Cacat Logika Mengacu ke Minoritas

Mengacu ke minoritas merupakan cacat logika yang terjadi jika suatu hal dianggap benar hanya karena berlawanan dengan pendapat umum.

Mengacu ke minoritas sering terjadi dalam komunitas Bumi datar. Mereka merasa benar karena “berani” melawan mayoritas, dan keliru mengklaim orang lain menerima pendapat umum sebagai dogma, seakan itu adalah agama, tanpa sifat kritis, dan lalu meremehkan mereka dengan julukan “domba” atau “sheeple.” Faktanya, argumen ilmiah seperti Bumi itu bulat berdiri sendiri, tak tergantung dari siapa yang mempercayainya, dan berapa jumlahnya.

Lanjutkan membaca “Cacat Logika Mengacu ke Minoritas”

Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi

Karena fenomena inersia / kelembaman, kita tak dapat pergi ke lokasi lain dengan cara melayang di dalam helikopter, dan menunggu Bumi berotasi di bawah kita sampai kita tiba di tujuan.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa kita tak dapat melakukan hal tersebut adalah bukti Bumi tidak bergerak. Faktanya, helikopter sebenarnya sudah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi, saat masih berada di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi”

Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang

Featured Video Play Icon

Bagian Bulan yang diterangi Matahari jauh lebih terang daripada bintang. Tetapi kamera tak dapat menangkap objek yang terlalu terang dan yang terlalu redup sekaligus. Kita dapat menambah eksposur untuk memperlihatkan bintang, tetapi lalu Bulan akan menjadi terlalu terang.

Kaum Bumi datar mengklaim tak adanya bintang pada foto yang diambil dari luar angkasa adalah “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, penyebabnya sama dengan bahwa bintang juga tak terlihat pada foto Bulan yang diambil dengan eksposur yang sesuai.

Lanjutkan membaca “Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang”

Efek Allais

Efek Allais adalah dugaan adanya anomali pada bandul atau gravimeter yang konon dapat diamati saat peristiwa gerhana Matahari. Efek tersebut gagal dibuktikan secara konsisten dan kemungkinan besar terjadi karena kesalahan eksperimen.

Kaum Bumi Datar menggunakan efek Allais untuk menolak hasil dari bandul Foucault. Faktanya, efek Allais belumlah terbukti. Seandainya pun terbukti, maka hanya terjadi saat gerhana dan tak dapat membantah fakta bahwa gerak presesi pendulum merupakan akibat dari rotasi Bumi. Selain itu pun masih ada sangat banyak bukti lain bahwa Bumi bergerak.

Lanjutkan membaca “Efek Allais”

Densitas Udara vs Percepatan Benda Jatuh

Pada ketinggian rendah, kerapatan udara lebih tinggi, dan percepatan benda jatuh lebih besar. Sebaliknya, pada ketinggian tinggi, kerapatan udara lebih rendah, dan percepatan benda jatuh lebih kecil.

Kaum Bumi datar menolak gravitasi, lalu menciptakan “penjelasan” bahwa benda jatuh adalah karena massa jenisnya lebih besar daripada udara. Tetapi jika hal tersebut benar, maka benda seharusnya jatuh lebih cepat di ketinggian tinggi yang memiliki kerapatan udara lebih rendah, dan jatuh lebih lambat di ketinggian rendah yang kerapatan udaranya lebih tinggi. Karena yang terjadi adalah sebaliknya, hal tersebut membuktikan bahwa klaim kaum Bumi datar tersebut keliru.

Lanjutkan membaca “Densitas Udara vs Percepatan Benda Jatuh”

Sikap Implisit

Sikap implisit adalah pengaruh tanpa sadar seperti pengetahuan, persepsi, atau ingatan yang mempengaruhi sikap seseorang, walaupun mereka tak menyadari adanya pengaruh tersebut.

Ada banyak kaum Bumi datar —terutama yang baru terjerumus— yang tak menyadari bahwa dengan percaya Bumi datar, mereka sudah menuduh banyak orang lain berbuat jahat, dan keliru mengira bahwa Bumi datar hanyalah kepercayaan yang tak merugikan. Mereka dapat menyadari hal tersebut jika kita katakan kepada mereka bahwa tak mungkin seseorang percaya Bumi datar tanpa menuduh banyak orang di sekitar kita berbohong, seperti ilmuwan, pilot, atau ahli survey. Tetapi akan tetap sulit bagi mereka untuk dapat lepas dari pengaruh buruk tersebut.

Lanjutkan membaca “Sikap Implisit”

Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar mencontek bentuk dari peta azimuthal equidistant yang terpusat di Kutub Utara dan mengklaimnya sebagai “peta Bumi datar.” Peta azimuthal equidistant yang sesungguhnya bukanlah “peta Bumi datar,” dan tak harus berpusat di Kutub Utara.

Pada peta azimuthal equidistant, semua titik pada peta memiliki jarak yang proporsional dari titik pusat, tetapi hanya dari titik pusat. Jarak antara dua titik lainnya mengalami distorsi.

Lanjutkan membaca “Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant”

Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi

Dengan pengamatan yang teliti, kita dapat melihat lengkungan Bumi dari pesawat. Untuk “menjelaskan” hal tersebut, kaum Bumi datar menciptakan alasan bahwa itu adalah distorsi dari bentuk jendela pesawat.

Faktanya, semua lensa kamera juga melengkung, tapi sebagian besar menghasilkan gambar yang normal / rektilinear. Hanya karena jendela pesawat melengkung bukan berarti melihat melalui jendela pesawat akan menghasilkan horizon yang melengkung.

Lanjutkan membaca “Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Jurus Hanya Bertanya

Jurus hanya bertanya adalah usaha menggiring opini pihak lain dengan menyampaikan pernyataan sebagai pertanyaan.

Hanya bertanya adalah jurus umum kaum Bumi datar. Pertanyaan mereka ajukan bukan karena ingin tahu, tetapi untuk menyamarkan klaim dalam bentuk pertanyaan. Mereka tak ingin jawabannya dan yakin tak akan ada yang bisa menjawab. Namun jika ada yang bisa menjawab, mereka tak akan menyukainya.

Lanjutkan membaca “Jurus Hanya Bertanya”

Foto Bulan Purnama Saat Matahari Terbenam

Bulan purnama hanya bisa terjadi jika Matahari berada di posisi berlawanan di langit dan tak pernah terlihat dekat dengan Matahari. Terdapat foto-foto di Internet yang menampilkan Bulan purnama di sebelah Matahari. Foto-foto tersebut palsu, dan fenomena tersebut mustahil terjadi.

Kaum Bumi datar menemukan foto-foto di Internet yang memperlihatkan Bulan purnama di sebelah Matahari, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” sinar Bulan bukan pantulan cahaya Matahari. Faktanya, mereka hanya tak menyadari bahwa foto-foto tersebut palsu.

Lanjutkan membaca “Foto Bulan Purnama Saat Matahari Terbenam”

Kilauan / Glare

Featured Video Play Icon

Kilauan (glare) dapat terlihat di sekeliling sumber cahaya, dan menyebabkan sumber cahaya terlihat seakan lebih besar di foto.  Semakin besar eksposur kamera, maka semakin besar kilauan yang terlihat di foto.

Banyak misinformasi Bumi datar bersumber dari ketidaktahuan mengenai fotografi, seperti soal kilauan dan bagaimana menghilangkan kilauan dengan mengubah eksposur atau menggunakan solar filter. Menggunakan eksposur normal seperti yang digunakan untuk pemandangan sehari-hari untuk mengambil foto Matahari akan menghasilkan kilauan di sekeliling Matahari. Untuk memperlihatkan ukuran Matahari yang sesungguhnya, eksposur harus dikurangi, melalui setting kamera, atau dengan menggunakan solar filter.

Lanjutkan membaca “Kilauan / Glare”

Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah sebuah sistem koordinat dan titik acuan sistem koordinat tersebut diletakkan. Kecepatan atau laju adalah relatif terhadap sebuah kerangka acuan. Dua buah kecepatan bisa saja relatif terhadap dua buah kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan secara langsung.

Kaum Bumi datar sering membandingkan dua buah besaran kecepatan seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam dan permukaan Bumi dekat khatulistiwa yang bergerak 1674 km/jam. Mereka akan menyimpulkan pesawat seharusnya tak dapat mengejar permukaan Bumi dan tak akan dapat mendarat jika Bumi berotasi. Mereka salah. Kedua kecepatan tersebut relatif terhadap kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan langsung.

Lanjutkan membaca “Kerangka Acuan”

Batu Bulan Palsu Yang Ternyata Adalah Kayu Fosil

Misi Apollo membawa pulang batu Bulan ke Bumi. Beberapa batu yang dibawa pulang oleh misi Apollo 11 dan Apollo 17 diberikan oleh Presiden Nixon sebagai pemberian kepada 135 negara. Di Belanda, kedua pemberian tersebut masih utuh di sebuah museum. Tapi ada pemberian lain yang tak berhubungan, yang berbentuk kayu fosil namun pernah disangka batu Bulan selama beberapa tahun.

Kasus tersebut digunakan oleh kaum Bumi datar untuk mendiskreditkan misi Apollo. Yang terjadi sebenarnya adalah insiden tersebut tak ada hubungannya dengan kedua batu Bulan yang merupakan pemberian resmi Amerika Serikat ke Belanda, yang dapat dilihat di museum Boerhaave, Leiden.

Lanjutkan membaca “Batu Bulan Palsu Yang Ternyata Adalah Kayu Fosil”

Georgia Guidestones

Featured Video Play Icon

Georgia Guidestones adalah monumen batu granit di Georgia, Amerika Serikat. Salah satu batunya diberi lubang yang mengarah ke kutub astronomi utara. Akibatnya, dengan melihat melalui lubang tersebut, bintang Polaris terlihat di malam hari.

Polaris terlihat melalui lubang di Georgia Guidestones tersebut setiap malam. Hal ini digunakan kaum Bumi datar sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya, akibat presesi sumbu rotasi Bumi, dalam beberapa ratus tahun, Polaris akan bergeser cukup jauh dari kutub astronomi utara, dan tidak akan lagi terlihat melalui lubang tersebut.

Lanjutkan membaca “Georgia Guidestones”

Keseimbangan Palsu / False Balance

Cacat logika keseimbangan palsu terjadi jika seorang jurnalis menyajikan pendapat yang berlawanan dengan perlakuan yang sama, walaupun pendapat tersebut tidak didukung bukti. Hal ini dapat menyebarkan misinformasi karena memberi kesan seakan-akan hal yang tak didukung bukti tersebut layak untuk dipertimbangkan.

Kaum Bumi datar mengeluh bahwa media massa tak memberi mereka perlakuan yang sama seperti yang diberikan kepada ilmuwan. Faktanya, menyajikan kedua pihak tersebut dengan perlakuan yang sama tidak menggambarkan situasi yang sebenarnya, dan hanya akan menyebarkan misinformasi.

Lanjutkan membaca “Keseimbangan Palsu / False Balance”

Demonstrasi Lampu Menyindari Dinding Gelap

Kaum Bumi datar gemar memperlihatkan foto lampu menyinari dinding sebagai “bukti” bagaimana malam bisa terjadi jika Bumi datar.

Pada foto tersebut, daerah yang lebih jauh daripada lampu terlihat gelap. Akibat hukum kuadrat terbalik, daerah yang lebih jauh dari sumber cahaya akan menerima lebih sedikit cahaya. Namun, daerah tersebut tetap menerima cahaya. Dari daerah yang gelap tersebut, lampu tetap akan terlihat. Hal ini bertentangan dengan apa yang terjadi di malam hari, dimana cahaya Matahari sama sekali tak ada, dan Matahari tidak terlihat.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Lampu Menyindari Dinding Gelap”

Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR

Featured Video Play Icon

DSCOVR adalah wahana antariksa yang berada di titik Lagrangian L1 di antara Bumi dan Matahari. Wahana ini membawa kamera EPIC yang terus menerus mengambil citra Bumi dalam 10 panjang gelombang, mulai dari 317 nm sampai 780 nm secara bergiliran.

Kaum Bumi datar keliru menggunakan warna di pinggiran citra Bulan sebagai bukti bahwa foto EPIC tersebut palsu. Faktanya, foto yang diambil EPIC adalah gabungan dari tiga foto berwarna hijau, merah, dan biru, yang diambil secara berurutan dalam rentang waktu satu menit. Dalam waktu satu menit tersebut, Bulan sudah sedikit bergeser, akibatnya citra Bulan tidak lagi selaras pada ketiga foto tersebut. Hal ini yang menyebabkan ketidaksempurnaan setelah ketiga komponen warna digabungkan ke dalam satu foto.

Lanjutkan membaca “Transit Bulan Yang Diambil Kamera EPIC di Satelit DSCOVR”

Hipotesis yang Dibuat-Buat / Far-Fetched Hypothesis

Hipotesis yang dibuat-buat (far-fetched hypothesis) adalah cacat logika yang terjadi jika hipotesis yang terlalu jauh (dibuat-buat) diambil sebagai kesimpulan tanpa memperhatikan alternatif lain yang lebih memungkinkan.

Setiap kali kaum Bumi datar menemukan fenomena alam yang mereka rasa “aneh,” biasanya mereka akan bertindak seakan mereka orang pertama yang mengetahuinya, dan mencari-cari jalan agar dapat dijadikan “bukti” Bumi datar. Faktanya, jauh lebih memungkinkan orang lain sudah tahu, beserta alasan ilmiahnya. Dan fenomena tersebut terasa “aneh” bagi mereka hanya karena kaum Bumi datar tersebut kurang wawasan.

Lanjutkan membaca “Hipotesis yang Dibuat-Buat / Far-Fetched Hypothesis”

Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa

Featured Video Play Icon

Akibat efek perspektif, pengamat di luar angkasa akan dapat melihat lebih banyak permukaan Bumi dari jarak yang lebih jauh.

Kaum Bumi datar melihat adanya perbedaan ukuran benua yang terlihat pada citra Bumi yang berbeda, dan mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, hal tersebut hanyalah efek perspektif akibat Bumi dilihat dari jarak yang berbeda.

Untuk demonstrasi sederhana, kita dapat mengambil foto globe dari jarak yang berbeda, dan mengatur zoom-nya agar globe terlihat memenuhi foto. Kita dapat melihat bahwa bagian globe yang terlihat di foto akan berbeda saat globe difoto dari jarak dekat dan dari jarak jauh.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa”