Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa

Awan bergerak karena digerakkan oleh angin. Kecepatan rata-rata angin pada ketinggian awan hanya sekitar 18–70 km/jam, relatif sangat kecil berbanding ukuran permukaan Bumi yang terlihat dari luar angkasa.

Kaum Bumi datar menggunakan tidak bergeraknya awan untuk mendiskreditkan video yang diambil dari luar angkasa. Faktanya, awan bergerak terlalu lambat jika dilihat dari luar angkasa. Agar gerakan awan tersebut dapat terlihat, maka video perlu dipercepat.

Lanjutkan membaca “Gerakan Awan Dilihat dari Luar Angkasa”

Mitos Bumi Bulat Diketahui Melalui Perjalanan ke Luar Angkasa

Kaum Bumi datar gemar menolak bukti Bumi bulat dengan dalih bahwa kita pun belum pernah ke luar angkasa untuk melihatnya sendiri. Faktanya, kita tahu Bumi itu bulat bukan dari perjalanan ke luar angkasa. Sebaliknya, untuk dapat ke luar angkasa, justru terlebih dahulu kita harus mengetahui Bumi itu bulat beserta pengetahuan-pengetahuan lain yang diperlukan, seperti gravitasi, peroketan, dan sebagainya.

Sesat Pikir Penyebab Tunggal (Single Cause Fallacy)

Sesat pikir penyebab tunggal (fallacy of the single cause) terjadi saat seseorang menganggap hanya ada satu penyebab dari suatu kejadian, sedangkan hal tersebut terjadi akibat adanya beberapa penyebab sekaligus.

Jika dikatakan “A menyebabkan B,” jarang bahwa B disebabkan hanya karena A, tetapi biasanya ada hal lain yang bersama-sama A menyebabkan B yang tak disebut secara eksplisit. Menyimpulkan hanya A yang menyebabkan B tanpa pemikiran lebih lanjut adalah sesat pikir penyebab tunggal.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Penyebab Tunggal (Single Cause Fallacy)”

Bola Meriam Newton

Featured Video Play Icon

Bola meriam Newton adalah pemikiran Isaac Newton untuk menjelaskan prinsip kerja gerak mengorbit. Hal tersebut merupakan penjelasan pertama mengenai gerak mengorbit, dan yang paling mudah untuk dipahami.

Newton menggambarkan meriam di puncak gunung yang sangat tinggi sehingga gesekan udara tidak lagi mempengaruhi gerak benda. Setiap kali meriam menembak, daya tembak meriam ditambah sehingga bola meriam akan jatuh lebih jauh setelah ditembakkan. Pada suatu saat, daya tembak meriam menjadi cukup besar sehingga bola meriam tidak akan menabrak permukaan Bumi, tetapi jauh menuju Bumi secepat lengkungan Bumi menjauhinya.

Lanjutkan membaca “Bola Meriam Newton”

Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO

Lunar Reconnaisance Orbiter (LRO) adalah wahana antariksa yang mengorbit Bulan. LRO memiliki kamera beresolusi tinggi yang telah mengambil foto-foto dari lokasi pendaratan misi Apollo.

Kaum Bumi datar gemar menuntut NASA untuk membuktikan misi Apollo dengan mengambil foto terbaru lokasi pendaratan, dan NASA telah melakukannya. Namun hal ini pun tentunya tak akan cukup bagi mereka untuk menerima kenyataan bahwa misi Apollo memang dilakukan.

Lanjutkan membaca “Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO”

Lapisan Pelindung Lunar Lander Apollo

Lunar module dari wahana Apollo perlu didesain seringan mungkin. Selain itu, lunar module hanya perlu bekerja dalam vakum, dan dengan demikian tidak perlu dibuat kokoh atau aerodinamis. Untuk mengurangi bobotnya, wahana ini dilapisi oleh selimut isolasi, bukan pelindung panas yang kokoh.

Kaum Bumi datar gemar mencemooh bentuk dari lunar module yang terlihat lemah. Faktanya, tak ada kebutuhan untuk lunar module untuk terlihat bagus. Yang terlihat rapuh hanyalah selimut isolasinya, sedangkan bagian inti dari lunar module berbentuk kokoh yang menyangga struktur dari wahana tersebut.

Lanjutkan membaca “Lapisan Pelindung Lunar Lander Apollo”

Penggunaan Animasi Untuk Menggambarkan Misi Luar Angkasa

Banyak misi luar angkasa yang menggunakan animasi untuk visualisasi kondisi misi, karena tidak mungkin untuk merekam video asli dari misi tersebut. Wahana antariksa terus menerus mengirimkan data telemetri mengenai kondisi misi, yang digunakan untuk membuat animasi untuk menggambarkan situasi misi saat itu.

Kaum Bumi datar menuduh bahwa penggunaan animasi adalah “bukti” misi angkasa dipalsukan. Faktanya, animasi tersebut dibuat berdasarkan data yang menggambarkan situasi sesungguhnya karena tidak mungkin mengirim wahana antariksa lain hanya untuk merekam video dari misi tersebut. Selain itu, pada kasus misi antariksa yang videonya tersedia, tetaplah sangat sulit bagi kaum Bumi datar untuk menerima kenyataan. Jadi masalahnya bukan pada apakah ada video asli atau tidak, melainkan pada kaum Bumi datar itu sendiri.

Wisata Luar Angkasa

Kita dapat berwisata ke luar angkasa jika mampu membayar biayanya yang mahal. Saat ini sudah ada tujuh orang yang telah pergi ke luar angkasa dan membayar ongkosnya dari uang pribadi.

Kaum Bumi datar mengklaim jika perjalanan ke luar angkasa sudah ada sejak setengah abad yang lalu, harusnya sekarang sudah ada wisata ke luar angkasa. Faktanya memang demikian. Sudah ada beberapa kasus wisata ke luar angkasa walaupun harganya masih terlampau mahal untuk hampir semua orang.

Lanjutkan membaca “Wisata Luar Angkasa”

Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi

Saat mengorbit, sebuah benda berada dalam kondisi tanpa beban karena objek dan wahana antariksa memiliki gerak yang arah dan kecepatannya sama, dan keduanya dipengaruhi oleh gravitasi yang besarnya praktis sama pula. Kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuan. Dan karena objek tidak bergerak relatif terhadap wahana antariksanya, objek tersebut terlihat melayang.

Di orbit Bumi, objek masih dipengaruhi oleh gravitasi Bumi, tetapi objek melayang. Kaum Bumi datar menggunakannya untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, objek melayang karena kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuannya, yang juga memiliki gerak yang sama dan dipengaruhi oleh gravitasi yang sama sebagaimana yang dialami oleh objek itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi”

Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity”

Featured Video Play Icon

Richard Garriott adalah pengembang video game dan pengusaha yang juga memiliki hobi sulap. Pada Oktober 2008, dia terbang ke ISS dengan menggunakan roket Soyuz sebagai astronot privat. Selama waktunya di ISS, dia melakukan beberapa trik sulap.

Salah satu trik sulapnya adalah menggunakan palu yang melayang, dan kartu yang terlihat seperti seakan-akan ditarik oleh gravitasi. Kaum Bumi datar tak menyadari hal itu hanyalah trik sulap, dan keliru berasumsi bahwa benda juga jatuh di ISS, terlepas dari adanya objek lain di video tersebut yang melayang.

Lanjutkan membaca “Richard Garriott & Trik Sulap “Pocket of Gravity””

Misi ke Bulan Setelah Apollo

Setelah pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, kita tetap menjalankan misi ke Bulan, tetapi dengan wahana tanpa awak. Misi Apollo bukan hanya misi ilmiah, tetapi juga misi politik akibat dari Perang Dingin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk riset tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada misi ke Bulan setelah Apollo, dan itu adalah “bukti” misi Apollo hanya kebohongan. Faktanya, kita tetap mengirim wahana antariksa ke Bulan untuk keperluan penelitian sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”

Video Peluncuran 2001 Mars Odyssey

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar gemar menuntut video peluncuran roket yang diambil dari roket tersebut dan tak terputus mulai dari peluncuran sampai mencapai luar angkasa, seakan-akan hal tersebut akan mereka terima sebagai bukti Bumi itu bulat.

Video peluncuran misi 2001 Mars Odyssey dengan mudah memenuhi tuntutan mereka tersebut. Namun apakah mereka akan mampu menerima hal yang mereka tuntut tersebut sebagai bukti Bumi bulat adalah hal yang lain lagi.

Lanjutkan membaca “Video Peluncuran 2001 Mars Odyssey”

Mars One

Mars One adalah organisasi tidak jelas yang menerima investasi untuk mengirim manusia ke Mars. Mars One bukanlah lembaga kredibel, banyak yang menilainya hanya penipuan untuk menerima dana dari investor dan peserta.

Mars One banyak diliput media, tetapi pailit tanpa prestasi sama sekali. Hal ini digunakan oleh kaum Bumi datar untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, tak ada pelaku industri dirgantara yang menganggap Mars One serius dalam mencapai tujuannya.

Lanjutkan membaca “Mars One”

Pesawat Terbang Tak Akan Dapat Pergi Ke Luar Angkasa

Pesawat dapat terbang akibat gaya angkat pada sayapnya. Besar gaya angkat tergantung dari kecepatan pesawat dan kerapatan udara. Akibatnya, pada ketinggian jelajah, pesawat akan bergerak mengikuti lengkungan Bumi secara otomatis.

Kaum Bumi datar mengklaim pesawat perlu terus menukik ke bawah supaya tidak terbang ke luar angkasa. Faktanya, pesawat otomatis terbang mengikuti lengkungan Bumi, dan tidak akan pernah dapat ke luar angkasa, walaupun pilot dengan sengaja berusaha untuk melakukannya.

Lanjutkan membaca “Pesawat Terbang Tak Akan Dapat Pergi Ke Luar Angkasa”

Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9

Featured Video Play Icon

Pada video peluncuran roket SpaceX Falcon9 untuk misi CRS-19, ada kaum Bumi datar melihat sesuatu yang bergerak di nosel roket tingkat kedua. Dengan kreatif, mereka menginterpretasikannya sebagai seekor “tikus,” lalu menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Faktanya, hal tersebut hanyalah limbah pembuangan roket yang membeku dan mengkristal. Untuk mengetahuinya, kita hanya perlu melihat apa yang terjadi setelahnya. “Tikus” tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena menguap.

Lanjutkan membaca “Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9”

Lintasan Roket Yang Melengkung

Featured Video Play Icon

Peluncuran roket bertujuan bukan hanya untuk mengirim roket ke luar angkasa, tetapi juga untuk mengorbit Bumi. Untuk melakukannya, roket perlu memiliki kecepatan sejajar permukaan Bumi yang cukup.

Kaum Bumi datar mengklaim lintasan roket yang terlihat melengkung adalah “bukti” roket tak mencapai angkasa. Faktanya hal tersebut disebabkan oleh gerak roket sejajar permukaan Bumi, efek perspektif, dan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Lintasan Roket Yang Melengkung”

Geocorona

Tahun 2019, ilmuwan menemukan bahwa atmosfer Bumi terdiri dari awan hidrogen yang dinamakan geocorona, yang menjangkau Bulan dan lebih jauh lagi. Kerapatannya sangat rendah dan praktis vakum. Geocorona tidak mempengaruhi perjalanan ke luar angkasa.

Kaum Bumi datar menganggap hal ini sebuah “pengakuan”, karena pada khayalan yang mereka anut, Bulan berada “di dalam kubah.” Faktanya penemuan geocorona tidak banyak mengubah apa yang kita ketahui.

Lanjutkan membaca “Geocorona”

Tingkatan Roket

Roket terdiri dari beberapa tingkat. Dua atau lebih roket kecil digabungkan menjadi satu roket. Tingkatan roket dinyalakan secara berurutan. Saat tingkat awal kehabisan propelan, maka akan dilepaskan untuk mengurangi beban roket.

Kaum Bumi datar melihat video roket diangkut dari laut, lalu mereka jadikan “bukti” roket tidak ke luar angkasa. Faktanya, yang mereka lihat adalah tingkat awal dari roket. Tingkatan roket berikutnya tetap melanjutkan perjalanan ke luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Tingkatan Roket”

Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Faktanya, dengan menempatkan satelit di orbit geostasioner, satelit akan berada di posisi yang konstan di langit dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Kenampakan Bumi dari ISS

Featured Video Play Icon

International Space Station, atau ISS, mengorbit Bumi hanya pada ketinggian 400 km di atas permukaan Bumi, hanya 6% lebih jauh dari pusat Bumi dibandingkan permukaan Bumi. Karena itu, hanya sedikit permukaan Bumi yang terlihat dari ISS pada satu waktu.

Kaum Bumi datar gemar mengamati foto-foto Bumi yang diambil dari ISS dan membandingkannya dengan foto-foto lain yang diambil dari jarak yang lebih jauh. Mereka lalu menyimpulkan adanya perbedaan sebagai inkonsistensi. Faktanya, ISS hanya dapat mengamati sangat sedikit bagian dari Bumi, tak seperti wahana antariksa yang berjarak lebih jauh.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Bumi dari ISS”