Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi

Kita tak dapat pergi ke bagian Bumi yang lain dengan cara melayang dengan helikopter dan menunggu Bumi berotasi sampai tempat yang kita inginkan berada di bawah kita. Alasannya adalah karena fenomena kelembaman atau inersia.

Beberapa korban Bumi datar mengklaim bahwa kita tak dapat melakukan hal tersebut adalah bukti Bumi tidak bergerak. Mereka salah. Helikopter sebenarnya sudah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi”

Pendaratan Darurat di Selatan Yang Tak Dapat Dijelaskan Pada Model Bumi Datar

Oknum-oknum pencetus konsep Bumi datar sering menggunakan pendaratan darurat pesawat sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka akan menunjukkan bahwa lokasi pendaratan darurat yang dipilih sesuai dengan ‘peta Bumi datar’.

Faktanya adalah penerbangan yang mereka jadikan contoh hanyalah penerbangan yang terjadi di utara, dan hal tersebut adalah kasus sangat khusus yang sekilas terlihat sesuai dengan Bumi datar. Untuk kasus pendaratan darurat yang lain, lokasi pendaratan tak mungkin dijelaskan oleh peta Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Pendaratan Darurat di Selatan Yang Tak Dapat Dijelaskan Pada Model Bumi Datar”

Gaya Hambat

Gaya hambat adalah gaya yang menghambat gerakan benda melalui sebuah fluida (cairan atau gas). Semakin besar densitas/kerapatan dari fluida tersebut, semakin besar gaya hambat. Gaya hambat memiliki arah berlawanan dari arah gerak benda, sehingga akan memperlambat kecepatan benda yang bergerak melalui fluida tersebut.

Kaum Bumi datar berpendapat tak mungkin satelit dapat memiliki kecepatan sangat tinggi untuk mengorbit Bumi. Sering kita lihat mereka membandingkan kecepatan satelit yang beberapa kali lipat kali jauh lebih tinggi jika dibandingkan misalnya pesawat SR-71 Blackbird yang merupakan pesawat tercepat. Mereka salah. Pada ketinggian satelit, kerapatan udara berkali-kali lipat lebih kecil, dan gaya hambatnya pun menjadi berkali-kali lipat lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Gaya Hambat”

Pesawat Peringatan Dini (AEW&C/AWACS): Mengatasi Keterbatasan Jangkauan Radar Akibat Lengkungan Bumi

Pesawat peringatan dini (Airborne Early Warning and Control / AEW&C) adalah sistem radar yang dibawa oleh pesawat terbang. Pesawat peringatan dini memiliki kelebihan mampu mendeteksi target dalam jarak yang lebih jauh daripada sistem radar di permukaan Bumi.

Alasannya adalah karena sistem radar di permukaan terbatas oleh kelengkungan Bumi daripada sistem radar yang melekat pada pesawat terbang.

Lanjutkan membaca “Pesawat Peringatan Dini (AEW&C/AWACS): Mengatasi Keterbatasan Jangkauan Radar Akibat Lengkungan Bumi”

Musibah MH370 dan Ketidakmampuan GPS Untuk Menentukan Lokasinya

Sistem GPS adalah satu arah. Satelit GPS mengirim sinyal. Penerima GPS menerima dan memproses sinyal-sinyal tersebut untuk menentukan lokasinya.

Penganut Bumi datar sering menunjukkan fakta bahwa kita tak dapat menentukan lokasi musibah MH370 sebagai ‘bukti’ bahwa GPS tak berfungsi dan dengan demikian tidak ada. Mereka salah. Satelit GPS sama sekali tak pernah menerima sinyal dari perangkat GPS, dan tak mungkin bagi mereka untuk menentukan lokasi MH370.

Lanjutkan membaca “Musibah MH370 dan Ketidakmampuan GPS Untuk Menentukan Lokasinya”

Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub

Menurut beberapa korban paham Bumi datar, tidak ada penjelajah yang berhasil mengelilingi Bumi melalui kedua kutub. Yang ada hanyalah penjelajah yang mengelilingi Bumi sejajar dengan garis khatulistiwa, seperti James Cook atau Ferdinand Magellan. Karena jika ada, maka runtuhlah teori Bumi datar dalam seketika.

Ternyata hal tersebut tidak benar. Ada beberapa penjelajah yang sudah pernah melakukan hal tersebut. Dari sekilas pencarian di Internet, kami dapat menemukan paling tidak ada tujuh penjelajah yang telah atau sedang melakukannya.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub”

Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Efek ini ditemukan oleh Loránd Eötvös di tahun 1900an setelah melihat data pengukuran gravitasi di atas kapal yang berbeda antara kapal yang bergerak ke Barat dan ke Timur. Efek ini merupakan konsekuensi dari fakta bahwa Bumi berbentuk bulat dan berotasi di porosnya.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat

Beberapa waktu lalu ada seorang penganut Bumi datar yang membawa waterpas ke pesawat. Tujuannya? Untuk menguji apakah pesawat menukik setiap interval tertentu untuk mengatasi kelengkungan Bumi! Menurutnya, pesawat harus menukik setiap selang waktu tertentu, karena jika tidak, pesawat akan terbang lurus ke luar angkasa.

Video tersebut sempat viral dan tentu saja pesawat tidak menukik setiap beberapa saat. Kesimpulannya tentu saja bukan “Bumi bentuknya datar”. Mari kita lihat alasan mengapa pesawat tidak terbang keluar angkasa, walaupun terbang ‘lurus’.

Lanjutkan membaca “Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat”

Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar

Waktu tempuh rute penerbangan bisa menjadi alat untuk menentukan mana model bentuk Bumi yang benar: Bumi datar ataukah Bumi bulat. Pada model Bumi datar, semakin jauh ke Selatan, maka akan semakin janggal fakta yang dapat kita temui.

Untuk ilustrasi, mari kita gunakan rute penerbangan Sydney-Santiago. Rute ini adalah salah satu rute penerbangan komersil yang posisinya paling selatan.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar”