White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”

Estimasi Jarak Kapal Berdasarkan Jarak ke Horizon

Terkadang pelaut perlu mengetahui jarak dari sebuah kapal di kejauhan. Tetapi melakukan estimasi jarak sangat sulit untuk pengamat yang tak berpengalaman. Tanpa alat bantu seperti radar, satu-satunya referensi yang selalu tersedia dan dapat digunakan untuk melakukan estimasi jarak adalah horizon.
 
Dengan mengetahui ketinggian pengamat dari permukaan laut, dapat diketahui jarak ke horizon, dan dengan demikian jarak ke kapal di kejauhan dapat pula diperkirakan. Hal ini dapat dilakukan hanya karena Bumi bentuknya bulat.

Lanjutkan membaca “Estimasi Jarak Kapal Berdasarkan Jarak ke Horizon”

Bumi itu Bulat dan Sungai Mississippi Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya

Sungai Mississippi tak pernah mengalir naik, atau dengan kata lain mengalir ke lokasi yang lebih jauh dari garis yang sejajar dengan permukaan laut (geoid) sepanjang alirannya.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika Bumi itu bulat, maka Sungai Mississippi akan mengalir naik untuk mengatasi lengkungan Bumi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Bulat dan Sungai Mississippi Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya”

Kapal Terlihat Tenggelam di Balik Horizon dan “Penjelasan-Penjelasan” yang Diciptakan Kaum Bumi Datar

Akibat lengkungan Bumi, kapal yang menjauh akan terlihat menghilang mulai dari bagian bawahnya. Fakta ini adalah salah satu bukti Bumi bulat, dan salah satu fakta yang pertama kali “ditangani” kaum Bumi datar dengan menciptakan berbagai macam “penjelasan” bagaimana fakta ini dapat terjadi di Bumi datar.

Beberapa “penjelasan” tersebut di antaranya adalah: refraksi, perspektif, zoom memperlihatkan kapal di kejauhan, dan batas pandangan. Tak ada satupun yang benar-benar dapat “menjelaskan” fakta tersebut .

Lanjutkan membaca “Kapal Terlihat Tenggelam di Balik Horizon dan “Penjelasan-Penjelasan” yang Diciptakan Kaum Bumi Datar”

Sama Tinggi, Lebih Tinggi dan Lebih Rendah dalam Ilmu Bumi

Posisi yang lebih tinggi adalah lebih jauh dari pusat Bumi, relatif terhadap permukaan laut. Posisi yang lebih rendah adalah lebih dekat ke pusat Bumi, relatif terhadap permukaan laut. Dua buah posisi adalah sama tinggi apabila jaraknya sama dari permukaan laut.

Kaum Bumi datar tak mampu memahami hal tersebut. Bagi mereka, ‘rata’ artinya adalah rata dalam konteks pandangan/visual. Mereka salah. Jika berhubungan dengan Bumi dan permukaan Bumi, ketinggan diukur relatif terhadap referensi, yang biasanya adalah ketinggian permukaan laut. Lanjutkan membaca “Sama Tinggi, Lebih Tinggi dan Lebih Rendah dalam Ilmu Bumi”

Terusan Suez

Terusan Suez menghubungkan antara Laut Merah dan Laut Mediterania. Tinggi dari kedua laut tersebut praktis sama, tidak ada perbedaan yang terlalu jauh. Itu sebabnya Terusan Suez tidak menggunakan pintu air.

Kaum Bumi datar mengklaim Terusan Suez dibuat dengan mengabaikan lengkungan. Menurut mereka, jika Bumi bulat, maka bagian tengah dari Terusan Suez seharusnya digali dengan kedalaman 1666 kaki. Hal tersebut hanyalah ketidakpahaman semata. Permukaan air itu ekuipotensial, memiliki ketinggian yang sama. Jarak dari pusat bumi ke permukaan air laut praktis sama. Terusan Suez tidak perlu dibuat dengan menggali 1666 kaki di tengahnya, melainkan hanya perlu digali dengan kedalaman di bawah permukaan air laut.

Lanjutkan membaca “Terusan Suez”

Lapangan Bola dan ‘Eksperimen Konvergensi Perspektif’ Kaum Bumi Datar

Lapangan sepakbola yang dibuat dengan baik tidaklah datar sempurna. Bagian tengahnya dibuat sedikit lebih tinggi agar air tidak tergenang dan dapat mengalir ke sisi lapangan. Jika hal ini tidak dilakukan, maka lapangan akan menjadi becek dan tidak nyaman untuk digunakan.

Ada kaum Bumi datar melakukan percobaan ‘konvergensi perspektif’ dengan menggunakan lapangan sepakbola. Mereka meletakkan kamera di permukaan lapangan dan merekam orang yang berjalan menjauh ke sisi lain lapangan tersebut. Mereka menyimpulkan hal ini adalah efek ‘perspektif’ yang konon adalah peristiwa yang sama yang menyebabkan kapal terlihat tenggelam dan Matahari terbenam. Mereka salah. Lapangan tersebut tidak datar sempurna. Seandainya memang datar sempurna, orang tersebut akan terlihat lengkap di sisi lapangan.

