Almagest dari Ptolemy dan Presesi Sumbu Rotasi Bumi

Akibat presesi sumbu rotasi Bumi, posisi kutub astronomi bergeser sedikit demi sedikit dalam siklus sekitar 26000 tahun. Saat ini, Polaris berada sangat dekat dengan kutub astronomi utara. Namun, 19 abad yang lalu, Kochab berada lebih dekat ke sumbu astronomi utara daripada Polaris.

Kaum Bumi datar mengklaim bintang-bintang selalu berada di posisi yang sama, dan mereka menganggapnya sebagai ‘bukti’ Bumi diam. Peta bintang jaman dahulu seperti Almagest terbitan abad ke-2 membuktikan mereka salah. Bintang-bintang saat ini tidak berada di posisi yang sama seperti 19 abad yang lalu.

Lanjutkan membaca “Almagest dari Ptolemy dan Presesi Sumbu Rotasi Bumi”

Foto-Foto Bumi dari Astronot Hazza Al-Mansouri

Featured Video Play Icon

Astronot Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri mengambil foto-foto permukaan Bumi seperti Sungai Nil dan Teluk Persia saat beliau berada di ISS. Kaum Bumi datar mengklaim foto tersebut palsu karena objeknya seperti Teluk Persia terlihat sangat besar relatif terhadap ukuran Bumi. Hal tersebut hanya karena mereka tak memahami bahwa ISS berada hanya 400 km di atas permukaan Bumi, dan hanya sedikit bagian Bumi yang terlihat dari ISS.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Bumi dari Astronot Hazza Al-Mansouri”

French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat

Ada sebuah video yang viral menyebutkan bahwa satelit BRIsat diluncurkan dari Amerika Selatan, dan satelit Telkom 3S diluncurkan dari Perancis. Masalahnya adalah banyak kemiripan pada video peluncuran kedua satelit tersebut. Video tersebut kemudian menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah hal yang mencurigakan.

Faktanya satelit BRIsat dan Telkom3S diluncurkan dari tempat yang sama persis, yaitu dari Guiana Space Center di French Guiana. Tidak salah apabila dikatakan diluncurkan dari Amerika Selatan, karena French Guiana memang berada di Amerika Selatan. Dan tidak salah pula apabila dikatakan diluncurkan dari Perancis, karena French Guiana memang bagian dari negara Perancis.

Lanjutkan membaca “French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat”

“Penjelasan” Menyesatkan Kaum Bumi Datar Terhadap Foto-Foto Jalur Transmisi Listrik Danau Pontchartrain

Featured Video Play Icon

Foto-Foto dan video jalur transmisi listrik Danau Pontchartrain dengan mudah mendemonstrasikan lengkungan Bumi. Dalam keputusasaannya, sekelompok kaum Bumi datar mencoba melakukan “analisis”, tetapi gagal menemukan jalur transmisi listrik yang benar. Mereka keliru melakukan “analisis” terhadap jalur transmisi lainnya di danau yang sama, tetapi bukan yang digunakan sebagai demonstrasi lengkungan Bumi.

“Analisis” keliru tersebut beredar di kalangan korban-korban Bumi datar sebagai hoax, seakan-akan dapat menjelaskan terlihatnya lengkungan pada foto-foto jalur yang benar.

Lanjutkan membaca ““Penjelasan” Menyesatkan Kaum Bumi Datar Terhadap Foto-Foto Jalur Transmisi Listrik Danau Pontchartrain”

Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions

Bias kognitif melompat ke kesimpulan (Bahasa Inggris: jumping to conclusions) terjadi jika seseorang gagal membedakan mana hasil observasi dan mana yang direka dari observasi tersebut (inference). Atau dengan kata lain, “jika seseorang gagal membedakan yang diamati dan yang disimpulkan darinya.”

Banyak “fakta” Bumi datar yang bersumber dari jumping to conclusions. Mereka menarik kesimpulan tanpa fakta yang lengkap demi mencapai kesimpulan yang tak berdasar.

Lanjutkan membaca “Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions”

Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota

Featured Video Play Icon

Jakarta dan Bogota, Kolombia adalah pasangan kota yang hampir antipode. Keduanya terletak saling berseberangan di permukaan Bumi bulat. Karena itu, kita dapat naik pesawat dari Jakarta ke arah mana pun, dan tiba di Bogota setelah menempuh jarak yang sama, apapun arah yang kita pilih saat meninggalkan Jakarta.

Penerbangan apapun antara pasangan antipode memiliki lama perjalanan yang mirip, walaupun penerbangan-penerbangan tersebut memiliki arah yang berbeda. Fakta tersebut hanya konsisten dengan Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota”

Bill Nye dan Pernyataan “Sistem Tertutup”-nya

Dalam sebuah tanya jawab, Bill Nye menyampaikan pendapatnya mengapa kita tak dapat membuang sampah ke luar angkasa. Kaum Bumi datar mengutip beliau secara sembarangan, dan menggunakannya untuk “membuktikan” kita tidak dapat pergi ke luar angkasa.

Yang dikatakan oleh Bill:

“Why we don’t throw trash into space? Because it’s too expensive. Lifting a ton of material into space takes an extraordinary amount of rocket fuel. And, by the way, when people want to send this much plutonium-238 which is not even the weapon’s plutonium, a baseball size, a grapefruit size, people freak out because the rockets sometimes blow up.”

“Now, one thing I really want your generation to embrace is that the Earth is a closed system. We cannot leave the Earth. There’s no place to go. There’s no place to throw your trash. And I wouldn’t be surprised if maybe not you but your kids develop ways to mine our landfills.”

Oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab mengambil cuplikan “Earth is a closed system. We cannot leave the Earth. There’s no place to go,” dan menyebarkannya seakan Bill mengatakan kita tak dapat ke luar angkasa. Dari video lengkapnya, jelas bahwa bukan itu yang dimaksud oleh Bill.

Bill Nye meragukan kolonisasi luar angkasa dan berpendapat bahwa manusia bermukim di luar Bumi tidak realistis. Tetapi bukan berarti dia pikir manusia tak dapat ke luar angkasa. Di kesempatan lain, Bill katakan manusia perlu ke Mars untuk penelitian.

Lanjutkan membaca “Bill Nye dan Pernyataan “Sistem Tertutup”-nya”

Rute Penerbangan Perth–Johannesburg

Ada kaum Bumi datar yang menjadikan rute penerbangan Johannesburg–Perth dengan transit di Dubai sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka keliru mengklaim bahwa di ‘peta Bumi datar’, posisi Dubai berada di antara Johannesburg dan Perth, sehingga wajar jika dijadikan tempat transit; sedangkan di sisi lain, di model Bumi bulat, posisi Dubai jauh dari rute tersebut.

Faktanya ternyata ada penerbangan langsung Johannesburg–Perth, yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Jika penerbangan transit di Dubai, waktu tempuh menjadi lebih dari dua kali lebih lama karena Dubai jauh dari rute langsungnya. Bahkan rute Dubai–Perh lebih lama daripada rute langsung Johannesburg–Perh. Fakta ini hanya konsisten pada Bumi bulat dan tak mungkin dijelaskan pada Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Perth–Johannesburg”

Bintang Biduk atau Big Dipper

Featured Video Play Icon

Bintang Biduk atau Big Dipper adalah asterisme yang terang di langit utara. Bintang Biduk selalu terlihat dari utara 41°LU dan selalu tidak terlihat dari selatan 41°LS. Kaum Bumi datar melihat Bintang Biduk selalu terlihat dari lokasi mereka dan menggunakannya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Faktanya, Bintang Biduk tak selalu terlihat di derajat lintang yang lain, dan membuktikan Bumi berbentuk Bulat.

