Gerhana yang Mustahil

Selenelion adalah gerhana Bulan langka dimana Bulan dan Matahari dapat terlihat bersamaan. Ada jenis selenelion yang lebih langka lagi yang terjadi jika gerhana yang terjadi adalah gerhana Bulan sebagian dan bagian Bulan yang tertutup bayangan Bumi adalah bagian atasnya.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana ini mustahil karena lokasi bayangannya yang salah. Faktanya, gerhana dapat terjadi karena pengamat melihat tidak lurus ke depan, tetapi sedikit ke bawah akibat penurunan horizon dan refraksi atmosfer.

Lanjutkan membaca “Gerhana yang Mustahil”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

Selenelion terjadi jika saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan terlihat bersama di atas horizon. Selenelion dapat terjadi karena refraksi atmosfer membiaskan cahaya dan mengangkat citra Matahari dan Bulan sampai sekitar 0,6°, sehingga keduanya dapat terlihat bersama di atas horizon.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa selenelion tak mungkin terjadi jika Bumi bulat karena saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan seharusnya terpisah 180°. Faktanya, selenelion tetap dapat terjadi karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage

Fatamorgana inferior (inferior mirage) adalah fenomena yang terjadi saat refraksi atmosfer membelokkan cahaya dan membuat citra kebalikan di bawah citra yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena permukaan yang panas memanaskan lapisan udara tepat di atasnya, sehingga terdapat lapisan udara yang lebih panas dan lebih renggang di bawah lapisan udara yang lebih dingin dan lebih rapat.

Kaum Bumi datar menggunakan fatamorgana inferior untuk “menjelaskan” mengapa objek di kejauhan bisa terlihat tertutup sebagian jika Bumi datar. Faktanya, fatamorgana inferior tidak dapat menghasilkan citra yang mirip dengan objek di kejauhan yang tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage”

Rukyat dan Hisab Untuk Menentukan Awal Bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri

Umat Islam menggunakan dua metode untuk menentukan awal bulan untuk keperluan ibadah, yaitu rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan hilal). Kedua metode ini dilakukan misalnya untuk menentukan awal bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Umat Bumi datar bersikeras awal bulan Islam hanya dapat ditentukan melalui pengamatan. Mereka salah. Kami membuat script Python sangat sederhana sebagai contoh melakukan hisab untuk menentukan awal bulan kalender Hijriyah sepanjang abad ke-21.

Lanjutkan membaca “Rukyat dan Hisab Untuk Menentukan Awal Bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri”

Bayangan Bumi dan Sabuk Venus

Featured Video Play Icon

Bayangan Bumi adalah bayangan dari permukaan Bumi pada atmosfer Bumi. Bayangan Bumi terletak pada titik antisolar, yaitu titik berlawanan dari posisi Matahari. Di atas bayangan Bumi terdapat Sabuk Venus yang berwarna merah muda akibat hamburan sinar Matahari di atmosfer Bumi.

Posisi bayangan Bumi ada pada titik antisolar. Bayangan Bumi terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Hal ini membuktikan Matahari terbenam ke bawah horizon, dan terbit dari bawah horizon. Fenomena Bayangan Bumi hanya bisa terjadi jika Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Bayangan Bumi dan Sabuk Venus”

Proporsi

Matahari berdiameter 1.391.016 km dan berjarak 146.600.000 km dari kita. Fakta-fakta tersebut konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Kaum Bumi datar memiliki angka-angka yang berbeda mengenai jarak dan ukuran Matahari. Dengan melakukan pengamatan yang teliti, angka-angka tersebut tidak konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Proporsi”

Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO

Featured Video Play Icon

Ada beberapa video timelapse yang diambil dari penerbangan rute New York–Moskow, yang mengarah ke utara melalui jendela pesawat di sisi kiri. Terlihat langit tidak pernah terlihat gelap total dan Matahari terlihat selama sebagian besar penerbangan tersebut.

Kaum Bumi datar keliru saat mereka menyimpulkan bahwa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi jika Bumi bulat, dan menganggapnya sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, kejadian di video tersebut dapat mudah dijelaskan dan sepenuhnya konsisten dengan Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO”

Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Kenampakan Matahari terbenam dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Inversi termal menyebabkan cahaya matahari dipengaruhi refraksi yang tidak teratur dan mendistorsi bentuk dari Matahari terbenam yang tampak oleh pengamat.

Kaum Bumi datar mengamati bentuk tertentu dari Matahari saat terbenam dan menunjukkannya sebagai “bukti” Matahari menjauh di model Bumi datar. Mereka salah. Variasi kenampakan Matahari tersebut hanyalah efek dari refraksi atmosfer.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam”

Matahari Terbenam dan Solar Filter

Featured Video Play Icon

Ukuran Matahari yang terlihat praktis konstan sepanjang hari, dilihat oleh siapapun yang ada di Bumi, mulai dari terbit sampai terbenam. Hal ini adalah bukti bahwa model Bumi datar tidaklah benar, dan hanya konsisten jika Bumi bulat.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan video Matahari terlihat mengecil saat terbenam. Hal tersebut hanyalah akibat kegagalan mereka mengontrol exposure kamera. Dengan solar filter atau pengaturan exposure di kamera secara manual, ukuran Matahari akan terlihat konstan sepanjang hari.

Fakta bahwa ukuran Matahari terlihat konstan sepanjang hari, oleh siapapun yang ada di Bumi, mulai dari terbit sampai terbenam hanya memungkinkan jika Matahari jaraknya sangat jauh dibandingkan jarak antara pengamat-pengamat yang ada di Bumi.

Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Zoom pada kamera bekerja dengan cara memperbesar bagian tengah dari gambar, atau dengan cara mempersempit field of view dari kamera. Melakukan zoom ke Matahari terbenam tak akan memperlihatkan lebih banyak dari Matahari, dan hanya akan memperbesar ukuran Matahari pada gambar yang dihasilkan.

Kaum Bumi datar mengklaim zoom dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam. Mereka salah. Hal tersebut hanya akibat kesalahan setting exposure kamera. Faktanya, zoom tak akan pernah dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam”

Hukum Perspektif Dunia Nyata Tidak Sama Dengan “Perspektif” Ciptaan Kaum Bumi Datar

Dari seorang pengamat, hukum perspektif akan membuat objek yang bergerak lurus menjauh:

  1. terlihat mendekati titik lenyap, tetapi tidak akan mencapainya,
  2. tidak akan pernah melewati atau melintasi titik lenyap,
  3. tampak mengecil,
  4. tidak pernah terlihat sepotong kecuali jika tertutup oleh objek lain.

Jika Bumi datar, maka Matahari terbenam, Matahari terbit dan fenomena lainnya dimana objek tak terlihat karena tertutup lengkungan Bumi tidak mungkin terjadi. Untuk “memperbaiki masalah” tersebut, kaum Bumi datar menciptakan “penjelasan” bahwa objek di kejauhan terlihat tertutup adalah karena “perspektif”. Walaupun demikian, “perspektif” yang mereka maksud hanyalah sebuah asumsi tak berdasar yang tidak sesuai dengan hukum perspektif di dunia nyata.

Lanjutkan membaca “Hukum Perspektif Dunia Nyata Tidak Sama Dengan “Perspektif” Ciptaan Kaum Bumi Datar”

Ibadah Agama Islam Tergantung Pada Pemahaman Bentuk Bumi Bulat

Observasi dan perhitungan astronomi merupakan bagian dari ibadah umat Islam. Untuk menentukan arah kiblat, waktu shalat, awal puasa Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha, serta menentukan jadwal shalat gerhana, semuanya ditentukan melalui pengamatan atau perhitungan astronomi. Tanpa pemahaman yang benar mengenai bentuk Bumi yang sesungguhnya, tidaklah mungkin seorang Muslim menjalankan beberapa kewajibannya dengan praktis dan efektif.

Lanjutkan membaca “Ibadah Agama Islam Tergantung Pada Pemahaman Bentuk Bumi Bulat”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kita mengamati Matahari terbenam di dasar bangunan, kita dapat buru-buru naik lift ke lantai teratas dan mengamati Matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu shalat maghrib dan berbuka puasa. Semakin tinggi posisi di dalam Burj Khalifa, maka semakin lama kita harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kita berada di tempat yang lebih tinggi, maka kita akan dapat melihat Matahari lebih lama daripada yang berada di posisi rendah.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam dan Burj Khalifa”

Matahari Terbenam di Puncak Gunung

Featured Video Play Icon

Pada saat Matahari terbenam, puncak gunung kehilangan cahaya Matahari lebih lambat daripada daerah di sekitarnya. Pengamat akan melihat bayangan naik dari bawah ke puncak gunung. Dan sebaliknya, saat Matahari terbit, puncak gunung mendapat sinar Matahari lebih dulu daripada daerah di sekitarnya, dan bayangan terlihat turun, mulai dari puncak gunung menuju dasarnya.