Lanjutkan membaca “Lapangan Bola dan ‘Eksperimen Konvergensi Perspektif’ Kaum Bumi Datar”

Perhitungan Tertutupnya Objek Akibat Lengkungan Bumi

Besar terhalangnya objek yang berjarak jauh akibat tertutup lengkungan Bumi tergantung dari faktor-faktor:

  1. Jarak objek.
  2. Tinggi pengamat.
  3. Tinggi objek.
  4. Refraksi atmosfer.

Kaum Bumi datar sering menggunakan terlihatnya objek yang berjarak jauh untuk membuktikan lengkungan Bumi tak ada. Sering mereka tidak memperhitungkan faktor ketinggian pengamat dan refraksi atmosfer, atau melakukan kesalahan yang lain, seperti kesalahan konversi satuan, kesalahan pengukuran jarak, dsb. Setelah semua faktor diperhitungkan dan kesalahan diperbaiki, segalanya akan konsisten dengan fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perhitungan Tertutupnya Objek Akibat Lengkungan Bumi”

Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya

Dataran garam adalah bentangan dataran berlapisi garam dan mineral lainnya. Salar de Uyuni di Bolivia adalah dataran garam terbesar di seluruh dunia. Dataran garam terlihat datar, tetapi seperti permukaan Bumi lainnya, permukaan dataran garam tetap mengikuti lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap datarnya Salar de Uyuni dan dataran garam lainnya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Walau dataran garam sekilas terlihat datar, faktanya tetap  sedikit demi sedikit mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya”

Penglihatan Inframerah / Infrared Vision

Jika sebuah objek yang jaraknya jauh tidak dapat kita lihat, hal tersebut terjadi karena salah satu dari sebab berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat objek tersebut.
  • Kondisi atmosfer membatasi jarak pandang atau visibilitas.
  • Objek tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Beberapa penganut Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang sebelumnya tak terlihat, menjadi terlihat dengan menggunakan penglihatan inframerah (infrared vision). Hal ini kemudian dianggap sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab tak terlihatnya objek di kejauhan.

Lanjutkan membaca “Penglihatan Inframerah / Infrared Vision”

Permainan Mencocokkan Lengkungan

Besar lengkungan yang terlihat dalam foto dari sebuah objek benda bulat tergantung dari 1. Jari-jari objek, 2. Jarak kamera ke objek, 3. Field of view dari kamera, dan 4. Sifat distorsi dari kamera yang digunakan.

Mencocokkan lengkungan adalah permainan favorit dari kaum Bumi datar. Mereka akan mencocokkan sebuah foto lengkungan Bumi dengan foto yang lain. Jika hasilnya tidak proporsional, mereka akan jadikan bahan untuk mencemooh dan mengolok-olok. Mereka salah. Dua foto berbeda dari sebuah benda bulat yang sama bisa diambil dengan cara yang berbeda, dan bisa dengan mudah memperlihatkan lengkungan yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Permainan Mencocokkan Lengkungan”

Pesawat Peringatan Dini (AEW&C/AWACS): Mengatasi Keterbatasan Jangkauan Radar Akibat Lengkungan Bumi

Pesawat peringatan dini (Airborne Early Warning and Control / AEW&C) adalah sistem radar yang dibawa oleh pesawat terbang. Pesawat peringatan dini memiliki kelebihan mampu mendeteksi target dalam jarak yang lebih jauh daripada sistem radar di permukaan Bumi.

Alasannya adalah karena sistem radar di permukaan terbatas oleh kelengkungan Bumi daripada sistem radar yang melekat pada pesawat terbang.

Lanjutkan membaca “Pesawat Peringatan Dini (AEW&C/AWACS): Mengatasi Keterbatasan Jangkauan Radar Akibat Lengkungan Bumi”

Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat

Sebelum Matahari terbit atau setelah Matahari terbenam, Matahari terletak di bawah horizon, namun cahaya Matahari sudah mulai terlihat di langit. Awan di langit akan terlihat terkena cahaya Matahari.

Jika ada gunung di antara Matahari dan awan, bisa terjadi fenomena bayangan gunung di awan. Model Bumi datar mengasumsikan Matahari selalu berada ‘di atas’, sehingga fenomena alam ini tak mungkin dapat terjadi pada Bumi datar.

Fenomena bayangan gunung di awan tersebut hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat”

Segelas Air

Air di gelas memiliki permukaan yang praktis rata. Ada penganut Bumi datar yang menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ bahwa air akan tetap rata selebar apapun wadah yang digunakan. Mereka salah.

Jika Bumi berbentuk bulat dengan jari-jari 6371 km, maka permukaan air pada gelas selebar 10 cm akan memiliki lengkungan sebesar 0.00000002 cm akibat gravitasi. Tentunya di luar efek selain itu seperti halnya tegangan permukaan.

Lanjutkan membaca “Segelas Air”

Fenomena Magnetic Dip

Di kalangan penganut Bumi datar ada dua macam miskonsepsi mengenai interaksi antara jarum kompas dan magnet Bumi.

Miskonsepsi pertama adalah kompas tidak berfungsi dengan baik di daerah sekitar kutub, maka disimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Umumnya hal ini mereka simpulkan setelah mendengar hal ini dari cerita Admiral Byrd. Miskonsepsi kedua adalah kompas seharusnya tidak berfungsi pada Bumi bulat di daerah sekitar khatulistiwa. Menurut mereka, seharusnya kompas akan menunjuk arah yang miring dari permukaan Bumi, dan seharusnya kompas tidak dapat berfungsi pada Bumi bulat. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Fenomena Magnetic Dip”

Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer

Refraksi atmosfer umumnya menyebabkan objek yang berjarak jauh terlihat lebih tinggi daripada yang seharusnya. Akibatnya, objek bisa saja secara fisik berada di balik lengkungan Bumi, namun masih terlihat karena cahaya mengalami pembelokkan.

Ada banyak aplikasi kalkulator dan simulasi lengkungan yang tidak memperhitungkan faktor refraksi ini. Kadang ini menjadi masalah akibat penganut Bumi datar terburu-buru menarik kesimpulan setelah menggunakan salah satu dari kalkulator ini.

Lanjutkan membaca “Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer”