Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi

Kita tak dapat pergi ke bagian Bumi yang lain dengan cara melayang dengan helikopter dan menunggu Bumi berotasi sampai tempat yang kita inginkan berada di bawah kita. Alasannya adalah karena fenomena kelembaman atau inersia.

Beberapa korban Bumi datar mengklaim bahwa kita tak dapat melakukan hal tersebut adalah bukti Bumi tidak bergerak. Mereka salah. Helikopter sebenarnya sudah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi”

Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan

Orbit Bumi dan orbit Bulan tidak persis  sebidang, tetapi bidang orbit Bulan membentuk sudut sebesar 5,14° terhadap orbit Bumi. Itu sebabnya baik gerhana Bulan dan gerhana Matahari tak terjadi setiap bulan.

Kadang kita melihat kaum Bumi datar mengklaim seharusnya gerhana terjadi setiap bulan, tetapi tidak terjadi, dan mereka simpulkan sebagai ‘kegagalan sains’ untuk menjelaskan fenomena gerhana. Kesalahan mereka adalah tidak memperhitungkan faktor inklinasi orbit, atau kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi.

Lanjutkan membaca “Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan”

Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat

Featured Video Play Icon

Gerak harian bintang (diurnal motion) adalah gerak bintang mengelilingi kedua sumbu rotasi Bumi akibat gerak rotasi Bumi. Bintang terlihat bergerak dengan cara yang hanya dapat dijelaskan jika Bumi bulat.

Semua variasi dari gerak harian bintang yang diamati pada berbagai lokasi yang berbeda di permukaan Bumi tak akan akan pernah dapat dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat”

Analogi Di Dalam vs Di Luar Kendaraan Yang Bergerak

“Jika Bumi berotasi, mengapa jika kita melempar batu lurus ke atas, batu akan jatuh ke tempat semula?” Itu adalah pertanyaan mendasar mengenai mekanika. Jawabannya adalah batu mempertahankan inersia. Sebelum batu dilempar, batu memiliki kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Untuk menjelaskan hal ini, umumnya kita menggunakan analogi kendaraan bergerak. Batu yang dilempar ke atas di kendaraan yang bergerak juga akan jatuh ke tempat yang sama.

Kaum Bumi datar menolak analogi ini. Mereka berdalih atmosfer Bumi itu “di luar” Bumi. Sedangkan batu dilempar di dalam kendaraan. Menurut mereka, analogi yang tepat adalah batu yang dilemparkan di atas kendaraan yang bergerak. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Analogi Di Dalam vs Di Luar Kendaraan Yang Bergerak”

Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak

Kita yang berada di utara khatulistiwa dapat melihat bintang Polaris, yang letaknya sangat dekat dengan sumbu rotasi bintang. Karena hal tersebut, jika diamati sekilas, Polaris praktis terlihat diam di posisi yang sama sepanjang waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim Polaris terlihat diam adalah ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris terlihat diam karena jaraknya sangat jauh, dan gerakannya tak dapat kita amati secara subjektif dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Lanjutkan membaca “Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak”

Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat

Penganut Bumi datar sering menyebut-nyebut Galileo. Mereka memposisikan Galileo sebagai ‘penjahat’ yang mendukung Bumi bulat. Dan Galileo salah karena tak dapat mendemonstrasikan adanya stellar parallax sebagai akibat dari Bumi mengelilingi Matahari.

Mereka salah. Perkara Galileo bukanlah tentang Bumi bulat, tetapi mengenai heliosentrisme. Seluruh pihak yang terlibat waktu itu sudah bisa menerima fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat”

Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam

Aether adalah hipotesis materi yang berada pada luar angkasa. Hipotesis Aether dibuat karena diasumsikan cahaya membutuhkan medium untuk merambat. Pada akhir abad 19 dan awal abad 20 dilakukan beberapa eksperimen untuk membuktikan keberadaan Aether.

Penganut Bumi datar (dan juga penganut geosentris) sering menggunakan hasil dari eksperimen ini untuk mendukung pendapat mereka bahwa Bumi diam. Mereka salah. Eksperimen ini dilakukan untuk membuktikan apakah teori Aether, ataukah salah satu dari hipotesis tandingannya —seperti Teori Relativitas Khusus— dapat menjelaskan fenomena alam dengan lebih baik.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam”

Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Foucault pendulum adalah sebuah eksperimen yang dilakukan pada tahun 1851 oleh Léon Foucault. Dalam eksperimen ini, digunakan sebuah bandul raksasa. Bandul tersebut akan berayun untuk waktu lama, dan selama itu dapat diamati gerak memutar yang diakibatkan oleh rotasi Bumi. Eksperimen ini membuktikan gerak rotasi Bumi.

Bagi penganut Bumi datar, Foucault pendulum adalah salah satu fakta yang perlu diserang sampai titik darah penghabisan. Mereka menciptakan berbagai macam ‘penjelasan’ untuk mendiskreditkan percobaan ini. Mereka salah. Foucault pendulum adalah percobaan yang dapat diulang, dan hasilnya akan konsisten sesuai dengan ekspektasi.

Lanjutkan membaca “Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”