Bangsa Babilonia mencatat riwayat terjadinya gerhana dan menggunakan data ini untuk memprediksi gerhana. Karena itu, pada tahun 1691 Edmund Halley menamakan selisih waktu antara kejadian gerhana dengan istilah Babilonia, yaitu “Saros”.

Pada situs web NASA terdapat halaman Eclipses and The Saros, lalu penganut Bumi datar menyimpulkan bahwa NASA menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi terjadinya gerhana. Mereka ciptakan skenario bahwa NASA —lembaga dengan anggaran milyaran USD— tidak dapat menghitung gerhana dengan cara modern, tetapi menggunakan teknologi Babilonia dari 2500 tahun yang lalu. Mereka salah. NASA tak menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi gerhana.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Teori Konspirasi Rothschild, Illuminati dan Freemason

Konsep Bumi datar itu dipenuhi oleh lubang-lubang besar menganga yang tak mungkin dapat dijelaskan melalui observasi alam. Untuk “menutupi” lubang-lubang tersebut, oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab menggunakan teori konspirasi. Tidaklah mungkin bagi oknum-oknum ini untuk mempertahankan teori Bumi datar tanpa melancarkan fitnah kepada pihak lain dan berprasangka/berbuat su’udzon.

Lanjutkan membaca “Teori Konspirasi Rothschild, Illuminati dan Freemason”