Foto Bumi Pertama Dari Luar Angkasa Yang Diabadikan Oleh Roket V-2

Foto Bumi pertama dari luar angkasa diambil oleh roket V-2 No. 13 pada tahun 1946 dengan kamera video DeFry 35mm dan lensa 50 mm. Kamera tersebut memiliki sudut pandang (field of view) yang sempit. Akibatnya, lengkungan Bumi tak begitu terlihat.

Kaum Bumi datar mengklaim foto tersebut “bukti” Bumi datar. Faktanya, 1. jika diteliti, kita bisa melihat adanya lengkungan, 2. kamera tersebut memiliki sudut pandang sempit, sehingga mengurangi lengkungan yang terlihat, 3. foto yang beredar di kaum Bumi datar biasanya versi yang di-crop, sehingga semakin mengurangi lengkungan yang terlihat, 4. lengkungan yang terlihat pada foto tersebut sesuai dengan hasil simulasi.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Pertama Dari Luar Angkasa Yang Diabadikan Oleh Roket V-2”

Metode Wallace

Tahun 1870, Alfred Russel Wallace membuktikan lengkungan Bumi pada percobaan Bedford level. Metode beliau sederhana, efektif & bisa mudah dipakai pada eksperimen serupa saat ini

Metode Wallace memperbaiki masalah umum pada eksperimen serupa oleh kaum Bumi datar, yang biasanya gagal mengontrol, atau bahkan mengabaikan refraksi atmosfer. Dengan metode Wallace yang sederhana, tidak sulit membuktikan Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Metode Wallace”

Besar Lengkungan Bumi yang Terlihat Pada Foto

Besar lengkungan horizon yang terlihat dalam sebuah foto tergantung pada:

  1. Ketinggian pengamat.
  2. Field of view dari kamera yang digunakan.
  3. Distorsi dari lensa kamera yang digunakan.

Kaum Bumi datar gemar menolak foto lengkungan Bumi dengan membandingkannya dengan foto lain yang menampilkan lengkungan berbeda. Faktanya, untuk membandingkannya, kita perlu memastikan semua foto diambil dari ketinggian sama, sudut pandang sama, & memperhitungkan distorsi lensa.

Lanjutkan membaca “Besar Lengkungan Bumi yang Terlihat Pada Foto”

Jembatan Danyang–Kunshan

Tahun 2021, Jembatan Danyang–Kunshan adalah jembatan terpanjang di dunia. Ini adalah jembatan viaduct sepanjang 165 km di China, terdiri dari 2000 bentangan 80 m. Seperti semua jembatan lain, jembatan ini dibuat mengikuti lengkungan Bumi.

Ada hoaks di kalangan Bumi datar yang mengklaim Jembatan Danyang–Kunshan “membuktikan” Bumi datar. Faktanya, itu hanyalah klaim tanpa bukti, yang lalu menyebar sebagai hoaks.

Ini jembatan viaduct dengan banyak bentangan pendek. Memperhatikan lengkung Bumi tak sepenting pada jembatan panjang, namun jembatan ini tetap dibuat mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Jembatan Danyang–Kunshan”

Auguste Piccard, Ilmuwan yang Dicatut Namanya oleh Kaum Bumi Datar

Tahun 1931, Auguste Piccard naik menggunakan balon sampai ke ketinggian 15781 m, tak jauh di atas ketinggian pesawat jet penumpang. Pada ketinggian tersebut, lengkungan Bumi masih sangat kecil dan tak mudah dilihat, apalagi melalui jendela kecil di balonnya.

Pada wawancara Popular Science, Piccard mengatakan bumi “terlihat seperti piringan datar dengan tepi yang naik” dan kaum Bumi datar menafsirkan seakan beliau berkata Bumi itu datar. Faktanya, pada wawancara lain, jelas beliau paham Bumi itu bulat. Pada tulisannya, kata “globe” pun disebut berkali-kali.

Lanjutkan membaca “Auguste Piccard, Ilmuwan yang Dicatut Namanya oleh Kaum Bumi Datar”

Kompresi Perspektif Memperjelas Terlihatnya Lengkungan

Dengan memanfaatkan sifat kompresi perspektif, kita akan bisa dengan lebih mudah mengamati lengkungan dari sebuah objek.

Kaum Bumi datar gemar dengan sengaja memilih sudut pandang dimana lengkungan Bumi sulit untuk dilihat, dan keliru mengklaim “tak ada lengkungan.” Faktanya, mereka hanya mempersulit pengamatan, namun bukan berarti lengkungannya tidak ada.

Lanjutkan membaca “Kompresi Perspektif Memperjelas Terlihatnya Lengkungan”

Eksperimen “Bedford Level” Membuktikan Lengkungan Bumi

Tahun 1870, Alfred Russel Wallace menjawab tantangan penganut Bumi datar, dan berhasil membuktikan lengkungan Bumi pada percobaan Bedford Level.

Wallace melakukan eksperimen di Kanal Bedford. Beliau memasang pita hitam di jembatan Old Bedford, dan melihatnya melalui teleskop dari jembatan Welney sejauh 6 mil. Di tengah keduanya, dipasang tiang dengan dua piringan. Baik teleskop, piringan atas, dan pita hitam dipasang pada ketinggian yang sama di atas air.

Dari pengamatan melalui teleskop terlihat bahwa kedua piringan terlihat di atas pita hitam, membuktikan bahwa lengkungan Bumi memang benar nyata.

Lanjutkan membaca “Eksperimen “Bedford Level” Membuktikan Lengkungan Bumi”

Jembatan Suramadu dan Lengkungan Bumi

Jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Bangkalan di Pulau Madura dibuat dengan memperhatikan lengkungan Bumi. Hal tersebut disampaikan oleh Ir A.G Ismail MSc, salah satu pimpinan proyek tersebut kepada situs berita Suara Publik.

Lanjutkan membaca “Jembatan Suramadu dan Lengkungan Bumi”

Horizon dan Gambar Perspektif

Dalam penggambaran perspektif, horizon adalah garis horizontal dimana titik lenyap dari objek yang rata berada. Tetapi karena Bumi bulat, horizon dari perspektif tidak sama dengan horizon benar, yaitu garis yang membatasi Bumi dan langit.

Kaum Bumi datar mengklaim horizon yang terlihat terjadi akibat hukum perspektif. Faktanya, dari ketinggian kita bisa memperpanjang garis rata dan sejajar untuk mengetahui posisi titik lenyapnya, dan pada banyak kasus akan berada di atas horizon.

Lanjutkan membaca “Horizon dan Gambar Perspektif”

Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya

Dataran garam adalah bentangan dataran berlapisi garam dan mineral lainnya. Salar de Uyuni di Bolivia adalah dataran garam terbesar di seluruh dunia. Dataran garam terlihat datar, tetapi seperti permukaan Bumi lainnya, permukaan dataran garam tetap mengikuti lengkungan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap Salar de Uyuni dan dataran garam lainnya  yang terlihat datar sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, walau dataran garam sekilas terlihat datar, namun tetap mengikuti lengkungan Bumi. Bagian bawah dari objek di kejauhan akan tertutup lengkungan Bumi, sama seperti di lautan.

Lanjutkan membaca “Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya”

Pengamatan Pesawat Mulai Tertutup Lengkungan Bumi

Dari pengamat di darat, pesawat pada ketinggian 36000 ft akan mulai tertutup lengkungan Bumi pada jarak 400 km. Namun kita memiliki keterbatasan jarak pandang akibat atmosfer Bumi. Pada kasus terbaik, kita hanya dapat melihat paling jauh 240 km.

Kita dapat dengan mudah mengamati kapal tertutup lengkungan Bumi, dan kaum Bumi datar gemar menuntut hal yang sama untuk pesawat terbang. Faktanya, pesawat mulai tertutup lengkungan Bumi pada jarak yang sangat jauh yang sudah jauh di luar jarak pandang. Tetapi jika pesawatnya terbang rendah, seperti saat akan mendarat, kita dapat melihatnya mulai tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Pengamatan Pesawat Mulai Tertutup Lengkungan Bumi”

Archimedes dan Permukaan Fluida

Pada abad 3 BCE, Archimedes dari Sirakusa menulis yang saat ini kita sebut sebagai Prinsip Archimedes pada bukunya “Tentang Benda Yang Mengapung” (“On Floating Bodies”) menggunakan model Bumi Bulat.

Kaum Bumi datar memelintir Prinsip Archimedes seakan mendukung klaim Bumi itu datar. Faktanya, Archimedes dan ilmuwan Yunani lainnya saat itu memahami Bumi itu bulat. Dan beliau menyebutnya secara eksplisit dalam tulisannya. Lanjutkan membaca “Archimedes dan Permukaan Fluida”

Mengamati Lengkungan Bumi Saat Dalam Penerbangan

Pada ketinggian jelajah pesawat jet penumpang, lengkungan Bumi masih terlalu kecil untuk terlihat tanpa sengaja. Tapi dengan perencanaan matang dan pengamatan yang teliti, kita dapat melihatnya.

Lanjutkan membaca “Mengamati Lengkungan Bumi Saat Dalam Penerbangan”

Lengkungan Permukaan Air

Jika Bumi itu bulat, lalu mengapa permukaan air selalu datar?

Akibat gravitasi, air mencari potensial terendah, sedekat mungkin ke pusat Bumi, hingga membentuk permukaan melengkung yang pusatnya sama dengan pusat Bumi. Lebar permukaan air pada kasus sehari-hari terlalu kecil dibandingkan jari-jari Bumi. Itu sebabnya permukaan air terlihat praktis datar, tetapi tidaklah datar sempurna.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Permukaan Air”

Dimana Lengkungannya?

Mata manusia hanya dapat mengenali lengkungan Bumi secara visual jika berada pada ketinggian yang cukup dari permukaan Bumi, yang masih di luar jangkauan kebanyakan manusia saat ini. Pesawat penumpang jet komersil adalah posisi tertinggi yang dapat dicapai secara realitis oleh kebanyakan manusia saat ini. Pada ketinggian tersebut kita hanya dapat mengenali sangat sedikit lengkungan, baru terlihat jika kita perhatikan baik-baik, dan itupun pada kondisi yang sangat ideal.

Dasar dari kepercayaan Bumi datar adalah bahwa horizon terlihat datar. Mereka akan mengatakan bila kita tak dapat melihat lengkungan, maka tidak ada lengkungan, dan karena itu Bumi datar. Faktanya, kita tak dapat bepergian cukup tinggi untuk dapat melihat lengkungan Bumi menggunakan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Dimana Lengkungannya?”

Dilema Lengkungan Bumi

Kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan observasi langsung terhadap lengkungan Bumi. Lengkungan hanya dapat kita lihat dari ketinggian yang signifikan, tidak dekat permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap hal tersebut sebagai dilema: 1. Lengkungan tidak terlihat karena Bumi terlalu besar, tetapi 2. Kita dapat melihat kapal tertutup lengkungan Bumi. Faktanya, itu adalah dilema yang keliru. Kedua hal adalah observasi yang berbeda dan membutuhkan kondisi berbeda untuk mengamatinya.

Lanjutkan membaca “Dilema Lengkungan Bumi”

Indikator Horizon Pesawat Terbang

Featured Video Play Icon

Indikator horizon adalah instrumen pesawat terbang yang memberi informasi orientasi pesawat relatif terhadap horizon. Indikator horizon menggunakan giroskop untuk mendeteksi perubahan orientasi, dan pendulous vane untuk terus menerus memperbaiki orientasi

Kaum Bumi datar mengklaim jika indikator horizon menggunakan giroskop, harusnya akan bergeser jika pesawat bergerak mengikuti lengkungan Bumi. Faktanya pada indikator horizon terdapat mekanisme untuk terus menerus memperbaiki orientasi jika giroskop bergeser karena hal apa pun, termasuk akibat gerak pesawat mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Indikator Horizon Pesawat Terbang”

Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi

Dengan pengamatan yang teliti, kita dapat melihat lengkungan Bumi dari pesawat. Untuk “menjelaskan” hal tersebut, kaum Bumi datar menciptakan alasan bahwa itu adalah distorsi dari bentuk jendela pesawat.

Faktanya, semua lensa kamera juga melengkung, tapi sebagian besar menghasilkan gambar yang normal / rektilinear. Hanya karena jendela pesawat melengkung bukan berarti melihat melalui jendela pesawat akan menghasilkan horizon yang melengkung.

Lanjutkan membaca “Jendela Pesawat Yang Melengkung dan Pengamatan Lengkungan Bumi”

Arah Vertikal Kiblat

Umat Islam menentukan arah Kiblat dengan menghitung arah menuju jarak terdekat ke Ka’bah di permukaan Bumi bulat. Arah kiblat bukanlah line-of-sight; yang diperhitungkan hanyalah arah horizontal (kiri-kanan), sedangkan arah vertikal (atas-bawah) tidak diperhitungkan.

Kaum Bumi datar menginterpretasikan arah kiblat sebagai line-of-sight. Lalu mereka menyalahgunakan hal tersebut sebagai “bukti” Bumi datar. Dalih yang mereka gunakan adalah jika Bumi bulat, maka tidak mungkin mengarah ke kiblat line-of-sight. Faktanya, prosedur ibadah shalat bukanlah “bukti” bentuk Bumi . Bentuk Bumi bulat diketahui melalui pengamatan alam terhadap Bumi itu sendiri, dan kemudian umat Islam menggunakan pengetahuan tersebut untuk menghitung arah Kiblat.

Lanjutkan membaca “Arah Vertikal Kiblat”

Periskop Kapal Selam

Periskop adalah alat bantu optik agar awak kapal selam yang sedang menyelam dapat mengamati situasi di atas permukaan secara visual. Seperti  pada alat optik lainnya, lengkungan Bumi juga dapat membatasi kenampakan objek di kejauhan.

Kaum Bumi datar mengklaim periskop dapat melihat objek yang jaraknya terlalu jauh, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, semua konsisten dengan Bumi bulat. Sebagai contoh, bagian atas kapal setinggi 50 m masih dapat terlihat dalam jarak 25 km jika cuaca cerah dan periskop dinaikkan 2 m di atas permukaan.

Lanjutkan membaca “Periskop Kapal Selam”