Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa

Featured Video Play Icon

Akibat efek perspektif, pengamat di luar angkasa akan dapat melihat lebih banyak permukaan Bumi dari jarak yang lebih jauh.

Kaum Bumi datar melihat adanya perbedaan ukuran benua yang terlihat pada citra Bumi yang berbeda, dan mereka jadikan hal tersebut sebagai “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, hal tersebut hanyalah efek perspektif akibat Bumi dilihat dari jarak yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Perspektif Bumi Akibat Jarak Pengamat di Luar Angkasa”

Lima Foto Neil Armstrong di Bulan

Neil Armstrong adalah fotografer utama pada misi Apollo 11, dan beliau tak dapat terlihat dalam foto yang diambilnya. Dari 1266 foto dari misi Apollo 11, hanya ada lima foto berkualitas baik yang memperlihatkan Neil saat Apollo 11 berada di permukaan Bulan.

Ada meme yang bercanda membandingkan jumlah foto Neil di Bulan yang cuma lima dengan jumlah selfie yang diambil wanita di dalam toilet. Kaum Bumi datar menganggapnya serius, dan hal ini menjadi hoaks bahwa hanya ada lima foto dari seluruh misi Apollo 11.

Lanjutkan membaca “Lima Foto Neil Armstrong di Bulan”

Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation

Sesat pikir masalah yang lebih besar (appeal to worse problems / relative privation) terjadi saat seseorang berpendapat bahwa tidak ada gunanya mengatasi suatu masalah tertentu dengan menunjukkan bahwa ada masalah lain yang lebih besar.

Riset antariksa sering menjadi sasaran sesat pikir masalah yang lebih besar. Dan kaum Bumi datar menggunakan trik ini untuk mendiskreditkan riset antariksa dan untuk menghasut pihak lain. Faktanya, kita dapat mengatasi lebih dari satu masalah secara bersamaan, dan mengatasi sebuah masalah bukan berarti tidak peduli pada masalah yang lain.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Masalah yang Lebih Besar / Appeal to Worse Problems / Relative Privation”

Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa

Featured Video Play Icon

Mesin roket menghasilkan gaya dorong dengan cara melepaskan massa ke arah belakang dengan kecepatan tinggi sesuai dengan hukum ketiga Newton, sama seperti menyalakan alat pemadam api akan membuat kita terdorong ke arah belakang.

Kaum Bumi datar mengklaim mesin roket tak dapat bekerja karena luar angkasa vakum, dan tak ada udara untuk mendorong. Faktanya, kita tetap dapat menghasilkan gaya dorong dalam vakum dengan cara melepaskan massa —yang kita sebut dengan propelan— dengan kecepatan tinggi ke arah berlawanan dengan arah yang kita inginkan.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa”

Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi

Featured Video Play Icon

Sumbu rotasi Bumi miring relatif terhadap bidang orbit Bumi. Akibatnya, kemiringan tersebut hanya mempengaruhi posisi objek di tata surya, seperti Matahari, Bulan dan planet-planet; tetapi tidak mempengaruhi posisi bintang di langit. Kedua sumbu rotasi Bumi tetap mengarah ke lokasi yang sama di langit.

Kaum Bumi datar gagal memahami mengapa bintang tidak dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi dan mereka gunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, sumbu rotasi Bumi praktis konstan dalam waktu singkat, dan tidak berubah dalam satu tahun. Namun arah sumbu rotasi Bumi tersebut tidak tegak lurus terhadap bidang orbit Bumi. Akibatnya, hanya objek di tata surya yang terpengaruh oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi”

Percepatan Gravitasi Dalam Rumus Archimedes

Prinsip Archimedes mengatakan: “gaya apung yang berlaku pada benda yang terendam fluida sama dengan berat fluida yang terpindahkan.” Saat ini biasanya kita menggunakan rumus B = -ρgV untuk menghitung gaya apung, dengan ρ adalah kerapatan fluida, g adalah percepatan gravitasi, dan V adalah volume fluida yang terpindahkan.

Archimedes menemukan gaya apung jauh sebelum Newton menemukan gravitasi, dan kaum Bumi datar mempermasalahkan adanya g di dalam rumus gaya apung. Faktanya, gaya apung tergantung pada berat fluida, sementara itu perbedaan berat dan massa baru diketahui setelah Newton. Prinsip Archimedes tetap berlaku, hanya saja sekarang kita mengetahui lebih banyak mengenai berat. Lanjutkan membaca “Percepatan Gravitasi Dalam Rumus Archimedes”

Siklus Saros dan Deret Saros

Featured Video Play Icon

Saros adalah siklus 18 tahun, 11 hari dan 8 jam antara beberapa gerhana. Gerhana bersiklus sama dikelompokkan ke dalam sebuah deret Saros yang diberi nomor untuk mengidentifikasikannya.

