Foto Bumi Keseluruhan yang Asli

Foto Bumi yang menampilkan Bumi secara keseluruhan adalah foto hitam putih diambil pada tahun 1966 oleh wahana antariksa Lunar Orbiter 1. Setelah itu ada sangat banyak foto serupa yang diambil pada berbagai macam misi ke luar angkasa.

Perkembangan komputer mulai tahun 80-an membuat adanya teknik baru untuk membuat gambar-gambar tersebut. Sebuah satelit dapat dikirim untuk mengambil sangat banyak gambar-gambar permukaan Bumi dan dari gambar-gambar tersebut disusun menjadi gambar Bumi.

Kaum Bumi datar ‘menemukan’ fakta ini, lalu mereka simpulkan dari sekian banyak foto Bumi dari luar angkasa, tidak ada yang asli, semuanya adalah manipulasi atau dirangkai oleh komputer. Mereka salah. Hanya karena ada foto Bumi yang dibuat demikian, bukan berarti tak ada foto Bumi asli, menampilkan Bumi secara keseluruhan, bukan gabungan beberapa gambar, dan yang diambil dalam sekali pengambilan.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Keseluruhan yang Asli”

Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya

Kebanyakan mesin berbahan bakar (combustion engine) menggunakan oksigen yang tersedia di atmosfer Bumi sebagai oksidator pembakaran. Bagi roket, masalah yang dihadapi adalah tak ada oksigen di luar angkasa. Solusinya adalah roket didesain untuk membawa oksidatornya selain bahan bakarnya, atau menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa roket tak dapat berfungsi di luar angkasa karena tak ada oksigen. Mereka salah. Hal ini hanyalah masalah teknis yang dapat kita temukan solusinya. Selain membawa bahan bakar, roket juga didesain untuk membawa oksidatornya. Atau roket menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Lanjutkan membaca “Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya”

Gaya Hambat

Gaya hambat adalah gaya yang menghambat gerakan benda melalui sebuah fluida (cairan atau gas). Semakin besar densitas/kerapatan dari fluida tersebut, semakin besar gaya hambat. Gaya hambat memiliki arah berlawanan dari arah gerak benda, sehingga akan memperlambat kecepatan benda yang bergerak melalui fluida tersebut.

Kaum Bumi datar berpendapat tak mungkin satelit dapat memiliki kecepatan sangat tinggi untuk mengorbit Bumi. Sering kita lihat mereka membandingkan kecepatan satelit yang beberapa kali lipat kali jauh lebih tinggi jika dibandingkan misalnya pesawat SR-71 Blackbird yang merupakan pesawat tercepat. Mereka salah. Pada ketinggian satelit, kerapatan udara berkali-kali lipat lebih kecil, dan gaya hambatnya pun menjadi berkali-kali lipat lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Gaya Hambat”

Profil Misi Apollo

Misi Apollo itu nyata dan manusia sudah pernah menginjakkan kaki di Bulan. Jika seseorang menjadi korban Bumi datar, maka hampir dapat dipastikan juga menjadi korban teori konspirasi pendaratan di Bulan.

Mereka salah. Umumnya penolakan mereka berasal dari hasutan, confirmation bias, dan juga ketidaktahuan akan profil misi Apollo itu sendiri. Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai profil misi Apollo. Nomor sesuai dengan nomor pada ilustrasi.

Lanjutkan membaca “Profil Misi Apollo”

Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?

“Mengapa satelit tidak terlihat pada foto yang diambil dari ISS?” (atau dari luar angkasa pada umumnya). Itu adalah pertanyaan yang umum dilontarkan dalam komunitas korban paham Bumi datar, biasanya dengan tidak mengharapkan jawaban, dan mengasumsikan tidak ada jawabannya.  Dan bahwa hal tersebut adalah sebuah kejanggalan yang tidak disengaja dalam ‘produksi foto’ luar angkasa yang katanya menggunakan CGI.

Tapi tidak seperti itu, foto-foto tersebut nyata. Satelit tidak terlihat karena jarak antar satelit sangatlah jauh satu sama lainnya.

Lanjutkan membaca “Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?”

Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat

Beberapa waktu lalu ada seorang penganut Bumi datar yang membawa waterpas ke pesawat. Tujuannya? Untuk menguji apakah pesawat menukik setiap interval tertentu untuk mengatasi kelengkungan Bumi! Menurutnya, pesawat harus menukik setiap selang waktu tertentu, karena jika tidak, pesawat akan terbang lurus ke luar angkasa.

Video tersebut sempat viral dan tentu saja pesawat tidak menukik setiap beberapa saat. Kesimpulannya tentu saja bukan “Bumi bentuknya datar”. Mari kita lihat alasan mengapa pesawat tidak terbang keluar angkasa, walaupun terbang ‘lurus’.

Lanjutkan membaca “Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat”

Misi ke Bulan Setelah Apollo

“Setelah Apollo, tidak pernah ada lagi misi ke Bulan. Ini tandanya misi Apollo tidak ada, dan kita tak akan pernah bisa ke Bulan.”

Begitulah kira-kira pendapat para penganut Bumi datar mengenai Apollo dan misi ke Bulan pada umumnya. Karena setelah Apollo, kita tidak bisa ke Bulan, maka disimpulkan bahwa misi Apollo itu dipalsukan dan tidak pernah terjadi.

Benarkah demikian? Ternyata tidak. Walaupun Apollo adalah satu-satunya misi ke Bulan yang membawa manusia, bukan berarti tidak ada misi ke Bulan setelah itu.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”

Sumber Energi Satelit

“Bagaimana mungkin sebuah satelit bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengisi bahan bakarnya?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang dilontarkan secara retoris oleh oknum-oknum pembuat teori konspirasi Bumi datar. Tujuannya adalah untuk menanamkan bibit denialisme pada benak pendengarnya, dengan jalan memancing emosi. Asumsinya, pendengar tak akan pernah mendapatkan jawaban yang logis atas pertanyaan tersebut.

Tapi, tentu saja ada jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca “Sumber Energi Satelit”

Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen

Sebuah video dari NASA mengenai wahana antariksa Orion dipermasalahkan. Video tersebut berisi bahasan misi test pertama dari Orion yang dinarasikan oleh ilmuwan NASA, Kelly Smith.

Oleh oknum-oknum penggiat paham Bumi datar, dari video tersebut disimpulkan bahwa NASA belum pernah ke Bulan. Video tersebut berkali-kali disunting dan diberi narasi yang tendensius untuk menggiring opini penontonnya. Tak terhitung lagi banyaknya video-video tendensius tersebut di YouTube.

Mereka salah. Sebenarnya ada dua buah sabuk Van Allen. Apollo melintasi sabuk luar yang memiliki radiasi rendah. Sedangkan Orion EFT-1 dikirim ke sabuk bagian dalam yang memiliki radiasi jauh lebih tinggi. Selain itu, dinamakan sabuk karena sifatnya seperti sabuk, dan tidak menyelimuti seluruh Bumi. Jika diinginkan, bisa saja wahana antariksa memilih melalui lokasi yang radiasinya paling rendah, seperti yang Apollo lakukan.

Lanjutkan membaca “Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen”