Aliran-Aliran Bumi Datar dan Tak Adanya Kesepakatan di Antara Mereka

Komunitas Bumi datar di seluruh dunia dipisahkan oleh batas negara, kendala bahasa, agama yang populer, tokoh yang berpengaruh, dan lain-lain. Akibatnya, mereka membentuk aliran-aliran yang terpisah. Karena Bumi datar itu sebuah kepercayaan, bukan berdasarkan fakta alam, setiap aliran-aliran tersebut menciptakan dan memiliki “penjelasan” masing-masing. Semua dari mereka hanya sepakat untuk satu hal, yaitu Bumi itu datar, tetapi mereka tidak dapat menyepakati hal lainnya.

Beberapa kaum Bumi datar keliru menuduh penjelasan kami sebagai fitnah kepada mereka. Faktanya, kami meluruskan misinformasi dari semua aliran Bumi datar, dan kami dapat saja meluruskan misinformasi yang tak ada pada aliran tertentu. Semua yang kami bahas tetap merupakan misinformasi Bumi datar yang berpotensi menyesatkan orang lain, dan layak untuk diluruskan.

Lanjutkan membaca “Aliran-Aliran Bumi Datar dan Tak Adanya Kesepakatan di Antara Mereka”

Pendidikan vs Propaganda

Di sekolah, kita diajari Bumi itu bulat karena memang kenyataannya demikian. Seandainya saja kita diajari bahwa Bumi itu datar, maka hal tersebut menyesatkan.

Kaum Bumi datar mengklaim kita tahu Bumi bulat dari propaganda bertahun-tahun pada sistem pendidikan kita. Faktanya, tuduhan tersebut lebih tepat untuk menjelaskan perilaku dari kaum Bumi datar itu sendiri, hanya saja tidak perlu bertahun-tahun untuk menipu mereka.

Lanjutkan membaca “Pendidikan vs Propaganda”

Hasutan: Penyebab Seseorang Bisa Percaya Sains Palsu, Bahkan Yang Benar-Benar Salah Sekalipun, Seperti Bumi Datar

Seseorang bisa percaya sains palsu, seperti Bumi datar, bukan karena terlalu bodoh seperti yang sekilas terlihat; tetapi karena terhasut untuk mempercayainya secara emosional. Pada kasus lain di luar itu, mereka tetap dapat berfungsi sebagaimana manusia normal.

Apabila sebuah konsep mengharuskan kita menuduh orang lain berbuat jahat sebelum kita dapat menerima konsep tersebut, artinya ada yang salah dengannya, dan kita harus waspada. Sains sesungguhnya tidak tergantung pada tuduhan semacam itu. Dan dengan demikian kita dapat menyingkirkan banyak hal yang diklaim sebagai sains, tetapi bukan, tanpa perlu mempelajarinya terlalu dalam.

Lanjutkan membaca “Hasutan: Penyebab Seseorang Bisa Percaya Sains Palsu, Bahkan Yang Benar-Benar Salah Sekalipun, Seperti Bumi Datar”

Spektrum Teori Konspirasi dan Garis Demarkasi

Featured Video Play Icon

Teori konspirasi memiliki spektrum, mulai dari yang paling ekstrem sampai yang lebih umum. Setiap orang memiliki garis batas masing-masing untuk memisahkan mana teori konspirasi yang masuk akal dan yang konyol.

Bumi datar ada pada ujung ekstrem dari spektrum ini. Akibatnya penganutnya cenderung percaya banyak jenis teori konspirasi lainnya. Tapi pemercaya teori konspirasi lain yang tidak seekstrem itu dapat saja menganggap Bumi datar konyol. Dengan mempelajari bagaimana seseorang bisa sampai percaya Bumi datar, kita bisa menghindari diri untuk tidak terlalu mudah percaya teori konspirasi lain.

Lanjutkan membaca “Spektrum Teori Konspirasi dan Garis Demarkasi”

Pareidolia

Pareidolia adalah kecenderungan untuk mendapat persepsi yang keliru dari sebuah rangsangan, dan mengenali rangsangan tersebut sebagai sebuah benda atau arti yang sebelumnya dikenali oleh pengamat. Misalnya, melihat objek pada awan atau pola lain yang berbentuk abstrak atau acak.

Kaum Bumi datar gemar mencari-cari bentuk atau arti pada fenomena alam yang acak atau dari sebuah bentuk atau pola yang abstrak. Kemudian mereka akan jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya sebuah konspirasi. Faktanya, hal tersebut hanyalah fenomena psikologis pareidolia, dan bukan bukti dari apapun.

Lanjutkan membaca “Pareidolia”

Misi ke Bulan Setelah Apollo

Setelah pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, kita tetap menjalankan misi ke Bulan, tetapi dengan wahana tanpa awak. Misi Apollo bukan hanya misi ilmiah, tetapi juga misi politik akibat dari Perang Dingin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk riset tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada misi ke Bulan setelah Apollo, dan itu adalah “bukti” misi Apollo hanya kebohongan. Faktanya, kita tetap mengirim wahana antariksa ke Bulan untuk keperluan penelitian sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”

Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah

Tahun 2001, seorang oknum pencetus teori konspirasi pendaratan di Bulan menjebak beberapa astronot misi Apollo untuk bertemu. Oknum tersebut menuduh astronot berbohong dan menuntut mereka untuk bersumpah di atas Alkitab bahwa mereka benar pergi ke Bulan.

Beberapa astronot menolak untuk bersumpah dan kaum Bumi datar menjadikan kasus ini sebagai “buktI” kita tidak pernah pergi ke Bulan. Faktanya, oknum tersebut tidak memiliki niat baik. Kasus tersebut menceritakan lebih banyak mengenai perilaku oknum tersebut ketimbang mengenai para astronot yang dituntut sumpahnya.

Lanjutkan membaca “Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah”

Konspirasi Elit Global

Apabila kaum Bumi datar merasa tidak dapat mempertahankan pendapatnya, beberapa dari mereka akan berdalih bahwa model Bumi datar memang belum sempurna, tapi yang yang terpenting adalah menyelamatkan dunia dari “elit global.”

Kenyataannya, “elit global” hanyalah drama fiktif yang merupakan salah satu dari sekian banyak asumsi di atas asumsi yang mereka ciptakan untuk menutupi lubang-lubang besar menganga yang ada dalam konsep Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Konspirasi Elit Global”

Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9

Featured Video Play Icon

Pada video peluncuran roket SpaceX Falcon9 untuk misi CRS-19, ada kaum Bumi datar melihat sesuatu yang bergerak di nosel roket tingkat kedua. Dengan kreatif, mereka menginterpretasikannya sebagai seekor “tikus,” lalu menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Faktanya, hal tersebut hanyalah limbah pembuangan roket yang membeku dan mengkristal. Untuk mengetahuinya, kita hanya perlu melihat apa yang terjadi setelahnya. “Tikus” tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena menguap.

Lanjutkan membaca “Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9”

Kebohongan Besar / Big Lie

Kebohongan besar (big lie) merupakan teknik propaganda dimana hal yang salah —seperti halnya Bumi datar— disampaikan secara berulang-ulang terus menerus, dengan harapan semakin banyak orang lain yang memalingkan muka, dan menganggapnya benar, ketimbang mempertanyakannya.

Walaupun mudah melakukan verifikasi bahwa Bumi itu bulat melalui observasi yang dilakukan sendiri, ada yang bisa sampai terjerumus paham Bumi datar. Hal ini terjadi karena Bumi datar adalah kebohongan besar yang berbeda dengan kebohongan kecil yang biasa ditemui, sehingga tak sedikit yang berpikir “tidak mungkin itu salah.”

Lanjutkan membaca “Kebohongan Besar / Big Lie”

Proyeksi Psikologis

Salah satu penyebab seseorang percaya teori konspirasi adalah proyeksi psikologis. Mereka menolak sifat buruk dirinya dengan cara menganggap orang lain yang memiliki sifat buruk tersebut, walaupun belum tentu faktanya seperti itu.

Beberapa orang percaya pihak lain melakukan konspirasi adalah karena masalah moral pada diri mereka sendiri: mereka juga akan melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada orang lain apabila mereka berada pada posisi orang-orang yang mereka tuduh berkonspirasi.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Konferensi Pers Apollo 11

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa astronot Apollo 11 terlihat sedih dan tak nyaman saat konferensi pers pasca penerbangan, dan menganggapnya sebagai “bukti” adanya rasa bersalah karena telah memalsukan pendaratan di Bulan. Faktanya, konferensi pers tersebut berlangsung wajar dan bahkan penuh dengan tawa.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar dengan sengaja memilih-milih satu foto dari video konferensi pers tersebut saat astronot terlihat serius. Mereka menggunakan foto tersebut untuk menghasut, agar kita mempercayai hoax yang mereka ciptakan bahwa pendaratan di Bulan tidak terjadi.

Lanjutkan membaca “Konferensi Pers Apollo 11”

Fitnah dan Berburuk Sangka Adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Kepercayaan Bumi Datar

Agar bisa percaya Bumi datar, seseorang perlu menuduh terlalu banyak orang, dari seluruh negara yang ada di dunia, sejak lebih dari 20 abad yang lalu, untuk saling bersekongkol dengan tujuan membohongi umat manusia yang tersisa.

Sebaliknya, fakta bahwa Bumi itu bulat dapat diketahui melalui observasi sederhana terhadap fakta-fakta alam yang dapat dilakukan sendiri oleh siapa pun. Kita sama sekali tidak perlu memfitnah dan berburuk sangka terhadap seorang pun untuk dapat menerima fakta Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Fitnah dan Berburuk Sangka Adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Kepercayaan Bumi Datar”

Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen

Featured Video Play Icon

Tahun 2016, astronot Tim Peake dari Inggris berada di ISS dan ditugasi untuk mendemonstrasikan beberapa percobaan fisika untuk National Space Academy. Tim mempraktikkan demonstrasi tersebut di depan latar belakang kotak-kotak yang dipersiapkan untuk keperluan tersebut.

Video Tim terlihat pada liputan kunjungan mantan presiden George H.W. Bush ke NASA Mission Control Center. Kaum Bumi datar “menemukan” video tersebut dan menjadikan video Tim tersebut sebagai “bukti” video ISS adalah hasil dari green screen. Hal tersebut hanya bersumber dari ketidaktahuan dan sifat suudzon/berburuk sangka yang mereka miliki. Video-video Tim yang dipublikasikan di situs web National Science Academy membuktikan bahwa video tersebut hanyalah video biasa, dan bukan bagian dari proses pembuatan CGI melalui green screen.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen”

Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)

Peledakan Nuklir di Ketinggian (High-altitude nuclear explosion, atau HANE) adalah hasil dari uji coba senjata nuklir, yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet antara tahun 1958 dan 1962. Pada uji coba ini, rudal berhulu ledak nuklir diluncurkan dan dengan sengaja diledakkan pada ketinggian antara 23 km dan 540 km.

Kaum Bumi datar mengklaim HANE adalah usaha untuk menembus kubah fiktif yang menutupi Bumi dalam konsep Bumi datar.  Mereka salah. Semua senjata nuklir tersebut sengaja diledakkan pada ketinggian tinggi. Fakta yang sesungguhnya adalah tidak ada kubah Bumi, selain dalam khayalan mereka.

Lanjutkan membaca “Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)”

Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar

Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan, insinyur dan penemu. Beliau paham bahwa Bumi itu bulat dan berotasi, gravitasi itu ada, bintang jaraknya jauh, planet bukan bintang, dan sebagainya.

Kaum Bumi datar gemar mengklaim Nikola Tesla adalah penganut Bumi datar dan mencatut namanya seakan-akan mendukung konsep Bumi datar. Hal ini mudah dibuktikan tidak benar melalui tulisan-tulisan beliau. Sangat jelas bahwa Tesla bukan penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar”

James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen

Pada tahun 1958, James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen. Pencetus teori konspirasi —termasuk kaum Bumi datar— menggunakannya sebagai ‘bukti’ pendaratan di Bulan dipalsukan dan tidak terjadi. Untuk menanggapi hoax tersebut, James Van Allen sendiri menulis beberapa surat demi  meluruskan tuduhan tak berdasar tersebut.

Saya menonton acara Fox TV tersebut, itu adalah sekumpulan omong kosong yang menghibur. Klaim bahwa paparan radiasi saat misi Apollo akan membawa maut kepada para astronot hanyalah salah satu dari omong kosong tersebut.”

Baik penemuan sabuk radiasi Van Allen dan pernyataan bahwa sabuk radiasi tersebut bukan penghalang perjalanan ke luar angkasa berasal dari James Van Allen. Oknum-oknum pencetus teori konspirasi tak dapat begitu saja menerima salah satu jika sesuai dengan kepercayaan, dan menolak yang satunya lagi jika bertentangan.

Lanjutkan membaca “James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen”

Priming: Teknik Menggiring Opini yang Dilakukan Oknum-Oknum Bumi Datar

Priming adalah bagaimana informasi yang didapatkan awal mempengaruhi perilaku individu setelah itu, tanpa disadari oleh individu tersebut. Oknum-oknum Bumi datar sering menggunakan teknik priming untuk mengarahkan opini pemirsanya, misalnya agar mereka percaya semua video dari luar angkasa itu adalah hasil pemalsuan.

Lanjutkan membaca “Priming: Teknik Menggiring Opini yang Dilakukan Oknum-Oknum Bumi Datar”

Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’

Dalam sebuah wawancara, astronot NASA Donald Pettit menyebutkan bahwa mereka ingin pergi ke Bulan, tetapi tidak lagi memiliki teknologi untuk melakukan. Semua teknologi dari misi Apollo puluhan tahun yang lalu sudah hancur dan akan membutuhkan proses yang sulit untuk membuatnya kembali.

Kaum Bumi datar menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai dalih bahwa manusia belum pernah memiliki teknologi untuk ke luar angkasa. Faktanya, kata “teknologi” adalah polisemi. Kata tersebut memiliki dua arti yang berkaitan. Kaum Bumi datar mengartikannya sebagai satu hal, padahal yang dimaksud adalah arti kata yang lain.

Lanjutkan membaca “Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’”

Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive

Tahun 2014, grup rock religius Remedy Drive mengeluarkan album berjudul “Commodity.” Gambar sampulnya adalah sebuah lubang di satelit Solar Max akibat terkena sampah antariksa. Foto tersebut bersumber dari NASA dan dipublikasikan pada tahun 2006.

Tahun 2018, astronot Chris Hadfield memperlihatkan foto tersebut untuk menjelaskan efek dari sampah antariksa. Kaum Bumi datar lalu menuduh Hadfield mencuri gambar tersebut dari album “Commodity,” dan menyimpulkan “NASA tak dapat dipercaya.” Kaum Bumi datar hanya mencari alasan sekecil apapun demi mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Mereka tak sadar bahwa yang pertama kali mempublikasikan foto tersebut adalah NASA, delapan tahun sebelum album “Commodity” dirilis. Lanjutkan membaca “Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive”