Eksperimen Schiehallion

Eksperimen Schiehallion adalah eksperimen yang dilakukan untuk menghitung massa jenis Bumi. Percobaan ini menggunakan sebuah pendulum yang diletakkan di dekat Gunung Schiehallion, Skotlandia, kemudian dilakukan pengukuran sudut kemiringan pendulum akibat gaya tarik yang disebabkan oleh Gunung Schiehallion. Hasilnya adalah 11,6″ atau 0,003°.

Kaum Bumi datar mengklaim gravitasi tak pernah dapat didemonstrasikan, dan bahwa itu adalah bukti gravitasi tak ada. Mereka salah. Eksperimen Schiehallion adalah salah satu eksperimen pertama untuk mengukur gravitasi yang dilakukan di Bumi.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Schiehallion”

Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Sering kita lihat kaum Bumi datar membuat sebuah model fisik miniatur sebagai ‘bukti’ yang mendukung Bumi datar atau melawan Bumi bulat. Modus operandi mereka adalah mengamati kejadian pada model yang mereka buat sendiri. Jika menggambarkan sebuah kejadian yang sangat spesifik pada objek sesungguhnya, itu sudah cukup untuk mereka simpulkan bahwa itulah sebabnya objek sesungguhnya memiliki sifat yang sama.

Sebaliknya, jika sebuah objek nyata tak dapat dibuat model miniaturnya yang tetap memiliki sifat sama seperti objek aslinya, maka mereka simpulkan sifat dari objek yang sesungguhnya tersebut tidak ada.

Mereka keliru dan menganggap aksi semacam ini sebagai “eksperimen”.

Lanjutkan membaca “Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Sebuah objek jatuh ke bawah akibat gravitasi Bumi. Namun beberapa aliran Bumi datar bersikeras jatuhnya sebuah objek adalah karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi.

Dengan menempatkan dua objek dengan densitas atau berat jenis sama dan massa berbeda dengan saling berlawanan pada sebuah tuas, kita dapat ketahui bahwa densitas atau berat jenis bukanlah penyebab sebuah benda jatuh ke bawah.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”

‘Eksperimen’ Bola dan Air

Gravitasi adalah gaya tarik antara benda-benda yang memiliki massa. Semakin besar massanya, maka semakin besar gayanya. Bentuk objek tidak berpengaruh pada besarnya gaya gravitasi.

Kaum Bumi datar gemar melakukan ‘eksperimen bola dan air’. Mereka menyemprotkan air ke bola, dan mengamati bahwa air tidak menempel di bola sebagaimana air berada di permukaan Bumi. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa ‘gravitasi tidak ada’. Mereka salah. Gravitasi tidak disebabkan oleh bentuk bulat.

Lanjutkan membaca “‘Eksperimen’ Bola dan Air”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”

Segelas Air

Air di gelas memiliki permukaan yang praktis rata. Ada penganut Bumi datar yang menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ bahwa air akan tetap rata selebar apapun wadah yang digunakan. Mereka salah.

Jika Bumi berbentuk bulat dengan jari-jari 6371 km, maka permukaan air pada gelas selebar 10 cm akan memiliki lengkungan sebesar 0.00000002 cm akibat gravitasi. Tentunya di luar efek selain itu seperti halnya tegangan permukaan.

Lanjutkan membaca “Segelas Air”

Gerak Jatuh Bebas

Benda jatuh disebabkan oleh gravitasi. Massa Bumi mengakibatkan setiap benda di Bumi mengalami percepatan sebesar 9.8 m/s² yang arahnya ke bawah. Angka tersebut dinamakan ‘percepatan gravitasi’ yang biasa disebut dengan notasi ‘g’.

Kebanyakan penganut Bumi datar menolak adanya gravitasi. Menurut mereka benda jatuh karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Gerak Jatuh Bebas”