Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar

Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan, insinyur dan penemu. Beliau paham bahwa Bumi itu bulat dan berotasi, gravitasi itu ada, bintang jaraknya jauh, planet bukan bintang, dan sebagainya.

Kaum Bumi datar gemar mengklaim Nikola Tesla adalah penganut Bumi datar dan mencatut namanya seakan-akan mendukung konsep Bumi datar. Hal ini mudah dibuktikan tidak benar melalui tulisan-tulisan beliau. Sangat jelas bahwa Tesla bukan penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar”

Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity”

Featured Video Play Icon

Richard Garriott adalah pengembang video game dan pengusaha yang juga memiliki hobi sulap. Pada Oktober 2008, dia terbang ke ISS dengan menggunakan roket Soyuz sebagai astronot privat. Selama waktunya di ISS, dia melakukan beberapa trik sulap.

Salah satu trik sulapnya adalah menggunakan palu yang melayang, dan kartu yang terlihat seperti seakan-akan ditarik oleh gravitasi. Kaum Bumi datar tak menyadari hal itu hanyalah trik sulap, dan keliru berasumsi bahwa benda juga jatuh di ISS, terlepas dari adanya objek lain di video tersebut yang melayang.

Lanjutkan membaca “Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity””

James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen

Pada tahun 1958, James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen. Pencetus teori konspirasi —termasuk kaum Bumi datar— menggunakannya sebagai ‘bukti’ pendaratan di Bulan dipalsukan dan tidak terjadi. Untuk menanggapi hoax tersebut, James Van Allen sendiri menulis beberapa surat demi  meluruskan tuduhan tak berdasar tersebut.

Saya menonton acara Fox TV tersebut, itu adalah sekumpulan omong kosong yang menghibur. Klaim bahwa paparan radiasi saat misi Apollo akan membawa maut kepada para astronot hanyalah salah satu dari omong kosong tersebut.”

Baik penemuan sabuk radiasi Van Allen dan pernyataan bahwa sabuk radiasi tersebut bukan penghalang perjalanan ke luar angkasa berasal dari James Van Allen. Oknum-oknum pencetus teori konspirasi tak dapat begitu saja menerima salah satu jika sesuai dengan kepercayaan, dan menolak yang satunya lagi jika bertentangan.

Lanjutkan membaca “James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen”

Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar

Al-Biruni adalah ilmuwan multidisiplin dalam bidang fisika, matematika, astronomi, biologi, sejarah dan bahasa. Al-Biruni adalah salah satu pelopor ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bentuk Bumi serta pengukuran dan pemetaannya. Tentu saja Al-Biruni memahami bahwa Bumi itu berbentuk bulat.

Salah satu modus operandi oknum Bumi datar adalah mencatut agama atau tokoh agama. Tujuannya adalah untuk mendekatkan paham ini dengan agama dan pengikut-pengikutnya. Karena di Indonesia agama terbesar adalah Islam, maka wajar apabila mereka mencari korban di kalangan umat Islam. Salah satu tokoh agama yang dicatut ini adalah Al-Biruni. Tapi, tentu saja, Al-Biruni bukanlah penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar”

Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’

Dalam sebuah wawancara, astronot NASA Donald Pettit menyebutkan bahwa mereka ingin pergi ke Bulan, tetapi tidak lagi memiliki teknologi untuk melakukan. Semua teknologi dari misi Apollo puluhan tahun yang lalu sudah hancur dan akan membutuhkan proses yang sulit untuk membuatnya kembali.

Kaum Bumi datar menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai dalih bahwa manusia belum pernah memiliki teknologi untuk ke luar angkasa. Faktanya, kata “teknologi” adalah polisemi. Kata tersebut memiliki dua arti yang berkaitan. Kaum Bumi datar mengartikannya sebagai satu hal, padahal yang dimaksud adalah arti kata yang lain.

Lanjutkan membaca “Teknologi Untuk Pergi ke Bulan yang ‘Dihancurkan’”

Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive

Tahun 2014, grup rock religius Remedy Drive mengeluarkan album berjudul “Commodity.” Gambar sampulnya adalah sebuah lubang di satelit Solar Max akibat terkena sampah antariksa. Foto tersebut bersumber dari NASA dan dipublikasikan pada tahun 2006.

