Miskonsepsi Efek Coriolis & Argumentasi Strawman Yang Berkaitan

Featured Video Play Icon

Efek Coriolis terjadi pada objek yang diluncurkan ke lokasi lain yang jaraknya lebih dekat atau lebih jauh dari sumbu rotasi Bumi. Objek tersebut mempertahankan inersia yang didapatkan saat objek tersebut masih berada di permukaan Bumi, tetapi besarnya tidak lagi mencukupi untuk bisa tetap bergerak lurus relatif terhadap permukaan Bumi.

Di Khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 465 m/detik. Kaum Bumi datar mengklaim apabila seperti itu, maka objek yang diluncurkan ke atas harusnya akan bergerak dengan kecepatan yang sama meninggalkan pengamat. Hal tersebut tidak terjadi, lalu mereka gunakan untuk menunjukkan bahwa efek Coriolis dan gerak rotasi Bumi itu tidak ada. Faktanya, efek Coriolis bukanlah seperti yang mereka gambarkan tersebut.

Lanjutkan membaca “Miskonsepsi Efek Coriolis & Argumentasi Strawman Yang Berkaitan”

Gaya Fiktif

Gaya fiktif (fictitious force) adalah gaya yang terlihat bekerja pada semua objek jika kerangka acuan mendapatkan percepatan. Istilah “fiktif” di sini bukan berarti gayanya tidak ada, tetapi gaya tersebut tidak bersumber dari interaksi antar objek

Kaum Bumi datar akhirnya mengetahui bahwa gravitasi termasuk gaya fiktif, dan mereka jadikan “bukti” bahwa gravitasi itu fiktif, atau tidak ada. Faktanya, gaya fiktif itu dapat kita rasakan, sama seperti gaya lainnya. Gaya fiktif hanya istilah untuk gaya-gaya yang terasa apabila kerangka acuan mendapatkan percepatan.

Lanjutkan membaca “Gaya Fiktif”

Efek Coriolis Di Olahraga

Banyak olahraga dilakukan dengan meluncurkan bola ke udara. Bola yang diluncurkan akan sedikit berbelok karena efek Coriolis yang diakibatkan gerak rotasi Bumi.

Atlet tidak memperhitungkan efek Coriolis dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” Bumi tidak berotasi. Faktanya, besar pembelokan akibat efek Coriolis pada olahraga terlalu kecil, jauh lebih kecil dibandingkan efek lainnya. Bukan berarti efek Coriolis tidak ada.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis Di Olahraga”

Efek Coriolis

Gaya Coriolis adalah gaya semu yang bekerja pada benda yang bergerak dalam kerangka acuan yang berputar. Karena Bumi bulat dan berotasi, objek yang bergerak bebas juga dipengaruhi oleh gaya Coriolis, tergantung dari arah dan kecepatan geraknya, serta derajat lintang posisinya di permukaan Bumi.

Bentuk Bumi yang bulat dan berotasinya mengakibatkan permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan linear yang berbeda-beda, tergantung dari jaraknya ke sumbu rotasi Bumi. Benda yang bergerak dari sebuah posisi ke posisi lain yang memiliki kecepatan linear yang berbeda akan mendapatkan gaya Coriolis karena gerakan benda tersebut kini dinilai dari permukaan Bumi yang kecepatan dan/atau arah geraknya berbeda.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis”

Arah Berputarnya Badai Tropis

Badai siklon memiliki arah yang berbeda jika terjadi di Utara khatulistiwa dan di Selatan khatulistiwa. Badai siklon yang berada di utara khatulistiwa akan berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan badai siklon yang terjadi di Selatan khatulistiwa akan berputar searah jarum jam.

Hal ini terjadi karena Efek Coriolis yang disebabkan oleh bentuk Bumi yang bulat dan berputar pada porosnya.

Lanjutkan membaca “Arah Berputarnya Badai Tropis”