Kaum Bumi datar mengklaim penggunaan istilah Saros yang berasal dari peradaban Babilonia merupakan “bukti” bahwa gerhana diprediksi menggunakan teknologi kuno jaman Babilonia. Faktanya, siklus Saros saat ini digunakan untuk mengelompokkan gerhana yang mirip. Contohnya, gerhana 26 Desember 2019 adalah anggota ke-46 Saros Matahari 132 dari total 71 gerhana.

Istilah Saros pertama kali digunakan untuk keperluan gerhana oleh Edmond Halley pada tahun 1691. Bangsa Babilonia tak pernah menggunakan istilah Saros untuk urusan gerhana. Sedangkan sistem penomoran deret Saros dibuat oleh G. van den Bergh pada tahun 1955.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Geometri dari Fenomena Bulan Purnama

Banyak dari kita mengalami masalah kognisi spasial, dan kesulitan untuk membayangkan bagaimana misalnya Bulan purnama dapat terlihat sepanjang malam. Pemikirannya adalah Bulan purnama terjadi karena Matahari-Bumi-Bulan hampir lurus, maka Bulan purnama seharusnya hanya terlihat di tengah malam.

Kaum Bumi datar yang mengalami masalah tersebut mengambil langkah lebih jauh dan menganggap hal tersebut sebagai “bukti” bahwa kejadian Bulan purnama tak dapat dijelaskan pada Bumi bulat. Faktanya, fenomena Bulan purnama dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Geometri dari Fenomena Bulan Purnama”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan peristiwa langit dan tata letak benda langit tertentu, dan bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi jika Bumi bulat mengelilingi Matahari. Lalu mereka keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bumi datar dan diam.

Kita dapat tanyakan kepada mereka waktu kejadian dan lokasi pengamat, lalu menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, artinya sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan masalahnya hanya bersumber dari kegagalan kaum Bumi datar untuk memahami dan membuat model yang benar.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Saros adalah periode 6585⅓ hari antara dua gerhana. Satu Saros setelah gerhana, akan terjadi gerhana yang mirip. Gerhana yang memiliki siklus yang sama tersebut dikelompokkan ke dalam sebuah Deret Saros.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana hanya bisa diprediksi melalui Siklus Saros. Faktanya, ada banyak sifat dari gerhana yang tidak mungkin diprediksi hanya dari Siklus Sarosnya. Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

Foto-foto perkembangan gerhana Bulan diambil dengan eksposur kamera yang bertambah untuk mengimbangi kecerahan Bulan yang berkurang. Perbedaan eksposur mulai Bulan purnama sampai dengan gerhana total dapat mencapai 19EV, atau daya tangkap cahaya ditambah sebesar 500000×.

Foto-foto gerhana Bulan terlihat dengan kecerahan yang konstan dan kaum Bumi datar —yang sepertinya belum pernah menyaksikan sendiri gerhana Bulan— mengklaim hal tersebut adalah “bukti” gerhana Bulan bukanlah akibat bayangan Bumi. Faktanya, foto-foto tersebut dibuat memiliki kecerahan sama dengan mengubah eksposur pada kamera yang digunakan.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total

Bulan menjadi merah saat gerhana Bulan total karena atmosfer Bumi bersifat seperti lensa yang membelokkan sinar Matahari ke Bulan. Selain itu, atmosfer Bumi menghamburkan komponen warna biru dari sinar Matahari sehingga hanya komponen merah yang mencapai Bulan.

Bulan tidak sepenuhnya gelap selama gerhana Matahari total, dan kaum Bumi datar keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bulan tidak tertutup Bumi saat gerhana. Faktanya, hal tersebut terjadi karena fenomena optik yang melibatkan atmosfer Bumi.

Lanjutkan membaca “Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total”

Bertanya ke Pilot

Pilot maskapai penerbangan mendapatkan pendidikan bahwa Bumi itu bulat dalam sekolah penerbangan, dan pekerjaan mereka tergantung pada pengetahuan tersebut. Mereka memiliki banyak kesempatan untuk mengamati lengkungan Bumi, baik secara visual atau melalui instrumen terbang. Pilot-pilot juga menyadari bahwa saat ini banyak yang percaya hoax Bumi datar, dan sebagian dari mereka juga aktif meluruskan hoax-hoax Bumi datar di waktu luang.

