Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat

Featured Video Play Icon

Umat islam melakukan shalat dengan mengarah ke Kiblat, yaitu arah ke Kakbah di Mekah, Saudi Arabia. Arah Kiblat secara tradisional ditentukan dari arah ke Matahari saat Matahari berada di atas Kakbah. Jika saat itu Matahari dapat terlihat, hal tersebut akan sama dengan arah Kiblat.

Jika hasilnya dipetakan pada yang diklaim sebagai “peta Bumi datar”, maka arah Kiblat tidak akan secara konsisten mengarah ke Kakbah. Hanya kalkulasi menggunakan model Bumi bulat yang akan memberikan kita hasil yang konsisten dengan hasil observasi selama berabad-abad dari banyak lokasi di Bumi. Hal tersebut terjadi karena Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat”

Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat

Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat adalah peristiwa Matahari berada tepat di atas Mekah, Saudi Arabia. Saat itu terjadi, maka arah ke Matahari akan sama dengan arah Kiblat, selama di lokasi tersebut Matahari terlihat. Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan arah Kiblat berdasarkan observasi.

Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat juga dapat kita manfaatkan untuk membuktikan mana bentuk Bumi yang benar. Apakah bulat atau datar?

Lanjutkan membaca “Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat”

Menambah Ketinggian Akan Memperlihatkan Objek yang Sebelumnya Tertutup Lengkungan Bumi

Featured Video Play Icon

Karena Bumi bulat, permukaan Bumi akan menutupi objek yang jaraknya cukup jauh. Dengan menambah ketinggian, kita dapat melihat lebih jauh, dan lebih banyak dari objek yang sebelumnya tertutup lengkungan Bumi akan terlihat, mulai dari bagian atasnya terlebih dahulu.

Fenomena ini tak akan terjadi jika Bumi datar. Pada Bumi datar, tidak mungkin permukaan Bumi menutupi objek di kejauhan —mulai dari bagian bawahnya terlebih dahulu— jika pengamat dekat dengan permukaan.

Hal ini juga terjadi untuk objek yang berada di tepi pantai. Permukaan air yang lebih rendah daripada objek ternyata dapat menutupi objek tersebut. Kaum Bumi datar sering menciptakan penjelasan bahwa objek di kejauhan tertutup kontur permukaan Bumi. Fenomena ini dengan mudah membuktikan bahwa mereka salah.

Air Mineral dalam Kemasan Botol: Alat Sederhana Untuk Mengamati Penurunan Horizon

Pada banyak penerbangan, awak pesawat biasanya membagikan alat untuk mengecek kedataran kepada semua penumpang agar kita semua dapat mengamati penurunan horizon untuk membuktikan Bumi bulat. Dan sekaligus melepas dahaga.

Alat tersebut adalah air mineral dalam kemasan botol berbahan plastik transparan. Dengan menggunakan ‘alat’ sederhana ini pada sebuah penerbangan, kita dapat membuktikan Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Air Mineral dalam Kemasan Botol: Alat Sederhana Untuk Mengamati Penurunan Horizon”

Eksperimen Cavendish

Eksperimen Cavendish adalah eksperimen pertama yang berhasil mengukur gaya gravitasi antara massa dalam laboratorium, dan yang pertama kali menghasilkan konstanta gravitasi yang akurat.

Kaum Bumi datar selalu berusaha menciptakan asumsi-asumsi untuk mendiskreditkan eksperimen Cavendish. Namun eksperimen ini tak hanya dilakukan sekali oleh Henry Cavendish pada tahun 1797-1798, dan telah dilakukan berulang kali oleh sangat banyak pihak yang independen selama berabad-abad, dan memberikan hasil yang konsisten.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Cavendish”

Kenampakan Matahari Pada Bumi Datar

Jika Bumi datar, maka Matahari seharusnya terlihat di atas horizon sepanjang hari, dari semua sudut Bumi. Hal ini tidak terjadi, dan fakta tersebut seharusnya sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa Bumi tidak mungkin datar.

Sayangnya, kaum Bumi datar lalu menciptakan beberapa rantai asumsi di atas asumsi dan menjadikannya sebagai “penjelasan” untuk mencegah model Bumi datar dibuktikan salah. Tak satupun dari “penjelasan” tersebut dapat dibuktikan atau sesuai dengan hukum alam.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Matahari Pada Bumi Datar”

Bintang-Bintang Circumpolar dari Indonesia

Indonesia memiliki posisi di sekitar khatulistiwa. Hal ini mengakibatkan posisi sumbu rotasi bintang terlihat dekat dengan horizon, dan nyaris tak ada bintang terang yang bersifat circumpolar, atau selalu berada di langit.

Korban-korban konsep Bumi datar yang berada di Indonesia sering mendapat meme dari luar negeri bahwa banyak bintang yang selalu terlihat di langit. Mereka berasumsi fenomena yang sama juga terjadi di Indonesia dan turut menyebarkan meme tersebut tanpa melakukan verifikasi.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang Circumpolar dari Indonesia”

Kapal Terlihat Tenggelam di Balik Horizon dan “Penjelasan-Penjelasan” yang Diciptakan Kaum Bumi Datar

Akibat lengkungan Bumi, kapal yang menjauh akan terlihat menghilang mulai dari bagian bawahnya. Fakta ini adalah salah satu bukti Bumi bulat, dan salah satu fakta yang pertama kali “ditangani” kaum Bumi datar dengan menciptakan berbagai macam “penjelasan” bagaimana fakta ini dapat terjadi di Bumi datar.

Beberapa “penjelasan” tersebut di antaranya adalah: refraksi, perspektif, zoom memperlihatkan kapal di kejauhan, dan batas pandangan. Tak ada satupun yang benar-benar dapat “menjelaskan” fakta tersebut .

Lanjutkan membaca “Kapal Terlihat Tenggelam di Balik Horizon dan “Penjelasan-Penjelasan” yang Diciptakan Kaum Bumi Datar”

Librasi Bulan

Featured Video Play Icon

Bulan mengalami tidal-locking, yaitu salah satu sisi bulan selalu menghadap Bumi. Tetapi Bulan juga mengalami fenomena librasi, dan kita dapat mengintip sedikit bagian dari Bulan yang tak selalu terlihat.

Kaum Bumi datar menciptakan berbagai macam “skenario” mengenai Bulan dengan tujuan “menjelaskan” fenomena-fenomena yang yang tak dapat dijelaskan di Bumi datar. Beberapa di antaranya misalnya Bulan transparan, datar, setengah bola, dan sebagainya. Fenomena librasi membuktikan “penjelasan-penjelasan” yang mereka ciptakan tersebut salah.

Lanjutkan membaca “Librasi Bulan”

Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan

Arah kiblat ditentukan dengan mencari jarak terdekat ke Mekah menggunakan metoda great circle. Hal tersebut dilakukan karena Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi berbentuk datar, maka arah kiblat bisa dengan mudah ditentukan hanya dengan menarik garis lurus ke Kakbah.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar sering mendompleng agama untuk menyebarkan paham Bumi datar. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan contoh lokasi di Bumi bagian utara yang dekat dengan garis meridian yang memotong Kota Mekah. Misalnya di Kanada dan Amerika Serikat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena distorsinya minimal dan seakan-akan arah kiblat konsisten dijelaskan pada Bumi datar.

Mereka sengaja tak menyinggung arah kiblat pada lokasi lain, terutama di Bumi bagian selatan yang jauh dari Kota Mekah. Pada lokasi-lokasi ini, arah kiblat kiblat hasil perhitungan Bumi datar akan melenceng sangat jauh daripada arah kiblat yang benar.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan”

Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Di bagian utara bumi, apabila kita melihat ke arah utara, kita akan melihat bintang-bintang berputar mengelilingi sebuah titik. Arah perputaran ini adalah kebalikan arah jarum jam.  Titik perputaran ini tidak terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian selatan.

Sebaliknya, di bagian selatan bumi, apabila kita melihat ke arah selatan, kita akan mengamati bintang berputar mengelilingi sebuah titik, tetapi ke arah berlawanan. Dan titik perputaran ini tidak akan terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian utara.

Lanjutkan membaca “Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Lintasan Matahari

Di utara khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kanan. Di selatan khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kiri. Pada saat Matahari terbit dan terbenam, lintasannya membentuk sudut dengan horizon yang besarnya praktis sama dengan derajat lintang dari pengamat.

Lintasan Matahari jika diamati dari berbagai lokasi yang berbeda di Bumi merupakan bukti Bumi bulat. Fakta hasil observasi ini tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Lintasan Matahari”

Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan

Setiap saat, setengah bagian dari Bulan mendapatkan cahaya Matahari, dan setengah yang lain tidak mendapatkan cahaya Matahari. Fase Bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari tersebut yang terlihat dari kita di Bumi.

Fase Bulan adalah fenomena alam yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Untuk menutupi lubang besar menganga ini, pencetus teori Bumi datar menciptakan sebuah asumsi bahwa fase Bulan tidak berasal dari cahaya Matahari. Mereka salah. Dengan melihat Bulan dengan seksama menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagaimana cahaya menerpa kawah di Bulan. Dan hal ini hanya dapat terjadi bila Bulan mendapatkan cahaya dari Matahari.

Lanjutkan membaca “Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan”

Bintik Matahari Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bintik Matahari (sunspots) adalah bintik-bintik berwarna gelap di permukaan Matahari. Bintik Matahari tak dapat diprediksi, namun posisi bintik-bintik di permukaan Matahari tersebut akan selalu sama jika diamati dimana pun di permukaan Bumi. Hanya saja orientasinya akan terlihat berbeda pada tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat posisi bintik Matahari yang terbalik. Hal ini disebabkan bentuk Bumi yang bulat. Dua pengamat yang berbeda di permukaan Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah.

Seandainya Matahari berjarak dekat, maka pengamat pada posisi yang jauh berbeda akan melihat posisi bintik Matahari yang berbeda pula. Faktanya tidak demikian. Dua pengamat di permukaan Bumi selalu dapat melihat bintik-bintik Matahari yang praktis sama persis, walaupun posisi pengamat sangat berjauhan.

Arah Matahari vs Posisi Matahari

Featured Video Play Icon

Jika kita mengamati arah ke Matahari, sepanjang hari, pada beberapa lokasi yang berbeda di permukaan Bumi, dan menggambarkan hasilnya pada yang mereka klaim sebagai ‘peta Bumi datar’, maka hasilnya tak akan konsisten mengarah ke posisi Matahari pada ‘peta Bumi datar’.

Hal ini terjadi karena peta Bumi datar tidaklah benar, dan tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Arah Matahari vs Posisi Matahari”

Perbedaan Orientasi Bulan Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bulan terlihat praktis sama persis dari mana pun di permukaan Bumi. Ini terjadi karena Bulan jaraknya sangat jauh relatif terhadap jarak dari dua pengamat yang ada di permukaan Bumi. Tetapi orientasinya terlihat berbeda dari tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat Bulan yang terbalik. Bentuk Bumi yang bulat menyebabkan hal ini. Dua pengamat yang berbeda di Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Jika Bulan jaraknya dekat, kita seharusnya akan dapat melihat sisi Bulan yang berbeda dari lokasi yang berseberangan di Bumi. Tetapi kenyataannya tidak. Dua pengamat selalu melihat sisi bulan yang sama walau posisinya sangat berjauhan.