Leveling

Leveling (kadang disebut dengan waterpasing) adalah proses mengukur beda ketinggian antara satu titik relatif terhadap titik yang lain. Lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer akan mempengaruhi hasil dari leveling. Ada beberapa teknik dan rumus yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan pengukuran akibat adanya lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer.

Kaum Bumi datar berasumsi pengerjaan konstruksi seperti jalan, rel kereta dan jembatan dibuat tanpa memperhatikan lengkungan Bumi. Mereka salah. Prosedur pengerjaan leveling yang dilakukan pada pengerjaan konstruksi tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pengukuran akibat lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Leveling”

Seismometer

Seismometer adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur gerak permukaan, seperti yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan ledakan.

Seismometer sangat sensitif, tetapi tak dapat mendeteksi gerak Bumi. Kaum Bumi datar menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ Bumi diam. Mereka salah. Sebuah seismometer dipasang di permukaan Bumi dan telah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi itu sendiri. Seismometer hanya dapat mendeteksi gerak jika ada perubahan kecepatan —atau percepatan— memberikan gaya ke seismometer tersebut.

Lanjutkan membaca “Seismometer”

Galat Pengukuran

Galat pengukuran (atau error pengukuran) adalah selisih antara besaran yang terukur dan nilai yang sebenarnya. Galat pengukuran bukanlah sebuah kesalahan. Variabilitas merupakan bagian yang tak dapat dihilangkan dari sebuah proses pengukuran.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan rentang dari sebuah nilai, galat dari hasil pengukuran, hasil berbeda dari pengukuran yang berbeda, serta membesar-besarkan penggunaan kata ‘sekitar’, ‘kira-kira’, dan ‘kurang lebih’; lalu mereka menjadikannya sebagai “bukti” sains tidak mengetahui hasilnya dengan pasti. Mereka salah. Semua proses pengukuran memiliki galat, yang tidak dapat dihilangkan.

Lanjutkan membaca “Galat Pengukuran”

Pengukuran Langsung dan Tak Langsung

Pengukuran dapat dilakukan secara langsung, misalnya seperti mengukur panjang menggunakan penggaris atau meteran. Tetapi pengukuran juga dapat dilakukan secara tak langsung, yaitu mengukur sesuatu dengan mengukur besaran yang lain, lalu dihitung hal yang ingin kita ketahui melalui besaran lain yang diukur tersebut.

Kaum Bumi datar gemar mendiskreditkan hasil pengukuran yang tak sesuai dengan selera mereka, misalnya jarak Matahari, jarak ke Bintang, temperatur Matahari, kecepatan orbit & rotasi Bumi dan sebagainya. Alasannya semua pengukuran tersebut tidak dilakukan dengan langsung. Namun pada kenyataannya hampir semua alat ukur yang kita gunakan sehari-hari pun mengukur secara tidak langsung.

Lanjutkan membaca “Pengukuran Langsung dan Tak Langsung”

Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah sebuah sistem koordinat dan titik acuan sistem koordinat tersebut diletakkan. Kecepatan atau laju adalah relatif terhadap sebuah kerangka acuan. Dua buah kecepatan bisa saja relatif terhadap dua buah kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan secara langsung.

Kaum Bumi datar sering membandingkan dua buah besaran kecepatan seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam dan permukaan Bumi dekat khatulistiwa yang bergerak 1674 km/jam. Mereka akan menyimpulkan pesawat seharusnya tak dapat mengejar permukaan Bumi dan tak akan dapat mendarat jika Bumi berotasi. Mereka salah. Kedua kecepatan tersebut relatif terhadap kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan langsung.

Lanjutkan membaca “Kerangka Acuan”

Perhitungan Tertutupnya Objek Akibat Lengkungan Bumi

Besar terhalangnya objek yang berjarak jauh akibat tertutup lengkungan Bumi tergantung dari faktor-faktor:

  1. Jarak objek.
  2. Tinggi pengamat.
  3. Tinggi objek.
  4. Refraksi atmosfer.

Kaum Bumi datar sering menggunakan terlihatnya objek yang berjarak jauh untuk membuktikan lengkungan Bumi tak ada. Sering mereka tidak memperhitungkan faktor ketinggian pengamat dan refraksi atmosfer, atau melakukan kesalahan yang lain, seperti kesalahan konversi satuan, kesalahan pengukuran jarak, dsb. Setelah semua faktor diperhitungkan dan kesalahan diperbaiki, segalanya akan konsisten dengan fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perhitungan Tertutupnya Objek Akibat Lengkungan Bumi”

Eksperimen Schiehallion

Eksperimen Schiehallion adalah eksperimen yang dilakukan untuk menghitung massa jenis Bumi. Percobaan ini menggunakan sebuah pendulum yang diletakkan di dekat Gunung Schiehallion, Skotlandia, kemudian dilakukan pengukuran sudut kemiringan pendulum akibat gaya tarik yang disebabkan oleh Gunung Schiehallion. Hasilnya adalah 11,6″ atau 0,003°.

