Gerak Melingkar Beraturan

Gerak dari suatu benda di permukaan Bumi akibat gerak rotasi Bumi adalah gerak melingkar beraturan. Kita dapat mengurai gerak tersebut menjadi gerak lurus beraturan dan percepatan sentripetal menuju pusat Bumi. Dari kerangka acuan dari pengamat di permukaan Bumi, percepatan sentripetal menghasilkan percepatan sentrifugal, yang dirasakan bersamaan dengan percepatan gravitasi Bumi.

Kita sering menggunakan gerak lurus beraturan dari objek sehari-hari untuk menjelaskan efek (atau tidak adanya efek tersebut) dari gerak beraturan rotasi Bumi. Kaum Bumi datar keliru menolaknya hanya karena hal tersebut “bukan gerak melingkar seperti rotasi Bumi.” Faktanya, gerak lurus beraturan adalah satu komponen dari gerak melingkar beraturan. Dan penjelasan tersebut valid dan tetap berlaku.

Lanjutkan membaca “Gerak Melingkar Beraturan”

Pesawat Melakukan Koreksi Terhadap Efek Coriolis

Pesawat perlu mengkoreksi efek Coriolis. Pesawat terus menerus melakukan penyesuaian terhadap gaya-gaya yang mempengaruhi pesawat menjauhi rutenya, termasuk efek Coriolis.

Kaum Bumi datar mengklaim efek Coriolis tak terlihat mempengaruhi pesawat, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya efek Coriolis mempengaruhi pesawat dan pesawat melakukan penyesuaian terhadap efek tersebut, namun efek tersebut sangat kecil.

Lanjutkan membaca “Pesawat Melakukan Koreksi Terhadap Efek Coriolis”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung karena Bulan berada jauh di dalam Hill sphere dari Bumi, yaitu daerah dimana Bumi, bukan Matahari, mendominasi pengaruh pada satelit.

Kaum Bumi datar melihat bahwa gravitasi Matahari-Bulan lebih besar daripada gravitasi Bumi-Bulan, mereka simpulkan bahwa menurut sains, seharusnya Bulan mengorbit Matahari, bukan Bumi, lalu mereka gunakan informasi tersebut untuk mendiskreditkan  sains. Faktanya, mereka tak memperhitungkan percepatan sentrifugal yang berasal dari gerak mengelilingi Matahari, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan Hill sphere dari Bumi.

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Analogi Kendaraan Bergerak: Di Dalam vs Di Luar Kendaraan

Analogi kendaraan bergerak sering kita gunakan untuk menjelaskan mengapa gerak rotasi Bumi tak mempengaruhi gerak dari benda. Hal tersebut sama sebagaimana bola yang dilepaskan di dalam kendaraan yang bergerak konstan tak akan bergerak ke arah belakang kendaraan karena bola mempertahankan inersia.

Kaum Bumi datar mengklaim yang “benar” adalah analogi pada kendaraan terbuka yang bergerak. Faktanya, dengan demikian, udara akan bergerak relatif terhadap kendaraan, yang memberikan gaya tambahan pada objek yang tidak ada fenomena yang ingin dijelaskan. Analogi yang mereka gunakan tidak tepat.

Lanjutkan membaca “Analogi Kendaraan Bergerak: Di Dalam vs Di Luar Kendaraan”

Menerbangkan Drone di Dalam Kendaraan Bergerak

Featured Video Play Icon

Jika kita menerbangkan sebuah drone di dalam kendaraan yang sedang bergerak dengan arah dan kecepatan yang konstan, drone tersebut akan terbang seperti biasa karena mempertahankan gerak yang berasal dari kendaraan, dan tidak akan tiba-tiba bergerak ke arah belakang kendaraan.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi itu berotasi, maka drone harusnya tak mungkin bisa diam melayang. Faktanya, drone mengikuti hukum gerak pertama Newton, dan fenomena ini mudah diperagakan dengan menerbangkan drone di dalam kendaraan yang bergerak konstan. Dengan demikian bahwa drone dapat diterbangkan dan melayang diam di udara bukanlah bukti bahwa Bumi tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Menerbangkan Drone di Dalam Kendaraan Bergerak”

Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi

Pesawat terbang berada di Bumi dan memiliki gerak yang sama dengan permukaan Bumi, termasuk gerak rotasi Bumi. Yang kita sebut sebagai gerak atau kecepatan dari pesawat itu sendiri adalah gerak  atau kecepatan pesawat yang dinilai relatif terhadap permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim pesawat terbang seharusnya tidak akan dapat terbang mengarah ke Timur dan tidak akan dapat mendarat karena Bumi berotasi. Faktanya, gerak pesawat adalah relatif terhadap Bumi. Pesawat telah memiliki komponen kecepatan Bumi dan tidak perlu mengejar gerak rotasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi”

Penyeimbangan Batu / Rock Balancing

Featured Video Play Icon

Menyeimbangkan batu atau rock balancing adalah kegiatan menyusun batu di atas batu yang lain. Hal ini bisa dilakukan walaupun Bumi berotasi karena gerak rotasi Bumi konstan dan batu tersebut dipengaruhi percepatan yang konstan dari gravitasi dan gerak rotasi Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap penyeimbangan batu sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya, kita dapat menyeimbangkan objek di atas benda bergerak, selama gerakan tersebut konstan, dan tak ada gaya seperti angin yang mempengaruhinya.

Lanjutkan membaca “Penyeimbangan Batu / Rock Balancing”

Negative Parallax

Featured Video Play Icon

Stellar parallax adalah gerak semu sebuah bintang relatif terhadap bintang lain yang jaraknya lebih jauh akibat gerak Bumi mengelilingi Matahari. Negative parallax, atau gerak bintang ke arah yang salah, terjadi akibat galat pengukuran yang memberikan hasil bintang yang jauh sebagai bintang yang dekat, dan sebaliknya.

Stellar parallax adalah bukti Bumi mengelilingi Matahari. Kaum Bumi datar menggunakan negative parallax untuk menolaknya. Faktanya, hal tersebut hanyalah ketidakpastian statistik.

Lanjutkan membaca “Negative Parallax”

Gerak Rotasi Bumi Pada Video Dari Luar Angkasa

Featured Video Play Icon

Bumi berotasi hanya sekali dalam 24 jam. Untuk melihat gerak rotasi Bumi di video, kita perlu mempercepat video tersebut sehingga terlihat cukup cepat untuk dapat dilihat gerakannya. Kita juga perlu memastikan videonya diambil dari wahana antariksa yang gerakannya tidak mendominasi gerak rotasi Bumi itu sendiri.

Kaum Bumi datar mengklaim video dari luar angkasa palsu karena Bumi tidak terlihat berotasi. Faktanya, rotasi Bumi terlalu lambat dan tak akan terlihat tanpa mempercepat videonya.

Lanjutkan membaca “Gerak Rotasi Bumi Pada Video Dari Luar Angkasa”

Airy’s Failure – Kegagalan Airy

Featured Video Play Icon

Airy’s Failure adalah eksperimen Sir George Airy yang gagal untuk membuktikan teori aether dengan mengukur stellar aberration. Sedangkan fenomena stellar aberration itu sendiri merupakan bukti langsung pertama dari gerak Bumi mengelilingi Matahari.

Kaum Bumi datar menyangka Airy’s Failure adalah kegagalan dalam membuktikan gerak Bumi. Faktanya, Airy’s Failure adalah kegagalan untuk membuktikan teori aether. Eksperimen ini tergantung pada pengetahuan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari.

Lanjutkan membaca “Airy’s Failure – Kegagalan Airy”

Presesi Sumbu Rotasi Bumi / Axial Precession

Featured Video Play Icon

Bumi mengalami presesi sumbu rotasi. Sumbu rotasi Bumi bergeser lambat dengan siklus 25772 tahun. Akibatnya, bintang yang kita sebut sebagai bintang kutub akan selalu berganti dari satu bintang ke bintang lainnya.

Berlawanan dengan klaim dari kaum Bumi datar, akibat presesi sumbu rotasi Bumi, Polaris pernah tidak berfungsi sebagai Bintang Utara, dan tidak akan selalu menjadi Bintang Utara. Dalam 20 abad ke depan, Gamma Cephei akan menjadi Bintang Utara.

Lanjutkan membaca “Presesi Sumbu Rotasi Bumi / Axial Precession”

Gerak Heliks Pada Planet

Featured Video Play Icon

Tata Surya bergerak mengorbit pusat galaksi Bima Sakti, sedangkan planet di dalam Tata Surya bergerak mengelilingi Matahari. Akibatnya, dari pengamat di luar Tata Surya, gerakan  planet akan terlihat berbentuk heliks. Ada yang membuat animasi tersebut dan menjadi viral serta diliput media massa.

Kaum Bumi datar melihat animasi tersebut, lalu menggunakannya untuk mendukung pendapat mereka. Mereka klaim jika animasi tersebut benar, maka bintang seharusnya terlihat bergerak dan star-trail seharusnya tidak terjadi. Faktanya, animasi tersebut tidak menunjukkan jauhnya jarak ke bintang-bintang.

Lanjutkan membaca “Gerak Heliks Pada Planet”

Efek Eötvös: Bukti Langsung Bumi Bulat dan Berotasi

Featured Video Play Icon

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi efektif yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Perbedaan berat benda akibat efek Eötvös dapat diukur dengan eksperimen sederhana di pesawat. Efek Eötvös merupakan salah satu bukti langsung bahwa Bumi bulat dan berotasi.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Langsung Bumi Bulat dan Berotasi”

Gerak Semu

Featured Video Play Icon

Gerak semu adalah terlihatnya benda langit bergerak yang disebabkan oleh gerakan Bumi. Jika semua objek di langit memiliki gerakan yang mirip, maka jauh lebih memungkinkan apabila gerakan tersebut hanya gerak semu, dan disebabkan oleh gerak dari pengamat.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa gerakan benda-benda langit “membuktikan” Bumi diam, dan benda-benda langit tersebut yang bergerak. Dengan “logika” yang sama, kita dapat simpulkan bahwa kereta yang kita naiki tidak bergerak, hanya saja semua objek di luar kereta kebetulan memiliki gerakan yang sama.

Lanjutkan membaca “Gerak Semu”

Miskonsepsi Efek Coriolis & Argumentasi Strawman Yang Berkaitan

Featured Video Play Icon

Efek Coriolis terjadi pada objek yang diluncurkan ke lokasi lain yang jaraknya lebih dekat atau lebih jauh dari sumbu rotasi Bumi. Objek tersebut mempertahankan inersia yang didapatkan saat objek tersebut masih berada di permukaan Bumi, tetapi besarnya tidak lagi mencukupi untuk bisa tetap bergerak lurus relatif terhadap permukaan Bumi.

Di Khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 465 m/detik. Kaum Bumi datar mengklaim apabila seperti itu, maka objek yang diluncurkan ke atas harusnya akan bergerak dengan kecepatan yang sama meninggalkan pengamat. Hal tersebut tidak terjadi, lalu mereka gunakan untuk menunjukkan bahwa efek Coriolis dan gerak rotasi Bumi itu tidak ada. Faktanya, efek Coriolis bukanlah seperti yang mereka gambarkan tersebut.

Lanjutkan membaca “Miskonsepsi Efek Coriolis & Argumentasi Strawman Yang Berkaitan”

Stellar Aberration / Aberasi Cahaya Bintang

Featured Video Play Icon

Stellar aberration (aberasi cahaya bintang) adalah pergeseran posisi bintang yang teramati mengelilingi posisi yang sebenarnya akibat dari gerakan Bumi mengelilingi Matahari. Stellar aberration terjadi karena cahaya memiliki kecepatan dan membutuhkan waktu untuk mencapai pengamat.

Stellar aberration pertama kali diamati tahun 1727 oleh James Bradley, dan merupakan bukti langsung pertama dari heliosentrisme, bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari.

Lanjutkan membaca “Stellar Aberration / Aberasi Cahaya Bintang”

Stellar Parallax

Featured Video Play Icon

Stellar parallax adalah gerak bintang yang terlihat relatif terhadap bintang lain yang lebih jauh, yang disebabkan oleh pergeseran posisi Bumi akibat gerak mengorbit mengelilingi Matahari. Stellar parallax sangat kecil dan sulit diamati. Pengamatan stellar parallax baru dapat dilakukan setelah abad ke-19.

Kaum Bumi datar mengklaim stellar parallax tak berhasil diamati dan mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi tidak bergerak. Faktanya, stellar parallax telah berhasil diukur pertama kali tahun 1838, dan saat ini digunakan sebagai dasar pengukuran jarak bintang.

Lanjutkan membaca “Stellar Parallax”

Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Faktanya, dengan menempatkan satelit di orbit geostasioner, satelit akan berada di posisi yang konstan di langit dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Hari Sinodis dan Hari Sideris

Featured Video Play Icon

Dalam 24 jam, Bumi berotasi sedikit melebihi sekali putaran penuh akibat gerak Bumi mengelilingi Matahari. Kita sebut periode tersebut “satu hari” atau satu hari sinodis. Di sisi lain, hari sideris adalah satu kali Bumi berotasi relatif terhadap bintang.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi mengelilingi Matahari, dalam enam bulan, pada jam yang sama, siang akan menjadi malam dan malam akan menjadi siang. Hal tersebut benar apabila hari yang digunakan adalah hari sideris, bukan hari sinodis, atau “hari” pada ucapan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Hari Sinodis dan Hari Sideris”

Efek Coriolis Di Olahraga

Banyak olahraga dilakukan dengan meluncurkan bola ke udara. Bola yang diluncurkan akan sedikit berbelok karena efek Coriolis yang diakibatkan gerak rotasi Bumi.

Atlet tidak memperhitungkan efek Coriolis dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” Bumi tidak berotasi. Faktanya, besar pembelokan akibat efek Coriolis pada olahraga terlalu kecil, jauh lebih kecil dibandingkan efek lainnya. Bukan berarti efek Coriolis tidak ada.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis Di Olahraga”