Melampaui Low Earth Orbit (LEO)

Saat tahun 2021, misi Apollo adalah satu-satunya kasus manusia pergi lebih jauh daripada Low Earth Orbit (LEO). Setelah roket & peralatan yang digunakan misi Apollo dinonaktifkan, manusia tak lagi memiliki kemampuan untuk melampaui LEO dan tetap demikian di tahun 2021.

Lembaga antariksa berkata kita tak bisa melewati LEO & saat ini (tahun 2021) sedang mengembangkan kemampuan tersebut. Kaum Bumi datar menganggapnya “bukti” manusia tak pernah melewati LEO dan dengan demikian tak pernah ke Bulan. Faktanya, yang dimaksud pernyataan tersebut adalah situasi saat ini (tahun 2021), dan bukan berarti sebelumnya manusia tak pernah melampaui LEO. Saat ini (tahun 2021) kita dapat mengirim muatan melewati LEO, tapi belum bisa lagi untuk manusia.

Lanjutkan membaca “Melampaui Low Earth Orbit (LEO)”

Foto Bumi Pertama Dari Luar Angkasa Yang Diabadikan Oleh Roket V-2

Foto Bumi pertama dari luar angkasa diambil oleh roket V-2 No. 13 pada tahun 1946 dengan kamera video DeFry 35mm dan lensa 50 mm. Kamera tersebut memiliki sudut pandang (field of view) yang sempit. Akibatnya, lengkungan Bumi tak begitu terlihat.

Kaum Bumi datar mengklaim foto tersebut “bukti” Bumi datar. Faktanya, 1. jika diteliti, kita bisa melihat adanya lengkungan, 2. kamera tersebut memiliki sudut pandang sempit, sehingga mengurangi lengkungan yang terlihat, 3. foto yang beredar di kaum Bumi datar biasanya versi yang di-crop, sehingga semakin mengurangi lengkungan yang terlihat, 4. lengkungan yang terlihat pada foto tersebut sesuai dengan hasil simulasi.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Pertama Dari Luar Angkasa Yang Diabadikan Oleh Roket V-2”

Biaya dari Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV)

Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV) dibuat dengan biaya $38 juta, setara dengan $260 juta di 2021. Kaum Bumi datar mengklaim biayanya terlalu mahal untuk “mobil gurun” & digunakan untuk mendiskreditkan misi Apollo. Faktanya, biaya tersebut wajar.

Lanjutkan membaca “Biaya dari Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV)”

Operation Avalanche

Operation Avalanche adalah film thriller konspirasi yang dirilis tahun 2016. Film ini bergenre parodi dekonstruktif yang menganggap pendaratan di Bulan tak terjadi, dan menceritakan latar belakang fiktif bagaimana agen rahasia “memalsukannya.”

Kaum Bumi datar mengambil cuplikan film ini dan memodifikasinya agar terlihat meyakinkan, lalu menyampaikan seakan itu adalah video yang baru ditemukan mengenai “pemalsuan” misi Apollo. Video tersebut menyebar di kalangan mereka sebagai hoaks.

Lanjutkan membaca “Operation Avalanche”

Membawa Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV)

Featured Video Play Icon

Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV) adalah kendaraan dengan sumber energi baterai yang dibawa tiga misi Apollo terakhir. Setiap LRV dibawa ke Bulan dengan cara dilipat di tempat penyimpanan kuadran 1 di Lunar Module, yang berada di luar.

Kaum Bumi datar mengklaim LRV terlalu besar untuk disimpan di dalam Lunar Module. Faktanya, LRV dibawa dengan dilipat di tempat penyimpanan terbuka; mirip seperti membawa sepeda dengan menggunakan rak sepeda yang dipasang di sisi luar mobil.

Lanjutkan membaca “Membawa Apollo Lunar Roving Vehicle (LRV)”

Eksposur Kamera yang Digunakan Misi Apollo

Kamera yang digunakan oleh astronot pada misi Apollo dilengkapi dengan film ASA 160 (setara dengan ISO 160 pada kamera digital). Dan mereka diinstruksikan untuk menggunakan eksposur kamera berikut ini: shutter speed 1/250s, bukaan f/5.6 (dalam bayangan), atau f/11 (diterangi Matahari). Kita dapat mencoba eksposur yang sama pada kasus sehari-hari, lalu melihat bagaimana hasilnya.

Bintang tak terlihat pada foto misi Apollo dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, dengan eksposur sama yang digunakan misi Apollo, kita juga tak bisa menampilkan bintang. Artinya tak ada alasan untuk menuntut bintang harus terlihat pada foto yang diambil astronot Apollo.

Lanjutkan membaca “Eksposur Kamera yang Digunakan Misi Apollo”

Bayangan Pada Foto Yang Diambil di Permukaan Bulan

Kaum Bumi datar dan penganut teori konspirasi keliru mengklaim bahwa bayangan objek pada foto misi Apollo yang diambil di Bulan tidak konsisten. Faktanya hal tersebut hanya bersumber dari bias konfirmasi pada diri mereka sendiri, dan tak sulit untuk menjelaskan bagaimana bayangan tersebut terjadi.

Efek perspektif dapat menyebabkan bayangan yang sejajar terlihat saling menyudut dan mengarah ke satu titik di kejauhan. Korban teori konspirasi keliru mengklaim bahwa bayangan yang terlihat tidak sejajar pada foto hanya bisa disebabkan oleh sumber cahaya yang dekat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Pada Foto Yang Diambil di Permukaan Bulan”

Kolam Latihan Astronot

Neutral buoyancy pool adalah kolam air yang memanfaatkan gaya apung untuk melatih astronot melakukan tugasnya saat berada di luar wahana antariksa dalam kondisi tanpa beban. Kolam ini dapat berisi replikas dari modul ISS dan wahana antariksa lainnya.

Kaum Bumi datar menemukan video astronot di dalam kolam air, lalu mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” bagaimana video astronot di luar angkasa dipalsukan. Faktanya, astronot dalam video tersebut sedang melakukan latihan di dalam neutral buoyancy pool untuk misi mereka ke luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Kolam Latihan Astronot”

Orbit Satelit DSCOVR

Satelit DSCOVR mengorbit titik Lagrange L1 di antara Matahari dan Bumi. Kita dapat mengatakan satelit DSCOVR berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi tidak tepat berada di antara keduanya.

Kaum Bumi datar menemukan foto dari DSCOVR saat Bulan terlihat di depan Bumi, dan saat bayangan gerhana terlihat di permukaan Bumi. Lalu mereka mengklaim foto-foto tersebut mustahil diambil jika DSCOVR berada di antara Matahari dan Bumi. Faktanya, DSCOVR tidak tepat berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi mengorbit titik di antara keduanya.

Lanjutkan membaca “Orbit Satelit DSCOVR”

Earthrise

Earthrise adalah foto Bumi yang diambil dari orbit Bulan oleh William Anders saat misi Apollo 8. Foto tersebut diambil setelah Bumi terlihat terbit dari belakang Bulan.

Sisi Bulan yang terlihat dari Bumi tetap sama, dan dari lokasi di Bulan yang menghadap Bumi, tak mungkin terlihat Bumi terbit. Kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, Earthrise tidak diambil dari permukaan Bulan, tetapi dari orbit Bulan. Apollo 8 bahkan tak mendarat di Bulan.

Lanjutkan membaca “Earthrise”

Video Lelucon “Moontruth”

Featured Video Play Icon

Tahun 2002, perusahaan periklanan Viral Factory membuat video “moontruth”, yaitu video lelucon yang menampilkan pengambilan video yang gagal saat proses “pemalsuan” video Apollo 11. Video menampilkan “Neil Armstrong” yang diperankan aktor tertimpa lampu studio.

Kaum Bumi datar dan pencetus teori konspirasi gagal menyadari bahwa video tersebut hanya video lelucon yang viral. Video tersebut tersebar di komunitas mereka seakan itu adalah “bukti” bahwa pendaratan di Bulan dipalsukan.

Lanjutkan membaca “Video Lelucon “Moontruth””

Jeda Komunikasi Apollo & Arah Pembicaraan

Gelombang radio merambat dalam kecepatan cahaya. Pada misi Apollo, setelah Houston berkata, balasan dari Bulan baru akan tiba setelah 2½ detik. Tetapi tak ada jeda saat Houston membalas ucapan astronot karena proses perekaman dilakukan di Bumi.

Tak adanya jeda saat Houston (dan Presiden Nixon) membalas ucapan astronot digunakan oleh kaum Bumi datar untuk mendiskreditkan misi Apollo. Faktanya, mereka hanya tak memahami pengaruh posisi perekaman dan arah percakapan pada jeda yang terdengar pada hasil rekaman.

Lanjutkan membaca “Jeda Komunikasi Apollo & Arah Pembicaraan”

Behind-the-Scenes

Dalam perfilman, behind-the-scenes adalah film dokumenter yang menjelaskan proses produksi film. Ada pihak tak bertanggung jawab yang mengambil potongan behind-the-scenes dari film luar angkasa dan menampilkannya seakan itu adalah cara lembaga antariksa “memalsukan” videonya.

Kaum Bumi datar tak mampu menyadari bahwa potongan video tersebut berasal dari behind-the-scenes film luar angkasa yang tak ada hubungannya dengan video luar angkasa yang dirilis lembaga antariksa. Video-video tersebut lalu menyebar sebagai hoaks di komunitas Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Behind-the-Scenes”

Batu Bulan Palsu Yang Ternyata Adalah Kayu Fosil

Misi Apollo membawa pulang batu Bulan ke Bumi. Beberapa batu yang dibawa pulang oleh misi Apollo 11 dan Apollo 17 diberikan oleh Presiden Nixon sebagai pemberian kepada 135 negara. Di Belanda, kedua pemberian tersebut masih utuh di sebuah museum. Tapi ada pemberian lain yang tak berhubungan, yang berbentuk kayu fosil namun pernah disangka batu Bulan selama beberapa tahun.

Kasus tersebut digunakan oleh kaum Bumi datar untuk mendiskreditkan misi Apollo. Yang terjadi sebenarnya adalah insiden tersebut tak ada hubungannya dengan kedua batu Bulan yang merupakan pemberian resmi Amerika Serikat ke Belanda, yang dapat dilihat di museum Boerhaave, Leiden.

Lanjutkan membaca “Batu Bulan Palsu Yang Ternyata Adalah Kayu Fosil”

Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR

Featured Video Play Icon

DSCOVR adalah wahana antariksa yang berada di titik Lagrangian L1 di antara Bumi dan Matahari. Wahana ini membawa kamera EPIC yang terus menerus mengambil citra Bumi dalam 10 panjang gelombang, mulai dari 317 nm sampai 780 nm secara bergiliran.

Kaum Bumi datar keliru menggunakan warna di pinggiran citra Bulan sebagai bukti bahwa foto EPIC tersebut palsu. Faktanya, foto yang diambil EPIC adalah gabungan dari tiga foto berwarna hijau, merah, dan biru, yang diambil secara berurutan dalam rentang waktu satu menit. Dalam waktu satu menit tersebut, Bulan sudah sedikit bergeser, akibatnya citra Bulan tidak lagi selaras pada ketiga foto tersebut. Hal ini yang menyebabkan ketidaksempurnaan setelah ketiga komponen warna digabungkan ke dalam satu foto.

Lanjutkan membaca “Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR”

Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa

Featured Video Play Icon

Akibat efek perspektif, pengamat di luar angkasa akan dapat melihat lebih banyak permukaan Bumi dari jarak yang lebih jauh.

Kaum Bumi datar melihat adanya perbedaan ukuran benua yang terlihat pada citra Bumi yang berbeda, dan mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, hal tersebut hanyalah efek perspektif akibat Bumi dilihat dari jarak yang berbeda.

Untuk demonstrasi sederhana, kita dapat mengambil foto globe dari jarak yang berbeda, dan mengatur zoom-nya agar globe terlihat memenuhi foto. Kita dapat melihat bahwa bagian globe yang terlihat di foto akan berbeda saat globe difoto dari jarak dekat dan dari jarak jauh.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa”

Siklus Saros dan Deret Saros

Featured Video Play Icon

Saros adalah siklus 18 tahun, 11 hari dan 8 jam antara beberapa gerhana. Gerhana bersiklus sama dikelompokkan ke dalam sebuah deret Saros yang diberi nomor untuk mengidentifikasikannya.

Kaum Bumi datar mengklaim penggunaan istilah Saros yang berasal dari peradaban Babilonia merupakan “bukti” bahwa gerhana diprediksi menggunakan teknologi kuno jaman Babilonia. Faktanya, siklus Saros saat ini digunakan untuk mengelompokkan gerhana yang mirip. Contohnya, gerhana 26 Desember 2019 adalah anggota ke-46 Saros Matahari 132 dari total 71 gerhana.

Istilah Saros pertama kali digunakan untuk keperluan gerhana oleh Edmond Halley pada tahun 1691. Bangsa Babilonia tak pernah menggunakan istilah Saros untuk urusan gerhana. Sedangkan sistem penomoran deret Saros dibuat oleh G. van den Bergh pada tahun 1955.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Saros adalah periode 6585⅓ hari antara dua gerhana. Satu Saros setelah gerhana, akan terjadi gerhana yang mirip. Gerhana yang memiliki siklus yang sama tersebut dikelompokkan ke dalam sebuah Deret Saros.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana hanya bisa diprediksi melalui Siklus Saros. Faktanya, ada banyak sifat dari gerhana yang tidak mungkin diprediksi hanya dari Siklus Sarosnya. Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA

Dengan kemampuan pemrosesan komputer saat ini, prediksi gerhana biasanya dilakukan secara iteratif. Prediksi dilakukan dengan cara menentukan posisi Bulan dan Matahari pada satu waktu, dan menghitung apakah terjadi gerhana. Proses tersebut diulangi lagi berkali-kali untuk waktu yang berbeda.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada yang bisa memprediksi gerhana dari perhitungan posisi Bulan dan Matahari. Mereka keliru menganggap NASA memprediksi gerhana dengan menggunakan siklus Saros. Script Python singkat ini membuktikan mereka salah.

Lanjutkan membaca “Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA”

Hilangnya Pita Rekaman Telemetri Apollo 11

NASA kehilangan pita rekaman telemetri yang menyimpan data video mentah yang dikirim oleh misi Apollo 11. Walaupun begitu, semua data tersebut juga tersimpan di tempat lain dalam format yang berbeda.

Kaum Bumi datar mempermasalahkan kasus tersebut untuk mendiskreditkan misi Apollo. Faktanya:

  1. Data yang hilang hanyalah video sebelum dikonversi ke NTSC untuk siaran televisi,
  2. Hanya video dalam format mentah SSTV yang hilang, tetapi ada rekaman lain dari video yang sama dalam format NTSC
  3. Kasus tersebut hanya terjadi untuk Apollo 11, tidak pada misi Apollo lainnya
  4. Tak ada video yang belum pernah dilihat pada data yang hilang
  5. NASA menemukan rekaman berkualitas tinggi dari video yang sama.

Lanjutkan membaca “Hilangnya Pita Rekaman Telemetri Apollo 11”