‘Quote Mining’: Cara Mereka Mencoba Untuk Menghasut Kita Semua

Salah satu modus operandi paling populer dari penyebar paham Bumi datar adalah dengan cara ‘quote mining’. Mereka membaca banyak tulisan ilmuwan dan menonton video-videonya, untuk mencari kata-kata yang bisa dikutip dan disebarkan di luar konteksnya.

Bagi orang awam, ilmuwan-ilmuwan tersebut akan terlihat negatif. Mereka terlihat saling kontradiktif, saling menjelekkan, memberi kesan tidak ada konsensus dalam sains, dan memiliki niat jahat kepada kita semua. Padahal, informasi yang tersebar tersebut memang tak lagi sama dengan apa yang sebenarnya dimaksud oleh ilmuwan-ilmuwan tersebut.

Lanjutkan membaca “‘Quote Mining’: Cara Mereka Mencoba Untuk Menghasut Kita Semua”

Siklus Saros dan Deret Saros

Sebuah halaman di situs web NASA menjadi pusat perhatian para penganut paham Bumi datar. Halaman tersebut adalah buatan Fred ‘Mr. Eclipse’ Espenak yang menjelaskan mengenai siklus Saros. Berikut kutipan paragraf awal dari halaman tersebut:

The periodicity and recurrence of eclipses is governed by the Saros cycle, a period of approximately 6,585.3 days (18 years 11 days 8 hours). It was known to the Chaldeans as a period when lunar eclipses seem to repeat themselves, but the cycle is applicable to solar eclipses as well.

Betapa girangnya mereka apalagi setelah mengetahui bahwa Chaldean adalah peradaban dari 25 abad yang lalu. “Maka artinya NASA menggunakan teknologi 25 abad lalu untuk menghitung gerhana!!!11” pikir mereka. “Dan dengan demikian NASA tidak menggunakan hukum Newton untuk menghitung gerhana!!!!11”

Seperti kasus-kasus lain yang serupa, hal ini tentunya menceritakan lebih banyak mengenai penganut Bumi datar daripada mengenai NASA.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip

‘The Principle’ adalah film dokumenter yang mempromosikan  geosentris. Geosentris adalah paham pseudosains yang mengatakan bahwa Bumi diam dan merupakan pusat dari alam semesta. Walaupun film ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bumi datar, beberapa penganut Bumi datar menggunakan film ini untuk mempromosikan paham Bumi datar. Mungkin menurut mereka, pada Bumi datar, maka Bumi diam dan pusat dari alam semesta.

Ternyata tidak sesederhana itu. Kita berurusan dengan dua jenis pseudosains, yang kadang tidak saling mendukung.

Lanjutkan membaca “‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip”

Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah

Featured Video Play Icon

Dalam sebuah acara, Neil deGrasse Tyson menjelaskan Bumi itu bulat, namun sedikit lebih jauh dari pusat Bumi di dekat khatulistiwa daripada mendekati kutub. Dan bahwa di bagian selatan rata-rata sedikit lebih jauh dari pusat Bumi daripada bagian utara. Untuk menjelaskan hal tersebut, Neil menggunakan perumpamaan ‘seperti buah pir’.

Kaum Bumi datar gemar mengolok-olok perumpamaan tersebut. Mereka salah. Apabila mereka menonton video lengkap versi aslinya, video tersebut sebenarnya biasa-biasa saja.

Lanjutkan membaca “Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah”

Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen

Sebuah video dari NASA mengenai wahana antariksa Orion dipermasalahkan. Video tersebut berisi bahasan misi test pertama dari Orion yang dinarasikan oleh ilmuwan NASA, Kelly Smith.

Oleh oknum-oknum penggiat paham Bumi datar, dari video tersebut disimpulkan bahwa NASA belum pernah ke Bulan. Video tersebut berkali-kali disunting dan diberi narasi yang tendensius untuk menggiring opini penontonnya. Tak terhitung lagi banyaknya video-video tendensius tersebut di YouTube.

Mereka salah. Sebenarnya ada dua buah sabuk Van Allen. Apollo melintasi sabuk luar yang memiliki radiasi rendah. Sedangkan Orion EFT-1 dikirim ke sabuk bagian dalam yang memiliki radiasi jauh lebih tinggi. Selain itu, dinamakan sabuk karena sifatnya seperti sabuk, dan tidak menyelimuti seluruh Bumi. Jika diinginkan, bisa saja wahana antariksa memilih melalui lokasi yang radiasinya paling rendah, seperti yang Apollo lakukan.

Lanjutkan membaca “Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen”

Admiral Byrd: Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan

Salah satu tokoh yang paling sering disebut-sebut dalam hoax Bumi datar (dan juga berbagai macam teori konspirasi lainnya) adalah Admiral Byrd. Admiral Byrd adalah seorang penjelajah dari Amerika Serikat yang terkenal karena penjelajahannya pada benua Antartika dan lautan Arktik.

Kata-kata beliau yang sering dikutip:

“Anehnya, pada saat ini ada daerah sebesar Amerika Serikat, yang tak pernah dikunjungi manusia, yang lokasinya di sisi lain kutub Selatan dari Little America.”

Kalimat tersebut sering disalahartikan, sengaja ataupun tidak sengaja, di kalangan penganut Bumi datar. Lanjutkan membaca “Admiral Byrd: Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan”

Al-Biruni: BUKAN Penganut Bumi Datar

Salah satu modus operandi influencer Bumi datar adalah dengan dengan cara mencatut agama atau tokoh agama. Tujuannya adalah untuk mendekatkan paham ini dengan agama dan pengikut-pengikutnya. Karena di Indonesia agama terbesar adalah Islam, maka wajar apabila mereka mencari korban di kalangan umat Islam. Salah satu tokoh agama yang dicatut ini adalah Al-Biruni.

Tapi, tentu saja, sekali lagi, Al-Biruni bukanlah penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Al-Biruni: BUKAN Penganut Bumi Datar”

Hoax: Auguste Piccard Berpendapat Bahwa Bumi Datar

Satu lagi ilmuwan yang menjadi korban fitnah kaum Bumi datar adalah Auguste Piccard, seorang ilmuwan asal Swiss/Belgia yang mempelajari lapisan stratosfer. Piccard melakukan penelitian salah satunya dengan cara membuat balon dan terbang sendiri ke lapisan stratosfer.

Yang membuat Piccard menjadi korban adalah pernyataannya “Bumi terlihat seperti rata” yang dimuat majalah Popular Science edisi Agustus 1931.

Namun benarkah Auguste Piccard adalah seorang pemeluk Bumi datar? Ternyata sama sekali tidak.

Lanjutkan membaca “Hoax: Auguste Piccard Berpendapat Bahwa Bumi Datar”

Fitnah Kepada Isaac Newton

Cara utama influencer flat earth dalam menanamkan pengaruhnya adalah dengan memancing emosi pemirsanya. Setelah terpancing emosinya, kemampuan kita untuk menilai secara rasional berkurang. Salah modus operandinya adalah dengan memfitnah ilmuwan, yang paling sering menjadi korban adalah Isaac Newton.

Melalui kutipan sepotong-potong dan narasi yang menggiring, Newton digambarkan sebagai pembohong, bahwa penemuannya soal gravitasi adalah bualan belaka.

Lanjutkan membaca “Fitnah Kepada Isaac Newton”