Memilih-Milih Ilmuwan dan Mengacu ke Pihak Berwenang

Dari jutaan orang yang memiliki gelar tingkat lanjut, kita akan dapat menemukan segelintir yang percaya omong kosong, termasuk Bumi datar. Menggunakan pendapat sedikit ahli tersebut sebagai “bukti” dari omong kosong tersebut dan mengabaikan jauh lebih banyak ahli lain yang tak sepakat adalah cacat logika memetik ceri dan mengacu ke pihak berwenang.

Kesepakatan sains ditentukan oleh pendapat kolektif dari komunitas bidang ilmu tertentu, bukan hanya individu tertentu saja.

Lanjutkan membaca “Memilih-Milih Ilmuwan dan Mengacu ke Pihak Berwenang”

Arti Istilah “New World Order”

Istilah “New World Order” memiliki dua arti. Arti aslinya yang tidak berkonotasi buruk adalah periode baru dalam sejarah dimana terjadi perubahan drastis dalam politik dan keseimbangan kekuasaan. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan periode seperti setelah Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua, dan keruntuhan komunisme.

Arti kedua dari istilah tersebut adalah yang digunakan oleh pencetus teori konspirasi. Dalam kasus ini “New World Order” adalah elit penguasa rahasia yang bersekongkol dengan tujuan menjadi pemerintah seluruh dunia yang otoriter. Arti kedua ini hanyalah sebuah teori konspirasi, yang bukan fakta sebenarnya, tetapi dipercaya oleh pendukungnya seakan-akan itu adalah kebenaran.

Lanjutkan membaca “Arti Istilah “New World Order””

Peta Bumi Datar Hawaii-Jepang oleh Dr. Kobayashi

Lost world adalah genre fiksi yang menceritakan penemuan dunia yang hilang, popular di akhir tahun 1800-an dan awal 1900-an, saat sisa-sisa peradaban yang hilang mulai ditemukan oleh penjelajah barat. Namun surat kabar pada masa tersebut sering memuat karya semacam itu seakan itu adalah hasil jurnalisme, dan tak jelas bahwa itu cuma fiksi.

Tahun 1907, tabloid Hawaiian Gazette memuat karya semacam itu yang berjudul “Was This World Map Made Ten Centuries Ago,” dengan ilustrasi peta Kobayashi, agar ceritanya lebih meyakinkan. Kaum Bumi datar tak menyadari itu hanyalah karya fiksi yang umum di masa itu. Cerita dan peta Kobayashi tersebar di komunitas Bumi datar sebagai hoaks.

Lanjutkan membaca “Peta Bumi Datar Hawaii-Jepang oleh Dr. Kobayashi”

Crank Magnetism

Crank magnetism adalah kecenderungan orang-orang yang percaya satu hal yang tak berdasar untuk juga percaya hal tak berdasar lainnya yang tidak berhubungan. Crank magnetism juga adalah sebutan bagi kecenderungan orang-orang ini untuk mengumpulkan lebih banyak kepercayaan semacam itu seiring dengan waktu.

Mereka yang percaya Bumi datar cenderung untuk percaya ide tak berdasar lainnya. Sebagian adalah syarat untuk percaya Bumi datar, seperti hoaks bahwa pendaratan di Bulan tidak terjadi. Tapi kebanyakan sama sekali tidak berhubungan dengan Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Crank Magnetism”

Video Lelucon “Moontruth”

Featured Video Play Icon

Tahun 2002, perusahaan periklanan Viral Factory membuat video “moontruth”, yaitu video lelucon yang menampilkan pengambilan video yang gagal saat proses “pemalsuan” video Apollo 11. Video menampilkan “Neil Armstrong” yang diperankan aktor tertimpa lampu studio.

Kaum Bumi datar dan pencetus teori konspirasi gagal menyadari bahwa video tersebut hanya video lelucon yang viral. Video tersebut tersebar di komunitas mereka seakan itu adalah “bukti” bahwa pendaratan di Bulan dipalsukan.

Lanjutkan membaca “Video Lelucon “Moontruth””

Georgia Guidestones

Featured Video Play Icon

Georgia Guidestones adalah monumen batu granit di Georgia, Amerika Serikat. Salah satu batunya diberi lubang yang mengarah ke kutub astronomi utara. Akibatnya, dengan melihat melalui lubang tersebut, bintang Polaris terlihat di malam hari.

Polaris terlihat melalui lubang di Georgia Guidestones tersebut setiap malam. Hal ini digunakan kaum Bumi datar sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya, akibat presesi sumbu rotasi Bumi, dalam beberapa ratus tahun, Polaris akan bergeser cukup jauh dari kutub astronomi utara, dan tidak akan lagi terlihat melalui lubang tersebut.

Lanjutkan membaca “Georgia Guidestones”

Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation

Sesat pikir masalah yang lebih besar (appeal to worse problems / relative privation) terjadi saat seseorang berpendapat bahwa tidak ada gunanya mengatasi suatu masalah tertentu dengan menunjukkan bahwa ada masalah lain yang lebih besar.

Riset antariksa sering menjadi sasaran sesat pikir masalah yang lebih besar. Dan kaum Bumi datar menggunakan trik ini untuk mendiskreditkan riset antariksa dan untuk menghasut pihak lain. Faktanya, kita dapat mengatasi lebih dari satu masalah secara bersamaan, dan mengatasi sebuah masalah bukan berarti tidak peduli pada masalah yang lain.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Saros adalah periode 6585⅓ hari antara dua gerhana. Satu Saros setelah gerhana, akan terjadi gerhana yang mirip. Gerhana yang memiliki siklus yang sama tersebut dikelompokkan ke dalam sebuah Deret Saros.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana hanya bisa diprediksi melalui Siklus Saros. Faktanya, ada banyak sifat dari gerhana yang tidak mungkin diprediksi hanya dari Siklus Sarosnya. Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Informasi Yang Melibatkan Tuduhan Pihak Lain Berbuat Jahat

Jika ada informasi yang mengharuskan kita menuduh pihak lain berbuat jahat sebelum kita dapat mempercayainya, maka besar kemungkinan informasi tersebut salah. Informasi semacam itu bersifat emosional, dapat membuat kita tergiur untuk mempercayainya, dan kita perlu waspada.

Lanjutkan membaca “Informasi Yang Melibatkan Tuduhan Pihak Lain Berbuat Jahat”

Tujuh Sifat Pemikiran Konspiratif

Ada tujuh sifat dari pemikiran konspiratif: kontradiktif, kecurigaan berlebihan, niat jahat, pasti ada janggal, korban persekusi, kebal terhadap bukti, menafsirkan keacakan. Bumi datar bukanlah masalah sains, melainkan hanya sebuah teori konspirasi. Dan seperti hoaks teori konspirasi yang lain, juga memiliki tujuh sifat tersebut.

Lanjutkan membaca “Tujuh Sifat Pemikiran Konspiratif”

Doublethink

Doublethink adalah fenomena seseorang percaya hal-hal yang saling bertentangan secara bersamaan, dan menganggap semua hal tersebut benar, tanpa menyadari adanya kontradiksi.

Doublethink sering terjadi pada orang-orang yang percaya teori konspirasi, termasuk penganut Bumi datar. Mereka mempercayai konsep-konsep yang secara individu sekilas terlihat mendukung Bumi datar. Namun mereka tak mampu menyadari bahwa konsep-konsep tersebut sebenarnya saling bertentangan.

Lanjutkan membaca “Doublethink”

Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah dan Pelajaran

Nikola Tesla adalah salah satu ilmuwan yang memiliki jasa sangat besar. Karena itu, nama Nikola Tesla diabadikan sebagai nama untuk sangat banyak hal.

Banyak teori konspirasi yang mencatut nama Nikola Tesla, termasuk konspirasi Bumi datar. Mereka menganggap Tesla adalah ilmuwan Bumi datar yang temuannya disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Nama Tesla pun katanya dihapus dari sejarah dan buku-buku pelajaran. Namun semua cerita itu tidaklah benar.

Lanjutkan membaca “Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah dan Pelajaran”

Teori Konspirasi Musibah dan Hoaks Aktor Krisis

Pencetus teori konspirasi gemar membuat fitnah yang keji bahwa beberapa musibah sengaja diciptakan, dan bahwa korban-korban musibah dan keluarganya diperankan oleh yang mereka namakan “aktor krisis.” Sedangkan yang dijadikan “bukti” hal tersebut hanyalah bahwa ada orang lain yang wajahnya mirip korban, atau namanya mirip. Dalam banyak kasus, mereka bahkan seringkali mengusik orang-orang tersebut di dunia nyata.

Bumi datar juga merupakan teori konspirasi yang ekstrem, dan pengikutnya juga rentan untuk membuat fitnah aktor krisis tersebut untuk musibah yang berhubungan, misalnya mengenai musibah Space Shuttle Challenger.

Lanjutkan membaca “Teori Konspirasi Musibah dan Hoaks Aktor Krisis”

Aliran-Aliran Bumi Datar dan Tak Adanya Kesepakatan di Antara Mereka

Komunitas Bumi datar di seluruh dunia dipisahkan oleh batas negara, kendala bahasa, agama yang populer, tokoh yang berpengaruh, dan lain-lain. Akibatnya, mereka membentuk aliran-aliran yang terpisah. Karena Bumi datar itu sebuah kepercayaan, bukan berdasarkan fakta alam, setiap aliran-aliran tersebut menciptakan dan memiliki “penjelasan” masing-masing. Semua dari mereka hanya sepakat untuk satu hal, yaitu Bumi itu datar, tetapi mereka tidak dapat menyepakati hal lainnya.

Beberapa kaum Bumi datar keliru menuduh penjelasan kami sebagai fitnah kepada mereka. Faktanya, kami meluruskan misinformasi dari semua aliran Bumi datar, dan kami dapat saja meluruskan misinformasi yang tak ada pada aliran tertentu. Semua yang kami bahas tetap merupakan misinformasi Bumi datar yang berpotensi menyesatkan orang lain, dan layak untuk diluruskan.

Lanjutkan membaca “Aliran-Aliran Bumi Datar dan Tak Adanya Kesepakatan di Antara Mereka”

Pendidikan vs Propaganda

Di sekolah, kita diajari Bumi itu bulat karena memang kenyataannya demikian. Seandainya saja kita diajari bahwa Bumi itu datar, maka hal tersebut menyesatkan.

Kaum Bumi datar mengklaim kita tahu Bumi bulat dari propaganda bertahun-tahun pada sistem pendidikan kita. Faktanya, tuduhan tersebut lebih tepat untuk menjelaskan perilaku dari kaum Bumi datar itu sendiri, hanya saja tidak perlu bertahun-tahun untuk menipu mereka.

Lanjutkan membaca “Pendidikan vs Propaganda”

Hasutan: Penyebab Seseorang Bisa Percaya Sains Palsu, Bahkan Yang Benar-Benar Salah Sekalipun, Seperti Bumi Datar

Seseorang bisa percaya sains palsu, seperti Bumi datar, bukan karena terlalu bodoh seperti yang sekilas terlihat; tetapi karena terhasut untuk mempercayainya secara emosional. Pada kasus lain di luar itu, mereka tetap dapat berfungsi sebagaimana manusia normal.

Apabila sebuah konsep mengharuskan kita menuduh orang lain berbuat jahat sebelum kita dapat menerima konsep tersebut, artinya ada yang salah dengannya, dan kita harus waspada. Sains sesungguhnya tidak tergantung pada tuduhan semacam itu. Dan dengan demikian kita dapat menyingkirkan banyak hal yang diklaim sebagai sains, tetapi bukan, tanpa perlu mempelajarinya terlalu dalam.

Lanjutkan membaca “Hasutan: Penyebab Seseorang Bisa Percaya Sains Palsu, Bahkan Yang Benar-Benar Salah Sekalipun, Seperti Bumi Datar”

Spektrum Teori Konspirasi dan Garis Demarkasi

Featured Video Play Icon

Teori konspirasi memiliki spektrum, mulai dari yang paling ekstrem sampai yang lebih umum. Setiap orang memiliki garis batas masing-masing untuk memisahkan mana teori konspirasi yang masuk akal dan yang konyol.

Bumi datar ada pada ujung ekstrem dari spektrum ini. Akibatnya penganutnya cenderung percaya banyak jenis teori konspirasi lainnya. Tapi pemercaya teori konspirasi lain yang tidak seekstrem itu dapat saja menganggap Bumi datar konyol. Dengan mempelajari bagaimana seseorang bisa sampai percaya Bumi datar, kita bisa menghindari diri untuk tidak terlalu mudah percaya teori konspirasi lain.

Lanjutkan membaca “Spektrum Teori Konspirasi dan Garis Demarkasi”

Pareidolia

Pareidolia adalah kecenderungan untuk mendapat persepsi yang keliru dari sebuah rangsangan, dan mengenali rangsangan tersebut sebagai sebuah benda atau arti yang sebelumnya dikenali oleh pengamat. Misalnya, melihat objek pada awan atau pola lain yang berbentuk abstrak atau acak.

Kaum Bumi datar gemar mencari-cari bentuk atau arti pada fenomena alam yang acak atau dari sebuah bentuk atau pola yang abstrak. Kemudian mereka akan jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya sebuah konspirasi. Faktanya, hal tersebut hanyalah fenomena psikologis pareidolia, dan bukan bukti dari apapun.

Lanjutkan membaca “Pareidolia”

Misi ke Bulan Setelah Apollo

Setelah pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, kita tetap menjalankan misi ke Bulan, tetapi dengan wahana tanpa awak. Misi Apollo bukan hanya misi ilmiah, tetapi juga misi politik akibat dari Perang Dingin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk riset tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada misi ke Bulan setelah Apollo, dan itu adalah “bukti” misi Apollo hanya kebohongan. Faktanya, kita tetap mengirim wahana antariksa ke Bulan untuk keperluan penelitian sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”