Arah Kiblat: Bukti Bumi Berbentuk Bulat

Ada dua waktu setiap tahunnya saat Matahari berada tepat di atas Kabah. Pada saat itu, arah Matahari akan menandakan arah ke Mekah, asalkan Matahari di lokasi tersebut masih terlihat. Fenomena ini terjadi pada tanggal 27 atau 28 Mei, pukul 9:18 GMT dan tanggal 15 atau 16 Juli, pukul 9:27 GMT.

Lalu apa hubungannya  Bumi datar? Dari data-data arah kiblat yang didapatkan dari metoda tersebut, tak sulit untuk menyimpulkan bahwa Bumi tidak mungkin berbentuk datar.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat: Bukti Bumi Berbentuk Bulat”

Lengkungan Air

Tema yang sering didengungkan oleh penganut Bumi datar adalah lengkungan air. Menurut mereka, lengkungan pada air tidak dapat diamati, maka disimpulkan bahwa Bumi datar.

Masalah dari argumentasi demikian adalah pada umumnya air yang diamati sangat sedikit. Air di gelas, di ember atau di waterpas akan praktis terlihat rata. Bukan karena tidak ada lengkungan akibat gravitasi Bumi, melainkan karena air terlalu sedikit sehingga lengkungan terlalu kecil dan tidak mungkin bisa diamati, apalagi dengan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Air”

Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara

Pertanyaan yang tak jarang ditemukan di dalam komunitas korban paham Bumi datar:

Jika lilin tidak akan menyala jika ditutup gelas, bagaimana mungkin Matahari bisa menyala jika luar angkasa hampa udara?

Jawabannya tentunya adalah reaksi pada lilin tidak sama dengan reaksi pada Matahari.

Lanjutkan membaca “Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara”

Confirmation Bias

Manusia memiliki bias-bias kognitif yang secara subjektif mempengaruhi penilaian. Salah satu bias kognitif ini adalah confirmation bias. Karena confirmation bias, manusia cenderung untuk mencari informasi yang memperkuat hal yang dipercayainya.

Confirmation bias adalah fakta kehidupan dan merupakan sifat semua manusia. Confirmation bias menyebabkan penilaian subjektif berbeda untuk pengamat yang berbeda. Ciri khas pseudosains —seperti pada konsep Bumi datar— confirmation bias tidak diusahakan untuk diminimalkan, tetapi justru dianjurkan.

Lanjutkan membaca “Confirmation Bias”

Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah

Featured Video Play Icon

Salah satu video yang paling populer dijadikan lahan ‘quote mining’ adalah pernyataan Neil deGrasse Tyson mengenai bentuk Bumi. Disebutkan bentuk Bumi adalah seperti buah pir, dan ini populer dijadikan bahan olok-olokan di kalangan penganut Bumi datar.

Seperti biasa, tentu saja ada penjelasan yang masuk akal di balik pernyataan Neil deGrasse Tyson tersebut.

Lanjutkan membaca “Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah”

Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure

Ada beberapa video yang beredar di komunitas korban paham Bumi datar. Dalam video ini diperlihatkan bahwa Matahari terlihat terbenam, tapi setelah dilakukan zoom, ternyata Matahari belum terbenam. Konon, hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari hanya kelihatan terbenam, tapi sebenarnya menjauh.

Tentu saja ada penjelasan yang lebih masuk akal. Seperti pada kasus lainnya yang serupa, semuanya bersumber pada ketidaktahuan mereka mengenai fotografi.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub

Salah satu topik yang sering diangkat dalam komunitas korban paham Bumi datar adalah bintang Polaris. Klaimnya adalah posisi Polaris tidak pernah berubah, dan bintang lain terlihat mengelilingi Polaris. Hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Bumi tidak berbentuk bulat dan tidak berotasi. Jika Bumi bulat dan berotasi, maka seharusnya posisi Polaris akan bergeser.

Ternyata memang posisi Polaris bergeser, walaupun hal tersebut bukan fenomena yang dapat diamati dalam satu malam saja, atau bahkan selama kurun waktu kehidupan kita.

Lanjutkan membaca “Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub”

Penolakan Melalui ‘Argument from Incredulity’

‘Argument from Incredulity’ terjadi jika seseorang menolak sebuah fakta hanya karena yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Ini adalah sebuah sesat pemikiran (fallacy) yang banyak terjadi di kalangan penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Penolakan Melalui ‘Argument from Incredulity’”

Film Mockumentary “Dark Side of the Moon”

Salah satu ‘bukti’ bahwa pendaratan ke Bulan belum pernah dilakukan dan NASA selama ini membohongi kita semua adalah ‘film dokumenter’ yang banyak beredar di Internet. Film tersebut menampilkan narasumber seperti Donald Rumsfield, Henry Kissinger, Alexander Haig, Vernon Walters, Buzz Aldrin, dan istri mendiang Stanley Kubrick. Dalam film tersebut terlihat bahwa mereka semua mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan dipalsukan, dan semuanya dibuat oleh Stanley Kubrick di studio.

Tapi ternyata itu semua hanyalah cuplikan dari sebuah mockumentary berjudul ‘Dark Side of the Moon’. Mockumentary adalah film yang membahas sesuatu yang fiktif, namun disajikan seperti film dokumenter.

Lanjutkan membaca “Film Mockumentary “Dark Side of the Moon””

Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar

Model Bumi datar bisa bertahan di benak penganutnya bukanlah karena terbukti kebenarannya; melainkan karena semua kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan ditambal dengan cara menciptakan asumsi. Dan pada gilirannya, jika ada kejanggalan pada asumsi yang dibuat tadi, akan ditambal pula dengan asumsi yang lain. Dan seterusnya…

Asumsi-asumsi yang dianggap benar dan digunakan demi menyelamatkan sebuah teori dari kehancuran tersebut dinamakan ad-hoc hypothesis.

Lanjutkan membaca “Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar”

Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru

Salah satu kesimpulan umum yang diambil oleh penganut Bumi datar setelah melakukan hal yang mereka sebut sebagai ‘analisis’ terhadap foto dari permukaan Bulan:

“Pada foto dari permukaan Bulan, langit terlihat gelap, padahal katanya sedang siang hari. Pasti ada apa-apanya!”

Penjelasan singkat: Bumi memiliki atmosfer, sedangkan Bulan tidak.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru”

Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub

Menurut beberapa korban paham Bumi datar, tidak ada penjelajah yang berhasil mengelilingi Bumi melalui kedua kutub. Yang ada hanyalah penjelajah yang mengelilingi Bumi sejajar dengan garis khatulistiwa, seperti James Cook atau Ferdinand Magellan. Karena jika ada, maka runtuhlah teori Bumi datar dalam seketika.

Ternyata hal tersebut tidak benar. Ada beberapa penjelajah yang sudah pernah melakukan hal tersebut. Dari sekilas pencarian di Internet, kami dapat menemukan paling tidak ada tujuh penjelajah yang telah atau sedang melakukannya.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub”

Sumber Energi Satelit

“Bagaimana mungkin sebuah satelit bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengisi bahan bakarnya?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang dilontarkan secara retoris oleh oknum-oknum pembuat teori konspirasi Bumi datar. Tujuannya adalah untuk menanamkan bibit denialisme pada benak pendengarnya, dengan jalan memancing emosi. Asumsinya, pendengar tak akan pernah mendapatkan jawaban yang logis atas pertanyaan tersebut.

Tapi, tentu saja ada jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca “Sumber Energi Satelit”

Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen

Sebuah video dari NASA mengenai wahana antariksa Orion dipermasalahkan. Video tersebut berisi bahasan misi test pertama dari Orion yang dinarasikan oleh ilmuwan NASA, Kelly Smith.

Oleh oknum-oknum penggiat paham Bumi datar, dari video tersebut disimpulkan bahwa NASA belum pernah ke Bulan. Video tersebut berkali-kali disunting dan diberi narasi yang tendensius untuk menggiring opini penontonnya. Tak terhitung lagi banyaknya video-video tendensius tersebut di YouTube.

Untuk itu mari kita lakukan analisis secara objektif dengan menggunakan pikiran yang jernih.

Lanjutkan membaca “Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen”

Gaya Gravitasi Pada Pusat Gravitasi

Apa yang terjadi pada benda yang berada di pusat gravitasi Bumi? Melihat rumus gravitasi, apabila r = 0, maka F menjadi tak terhingga.

F = G \frac{m_1 m_2}{r^2}

Beberapa pihak menyimpulkan karena ‘masalah’ ini, maka hukum gravitasi itu salah. Betulkah demikian? Seperti biasa, ada penjelasan yang lebih masuk akal apabila kita mau meluangkan waktu untuk mencari jawabannya.

Lanjutkan membaca “Gaya Gravitasi Pada Pusat Gravitasi”

Proyeksi Psikologis

Mengapa orang mempercayai teori konspirasi? Menurut penelitian, salah satu faktornya adalah hal yang dinamakan ‘proyeksi psikologis’.

‘Proyeksi psikologis’ adalah sifat psikologis manusia dimana kita cenderung mengalamatkan kekurangan diri kita sendiri kepada orang lain. Jika kita memiliki sebuah kekurangan, beberapa dari kita cenderung melihat kekurangan tersebut pada diri orang lain.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Ketajaman Foto Bumi

Jika permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1674 km/jam di khatulistiwa, bagaimana mungkin mengambil foto Bumi yang tidak blur? Selama ini foto Bumi yang ada tidak terlihat adanya gerakan (motion blur). Mengambil foto objek yang sedang bergerak sedikit saja bisa blur, apalagi Bumi yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi!

Untuk itu mari kita hitung berapa shutter speed yang dibutuhkan untuk membuat foto Bumi tajam dan tidak blur.

Lanjutkan membaca “Ketajaman Foto Bumi”

Korelasi Kadar Garam dan Pasang

Kaum Bumi datar kerap kali menciptakan ad-hoc hypothesis untuk menutupi kelemahan teori mereka. Salah satunya adalah korelasi antara kadar garam dan pasang.

Berawal dari penolakan mereka mengenai hukum gravitasi, maka diciptakanlah ad-hoc hypothesis kadar garam untuk menjelaskan fenomena pasang air laut: air laut pasang karena memiliki kadar garam yang tinggi. Hal ini cocok dengan pengamatan bahwa hanya air laut mengalami pasang tetapi air danau tidak mengalaminya.

Namun betulkah demikian?

Lanjutkan membaca “Korelasi Kadar Garam dan Pasang”