Gaya Apung

Gaya apung adalah gaya mengarah ke atas yang dikerjakan fluida yang arahnya melawan berat dari benda yang terendam. Gaya apung terjadi karena fluida memiliki gradasi tekanan. Gradasi tekanan hanya dapat terjadi jika fluida dipengaruhi oleh percepatan, seperti percepatan gravitasi Bumi.

Kaum Bumi datar sering menggunakan gaya apung sebagai “penjelasan” mengapa benda jatuh ke bawah. Mereka salah. Tanpa adanya percepatan gravitasi Bumi, gaya apung tak akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Gaya Apung”

Melawan Gaya Gravitasi

Gravitasi bukanlah satu-satunya gaya. Ada gaya-gaya lain selain gravitasi. Lebih dari satu gaya dapat mempengaruhi sebuah objek. Gaya dapat melawan gaya gravitasi dan membuat gerak objek berlawan arah gravitasi.

Kaum Bumi datar menganggap adanya objek yang bergerak berlawanan dari arah gaya gravitasi sebagai ‘bukti’ gravitasi tidak ada. Mereka salah. Objek tersebut dipengaruhi oleh gaya lain yang lebih besar dan arahnya berlawanan dari gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Melawan Gaya Gravitasi”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Sebuah objek jatuh ke bawah akibat gravitasi Bumi. Namun beberapa aliran Bumi datar bersikeras jatuhnya sebuah objek adalah karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi.

Dengan menempatkan dua objek dengan densitas atau berat jenis sama dan massa berbeda dengan saling berlawanan pada sebuah tuas, kita dapat ketahui bahwa densitas atau berat jenis bukanlah penyebab sebuah benda jatuh ke bawah.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”

Balon Udara dan Gaya Gravitasi

Balon udara dapat terbang karena memiliki gaya apung (buoyancy) yang memiliki arah ke atas. Jika gaya apung lebih besar daripada gaya gravitasi (berat), maka balon akan bergerak naik.

Penganut Bumi datar banyak yang tidak mengerti hal ini. Bagi mereka, fakta bahwa balon bisa terbang adalah ‘bukti’ bahwa gravitasi tidak ada, dan benda bisa naik atau turun karena berat jenis. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Balon Udara dan Gaya Gravitasi”