Tahun 2018, astronot Chris Hadfield memperlihatkan foto tersebut untuk menjelaskan efek dari sampah antariksa. Kaum Bumi datar lalu menuduh Hadfield mencuri gambar tersebut dari album “Commodity,” dan menyimpulkan “NASA tak dapat dipercaya.” Kaum Bumi datar hanya mencari alasan sekecil apapun demi mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Mereka tak sadar bahwa yang pertama kali mempublikasikan foto tersebut adalah NASA, delapan tahun sebelum album “Commodity” dirilis. Lanjutkan membaca “Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive”

Protes Angkasa dari ASAN yang Digunakan Kaum Bumi Datar untuk Menghasut

Tahun 2017, grup yang bernama ASAN memprotes Donald Trump dengan cara mengirimkan balon ke lapisan stratosfer membawa kamera dan pesan dengan kata-kata keras, yang dikutip dari ucapan Edgar Mitchell, astronot dari misi Apollo 14.

Oknum Bumi datar menyajikan hal tersebut seakan-akan ASAN berniat menunjukkan lengkungan Bumi untuk mengejek mereka. Dan lalu ASAN “lupa” menutupi fakta kameranya memiliki lensa fisheye. Namun faktanya, ASAN tidak pernah berniat membuat video tersebut untuk membuktikan Bumi bulat atau mengejek kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Protes Angkasa dari ASAN yang Digunakan Kaum Bumi Datar untuk Menghasut”

Garis-Garis Fraunhofer

Sinar Matahari yang sampai di permukaan Bumi dapat diuraikan menjadi beberapa warna menggunakan sebuah prisma. Warna-warna tersebut adalah spektrum. Namun, jika diuraikan, hasilnya akan mengandung garis-garis gelap.  Dari garis-garis ini dapat diketahui komposisi dari Matahari tanpa perlu kita mengunjungi Matahari.

Kaum Bumi datar berpendapat tidaklah mungkin komposisi Matahari bisa diketahui. Menurut mereka, Matahari itu panas dan jauh dan tidak mungkin ada orang yang pernah mendatanginya. Mereka salah. Komposisi Matahari dapat diketahui melalui garis-garis spektrum tersebut, yang dinamakan garis-garis Fraunhofer.

Lanjutkan membaca “Garis-Garis Fraunhofer”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”

Menentukan Jarak Matahari Melalui Transit Venus

Jarak Matahari-Bumi pertama kali ditentukan dengan ketepatan tinggi melalui fenomena alam transit Venus. Transit Venus adalah fenomena saat Venus tepat melintasi Matahari. Dengan mengukur waktu antara saat Venus memasuki lingkaran Matahari dan saat keluar dari lingkaran Matahari pada dua atau lebih lokasi di permukaan Bumi, maka dapat dihitung jarak Bumi ke Matahari.

Penganut Bumi datar mengklaim tak mungkin mengukur jarak ke Matahari karena tak ada yang pernah mengunjungi Matahari sebelumnya. Mereka salah. Dengan geometri sederhana, jarak ke Matahari pertama kali dapat diketahui dengan ketepatan tinggi melalui transit Venus.

Lanjutkan membaca “Menentukan Jarak Matahari Melalui Transit Venus”

Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat

Penganut Bumi datar sering menyebut-nyebut Galileo. Mereka memposisikan Galileo sebagai ‘penjahat’ yang mendukung Bumi bulat. Dan Galileo salah karena tak dapat mendemonstrasikan adanya stellar parallax sebagai akibat dari Bumi mengelilingi Matahari.

Mereka salah. Perkara Galileo bukanlah tentang Bumi bulat, tetapi mengenai heliosentrisme. Seluruh pihak yang terlibat waktu itu sudah bisa menerima fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat”

Perjalanan James Cook

James Cook melakukan tiga kali perjalanan yang terkenal. Yang sering dibahas dalam perbincangan mengenai Bumi datar adalah perjalanannya yang kedua. Pada perjalanan ini, James Cook ditugasi kerajaan Inggris untuk mencari benua Terra Australis. Benua Terra Australis merupakan hipotesis yang dulu diperkirakan berada di lautan Pasifik Selatan. Perjalanan James Cook membuktikan bahwa benua ini tidak ada.

Penganut Bumi datar menganggap perjalanan James Cook ini sebagai ‘bukti’ bahwa Antartika bukanlah benua, tetapi daratan besar yang mengelilingi Bumi. Dalihnya adalah James Cook melakukan perjalanan lebih dari 60000 mil, dan 60000 mil itu jauh lebih panjang daripada keliling Antartika. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Perjalanan James Cook”

Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam

Aether adalah hipotesis materi yang berada pada luar angkasa. Hipotesis Aether dibuat karena diasumsikan cahaya membutuhkan medium untuk merambat. Pada akhir abad 19 dan awal abad 20 dilakukan beberapa eksperimen untuk membuktikan keberadaan Aether.

Penganut Bumi datar (dan juga penganut geosentris) sering menggunakan hasil dari eksperimen ini untuk mendukung pendapat mereka bahwa Bumi diam. Mereka salah. Eksperimen ini dilakukan untuk membuktikan apakah teori Aether, ataukah salah satu dari hipotesis tandingannya —seperti Teori Relativitas Khusus— dapat menjelaskan fenomena alam dengan lebih baik.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam”

Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari

Salah satu manipulasi fakta yang dilakukan penggiat Bumi datar  melibatkan Aristarchus, seorang ilmuwan abad ke-3 sebelum Masehi. Ini adalah manipulasi fakta yang asli buatan oknum-oknum penggiat Bumi datar dari dalam negeri. Disebutkan bahwa Aristarchus melakukan penghitungan jarak Matahari yang salah, tapi hasilnya masih digunakan sampai sekarang.

Klaim ini tentu saja tidak benar. Angka jarak Matahari yang kita gunakan saat ini tidak berasal dari Aristarchus. Ini adalah usaha-usaha strawman  dari oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab untuk menyerang keabsahan nilai jarak Matahari yang kita gunakan saat ini.

Lanjutkan membaca “Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari”

Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah

Featured Video Play Icon

Dalam sebuah acara, Neil deGrasse Tyson menjelaskan Bumi itu bulat, namun sedikit lebih jauh dari pusat Bumi di dekat khatulistiwa daripada mendekati kutub. Dan bahwa di bagian selatan rata-rata sedikit lebih jauh dari pusat Bumi daripada bagian utara. Untuk menjelaskan hal tersebut, Neil menggunakan perumpamaan ‘seperti buah pir’.

Kaum Bumi datar gemar mengolok-olok perumpamaan tersebut. Mereka salah. Apabila mereka menonton video lengkap versi aslinya, video tersebut sebenarnya biasa-biasa saja.

Lanjutkan membaca “Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah”

Film Mockumentary “Dark Side of the Moon”

Film ‘Dark Side of the Moon’ adalah sebuah mockumentary. Film tersebut sebenarnya fiktif, tetapi disajikan seperti halnya sebuah film dokumenter. Film tersebut menampilkan narasumber seperti Donald Rumsfield, Henry Kissinger, Alexander Haig, Vernon Walters, Buzz Aldrin, dan istri mendiang Stanley Kubrick. Dalam film tersebut mereka berpura-pura mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan dipalsukan, dan semuanya dibuat oleh Stanley Kubrick di studio.

Banyak oknum-oknum Bumi datar memotong film ini sehingga terlihat asli. Mereka dengan tak bertanggung jawab menyebarkannya di Internet, dan  menjadikannya ‘bukti’ bahwa pendaratan ke Bulan belum pernah dilakukan. Akibatnya, tak sedikit korban yang percaya pada film yang sebenarnya fiktif tersebut.

Lanjutkan membaca “Film Mockumentary “Dark Side of the Moon””

Tentang Free Energy

Ini sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan topik Bumi datar. Namun pihak-pihak yang rentan mempercayai teori konspirasi, seperti penganut Bumi datar, cenderung mempercayai teori konspirasi lainnya. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah teori konspirasi ‘free energy’.

Lanjutkan membaca “Tentang Free Energy”

Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan”

Salah satu tokoh yang paling sering disebut-sebut dalam hoax Bumi datar (dan juga berbagai macam teori konspirasi lainnya) adalah Admiral Byrd. Admiral Byrd adalah seorang penjelajah dari Amerika Serikat yang terkenal karena penjelajahannya pada benua Antartika dan lautan Arktik.

Kata-kata beliau yang sering dikutip:

“Anehnya, pada saat ini ada daerah sebesar Amerika Serikat, yang tak pernah dikunjungi manusia, yang lokasinya di sisi lain kutub Selatan dari Little America.”

Kalimat tersebut sering disalahartikan, sengaja ataupun tidak sengaja, di kalangan penganut Bumi datar. Lanjutkan membaca “Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan””

Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah

Nikola Tesla adalah salah satu ilmuwan yang memiliki jasa sangat besar. Karena itu, nama Nikola Tesla diabadikan sebagai nama untuk sangat banyak hal.

Banyak teori konspirasi yang mencatut nama Nikola Tesla, termasuk konspirasi Bumi datar. Mereka menganggap Tesla adalah ilmuwan Bumi dataryang temuannya disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Nama Tesla pun katanya dihapus dari sejarah dan buku-buku pelajaran. Namun semua cerita itu tidaklah benar.

Lanjutkan membaca “Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah”