Mengapa Lensa Fisheye Digunakan

Kamera dengan lensa fisheye digunakan di ISS, balon stratosfer, peluncuran roket, dan banyak keperluan lain. Penyebabnya adalah lensa fisheye memiliki beberapa kelebihan daripada lensa lain.

Kaum Bumi datar mengklaim terdapat niat jahat di balik pemakaian lensa fisheye. Faktanya, penggunaan lensa fisheye adalah hal yang wajar. Jika diinginkan hasilnya berupa citra rektilinear, tidak sulit untuk mengkonversi citra fisheye menjadi rektilinear.

Lanjutkan membaca “Mengapa Lensa Fisheye Digunakan”

Bayangan Pada Foto Yang Diambil di Permukaan Bulan

Kaum Bumi datar dan penganut teori konspirasi keliru mengklaim bahwa bayangan objek pada foto misi Apollo yang diambil di Bulan tidak konsisten. Faktanya hal tersebut hanya bersumber dari bias konfirmasi pada diri mereka sendiri, dan tak sulit untuk menjelaskan bagaimana bayangan tersebut terjadi.

Efek perspektif dapat menyebabkan bayangan yang sejajar terlihat saling menyudut dan mengarah ke satu titik di kejauhan. Korban teori konspirasi keliru mengklaim bahwa bayangan yang terlihat tidak sejajar pada foto hanya bisa disebabkan oleh sumber cahaya yang dekat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Pada Foto Yang Diambil di Permukaan Bulan”

Melihat Bintang di Luar Angkasa

Cahaya bintang itu redup, kita hanya dapat melihat bintang saat mata kita terbiasa untuk gelap. Astronot dapat melihat bintang saat Matahari tertutup dan menghindari melihat objek besar yang disinari Matahari.

Ada astronot yang berkata bintang tak terlihat, tetapi ada pula yang dapat melihatnya. Kaum Bumi datar menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, kadang astronot dapat melihat bintang, kadang tidak, sama seperti kita, tergantung situasi.

Lanjutkan membaca “Melihat Bintang di Luar Angkasa”

Kenampakan Objek di Luar Angkasa dan Objek di Permukaan Bumi

Visibilitas adalah jarak dimana bentuk objek masih dapat dikenali. Hal tersebut tergantung pada transparansi dari udara. Di luar angkasa tak ada udara yang mengganggu rambatan cahaya. Maka cahaya dapat merambat sangat jauh di luar angkasa.

ISS bisa terlihat lebih jernih daripada objek di permukaan Bumi yang jauh lebih dekat. Kaum Bumi datar menganggapnya “bukti” ISS lebih dekat. Faktanya, hanya sedikit dari jarak rambat cahaya dari ISS melewati bagian bawah atmosfer Bumi yang lebih rapat, yang mempengaruhi kualitas rambatan cahaya secara signifikan.

Sebaliknya, cahaya yang berasal dari objek di permukaan Bumi harus melintasi atmosfer Bumi yang tebal di seluruh rambatannya.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Objek di Luar Angkasa dan Objek di Permukaan Bumi”

Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang

Featured Video Play Icon

Bagian Bulan yang diterangi Matahari jauh lebih terang daripada bintang. Tetapi kamera tak dapat menangkap objek yang terlalu terang dan yang terlalu redup sekaligus. Kita dapat menambah eksposur untuk memperlihatkan bintang, tetapi lalu Bulan akan menjadi terlalu terang.

Kaum Bumi datar mengklaim tak adanya bintang pada foto yang diambil dari luar angkasa adalah “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, penyebabnya sama dengan bahwa bintang juga tak terlihat pada foto Bulan yang diambil dengan eksposur yang sesuai.

Lanjutkan membaca “Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang”

Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi

Dengan pengamatan yang teliti, kita dapat melihat lengkungan Bumi dari pesawat. Untuk “menjelaskan” hal tersebut, kaum Bumi datar menciptakan alasan bahwa itu adalah distorsi dari bentuk jendela pesawat.

Faktanya, semua lensa kamera juga melengkung, tapi sebagian besar menghasilkan gambar yang normal / rektilinear. Hanya karena jendela pesawat melengkung bukan berarti melihat melalui jendela pesawat akan menghasilkan horizon yang melengkung.

Lanjutkan membaca “Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Kilauan / Glare

Featured Video Play Icon

Kilauan (glare) dapat terlihat di sekeliling sumber cahaya, dan menyebabkan sumber cahaya terlihat seakan lebih besar di foto.  Semakin besar eksposur kamera, maka semakin besar kilauan yang terlihat di foto.

Banyak misinformasi Bumi datar bersumber dari ketidaktahuan mengenai fotografi, seperti soal kilauan dan bagaimana menghilangkan kilauan dengan mengubah eksposur atau menggunakan solar filter. Menggunakan eksposur normal seperti yang digunakan untuk pemandangan sehari-hari untuk mengambil foto Matahari akan menghasilkan kilauan di sekeliling Matahari. Untuk memperlihatkan ukuran Matahari yang sesungguhnya, eksposur harus dikurangi, melalui setting kamera, atau dengan menggunakan solar filter.

Lanjutkan membaca “Kilauan / Glare”

Demonstrasi Lampu Menyindari Dinding Gelap

Kaum Bumi datar gemar memperlihatkan foto lampu menyinari dinding sebagai “bukti” bagaimana malam bisa terjadi jika Bumi datar.

Pada foto tersebut, daerah yang lebih jauh daripada lampu terlihat gelap. Akibat hukum kuadrat terbalik, daerah yang lebih jauh dari sumber cahaya akan menerima lebih sedikit cahaya. Namun, daerah tersebut tetap menerima cahaya. Dari daerah yang gelap tersebut, lampu tetap akan terlihat. Hal ini bertentangan dengan apa yang terjadi di malam hari, dimana cahaya Matahari sama sekali tak ada, dan Matahari tidak terlihat.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Lampu Menyindari Dinding Gelap”

Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR

Featured Video Play Icon

DSCOVR adalah wahana antariksa yang berada di titik Lagrangian L1 di antara Bumi dan Matahari. Wahana ini membawa kamera EPIC yang terus menerus mengambil citra Bumi dalam 10 panjang gelombang, mulai dari 317 nm sampai 780 nm secara bergiliran.

Kaum Bumi datar keliru menggunakan warna di pinggiran citra Bulan sebagai bukti bahwa foto EPIC tersebut palsu. Faktanya, foto yang diambil EPIC adalah gabungan dari tiga foto berwarna hijau, merah, dan biru, yang diambil secara berurutan dalam rentang waktu satu menit. Dalam waktu satu menit tersebut, Bulan sudah sedikit bergeser, akibatnya citra Bulan tidak lagi selaras pada ketiga foto tersebut. Hal ini yang menyebabkan ketidaksempurnaan setelah ketiga komponen warna digabungkan ke dalam satu foto.

Lanjutkan membaca “Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR”

Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa

Featured Video Play Icon

Akibat efek perspektif, pengamat di luar angkasa akan dapat melihat lebih banyak permukaan Bumi dari jarak yang lebih jauh.

Kaum Bumi datar melihat adanya perbedaan ukuran benua yang terlihat pada citra Bumi yang berbeda, dan mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, hal tersebut hanyalah efek perspektif akibat Bumi dilihat dari jarak yang berbeda.

Untuk demonstrasi sederhana, kita dapat mengambil foto globe dari jarak yang berbeda, dan mengatur zoom-nya agar globe terlihat memenuhi foto. Kita dapat melihat bahwa bagian globe yang terlihat di foto akan berbeda saat globe difoto dari jarak dekat dan dari jarak jauh.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan peristiwa langit dan tata letak benda langit tertentu, dan bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi jika Bumi bulat mengelilingi Matahari. Lalu mereka keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bumi datar dan diam.

Kita dapat tanyakan kepada mereka waktu kejadian dan lokasi pengamat, lalu menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, artinya sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan masalahnya hanya bersumber dari kegagalan kaum Bumi datar untuk memahami dan membuat model yang benar.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

Foto-foto perkembangan gerhana Bulan diambil dengan eksposur kamera yang bertambah untuk mengimbangi kecerahan Bulan yang berkurang. Perbedaan eksposur mulai Bulan purnama sampai dengan gerhana total dapat mencapai 19EV, atau daya tangkap cahaya ditambah sebesar 500000×.

Foto-foto gerhana Bulan terlihat dengan kecerahan yang konstan dan kaum Bumi datar —yang sepertinya belum pernah menyaksikan sendiri gerhana Bulan— mengklaim hal tersebut adalah “bukti” gerhana Bulan bukanlah akibat bayangan Bumi. Faktanya, foto-foto tersebut dibuat memiliki kecerahan sama dengan mengubah eksposur pada kamera yang digunakan.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa

Awan bergerak karena digerakkan oleh angin. Kecepatan rata-rata angin pada ketinggian awan hanya sekitar 18–70 km/jam, relatif sangat kecil berbanding ukuran permukaan Bumi yang terlihat dari luar angkasa.

Kaum Bumi datar menggunakan tidak bergeraknya awan untuk mendiskreditkan video yang diambil dari luar angkasa. Faktanya, awan bergerak terlalu lambat jika dilihat dari luar angkasa. Agar gerakan awan tersebut dapat terlihat, maka video perlu dipercepat.

Lanjutkan membaca “Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa”

Perbandingan Ukuran ISS dan Pesawat di Foto

Kaum Bumi datar membandingkan ukuran ISS dan pesawat yang terlihat pada foto, lalu mereka keliru menyimpulkan bahwa tidak mungkin ISS berada pada ketinggian 410 km. Kesalahan mereka adalah menganggap ketinggian dan jarak adalah hal yang sama, dan mengabaikan jarak darat.

Jika sebuah pesawat berada di ketinggian 12 km, bukan berarti jarak dari seorang pengamat juga 12 km. Ketinggian dan jarak menjadi sama hanya jika pesawat tersebut berada tepat di atas pengamat. Jika tidak berada di atas pengamat, maka jarak ke pesawat akan lebih jauh daripada ketinggiannya.

Lanjutkan membaca “Perbandingan Ukuran ISS dan Pesawat di Foto”

“Jarak Maksimum” dari Kamera

Tidak ada itu “jarak maksimum” pada spesifikasi kamera. Jika kamera tak dapat melihat sebuah objek pada jarak tertentu, bukan berarti mustahil untuk melihat objek lain yang lebih jauh.

Kaum Bumi datar mengklaim Bulan tak mungkin berjarak 384400 km karena kamera tak bisa melihat objek lain yang jauh lebih dekat. Faktanya, jarak objek bukanlah satu-satunya faktor yang berpengaruh, ukuran objek juga berpengaruh.

Lanjutkan membaca ““Jarak Maksimum” dari Kamera”

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Interlacing dan Deinterlacing pada Video

Featured Video Play Icon

Interlacing adalah teknik untuk menggandakan frame rate dari sebuah video, yang digunakan terutama pada teknologi televisi lama. Sebuah frame digambar dua kali secara berurutan, pertama untuk garis-garis ganjil, dan kemudian untuk garis-garis genap.

Kaum Bumi datar menemukan video dari luar angkasa yang menampilkan objek transparan, lalu mereka jadikan “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, sebagian dari kejanggalan tersebut adalah akibat dari interlacing dan proses deinterlacing untuk menghilangkannya.

Lanjutkan membaca “Interlacing dan Deinterlacing pada Video”

Melakukan Zoom Pada Bulan

Pada zoom terpanjang, Nikon P1000 memiliki sudut pandang 0,2°, setara dengan 1342 km pada permukaan Bulan.

Kaum Bumi datar menggunakan Nikon P1000 untuk melakukan zoom pada Bulan dan mengklaim tak dapat menemukan bendera dan wahana pendaratan Apollo. Faktanya, objek terkecil di Bulan yang dapat terlihat oleh kamera mereka adalah objek seukuran kota besar.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Bulan”