Lanjutkan membaca “Bintang Biduk atau Big Dipper”

Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi

Saat membuat model matematis, hal-hal mendetail yang sangat kecil pengaruhnya dapat diabaikan untuk menyederhanakan perhitungan. Dalam banyak kasus dinamika terbang, sah-sah saja menggunakan asumsi Bumi datar dan tak berotasi, walaupun faktanya Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim telah menguak ‘dokumen rahasia’ NASA yang mengatakan Bumi datar & tak berotasi. Mereka salah. Faktanya dokumen tersebut hanyalah penurunan masalah dinamika terbang dengan asumsi Bumi datar & tak berotasi, yang merupakan asumsi umum pada pemodelan pesawat. Bukan berarti Bumi itu datar dan tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi”

Proporsi

Matahari berdiameter 1.391.016 km dan berjarak 146.600.000 km dari kita. Fakta-fakta tersebut konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Kaum Bumi datar memiliki angka-angka yang berbeda mengenai jarak dan ukuran Matahari. Dengan melakukan pengamatan yang teliti, angka-angka tersebut tidak konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Proporsi”

Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO

Featured Video Play Icon

Ada beberapa video timelapse yang diambil dari penerbangan rute New York–Moskow, yang mengarah ke utara melalui jendela pesawat di sisi kiri. Terlihat langit tidak pernah terlihat gelap total dan Matahari terlihat selama sebagian besar penerbangan tersebut.

Kaum Bumi datar keliru saat mereka menyimpulkan bahwa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi jika Bumi bulat, dan menganggapnya sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, kejadian di video tersebut dapat mudah dijelaskan dan sepenuhnya konsisten dengan Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO”

Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Kenampakan Matahari terbenam dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Inversi termal menyebabkan cahaya matahari dipengaruhi refraksi yang tidak teratur dan mendistorsi bentuk dari Matahari terbenam yang tampak oleh pengamat.

Kaum Bumi datar mengamati bentuk tertentu dari Matahari saat terbenam dan menunjukkannya sebagai “bukti” Matahari menjauh di model Bumi datar. Mereka salah. Variasi kenampakan Matahari tersebut hanyalah efek dari refraksi atmosfer.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam”

Menggunakan Garis Pandangan Untuk Menentukan Objek Datar atau Lurus

Cahaya memiliki sifat merambat lurus, setidaknya dalam jarak dekat. Kita sering memanfaatkan sifat cahaya tersebut untuk mengetahui apakah sebuah objek lurus atau datar melalui pengamatan visual.

Kaum Bumi datar sering memulai dari asumsi keliru bahwa sebuah objek datar, lalu menciptakan “penjelasan” bagaimana penglihatan kita bekerja. Mereka salah. Observasi visual kita gunakan untuk menentukan apakah sebuah objek datar, bukan sebaliknya: sifat penglihatan kita ditentukan dari kenampakan objek tersebut.

Lanjutkan membaca “Menggunakan Garis Pandangan Untuk Menentukan Objek Datar atau Lurus”

Sesat Pikir “Canceling Hypothesis”

Sesat pikir atau fallacy canceling hypothesis terjadi saat seseorang mempertahankan sebuah hipotesis dengan mengajukan hipotesis kedua dengan tujuan menjelaskan mengapa hipotesis pertama gagal terbukti. Hasilnya, adanya hipotesis kedua melemahkan kekuatan prediksi atau kemampuan untuk menjelaskan dari hipotesis pertama.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan hal-hal yang mereka anggap sebagai “bukti” Bumi datar. Saat hipotesis yang mereka ajukan tersebut terbukti salah, mereka lalu akan menciptakan hipotesis kedua demi membela hipotesis awal dari bukti-bukti yang membantahnya, tanpa merasa perlu untuk membuktikan hipotesis kedua tersebut.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir “Canceling Hypothesis””

Mercusuar dan “Loom of the Light”

Mercusuar dilengkapi dengan lampu sorot yang terang. Saat gelap malam, walaupun seluruh bangunan mercusuar tertutup lengkungan Bumi, fenomena loom of the light menyebabkan cahayanya tetap dapat terlihat. Hal ini mirip dengan bagaimana kita dapat melihat rambatan dari sinar laser hijau walaupun tak dapat melihat pemancar lasernya itu sendiri.

