Kawah Tycho

Kawah Tycho adalah kawah di Bulan berdiameter 85 km. Ukurannya terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Tetapi posisinya berada di dataran tinggi berwarna terang yang dapat terlihat seperti kawah itu sendiri. Kawah ini juga memiliki ray system besar, yang berasal dari materi yang terlempar saat Kawah Tycho pertama kali terbentuk.

Kaum Bumi datar mengklaim terlihatnya Kawah Tycho sebagai ‘bukti’ Bulan berjarak dekat. Mereka salah. Kita tak dapat melihat Kawah Tycho dengan mata telanjang. Yang terlihat sebenarnya adalah dataran tinggi yang berwarna cerah atau ray system dari kawah tersebut.

Lanjutkan membaca “Kawah Tycho”

Exposure dalam Fotografi

Featured Video Play Icon

Pada fotografi, exposure adalah jumlah cahaya yang mencapai sensor/film kamera, ditentukan dari faktor shutter speed, aperture, dan kecerahan objek. Dengan mengubah exposure dan sensitivitas sensor (ISO), fotografer dapat mendapatkan hasil yang lebih terang atau lebih gelap.

Terlihat jelas bahwa fotografi bukanlah bidang keahlian dari kaum Bumi datar, dan sangat banyak sekali dari miskonsepsi yang beredar di kalangan mereka berasal dari ketidaktahuan mereka mengenai fotografi, salah satunya adalah exposure.

Lanjutkan membaca “Exposure dalam Fotografi”

Foto-Foto Komposit Bumi

Ada beberapa foto Bumi dari NASA yang merupakan komposit, yaitu gabungan dari beberapa foto permukaan Bumi menjadi satu Bumi. Umumnya foto-foto tersebut diambil dari satelit ketinggian rendah agar didapatkan hasil akhir yang memiliki resolusi tinggi.

Kaum Bumi datar menemukan fakta foto-foto tersebut komposit, lalu menyatakan telah menguak “bukti terbaru” dari tindakan pengelabuan, dan hal ini mereka manfaatkan untuk menghasut kita semua. Mereka salah. Tak pernah ada yang menutupi fakta bahwa foto-foto tersebut komposit dan tak ada niat untuk mengelabui. Informasi foto-foto tersebut adalah komposit dapat diketahui dari situs web NASA, jauh sebelum klaim “penemuan” dari kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Komposit Bumi”

Objek yang Diterangi Sinar Matahari dan Kenampakan Bintang

Pada umumnya, objek yang terkena sinar Matahari jauh lebih terang daripada bintang. Karena itu bintang tak terlihat pada foto yang memuat objek yang terkena sinar Matahari, kecuali jika objek tersebut dibuat overexposed, dan menjadi terlihat terlalu terang pada gambar hasilnya.

Kaum Bumi datar menjadikan tak adanya bintang di foto sebagai dalih bagi mereka untuk berprasangka buruk kepada pihak lain. Sebenarnya masalahnya ada pada diri mereka sendiri. Apabila objek utama di foto diterangi oleh Matahari, maka biasanya bintang tak akan terlihat.

Lanjutkan membaca “Objek yang Diterangi Sinar Matahari dan Kenampakan Bintang”

Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat

Pada foto Bumi yang diambil dari luar angkasa, semakin dekat posisi pengamat dari Bumi, maka semakin sedikit bagian Bumi yang terlihat. Sebaliknya, semakin jauh posisi pengamat dari Bumi, semakin banyak bagian Bumi yang terlihat. Namun sejauh apapun, tidak akan bisa melihat kedua kutub Bumi sekaligus.

Kaum Bumi datar menemukan adanya foto-foto Bumi yang menampilkan ukuran benua yang berbeda-beda, lalu mereka gunakan sebagai alasan untuk berprasangka buruk. Mereka salah. Perbedaan ukuran benua tersebut terjadi hanya karena foto-foto tersebut menampilkan Bumi dilihat dari jarak yang berbeda-beda.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat”

Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan

Pada beberapa foto Bulan, di bagian gelapnya terlihat bintik-bintik terang yang kemudian diinterpretasikan sebagai ‘bintang’ oleh sebagian penganut Bumi datar. Dari ‘penemuan’ ini, lalu mereka simpulkan bahwa Bulan bentuknya transparan.

Tapi sebenarnya itu bukanlah bintang, melainkan hanyalah noise sensor kamera digital.

Lanjutkan membaca “Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan”

Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Di bagian utara bumi, apabila kita melihat ke arah utara, kita akan melihat bintang-bintang berputar mengelilingi sebuah titik. Arah perputaran ini adalah kebalikan arah jarum jam.  Titik perputaran ini tidak terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian selatan.

Sebaliknya, di bagian selatan bumi, apabila kita melihat ke arah selatan, kita akan mengamati bintang berputar mengelilingi sebuah titik, tetapi ke arah berlawanan. Dan titik perputaran ini tidak akan terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian utara.

Lanjutkan membaca “Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Bagaimana “Membuktikan” Sebuah Bola Basket (atau Objek Bulat Lainnya) itu Datar

Jika kita memperbesar permukaan sebuah benda bulat, maka jika pembesaran yang dilakukan cukup besar, permukaan benda bulat tersebut akan terlihat datar. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lensa makro seperti yang dilakukan oleh pengguna Reddit Useless-Pickles.

Hal ini membuktikan bahwa permukaan objek bulat dapat saja terlihat datar. Dan pengamatan sehari-hari bahwa horizon terlihat datar bukanlah bukti yang cukup bagi kita untuk menyimpulkan bentuk dari Bumi. Dengan menggunakan “logika” kaum Bumi datar, bisa saja kita “membuktikan” bola basket tersebut adalah datar, yang tentu saja sama sekali tidak benar.

Lanjutkan membaca “Bagaimana “Membuktikan” Sebuah Bola Basket (atau Objek Bulat Lainnya) itu Datar”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar mengamati peristiwa langit dan tata letak benda langit. Kadang, mereka bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi di Bumi bulat heliosentris, dan mengambil kesimpulan keliru bahwa Bumi itu datar.

Kita dapat tanyakan waktu kejadian dan lokasi pengamat, dan menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, maka sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan kebingungan mereka hanya bersumber dari ketidakpahaman semata.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Lens Flare: Bukan Benda Selestial yang Misterius

Saat kita mengambil gambar dengan kamera, hasilnya belum tentu sama persis dengan objek yang diambil gambarnya. Hal ini disebabkan karena ketidaksempurnaan pada sistem optik, yang kadang sulit dihindari oleh perancang sistem kamera dan lensa. Salah satunya adalah lens flare (Bahasa Indonesia: pijar lensa).

Beberapa kaum Bumi datar melihat adanya ‘objek misterius’ pada foto Bulan atau Matahari. Lalu disimpulkan hal tersebut adalah ‘benda selestial misterus’, dan mereka gunakan sebagai “skenario penjelasan” fenomena alam yang tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar, seperti gerhana. Mereka salah. Hal tersebut hanyalah lens flare, yang hanyalah fenomena optik kamera.

Lanjutkan membaca “Lens Flare: Bukan Benda Selestial yang Misterius”

Penglihatan Inframerah / Infrared Vision

Jika sebuah objek yang jaraknya jauh tidak dapat kita lihat, hal tersebut terjadi karena salah satu dari sebab berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat objek tersebut.
  • Kondisi atmosfer membatasi jarak pandang atau visibilitas.
  • Objek tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Beberapa penganut Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang sebelumnya tak terlihat, menjadi terlihat dengan menggunakan penglihatan inframerah (infrared vision). Hal ini kemudian dianggap sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab tak terlihatnya objek di kejauhan.

Lanjutkan membaca “Penglihatan Inframerah / Infrared Vision”

Permainan Mencocokkan Lengkungan

Besar lengkungan yang terlihat dalam foto dari sebuah objek benda bulat tergantung dari 1. Jari-jari objek, 2. Jarak kamera ke objek, 3. Field of view dari kamera, dan 4. Sifat distorsi dari kamera yang digunakan.

Mencocokkan lengkungan adalah permainan favorit dari kaum Bumi datar. Mereka akan mencocokkan sebuah foto lengkungan Bumi dengan foto yang lain. Jika hasilnya tidak proporsional, mereka akan jadikan bahan untuk mencemooh dan mengolok-olok. Mereka salah. Dua foto berbeda dari sebuah benda bulat yang sama bisa diambil dengan cara yang berbeda, dan bisa dengan mudah memperlihatkan lengkungan yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Permainan Mencocokkan Lengkungan”

Foto Bumi Keseluruhan yang Asli

Foto Bumi yang menampilkan Bumi secara keseluruhan adalah foto hitam putih diambil pada tahun 1966 oleh wahana antariksa Lunar Orbiter 1. Setelah itu ada sangat banyak foto serupa yang diambil pada berbagai macam misi ke luar angkasa.

Perkembangan komputer mulai tahun 80-an membuat adanya teknik baru untuk membuat gambar-gambar tersebut. Sebuah satelit dapat dikirim untuk mengambil sangat banyak gambar-gambar permukaan Bumi dan dari gambar-gambar tersebut disusun menjadi gambar Bumi.

Kaum Bumi datar ‘menemukan’ fakta ini, lalu mereka simpulkan dari sekian banyak foto Bumi dari luar angkasa, tidak ada yang asli, semuanya adalah manipulasi atau dirangkai oleh komputer. Mereka salah. Hanya karena ada foto Bumi yang dibuat demikian, bukan berarti tak ada foto Bumi asli, menampilkan Bumi secara keseluruhan, bukan gabungan beberapa gambar, dan yang diambil dalam sekali pengambilan.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Keseluruhan yang Asli”

Mengapa Lensa Fisheye?

Lensa fisheye populer digunakan pada berbagai keperluan. Pada balon udara, peluncuran roket dan ISS lensa fisheye digunakan karena mereka menggunakan action camera yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan kamera lain, dan kebanyakan action camera menggunakan lensa fisheye.

Kaum Bumi datar sering berprasangka bahwa ada niat jahat di balik setiap penggunaan lensa fisheye, yaitu agar setiap gambar menampilkan garis horizon yang melengkung. Mereka salah. Penggunaan lensa fisheye adalah hal yang wajar-wajar saja. Dan jika memang diinginkan hasil gambar yang rectilinear, tidaklah sulit untuk mengubah hasil fisheye menjadi rectilinear.

Lanjutkan membaca “Mengapa Lensa Fisheye?”

Polaris Tidak Tepat Berada di Sumbu Utara Bintang

Polaris adalah bintang terang yang berada dekat dengan sumbu rotasi bintang di Utara. Saat ini Polaris hanya terpisah 0.74° dari sumbu utara, dan satu-satunya bintang terang yang mudah dilihat dengan mata kita tanpa alat bantu di sekitar sumbu rotasi utara. Karena itu, Polaris populer sebagai alat navigasi di Bumi bagian utara.

Beberapa kaum Bumi datar berpendapat bahwa Polaris tak bergerak, dan merupakan ‘bintang yang spesial’ karena bintang-bintang lain bergerak mengelilingi Polaris. Mereka juga menjadikan Polaris ‘tak bergerak’ sebagai ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris itu hanya bintang biasa sebagaimana bintang-bintang yang lain.

Lanjutkan membaca “Polaris Tidak Tepat Berada di Sumbu Utara Bintang”

Menambah Zoom Kamera Tak Akan Memperlihatkan Lebih Banyak Bagian dari Objek di Kejauhan

Melakukan zoom mengunakan kamera hanyalah memperbesar bagian tengah dari gambar. Mengubah zoom tak akan mengubah posisi objek relatif terhadap objek lain atau kamera; dan tak akan memperlihatkan lebih banyak bagian dari objek di kejauhan.

Penganut Bumi datar sering mengklaim melakukan zoom akan memperlihatkan bagian objek di kejauhan yang ‘disinyalir’ tertutup lengkungan. Mereka salah. Jika objek tersebut berada di balik lengkungan Bumi, maka di-zoom sejauh apapun tak akan dapat kembali memperlihatkan objek tersebut.

Lanjutkan membaca “Menambah Zoom Kamera Tak Akan Memperlihatkan Lebih Banyak Bagian dari Objek di Kejauhan”

Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto

Pada banyak foto yang diambil dari luar angkasa, kita tak melihat bintang. Ini bukan karena ada apa-apanya.  Objek bintang itu sangat redup. Biasanya jauh lebih redup daripada objek utama yang terlihat dalam foto. Jika kamera diset untuk mengambil objek utama yang jauh lebih terang daripada bintang, maka bintang tak akan terlihat pada foto. Hal ini berlaku dimana saja, di luar angkasa maupun di permukaan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap tak adanya bintang dalam foto sebagai ‘pemalsuan’. Mereka salah. Hal ini hanyalah keterbatasan kamera.

Lanjutkan membaca “Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto”

Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi

Jika sebuah kapal yang jaraknya sangat jauh tidak dapat kita lihat, maka hal tersebut terjadi karena salah satu dari alasan berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat kapal tersebut.
  • Kondisi atmosfer tidak mendukung, dan membatasi jarak pandang (visibilitas).
  • Kapal tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar sering memperlihatkan kapal yang terlihat di kejauhan, namun setelah di-zoom menjadi terlihat. Mereka menganggap ini sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab kapal di kejauhan tak terlihat.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi”