Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat

Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat adalah peristiwa Matahari berada tepat di atas Mekah, Saudi Arabia. Saat itu terjadi, maka arah ke Matahari akan sama dengan arah Kiblat, selama di lokasi tersebut Matahari terlihat. Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan arah Kiblat berdasarkan observasi.

Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat juga dapat kita manfaatkan untuk membuktikan mana bentuk Bumi yang benar. Apakah bulat atau datar?

Lanjutkan membaca “Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat”

Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan

Arah kiblat ditentukan dengan mencari jarak terdekat ke Mekah menggunakan metoda great circle. Hal tersebut dilakukan karena Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi berbentuk datar, maka arah kiblat bisa dengan mudah ditentukan hanya dengan menarik garis lurus ke Kakbah.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar sering mendompleng agama untuk menyebarkan paham Bumi datar. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan contoh lokasi di Bumi bagian utara yang dekat dengan garis meridian yang memotong Kota Mekah. Misalnya di Kanada dan Amerika Serikat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena distorsinya minimal dan seakan-akan arah kiblat konsisten dijelaskan pada Bumi datar.

Mereka sengaja tak menyinggung arah kiblat pada lokasi lain, terutama di Bumi bagian selatan yang jauh dari Kota Mekah. Pada lokasi-lokasi ini, arah kiblat kiblat hasil perhitungan Bumi datar akan melenceng sangat jauh daripada arah kiblat yang benar.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan”

Eksperimen Cavendish

Featured Video Play Icon

Eksperimen Cavendish adalah eksperimen pertama yang berhasil mengukur gaya gravitasi antara massa dalam laboratorium, dan yang pertama kali menghasilkan konstanta gravitasi yang akurat.

Kaum Bumi datar selalu berusaha menciptakan asumsi-asumsi untuk mendiskreditkan eksperimen Cavendish. Namun eksperimen ini tak hanya dilakukan sekali oleh Henry Cavendish pada tahun 1797-1798, dan telah dilakukan berulang kali oleh sangat banyak pihak yang independen selama berabad-abad, dan memberikan hasil yang konsisten.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Cavendish”

Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat

Featured Video Play Icon

Umat islam melakukan shalat dengan mengarah ke Kiblat, yaitu arah ke Ka’bah di Mekah, Saudi Arabia. Arah Kiblat secara tradisional ditentukan dari arah ke Matahari saat Matahari berada di atas Ka’bah. Jika saat itu Matahari dapat terlihat, hal tersebut akan sama dengan arah Kiblat.

Jika hasilnya dipetakan pada yang diklaim sebagai “peta Bumi datar”, maka arah Kiblat tidak akan secara konsisten mengarah ke Ka’bah. Hanya kalkulasi menggunakan model Bumi bulat yang akan memberikan kita hasil yang konsisten dengan hasil observasi selama berabad-abad dari banyak lokasi di Bumi. Hal tersebut terjadi karena Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat”

Sinar Matahari Menghasilkan Bayangan Umbra Yang Lebih Kecil Daripada Objeknya

Featured Video Play Icon

Matahari adalah sumber cahaya yang ukurannya lebih besar daripada objek apapun di Bumi. Akibatnya, bagian umbra dari bayangan yang terbentuk dari cahaya Matahari akan lebih kecil daripada ukuran objeknya.

Kaum Bumi datar mengklaim bayangan tidak dapat lebih kecil daripada objeknya, lalu mereka gunakan klaim tersebut untuk menolak penjelasan sains dari peristiwa gerhana Matahari. Faktanya, tidaklah sulit untuk mendemonstrasikan bayangan yang lebih kecil daripada objeknya, yang merupakan akibat dari sinar Matahari.

Lanjutkan membaca “Sinar Matahari Menghasilkan Bayangan Umbra Yang Lebih Kecil Daripada Objeknya”

Mengamati Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Satelit geostasioner mengorbit Bumi dengan kecepatan sama dengan gerak rotasi Bumi. Satelit-satelit ini berada di jarak 36786 km di atas khatulistiwa sehingga terlalu jauh dan terlalu redup untuk diamati dengan mata telanjang. Walaupun demikian, kita dapat mengamatinya dengan teleskop dan kamera.

Kita dapat mengamati satelit geostasioner dengan:

  • menggunakan mount ekuatorial (equatorial mount),
  • mengarahkan teleskop pada bintang yang letaknya berada di jalur orbit geostasioner; dan
  • menggunakan kamera dengan long exposure.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit Geostasioner”

Bayangan Bumi dan Sabuk Venus

Featured Video Play Icon

Bayangan Bumi adalah bayangan dari permukaan Bumi pada atmosfer Bumi. Bayangan Bumi terletak pada titik antisolar, yaitu titik berlawanan dari posisi Matahari. Di atas bayangan Bumi terdapat Sabuk Venus yang berwarna merah muda akibat hamburan sinar Matahari di atmosfer Bumi.

Posisi bayangan Bumi ada pada titik antisolar. Bayangan Bumi terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Hal ini membuktikan Matahari terbenam ke bawah horizon, dan terbit dari bawah horizon. Fenomena Bayangan Bumi hanya bisa terjadi jika Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Bayangan Bumi dan Sabuk Venus”

Gerak Bintang Tahunan

Featured Video Play Icon

Setiap hari, kita dapat mengamati bintang bergeser sekitar 1° dari sumbu rotasinya. Dalam sebulan akan bergeser sekitar 30°. Dan dalam satu tahun akan kembali lagi ke posisi awal setelah berputar sekitar 360°. Gerak tersebut menjadi dasar dalam penetapan sistem kalender yang kita gunakan saat ini.

Penganut Bumi datar mengklaim “rasi bintang tetap terlihat sama setiap malam”, lalu mereka simpulkan Bumi tidak bergerak. Mereka keliru. Rasi bintang akan terlihat bergeser sekitar 1° setiap malam.

Lanjutkan membaca “Gerak Bintang Tahunan”

Elektromagnetisme dan Konsep Bumi Datar

Elektromagnetisme adalah interaksi fisik yang terjadi antara partikel bermuatan listrik. Elektromagnetik tidak sama dengan gravitasi dan kedua fenomena alam tersebut memiliki sifat yang berbeda.

Kaum Bumi datar menolak keberadaan gravitasi, dan sebagian dari mereka menggunakan elektromagnetik sebagai alternatif untuk menjelaskan fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi. Faktanya, elektromagnetisme memiliki sifat yang berbeda dengan gravitasi, dan tidak dapat menjelaskan fenomena-fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi.

Lanjutkan membaca “Elektromagnetisme dan Konsep Bumi Datar”

Toronto

Kota Toronto, Kanada dapat dilihat dari seberang Danau Ontario, termasuk dari kota-kota Hamilton, Niagara-on-the-Lake dan Taman Nasional Fort Niagara. Tetapi hanya bagian atasnya saja yang jelas terlihat. Hal ini konsisten dengan Bumi bulat dan mustahil dijelaskan jika Bumi datar.

Bagian atas dari Toronto adalah bagian yang mendapat pengaruh refraksi atmosfer yang paling rendah, dan lebih terlihat jelas. Semakin ke bawah semakin tinggi efek dari refraksi atmosfer. Ada beberapa bagian yang berwarna terang yang terlihat di atas posisi yang seharusnya, hal tersebut adalah fenomena looming jika terlihat normal, atau fatamorgana superior (superior mirage) jika terlihat terbalik.

Lanjutkan membaca “Toronto”

Memperbesar Foto Secara Vertikal Untuk Mengamati Lengkungan

Featured Video Play Icon

Garis horizon di kejauhan terlihat datar karena lengkungannya terlalu kecil untuk diamati oleh mata manusia dari dekat permukaan Bumi. Walaupun demikian, pada kondisi tertentu kita dapat melihat lengkungan tersebut dengan cara memperbesar fotonya secara vertikal.

Pembesaran dengan cara ini akan juga memperbesar distorsi yang terdapat pada foto. Untuk itu, distorsi perlu dikendalikan dengan teknik fotografi, atau dengan meletakkan objek lurus di dekat horizon sebagai pembanding. Jika berhasil melakukannya, maka lengkungan yang terlihat hanya dapat berasal dari lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Memperbesar Foto Secara Vertikal Untuk Mengamati Lengkungan”

Orion

Featured Video Play Icon

Orion adalah rasi bintang yang terletak tepat di atas khatulistiwa. Akibatnya, Orion dapat terlihat dari mana pun di Bumi. Sudut lintasan Orion saat terbit dan terbenam tergantung dari derajat lintang pengamat. Demikian pula dengan sudut ketinggian saat kulminasi, atau saat Orion berada di posisi tertinggi di langit. Semua fakta tersebut hanya konsisten jika Bumi bulat.

Kaum Bumi datar mengklaim fakta bahwa Orion selalu terlihat dari seluruh lokasi di Bumi sebagai hal yang mengherankan. Hal tersebut hanya bersumber dari kesulitan mereka untuk memahami geometri benda langit. Dengan memahami gerak rotasi bumi, dan dimana rasi Orion berada, tak sulit untuk menyimpulkan bahwa kenampakan Orion konsisten dengan fakta Bumi bulat.

Referensi

Ladang Angin Lepas Pantai dan Lengkungan Bumi

Featured Video Play Icon

Ladang angin lepas pantai terdiri dari serangkaian turbin angin dengan ukuran dan bentuk yang sama, yang tersebar di daerah yang luas. Kita dapat mengamati turbin-turbin tersebut dari pantai dan dengan mudah melihat efek dari lengkungan Bumi.

Jika turbin cukup jauh, bagian bawahnya akan tidak terlihat dan bilah turbin dapat terlihat seakan-akan berada di bawah permukaan air. Hal ini hanya dapat terjadi jika Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Ladang Angin Lepas Pantai dan Lengkungan Bumi”

Crux

Featured Video Play Icon

Rasi Crux dapat terlihat dari lokasi di selatan 26°LU, dan selalu terlihat di langit dari lokasi  di selatan 26°LS. Pada Bumi datar, Crux terliat pada seluruh bagian pinggir yang posisinya berlawanan, tetapi tidak pada bagian tengahnya. Hal ini membuktikan Bumi tidak mungkin datar. Kenampakan Crux hanya konsisten pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Crux”

Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Featured Video Play Icon

Jika kita berada di Bumi bagian selatan dan melihat ke langit bagian selatan, kita akan melihat bintang-bintang yang sama di mana pun posisi kita. Bintang-bintang tersebut mengitari sumbu bintang selatan yang berada di rasi Octans, dekat dengan bintang Sigma Octantis.

Fenomena ini tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar.  Jika kita lihat peta yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar”, seharusnya kita akan melihat bintang yang berbeda-beda. Ini karena model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Bintang Biduk atau Big Dipper

Featured Video Play Icon

Bintang Biduk atau Big Dipper adalah asterisme yang terang di langit utara. Bintang Biduk selalu terlihat dari utara 41°LU dan selalu tidak terlihat dari selatan 41°LS. Kaum Bumi datar melihat Bintang Biduk selalu terlihat dari lokasi mereka dan menggunakannya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Faktanya, Bintang Biduk tak selalu terlihat di derajat lintang yang lain, dan membuktikan Bumi berbentuk Bulat.

Lanjutkan membaca “Bintang Biduk atau Big Dipper”

Proporsi

Matahari berdiameter 1.391.016 km dan berjarak 146.600.000 km dari kita. Fakta-fakta tersebut konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Kaum Bumi datar memiliki angka-angka yang berbeda mengenai jarak dan ukuran Matahari. Dengan melakukan pengamatan yang teliti, angka-angka tersebut tidak konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Proporsi”

Menggunakan Garis Pandangan Untuk Menentukan Objek Datar atau Lurus

Cahaya memiliki sifat merambat lurus, setidaknya dalam jarak dekat. Kita sering memanfaatkan sifat cahaya tersebut untuk mengetahui apakah sebuah objek lurus atau datar melalui pengamatan visual.

Kaum Bumi datar sering memulai dari asumsi keliru bahwa sebuah objek datar, lalu menciptakan “penjelasan” bagaimana penglihatan kita bekerja. Mereka salah. Observasi visual kita gunakan untuk menentukan apakah sebuah objek datar, bukan sebaliknya: sifat penglihatan kita ditentukan dari kenampakan objek tersebut.

Lanjutkan membaca “Menggunakan Garis Pandangan Untuk Menentukan Objek Datar atau Lurus”

Sudut Ketinggian Polaris Dilihat dari Lokasi yang Berbeda di Bumi

Sudut ketinggian bintang Polaris yang terlihat seorang pengamat praktis sama dengan derajat lintang pengamat tersebut. Fenomena ini berlaku dimana pun di Bumi jika Polaris dapat terlihat.

Jika kita menarik garis berdasarkan sudut ketinggian Polaris pada posisi-posisi lintang yang berbeda di model Bumi datar, garis tersebut tidak akan mengarah ke Polaris secara konsisten. Hal ini disebabkan Bumi itu bulat, dan model Bumi datar tak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Sudut Ketinggian Polaris Dilihat dari Lokasi yang Berbeda di Bumi”