Kaum Bumi gemar menunjukkan kasus terlihatnya cahaya mercusuar walau seharusnya seluruh bangunan mercusuar sudah tertutup lengkungan Bumi. Mereka mengklaim hal tersebut ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Karena fenomena loom of the light, kita dapat melihat cahaya yang dipancarkan mercusuar walaupun bangunan mercusuarnya sendiri tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Mercusuar dan “Loom of the Light””

Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi

Jika sebuah kapal yang jaraknya sangat jauh tidak dapat kita lihat, maka hal tersebut terjadi karena salah satu dari alasan berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi sudut yang cukup untuk dapat melihat kapal tersebut.
  • Kondisi atmosfer tidak mendukung, dan membatasi jarak pandang (visibilitas).
  • Kapal tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar sering memperlihatkan kapal yang terlihat di kejauhan, namun setelah di-zoom menjadi terlihat. Mereka menganggap ini sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab kapal di kejauhan tak terlihat.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi”

Nikon P900 & P1000: Melakukan Fokus dan Eksposur dengan Benar

Featured Video Play Icon

Nikon P900 & P1000 adalah kamera dengan zoom yang panjang, tetapi seperti banyak kamera lainnya, juga memiliki kesulitan dalam melakukan fokus dan metering secara otomatis untuk kasus objek yang kecil tetapi terang, dengan latar belakang yang gelap. Karena itu membutuhkan mode manual dan trik-trik khusus jika kita ingin mengambil gambar bintang atau planet dengan benar.

Kaum Bumi datar gemar mengarahkan Nikon P900/P1000 ke bintang & planet, lalu mengambil gambar yang tidak terfokus, dan mempercayai hasilnya adalah “foto bintang dan planet yang asli.” Faktanya, hal tersebut hanyalah hasil dari kegagalan mereka dalam mengoperasikan kamera.

Lanjutkan membaca “Nikon P900 & P1000: Melakukan Fokus dan Eksposur dengan Benar”

Sudut Ketinggian Polaris Dilihat dari Lokasi yang Berbeda di Bumi

Sudut ketinggian bintang Polaris yang terlihat seorang pengamat praktis sama dengan derajat lintang pengamat tersebut. Fenomena ini berlaku dimana pun di Bumi jika Polaris dapat terlihat.

Jika kita menarik garis berdasarkan sudut ketinggian Polaris pada posisi-posisi lintang yang berbeda di model Bumi datar, garis tersebut tidak akan mengarah ke Polaris secara konsisten. Hal ini disebabkan Bumi itu bulat, dan model Bumi datar tak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Sudut Ketinggian Polaris Dilihat dari Lokasi yang Berbeda di Bumi”

Arti Istilah ‘Flat’ dan ‘Level’

Istilah ‘flat’ dan ‘level’ dalam percakapan sehari-hari dapat memiliki arti yang sama, tetapi dalam lingkup sains dan teknis, keduanya berbeda. ‘Flat’ adalah sifat permukaan yang sebidang. Sedangkan ‘level’ artinya sama tinggi, tegak lurus arah gravitasi Bumi atau sejajar dengan permukaan Bumi. Dalam Bahasa Indonesia, ‘flat’ lebih tepat diartikan ‘sebidang’. Sedangkan ‘level’ lebih tepat diartikan ‘rata’, ‘sejajar dengan permukaan Bumi’ atau ‘sama tinggi’.

Kaum Bumi datar gemar menggunakan arti tertentu dari kata ‘flat’ dan ‘level’ seakan-akan keduanya pasti memiliki arti yang sama, demi mendukung posisi mereka. Padahal dalam sains yang dimaksud dengan ‘level’ tidak sama dengan ‘flat’. Bersikeras kedua kata tersebut selalu memiliki arti yang sama adalah sesat pikir appeal to definition.

Lanjutkan membaca “Arti Istilah ‘Flat’ dan ‘Level’”