Beberapa kaum Bumi datar bertanya ke pilot apakah Bumi itu datar, dan tanpa sopan santun merekamnya. Lalu mereka akan memamerkan hasilnya di Internet jika mereka berhasil merekam pilot “mengakui” Bumi datar. Faktanya, pilot-pilot tersebut adalah profesional yang sedang bekerja, dan mereka menyadari perilaku kaum Bumi datar yang tak dapat diprediksi. Para pilot ini hanya bertindak agar mereka dapat pergi secepat mungkin tanpa huru hara.

Lanjutkan membaca “Bertanya ke Pilot”

Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya

Diagram Matahari, Bumi, dan Bulan, atau benda-benda langit lainnya jarang dibuat sesuai skala karena ukurannya yang terlalu kecil dibandingkan dengan jarak antara benda-benda tersebut yang sangat jauh.

Kaum Bumi datar menganggap bahwa diagram benda langit tidak digambarkan sesuai skala sebenarnya sebagai sebuah pengelabuan. Faktanya, mustahil untuk membuat diagram benda langit yang sesuai skala pada media fisik, dan tetap menjelaskan apa yang ingin dijelaskan.

Lanjutkan membaca “Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya”

Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda

Percepatan dari benda jatuh di Bumi bervariasi, tergantung dari berbagai faktor. Angka 9,8 m/s² hanyalah nilai nominal yang digunakan jika nilai yang lebih akurat untuk lokasi tertentu tidak diketahui atau tidak penting. Perbedaan percepatan ini hanya dapat dijelaskan dengan hukum gravitasi dan bahwa Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa sains mengatakan percepatan gravitasi Bumi selalu konstan 9,8 m/s² dimana pun di Bumi dan mereka menggunakan ‘kejanggalan’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bulat dan tidak berotasi. Faktanya, percepatan gravitasi Bumi memang berbeda pada lokasi yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda”

Fase Bulan dan Gerhana Bulan

Fase bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari secara langsung yang terlihat dari Bumi. Fase Bulan berubah terus menerus dengan siklus 29½ hari.

Gerhana Bulan terjadi saat Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi. Gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan purnama dan jika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam garis lurus.

Kaum Bumi datar mengklaim tak mungkin fase Bulan terjadi akibat bayangan Bumi, dan mereka gunakan untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, fase Bulan memang bukan akibat dari bayangan Bumi. Mereka hanya keliru membedakan fase dan gerhana Bulan. Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Gerhana Bulan”

Percobaan Lampu, Laser, & Cermin Melewati Permukaan Air

Refraksi atmosfer lebih kuat semakin dekat dengan permukaan Bumi. Selain itu dapat pula terjadi inversi dimana lapisan udara panas terbentuk di atas udara yang lebih dingin di bawahnya. Kedua fenomena tersebut dapat mengakibatkan sinar mencapai pengamat yang jauh di balik horizon, namun akan terlihat terkompresi, terdistorsi dan kabur, sehingga tak akan menampilkan bentuk objek aslinya. Tetapi sumber cahaya tunggal yang sangat terang akan tampak jelas jika latar belakangnya lebih gelap.

Kaum Bumi datar gemar bereksperimen dengan laser, lampu senter, dan pantulan cahaya matahari melewati permukaan air. Jika cahaya dapat terlihat di seberang, mereka akan keliru menyimpulkan bahwa lengkungan Bumi tidak ada. Faktanya, refraksi atmosfer dapat menyebabkan pengamatan tersebut.

Lanjutkan membaca “Percobaan Lampu, Laser, & Cermin Melewati Permukaan Air”

“Shill Gambit”

Shill gambit adalah sesat pikir dimana pelaku menolak argumentasi dari pihak lain dengan menyatakan bahwa pihak tersebut telah dibayar oleh sebuah konspirasi, tanpa memiliki bukti selain dari argumen itu sendiri. Shill gambit adalah jenis sesat pikir ad hominem dan poisoning-the-well. Mereka menghindari topik utama bahasan dengan menyerang pribadi lawan dan kredibilitasnya.

Kaum Bumi datar gemar melakukan shill gambit jika merasa terdesak. Mereka akan menuduh siapapun yang melawan Bumi datar telah dibayar oleh yang mereka sebut sebagai ‘elit global’. Kami di BumiDatar.id sering mendapat tuduhan semacam itu.

Lanjutkan membaca ““Shill Gambit””

Informasi Yang Melibatkan Tuduhan Pihak Lain Berbuat Jahat

Jika ada informasi yang mengharuskan kita menuduh pihak lain berbuat jahat sebelum kita dapat mempercayainya, maka besar kemungkinan informasi tersebut salah. Informasi semacam itu bersifat emosional, dapat membuat kita tergiur untuk mempercayainya, dan kita perlu waspada.

Lanjutkan membaca “Informasi Yang Melibatkan Tuduhan Pihak Lain Berbuat Jahat”