Fenomena ini terjadi karena Bumi bulat. Semakin tinggi sebuah lokasi, maka semakin lama durasi siang hari. Matahari akan terbit lebih awal dan terbenam belakangan.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam di Puncak Gunung”

Solar Filter

Featured Video Play Icon

Solar filter digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya Matahari agar dapat diabadikan oleh kamera dengan baik. Tanpa solar filter, cahaya Matahari terlalu terang, dan tak dapat ditangkap dengan benar oleh kamera.

Beberapa pengamatan Matahari yang dilakukan oleh kaum Bumi datar menggunakan kamera tanpa dilengkapi dengan solar filter. Akibatnya Matahari terlihat lebih besar karena kamera tak dapat membedakan Matahari dan kilau di sekelilingnya, yang keduanya terlalu terang untuk dapat dibedakan oleh kamera.

Lanjutkan membaca “Solar Filter”

Hamburan Rayleigh

Atmosfer Bumi berpendar dengan warna biru terang akibat fenomena hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menghamburkan cahaya Matahari ke semua arah. Warna kebiruan dihamburkan dengan lebih kuat daripada warna kemerahan. Hasilnya adalah langit Bumi berwarna biru, dan sinar Matahari berwarna kekuningan.

Ada sangat banyak miskonsepsi yang terjadi di kalangan komunitas korban Bumi datar yang berasal dari ketidaktahuan mengenai fenomena hamburan Rayleigh.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh”

Kenampakan Matahari Pada Bumi Datar

Jika Bumi datar, maka Matahari seharusnya terlihat di atas horizon sepanjang hari, dari semua sudut Bumi. Hal ini tidak terjadi, dan fakta tersebut seharusnya sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa Bumi tidak mungkin datar.

Sayangnya, kaum Bumi datar lalu menciptakan beberapa rantai asumsi di atas asumsi dan menjadikannya sebagai “penjelasan” untuk mencegah model Bumi datar dibuktikan salah. Tak satupun dari “penjelasan” tersebut dapat dibuktikan atau sesuai dengan hukum alam.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Matahari Pada Bumi Datar”

Sun Glitter / Pantulan Riak Air

Sun glitter adalah cahaya gemerlap yang terbentuk saat cahaya Matahari dipantulkan oleh gelombang air. Air yang beriak memantulkan cahaya Matahari dari berbagai sudut dan pengamat akan melihat sangat banyak pantulan Matahari di permukaan air.

Kaum Bumi datar menganggap pantulan sinar Matahari di permukaan laut yang berbentuk panjang adalah “bukti” Bumi datar. Mereka salah. Sun glitter terjadi karena riak air. Perbedaan lengkungan permukaan Bumi itu sendiri antara model Bumi bulat dan model Bumi datar tidak terlalu jauh untuk menyebabkan perbedaan pada bentuk sun glitter.

Lanjutkan membaca “Sun Glitter / Pantulan Riak Air”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar mengamati peristiwa langit dan tata letak benda langit. Kadang, mereka bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi di Bumi bulat heliosentris, dan mengambil kesimpulan keliru bahwa Bumi itu datar.

Kita dapat tanyakan waktu kejadian dan lokasi pengamat, dan menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, maka sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan kebingungan mereka hanya bersumber dari ketidakpahaman semata.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Lintasan Matahari

Di utara khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kanan. Di selatan khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kiri. Pada saat Matahari terbit dan terbenam, lintasannya membentuk sudut dengan horizon yang besarnya praktis sama dengan derajat lintang dari pengamat.

Lintasan Matahari jika diamati dari berbagai lokasi yang berbeda di Bumi merupakan bukti Bumi bulat. Fakta hasil observasi ini tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Lintasan Matahari”