Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi itu bulat, berbentuk tiga dimensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kita bekerja pada media dua dimensi, misalnya kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dan sebagainya. Untuk menggambarkan permukaan Bumi pada bidang dua dimensi, maka diperlukan untuk mengubah permukaan Bumi yang melengkung menjadi rata dengan menggunakan satu dari beberapa proyeksi peta.

Seluruh jenis proyeksi menghasilkan distorsi pada hasilnya. Beberapa penganut Bumi datar berpikir bahwa distorsi adalah ‘bukti’ kegagalan sains modern untuk menjelaskan Bumi. Faktanya, distorsi peta hanyalah konsekuensi dari proses mengubah bentuk tiga dimensi menjadi dua dimensi. Tak mungkin membuat peta yang tak memiliki distorsi. Sama halnya tak mungkin untuk membuat sebuah bola menjadi rata tanpa mengguntingnya.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Peta dan Distorsi Peta”

Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik

Kita tak dapat merasakan Bumi berotasi, dan untuk menjelaskan fenomena tersebut, kita biasanya menggunakan analogi kendaraan bergerak. Jika kendaraan bergerak dengan kecepatan konstan, kita tak akan dapat merasakan gerakannya. Kita tak dapat merasakan gerak rotasi Bumi karena alasan yang sama.

Kaum Bumi datar menciptakan dalih bahwa kita berdiri di atas Bumi, bukan di dalamnya, untuk dengan keliru menolak penjelasan tersebut.

Lanjutkan membaca “Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik”

Crux

Featured Video Play Icon

Rasi Crux dapat terlihat dari lokasi di selatan 26°LU, dan selalu terlihat di langit dari lokasi  di selatan 26°LS. Pada Bumi datar, Crux terliat pada seluruh bagian pinggir yang posisinya berlawanan, tetapi tidak pada bagian tengahnya. Hal ini membuktikan Bumi tidak mungkin datar. Kenampakan Crux hanya konsisten pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Crux”

Remukan Vakum / Vacuum Implosion

Featured Video Play Icon

Sebuah wadah kedap udara dapat remuk apabila memiliki tekanan lebih rendah di dalam daripada di luar, dan jika wadah tersebut tidak dirancang untuk menahan perbedaan tekanan tersebut.

Kaum Bumi datar menggunakan fenomena remukan vakum tersebut untuk ‘membuktikan’ bahwa perjalanan ke luar angkasa tidak ada. Faktanya, 1. dinding wadah tersebut dapat saja dirancang agar mampu menahan beda tekanan tersebut, dan 2. di luar angkasa, bagian dalamnya yang bertekanan tinggi, dan bagian luar yang vakum, sehingga lebih mudah untuk merancangnya.

Lanjutkan membaca “Remukan Vakum / Vacuum Implosion”

Kualitas Foto

Kualitas sebuah foto tergantung dari kualitas peralatan yang digunakan. Peralatan berkualitas tinggi akan memberi kita hasil yang lebih baik daripada yang berkualitas rendah.

Kaum Bumi datar gemar menggunakan kamera seperti Nikon P900 atau P1000 untuk mengambil gambar planet. Saat hasil yang mereka dapatkan tidak memiliki kualitas yang sama dengan foto objek yang sama dari NASA, mereka lalu menyimpulkan foto dari NASA tersebut adalah palsu. Faktanya, hal tersebut adalah karena peralatan yang mereka gunakan tidak memiliki kualitas sebaik NASA, begitu pun pula keterampilan dalam menggunakan peralatan tersebut.

Lanjutkan membaca “Kualitas Foto”

Pasang Antipodal

Pasang terjadi akibat perbedaan percepatan gravitasi Bulan yang dirasakan oleh materi pembentuk Bumi. Pasang terjadi bukan hanya akibat gravitasi Bulan yang diterima pada sebuah lokasi tertentu, tetapi juga yang diterima oleh lokasi lain di Bumi.

Kaum Bumi datar mengutarakan keheranannya bahwa pasang terjadi akibat gravitasi Bulan, tapi lokasi yang membelakangi Bulan juga menerima pasang. Lalu mereka simpulkan sebagai “kegagalan” sains untuk menjelaskan fenomena pasang. Faktanya, pasang terjadi akibat perbedaan gravitasi Bulan di posisi yang berbeda di seluruh bagian Bumi, bukan karena percepatan gravitasi Bulan yang diterima di satu lokasi tertentu saja.

Lanjutkan membaca “Pasang Antipodal”

Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Featured Video Play Icon

Jika kita berada di Bumi bagian selatan dan melihat ke langit bagian selatan, kita akan melihat bintang-bintang yang sama di mana pun posisi kita. Bintang-bintang tersebut mengitari sumbu bintang selatan yang berada di rasi Octans, dekat dengan bintang Sigma Octantis.

Fenomena ini tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar.  Jika kita lihat peta yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar”, seharusnya kita akan melihat bintang yang berbeda-beda. Ini karena model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Telur dan Air Garam

Telur umumnya akan tenggelam dalam air tawar, tetapi jika air digarami, telur akan mengambang. Hal tersebut terjadi karena setelah digarami, densitas air bertambah. Tetapi antara densitas dan tenggelam atau mengambang bukanlah hubungan sebab akibat langsung.

Kaum Bumi datar mengklaim fenomena tersebut merupakan “bukti” benda jatuh ke bawah akibat densitas, dan mereka gunakan hal tersebut sebagai “bukti” gravitasi tidak ada. Faktanya, perbedaan massa jenis air berpengaruh pada besar gaya apung yang diterima oleh telur. Jika gaya apung lebih besar daripada berat telur, maka telur akan mengambang, dan sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Telur dan Air Garam”

Almagest dari Ptolemy dan Presesi Sumbu Rotasi Bumi

Akibat presesi sumbu rotasi Bumi, posisi kutub astronomi bergeser sedikit demi sedikit dalam siklus sekitar 26000 tahun. Saat ini, Polaris berada sangat dekat dengan kutub astronomi utara. Namun, 19 abad yang lalu, Kochab berada lebih dekat ke sumbu astronomi utara daripada Polaris.

Kaum Bumi datar mengklaim bintang-bintang selalu berada di posisi yang sama, dan mereka menganggapnya sebagai ‘bukti’ Bumi diam. Peta bintang jaman dahulu seperti Almagest terbitan abad ke-2 membuktikan mereka salah. Bintang-bintang saat ini tidak berada di posisi yang sama seperti 19 abad yang lalu.

Lanjutkan membaca “Almagest dari Ptolemy dan Presesi Sumbu Rotasi Bumi”

Foto-Foto Bumi dari Astronot Hazza Al-Mansouri

Featured Video Play Icon

Astronot Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri mengambil foto-foto permukaan Bumi seperti Sungai Nil dan Teluk Persia saat beliau berada di ISS. Kaum Bumi datar mengklaim foto tersebut palsu karena objeknya seperti Teluk Persia terlihat sangat besar relatif terhadap ukuran Bumi. Hal tersebut hanya karena mereka tak memahami bahwa ISS berada hanya 400 km di atas permukaan Bumi, dan hanya sedikit bagian Bumi yang terlihat dari ISS.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Bumi dari Astronot Hazza Al-Mansouri”

French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat

Ada sebuah video yang viral menyebutkan bahwa satelit BRIsat diluncurkan dari Amerika Selatan, dan satelit Telkom 3S diluncurkan dari Perancis. Masalahnya adalah banyak kemiripan pada video peluncuran kedua satelit tersebut. Video tersebut kemudian menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah hal yang mencurigakan.

Faktanya satelit BRIsat dan Telkom3S diluncurkan dari tempat yang sama persis, yaitu dari Guiana Space Center di French Guiana. Tidak salah apabila dikatakan diluncurkan dari Amerika Selatan, karena French Guiana memang berada di Amerika Selatan. Dan tidak salah pula apabila dikatakan diluncurkan dari Perancis, karena French Guiana memang bagian dari negara Perancis.

Lanjutkan membaca “French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat”

“Penjelasan” Menyesatkan Kaum Bumi Datar Terhadap Foto-Foto Jalur Transmisi Listrik Danau Pontchartrain

Featured Video Play Icon

Foto-Foto dan video jalur transmisi listrik Danau Pontchartrain dengan mudah mendemonstrasikan lengkungan Bumi. Dalam keputusasaannya, sekelompok kaum Bumi datar mencoba melakukan “analisis”, tetapi gagal menemukan jalur transmisi listrik yang benar. Mereka keliru melakukan “analisis” terhadap jalur transmisi lainnya di danau yang sama, tetapi bukan yang digunakan sebagai demonstrasi lengkungan Bumi.

“Analisis” keliru tersebut beredar di kalangan korban-korban Bumi datar sebagai hoax, seakan-akan dapat menjelaskan terlihatnya lengkungan pada foto-foto jalur yang benar.

Lanjutkan membaca ““Penjelasan” Menyesatkan Kaum Bumi Datar Terhadap Foto-Foto Jalur Transmisi Listrik Danau Pontchartrain”

Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions

Bias kognitif melompat ke kesimpulan (Bahasa Inggris: jumping to conclusions) terjadi jika seseorang gagal membedakan mana hasil observasi dan mana yang direka dari observasi tersebut (inference). Atau dengan kata lain, “jika seseorang gagal membedakan yang diamati dan yang disimpulkan darinya.”

Banyak “fakta” Bumi datar yang bersumber dari jumping to conclusions. Mereka menarik kesimpulan tanpa fakta yang lengkap demi mencapai kesimpulan yang tak berdasar.

Lanjutkan membaca “Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions”

Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota

Featured Video Play Icon

Jakarta dan Bogota, Kolombia adalah pasangan kota yang hampir antipode. Keduanya terletak saling berseberangan di permukaan Bumi bulat. Karena itu, kita dapat naik pesawat dari Jakarta ke arah mana pun, dan tiba di Bogota setelah menempuh jarak yang sama, apapun arah yang kita pilih saat meninggalkan Jakarta.

Penerbangan apapun antara pasangan antipode memiliki lama perjalanan yang mirip, walaupun penerbangan-penerbangan tersebut memiliki arah yang berbeda. Fakta tersebut hanya konsisten dengan Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota”

Bill Nye dan Pernyataan “Sistem Tertutup”-nya

Dalam sebuah tanya jawab, Bill Nye menyampaikan pendapatnya mengapa kita tak dapat membuang sampah ke luar angkasa. Kaum Bumi datar mengutip beliau secara sembarangan, dan menggunakannya untuk “membuktikan” kita tidak dapat pergi ke luar angkasa.

Yang dikatakan oleh Bill:

“Why we don’t throw trash into space? Because it’s too expensive. Lifting a ton of material into space takes an extraordinary amount of rocket fuel. And, by the way, when people want to send this much plutonium-238 which is not even the weapon’s plutonium, a baseball size, a grapefruit size, people freak out because the rockets sometimes blow up.”

“Now, one thing I really want your generation to embrace is that the Earth is a closed system. We cannot leave the Earth. There’s no place to go. There’s no place to throw your trash. And I wouldn’t be surprised if maybe not you but your kids develop ways to mine our landfills.”

Oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab mengambil cuplikan “Earth is a closed system. We cannot leave the Earth. There’s no place to go,” dan menyebarkannya seakan Bill mengatakan kita tak dapat ke luar angkasa. Dari video lengkapnya, jelas bahwa bukan itu yang dimaksud oleh Bill.

Bill Nye meragukan kolonisasi luar angkasa dan berpendapat bahwa manusia bermukim di luar Bumi tidak realistis. Tetapi bukan berarti dia pikir manusia tak dapat ke luar angkasa. Di kesempatan lain, Bill katakan manusia perlu ke Mars untuk penelitian.

Lanjutkan membaca “Bill Nye dan Pernyataan “Sistem Tertutup”-nya”

Rute Penerbangan Perth–Johannesburg

Ada kaum Bumi datar yang menjadikan rute penerbangan Johannesburg–Perth dengan transit di Dubai sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka keliru mengklaim bahwa di ‘peta Bumi datar’, posisi Dubai berada di antara Johannesburg dan Perth, sehingga wajar jika dijadikan tempat transit; sedangkan di sisi lain, di model Bumi bulat, posisi Dubai jauh dari rute tersebut.

Faktanya ternyata ada penerbangan langsung Johannesburg–Perth, yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Jika penerbangan transit di Dubai, waktu tempuh menjadi lebih dari dua kali lebih lama karena Dubai jauh dari rute langsungnya. Bahkan rute Dubai–Perh lebih lama daripada rute langsung Johannesburg–Perh. Fakta ini hanya konsisten pada Bumi bulat dan tak mungkin dijelaskan pada Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Perth–Johannesburg”

Bintang Biduk atau Big Dipper

Featured Video Play Icon

Bintang Biduk atau Big Dipper adalah asterisme yang terang di langit utara. Bintang Biduk selalu terlihat dari utara 41°LU dan selalu tidak terlihat dari selatan 41°LS. Kaum Bumi datar melihat Bintang Biduk selalu terlihat dari lokasi mereka dan menggunakannya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Faktanya, Bintang Biduk tak selalu terlihat di derajat lintang yang lain, dan membuktikan Bumi berbentuk Bulat.

Lanjutkan membaca “Bintang Biduk atau Big Dipper”

Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi

Saat membuat model matematis, hal-hal mendetail yang sangat kecil pengaruhnya dapat diabaikan untuk menyederhanakan perhitungan. Dalam banyak kasus dinamika terbang, sah-sah saja menggunakan asumsi Bumi datar dan tak berotasi, walaupun faktanya Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim telah menguak ‘dokumen rahasia’ NASA yang mengatakan Bumi datar & tak berotasi. Mereka salah. Faktanya dokumen tersebut hanyalah penurunan masalah dinamika terbang dengan asumsi Bumi datar & tak berotasi, yang merupakan asumsi umum pada pemodelan pesawat. Bukan berarti Bumi itu datar dan tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi”

Proporsi

Matahari berdiameter 1.391.016 km dan berjarak 146.600.000 km dari kita. Fakta-fakta tersebut konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Kaum Bumi datar memiliki angka-angka yang berbeda mengenai jarak dan ukuran Matahari. Dengan melakukan pengamatan yang teliti, angka-angka tersebut tidak konsisten dengan pengamatan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Proporsi”

Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO

Featured Video Play Icon

Ada beberapa video timelapse yang diambil dari penerbangan rute New York–Moskow, yang mengarah ke utara melalui jendela pesawat di sisi kiri. Terlihat langit tidak pernah terlihat gelap total dan Matahari terlihat selama sebagian besar penerbangan tersebut.

Kaum Bumi datar keliru saat mereka menyimpulkan bahwa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi jika Bumi bulat, dan menganggapnya sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, kejadian di video tersebut dapat mudah dijelaskan dan sepenuhnya konsisten dengan Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Video Timelapse Penerbangan New York JFK – Moskow SVO”