Fenomena Magnetic Dip

Kompas magnet tak berfungsi efektif di dekat kutub Bumi akibat fenomena magnetic dip. Salah satu kutub lebih dekat dan mempengaruhi jarum kompas lebih kuat daripada kutub yang lain. Akibatnya, medan magnet akan membuat jarum kompas mengarah ke bawah.

Kaum Bumi datar mengklaim kompas tak berfungsi di Antartika, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, fenomena yang sama juga terjadi di dekat kutub Utara. Fenomena magnetic dip yang terjadi di seluruh permukaan Bumi hanya mungkin terjadi jika Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Fenomena Magnetic Dip”

Kompas Matahari dan Penerbangan Richard E. Byrd Menuju Kutub Utara

Tahun 1926, Richard E. Byrd melakukan penerbangan menuju Kutub Utara dan menggunakan kompas Matahari untuk navigasi. Kompas magnet tak akan efektif di dekat kutub Bumi karena kompas akan menunjuk ke kutub magnet, bukan kutub geografis, dan jarum kompas akan mengarah ke bawah akibat fenomena magnetic dip.

Kaum Bumi datar terlalu fokus kepada cerita kompas Richard E. Byrd tidak berfungsi di Antartika dan berasumsi hal tersebut hanya terjadi di Antartika. Mereka lalu menggunakannya sebagai “bukti” Bumi datar. Mereka tak menyadari bahwa hal yang sama juga terjadi di dekat Kutub Utara, dan orang yang sama, Richard E. Byrd, juga mengalami hal tersebut.

Lanjutkan membaca “Kompas Matahari dan Penerbangan Richard E. Byrd Menuju Kutub Utara”

Kutub Magnet

Semua magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan. Kutub yang berbeda dari magnet yang berbeda akan saling menarik. Sebaliknya, kutub yang sama dari magnet yang berbeda akan saling menolak. Tidak ada magnet yang hanya memiliki satu kutub saja.

Kaum Bumi datar mengklaim Bumi tidak mungkin bulat karena jika kompas menunjuk ke Kutub Utara, maka seharusnya di khatulistiwa, jarum kompas akan menunjuk 45° ke arah bawah. Mereka salah. Selain kutub utara, kompas juga memiliki kutub selatan yang ditarik ke arah kutub selatan dari Bumi. Kedua gaya tersebut saling mengimbangi dan membuat magnet yang seimbang akan datar di khatulistiwa.

Lanjutkan membaca “Kutub Magnet”