Gerhana Satelit atau Sun Outage

Gerhana satelit (sun outage) adalah gangguan sinyal satelit geostasioner yang terjadi karena Matahari berada tepat di belakang satelit yang berkomunikasi dengan penerima di Bumi. Gerhana satelit terjadi sekitar ekuinoks Maret dan ekuinoks September.

Kaum Bumi datar gagal memahami mengapa jadwal sun outage berbeda untuk satelit berbeda dan lokasi penerima yang berbeda; lalu mereka gunakan untuk mendiskreditkan hal tersebut. Faktanya tak sulit untuk menjelaskan geometri terjadinya sun outage, dan konsisten dengan ekspektasi.

Lanjutkan membaca “Gerhana Satelit atau Sun Outage”

Kolam Latihan Astronot

Neutral buoyancy pool adalah kolam air yang memanfaatkan gaya apung untuk melatih astronot melakukan tugasnya saat berada di luar wahana antariksa dalam kondisi tanpa beban. Kolam ini dapat berisi replikas dari modul ISS dan wahana antariksa lainnya.

Kaum Bumi datar menemukan video astronot di dalam kolam air, lalu mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” bagaimana video astronot di luar angkasa dipalsukan. Faktanya, astronot dalam video tersebut sedang melakukan latihan di dalam neutral buoyancy pool untuk misi mereka ke luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Kolam Latihan Astronot”

Suara di Luar Angkasa

Gelombang suara membutuhkan medium. Di luar angkasa tak ada udara, sehingga suara tak dapat merambat. Tetapi suara & getaran tetap dapat merambat melalui benda padat seperti baju astronot & wahana antariksa yang berada di luar angkasa.

Pada video yang diambil di luar angkasa, hal yang terjadi di vakum kadang dapat terdengar, dan hal ini digunakan kaum Bumi datar untuk mendiskreditkan misi luar angkasa. Faktanya, 1. suara dapat merambat melalui benda padat, 2. getaran dapat menghasilkan suara di mikrofon, 3. terdapat udara di dalam baju astronot dan sebagian wahana antariksa, 4. suara tersebut terdengar melalui sistem radio komunikasi, tidak melintasi vakum.

Lanjutkan membaca “Suara di Luar Angkasa”

Orbit Satelit DSCOVR

Satelit DSCOVR mengorbit titik Lagrange L1 di antara Matahari dan Bumi. Kita dapat mengatakan satelit DSCOVR berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi tidak tepat berada di antara keduanya.

Kaum Bumi datar menemukan foto dari DSCOVR saat Bulan terlihat di depan Bumi, dan saat bayangan gerhana terlihat di permukaan Bumi. Lalu mereka mengklaim foto-foto tersebut mustahil diambil jika DSCOVR berada di antara Matahari dan Bumi. Faktanya, DSCOVR tidak tepat berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi mengorbit titik di antara keduanya.

Lanjutkan membaca “Orbit Satelit DSCOVR”

Melihat Bintang di Luar Angkasa

Cahaya bintang itu redup, kita hanya dapat melihat bintang saat mata kita terbiasa untuk gelap. Astronot dapat melihat bintang saat Matahari tertutup dan menghindari melihat objek besar yang disinari Matahari.

Ada astronot yang berkata bintang tak terlihat, tetapi ada pula yang dapat melihatnya. Kaum Bumi datar menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, kadang astronot dapat melihat bintang, kadang tidak, sama seperti kita, tergantung situasi.

Lanjutkan membaca “Melihat Bintang di Luar Angkasa”

Behind-the-Scenes

Dalam perfilman, behind-the-scenes adalah film dokumenter yang menjelaskan proses produksi film. Ada pihak tak bertanggung jawab yang mengambil potongan behind-the-scenes dari film luar angkasa dan menampilkannya seakan itu adalah cara lembaga antariksa “memalsukan” videonya.

Kaum Bumi datar tak mampu menyadari bahwa potongan video tersebut berasal dari behind-the-scenes film luar angkasa yang tak ada hubungannya dengan video luar angkasa yang dirilis lembaga antariksa. Video-video tersebut lalu menyebar sebagai hoaks di komunitas Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Behind-the-Scenes”

Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah sebuah sistem koordinat dan titik acuan sistem koordinat tersebut diletakkan. Kecepatan atau laju adalah relatif terhadap sebuah kerangka acuan. Dua buah kecepatan bisa saja relatif terhadap dua buah kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan secara langsung.

Kaum Bumi datar sering membandingkan dua buah besaran kecepatan seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam dan permukaan Bumi dekat khatulistiwa yang bergerak 1674 km/jam. Mereka akan menyimpulkan pesawat seharusnya tak dapat mengejar permukaan Bumi dan tak akan dapat mendarat jika Bumi berotasi. Mereka salah. Kedua kecepatan tersebut relatif terhadap kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan langsung.

Lanjutkan membaca “Kerangka Acuan”

Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation

Sesat pikir masalah yang lebih besar (appeal to worse problems / relative privation) terjadi saat seseorang berpendapat bahwa tidak ada gunanya mengatasi suatu masalah tertentu dengan menunjukkan bahwa ada masalah lain yang lebih besar.

Riset antariksa sering menjadi sasaran sesat pikir masalah yang lebih besar. Dan kaum Bumi datar menggunakan trik ini untuk mendiskreditkan riset antariksa dan untuk menghasut pihak lain. Faktanya, kita dapat mengatasi lebih dari satu masalah secara bersamaan, dan mengatasi sebuah masalah bukan berarti tidak peduli pada masalah yang lain.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation”

Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa

Featured Video Play Icon

Mesin roket menghasilkan gaya dorong dengan cara melepaskan massa ke arah belakang dengan kecepatan tinggi sesuai dengan hukum ketiga Newton, sama seperti menyalakan alat pemadam api akan membuat kita terdorong ke arah belakang.

Kaum Bumi datar mengklaim mesin roket tak dapat bekerja karena luar angkasa vakum, dan tak ada udara untuk mendorong. Faktanya, kita tetap dapat menghasilkan gaya dorong dalam vakum dengan cara melepaskan massa —yang kita sebut dengan propelan— dengan kecepatan tinggi ke arah berlawanan dengan arah yang kita inginkan.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa”

Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa

Awan bergerak karena digerakkan oleh angin. Kecepatan rata-rata angin pada ketinggian awan hanya sekitar 18–70 km/jam, relatif sangat kecil berbanding ukuran permukaan Bumi yang terlihat dari luar angkasa.

Kaum Bumi datar menggunakan tidak bergeraknya awan untuk mendiskreditkan video yang diambil dari luar angkasa. Faktanya, awan bergerak terlalu lambat jika dilihat dari luar angkasa. Agar gerakan awan tersebut dapat terlihat, maka video perlu dipercepat.

Lanjutkan membaca “Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa”

Mitos Bumi Bulat Diketahui Melalui Perjalanan ke Luar Angkasa

Kaum Bumi datar gemar menolak bukti Bumi bulat dengan dalih bahwa kita pun belum pernah ke luar angkasa untuk melihatnya sendiri. Faktanya, kita tahu Bumi itu bulat bukan dari perjalanan ke luar angkasa. Sebaliknya, untuk dapat ke luar angkasa, justru terlebih dahulu kita harus mengetahui Bumi itu bulat beserta pengetahuan-pengetahuan lain yang diperlukan, seperti gravitasi, peroketan, dan sebagainya.

Sesat Pikir Penyebab Tunggal (Single Cause Fallacy)

Sesat pikir penyebab tunggal (fallacy of the single cause) terjadi saat seseorang menganggap hanya ada satu penyebab dari suatu kejadian, sedangkan hal tersebut terjadi akibat adanya beberapa penyebab sekaligus.

Jika dikatakan “A menyebabkan B,” jarang bahwa B disebabkan hanya karena A, tetapi biasanya ada hal lain yang bersama-sama A menyebabkan B yang tak disebut secara eksplisit. Menyimpulkan hanya A yang menyebabkan B tanpa pemikiran lebih lanjut adalah sesat pikir penyebab tunggal.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Penyebab Tunggal (Single Cause Fallacy)”

Bola Meriam Newton

Featured Video Play Icon

Bola meriam Newton adalah pemikiran Isaac Newton untuk menjelaskan prinsip kerja gerak mengorbit. Hal tersebut merupakan penjelasan pertama mengenai gerak mengorbit, dan yang paling mudah untuk dipahami.

Newton menggambarkan meriam di puncak gunung yang sangat tinggi sehingga gesekan udara tidak lagi mempengaruhi gerak benda. Setiap kali meriam menembak, daya tembak meriam ditambah sehingga bola meriam akan jatuh lebih jauh setelah ditembakkan. Pada suatu saat, daya tembak meriam menjadi cukup besar sehingga bola meriam tidak akan menabrak permukaan Bumi, tetapi jauh menuju Bumi secepat lengkungan Bumi menjauhinya.

Lanjutkan membaca “Bola Meriam Newton”

Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO

Lunar Reconnaisance Orbiter (LRO) adalah wahana antariksa yang mengorbit Bulan. LRO memiliki kamera beresolusi tinggi yang telah mengambil foto-foto dari lokasi pendaratan misi Apollo.

Kaum Bumi datar gemar menuntut NASA untuk membuktikan misi Apollo dengan mengambil foto terbaru lokasi pendaratan, dan NASA telah melakukannya. Namun hal ini pun tentunya tak akan cukup bagi mereka untuk menerima kenyataan bahwa misi Apollo memang dilakukan.

Lanjutkan membaca “Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO”

Lapisan Pelindung Lunar Lander Apollo

Lunar module dari wahana Apollo perlu didesain seringan mungkin. Selain itu, lunar module hanya perlu bekerja dalam vakum, dan dengan demikian tidak perlu dibuat kokoh atau aerodinamis. Untuk mengurangi bobotnya, wahana ini dilapisi oleh selimut isolasi, bukan pelindung panas yang kokoh.

Kaum Bumi datar gemar mencemooh bentuk dari lunar module yang terlihat lemah. Faktanya, tak ada kebutuhan untuk lunar module untuk terlihat bagus. Yang terlihat rapuh hanyalah selimut isolasinya, sedangkan bagian inti dari lunar module berbentuk kokoh yang menyangga struktur dari wahana tersebut.

Lanjutkan membaca “Lapisan Pelindung Lunar Lander Apollo”

Penggunaan Animasi Untuk Menggambarkan Misi Luar Angkasa

Banyak misi luar angkasa yang menggunakan animasi untuk visualisasi kondisi misi, karena tidak mungkin untuk merekam video asli dari misi tersebut. Wahana antariksa terus menerus mengirimkan data telemetri mengenai kondisi misi, yang digunakan untuk membuat animasi untuk menggambarkan situasi misi saat itu.

Kaum Bumi datar menuduh bahwa penggunaan animasi adalah “bukti” misi angkasa dipalsukan. Faktanya, animasi tersebut dibuat berdasarkan data yang menggambarkan situasi sesungguhnya karena tidak mungkin mengirim wahana antariksa lain hanya untuk merekam video dari misi tersebut. Selain itu, pada kasus misi antariksa yang videonya tersedia, tetaplah sangat sulit bagi kaum Bumi datar untuk menerima kenyataan. Jadi masalahnya bukan pada apakah ada video asli atau tidak, melainkan pada kaum Bumi datar itu sendiri.

Wisata Luar Angkasa

Kita dapat berwisata ke luar angkasa jika mampu membayar biayanya yang mahal. Saat ini sudah ada tujuh orang yang telah pergi ke luar angkasa dan membayar ongkosnya dari uang pribadi.

Kaum Bumi datar mengklaim jika perjalanan ke luar angkasa sudah ada sejak setengah abad yang lalu, harusnya sekarang sudah ada wisata ke luar angkasa. Faktanya memang demikian. Sudah ada beberapa kasus wisata ke luar angkasa walaupun harganya masih terlampau mahal untuk hampir semua orang.

Lanjutkan membaca “Wisata Luar Angkasa”

Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi

Saat mengorbit, sebuah benda berada dalam kondisi tanpa beban karena objek dan wahana antariksa memiliki gerak yang arah dan kecepatannya sama, dan keduanya dipengaruhi oleh gravitasi yang besarnya praktis sama pula. Kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuan. Dan karena objek tidak bergerak relatif terhadap wahana antariksanya, objek tersebut terlihat melayang.

Di orbit Bumi, objek masih dipengaruhi oleh gravitasi Bumi, tetapi objek melayang. Kaum Bumi datar menggunakannya untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, objek melayang karena kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuannya, yang juga memiliki gerak yang sama dan dipengaruhi oleh gravitasi yang sama sebagaimana yang dialami oleh objek itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi”

Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity”

Featured Video Play Icon

Richard Garriott adalah pengembang video game dan pengusaha yang juga memiliki hobi sulap. Pada Oktober 2008, dia terbang ke ISS dengan menggunakan roket Soyuz sebagai astronot privat. Selama waktunya di ISS, dia melakukan beberapa trik sulap.

Salah satu trik sulapnya adalah menggunakan palu yang melayang, dan kartu yang terlihat seperti seakan-akan ditarik oleh gravitasi. Kaum Bumi datar tak menyadari hal itu hanyalah trik sulap, dan keliru berasumsi bahwa benda juga jatuh di ISS, terlepas dari adanya objek lain di video tersebut yang melayang.

Lanjutkan membaca “Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity””

Misi ke Bulan Setelah Apollo

Setelah pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, kita tetap menjalankan misi ke Bulan, tetapi dengan wahana tanpa awak. Misi Apollo bukan hanya misi ilmiah, tetapi juga misi politik akibat dari Perang Dingin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk riset tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada misi ke Bulan setelah Apollo, dan itu adalah “bukti” misi Apollo hanya kebohongan. Faktanya, kita tetap mengirim wahana antariksa ke Bulan untuk keperluan penelitian sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”