Kaum Bumi datar mengklaim gravitasi tak pernah dapat didemonstrasikan, dan bahwa itu adalah bukti gravitasi tak ada. Mereka salah. Eksperimen Schiehallion adalah salah satu eksperimen pertama untuk mengukur gravitasi yang dilakukan di Bumi.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Schiehallion”

Ukuran Matahari Yang Terlihat Oleh Kita

Ukuran Matahari yang terlihat oleh kita praktis konstan sepanjang hari. Hal ini hanya dapat terjadi apabila Matahari berjarak yang praktis konstan sepanjang hari.

Pada model Bumi datar, Matahari jaraknya dekat dengan permukaan Bumi, yaitu sekitar 5000 km. Mereka katakan Matahari bergerak melingkar sekali dalam satu hari. Fakta ini seharusnya akan menyebabkan ukuran Matahari yang kita lihat untuk berubah pada waktu yang berbeda-beda dalam satu hari. Tetapi hal tersebut tidak terjadi. Ukuran Matahari yang terlihat konstan sepanjang hari adalah bukti bahwa model Bumi datar itu salah, dan Matahari jaraknya sangat jauh.

Lanjutkan membaca “Ukuran Matahari Yang Terlihat Oleh Kita”

Gelombang Seismik: Memetakan Inti Bumi

Gelombang seismik adalah gelombang yang merambat di bagian dalam Bumi. Getaran di Bumi —seperti gempa Bumi, gunung meletus, tanah longsor, atau ledakan buatan manusia— akan menghasilkan gelombang seismik yang merambat melalui bagian dalam Bumi dan akan sampai ke bagian Bumi yang lain. Dari jenis gelombang seismik yang diterima, kita dapat mengetahui komposisi inti Bumi.

Penganut Bumi datar mengira tidaklah mungkin mengetahui inti Bumi karena tak seorang pun pernah ke inti Bumi. Mereka salah. Dengan ilmu seismologi, kita dapat memetakan inti Bumi tanpa perlu mendatangi inti Bumi secara fisik.

Lanjutkan membaca “Gelombang Seismik: Memetakan Inti Bumi”

Garis-Garis Fraunhofer

Sinar Matahari yang sampai di permukaan Bumi dapat diuraikan menjadi beberapa warna menggunakan sebuah prisma. Warna-warna tersebut adalah spektrum. Namun, jika diuraikan, hasilnya akan mengandung garis-garis gelap.  Dari garis-garis ini dapat diketahui komposisi dari Matahari tanpa perlu kita mengunjungi Matahari.

Kaum Bumi datar berpendapat tidaklah mungkin komposisi Matahari bisa diketahui. Menurut mereka, Matahari itu panas dan jauh dan tidak mungkin ada orang yang pernah mendatanginya. Mereka salah. Komposisi Matahari dapat diketahui melalui garis-garis spektrum tersebut, yang dinamakan garis-garis Fraunhofer.

Lanjutkan membaca “Garis-Garis Fraunhofer”

Menentukan Jarak Matahari Melalui Transit Venus

Jarak Matahari-Bumi pertama kali ditentukan dengan ketepatan tinggi melalui fenomena alam transit Venus. Transit Venus adalah fenomena saat Venus tepat melintasi Matahari. Dengan mengukur waktu antara saat Venus memasuki lingkaran Matahari dan saat keluar dari lingkaran Matahari pada dua atau lebih lokasi di permukaan Bumi, maka dapat dihitung jarak Bumi ke Matahari.

Penganut Bumi datar mengklaim tak mungkin mengukur jarak ke Matahari karena tak ada yang pernah mengunjungi Matahari sebelumnya. Mereka salah. Dengan geometri sederhana, jarak ke Matahari pertama kali dapat diketahui dengan ketepatan tinggi melalui transit Venus.

Lanjutkan membaca “Menentukan Jarak Matahari Melalui Transit Venus”

Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak

Kita yang berada di utara khatulistiwa dapat melihat bintang Polaris, yang letaknya sangat dekat dengan sumbu rotasi bintang. Karena hal tersebut, jika diamati sekilas, Polaris praktis terlihat diam di posisi yang sama sepanjang waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim Polaris terlihat diam adalah ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris terlihat diam karena jaraknya sangat jauh, dan gerakannya tak dapat kita amati secara subjektif dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Lanjutkan membaca “Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak”

Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari

Salah satu manipulasi fakta yang dilakukan penggiat Bumi datar  melibatkan Aristarchus, seorang ilmuwan abad ke-3 sebelum Masehi. Ini adalah manipulasi fakta yang asli buatan oknum-oknum penggiat Bumi datar dari dalam negeri. Disebutkan bahwa Aristarchus melakukan penghitungan jarak Matahari yang salah, tapi hasilnya masih digunakan sampai sekarang.

Klaim ini tentu saja tidak benar. Angka jarak Matahari yang kita gunakan saat ini tidak berasal dari Aristarchus. Ini adalah usaha-usaha strawman  dari oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab untuk menyerang keabsahan nilai jarak Matahari yang kita gunakan saat ini.

Lanjutkan membaca “Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari”

Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara

Reaksi pada lilin adalah reaksi kimiawi oksidasi. Lilin yang hidrokarbon bereaksi dengan oksigen, dan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Oksigen didapatkan dari udara, jika pasokan oksigen ini dihentikan, misalnya dengan menutup lilin dengan gelas, maka reaksi juga akan berhenti.

Penganut Bumi datar sering mengklaim bahwa Matahari tidak mungkin berada di ruang hampa. Alasannya adalah karena reaksi pembakaran membutuhkan oksigen untuk bekerja, seperti pada lilin. Mereka salah. Reaksi di Matahari bukanlah reaksi pembakaran.

Reaksi di Matahari adalah reaksi fusi nuklir. Reaksi ini mengubah atom hidrogen menjadi atom helium. Seluruh elemen pendukung reaksi tersedia di Matahari, yaitu hidrogen, dalam jumlah yang sangat besar. Reaksi tersebut tak membutuhkan materi lain dari luar Matahari.

Lanjutkan membaca “Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara”

Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub

Salah satu topik yang sering diangkat dalam komunitas korban paham Bumi datar adalah bintang Polaris. Klaimnya adalah posisi Polaris tidak pernah berubah, dan bintang lain terlihat mengelilingi Polaris. Hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Bumi tidak berbentuk bulat dan tidak berotasi. Jika Bumi bulat dan berotasi, maka seharusnya posisi Polaris akan bergeser.

Ternyata memang posisi Polaris bergeser, walaupun hal tersebut bukan fenomena yang dapat diamati dalam satu malam saja, atau bahkan selama kurun waktu kehidupan kita.

Lanjutkan membaca “Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub”

Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna

Matahari memancarkan sinarnya ke segala arah. Namun karena jaraknya sangat jauh, sinar Matahari yang kita terima praktis sejajar. Dari pengamat di Bumi, sinar yang datang dari Matahari membentuk sudut maksimum sebesar sekitar 0.53°. Sudut tersebut sangat kecil, sehingga sinar Matahari kita rasakan praktis sejajar, namun tidak sejajar sempurna.

Kaum Bumi datar sering mempermasalahkan bahwa kita sering mengatakan sinar Matahari itu sejajar, namun pada ilustrasi gerhana Matahari, sinar Matahari digambarkan menyudut. Hal tersebut hanyalah miskonsepsi. Sinar Matahari itu dapat dianggap sejajar untuk banyak keperluan sehari-hari. Tetapi untuk keperluan seperti gerhana Matahari, sudut maksimum yang dibentuk sinar Matahari perlu diperhitungkan.

Lanjutkan membaca “Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna”

Stellar Parallax

Stellar parallax adalah gerakan bintang yang diamati dari Bumi akibat Bumi bergerak mengelilingi Matahari. Akibat bintang sangat jauh, stellar parallax sangatlah kecil dan sulit untuk diamati. Stellar parallax baru dapat dibuktikan ada pada abad ke-19.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa stellar parallax tidak ada, dan menjadikan ‘fakta’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bergerak. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Stellar Parallax”