Langit

Featured Video Play Icon

Langit terlihat identik oleh semua pengamat di permukaan Bumi, kecuali Bumi menghalangi pandangan ke bagian langit yang berbeda untuk pengamat yang posisinya berbeda di permukaan Bumi, dan cahaya siang hari menghalangi kebanyakan objek di langit.

Kenyataan bahwa langit terlihat identik dimana pun di permukaan Bumi hanya dapat dijelaskan jika semua benda langit berjarak sangat jauh, dan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Langit”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan peristiwa langit dan tata letak benda langit tertentu, dan bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi jika Bumi bulat mengelilingi Matahari. Lalu mereka keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bumi datar dan diam.

Kita dapat tanyakan kepada mereka waktu kejadian dan lokasi pengamat, lalu menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, artinya sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan masalahnya hanya bersumber dari kegagalan kaum Bumi datar untuk memahami dan membuat model yang benar.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya

Diagram Matahari, Bumi, dan Bulan, atau benda-benda langit lainnya jarang dibuat sesuai skala karena ukurannya yang terlalu kecil dibandingkan dengan jarak antara benda-benda tersebut yang sangat jauh.

Kaum Bumi datar menganggap bahwa diagram benda langit tidak digambarkan sesuai skala sebenarnya sebagai sebuah pengelabuan. Faktanya, mustahil untuk membuat diagram benda langit yang sesuai skala pada media fisik, dan tetap menjelaskan apa yang ingin dijelaskan.

Lanjutkan membaca “Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya”

Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan

Featured Video Play Icon

Orbit Bumi dan orbit Bulan tidak persis  sebidang, tetapi bidang orbit Bulan membentuk sudut sebesar 5,14° terhadap orbit Bumi. Itu sebabnya baik gerhana Bulan dan gerhana Matahari tak terjadi setiap bulan.

Kadang kita melihat kaum Bumi datar mengklaim seharusnya gerhana terjadi setiap bulan, tetapi tidak terjadi, dan mereka simpulkan sebagai ‘kegagalan sains’ untuk menjelaskan fenomena gerhana. Kesalahan mereka adalah tidak memperhitungkan faktor inklinasi orbit, atau kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi.

Lanjutkan membaca “Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan”

Bola Meriam Newton

Featured Video Play Icon

Bola meriam Newton adalah pemikiran Isaac Newton untuk menjelaskan prinsip kerja gerak mengorbit. Hal tersebut merupakan penjelasan pertama mengenai gerak mengorbit, dan yang paling mudah untuk dipahami.

Newton menggambarkan meriam di puncak gunung yang sangat tinggi sehingga gesekan udara tidak lagi mempengaruhi gerak benda. Setiap kali meriam menembak, daya tembak meriam ditambah sehingga bola meriam akan jatuh lebih jauh setelah ditembakkan. Pada suatu saat, daya tembak meriam menjadi cukup besar sehingga bola meriam tidak akan menabrak permukaan Bumi, tetapi jauh menuju Bumi secepat lengkungan Bumi menjauhinya.

Lanjutkan membaca “Bola Meriam Newton”

Gerakan Planet Yang Terlihat dari Bumi

Featured Video Play Icon

Planet bergerak di sekitar ekliptika, yaitu garis semua di langit yang menandai lintasan Matahari relatif terhadap bintang. Dari gerak planet, terlihat jelas bahwa Venus dan Merkurius bergerak mengelilingi Matahari. Sedangkan gerakan planet yang lain yang dapat dijelaskan apabila Bumi mengelilingi Matahari.

Kaum Bumi datar mengklaim Bumi diam. Faktanya, dengan mengamati gerakan planet dalam waktu yang cukup lama, penjelasan yang paling memungkinkan adalah bahwa semua planet, termasuk Bumi, bergerak mengelilingi Matahari.

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung karena Bulan berada jauh di dalam Hill sphere dari Bumi, yaitu daerah dimana Bumi, bukan Matahari, mendominasi pengaruh pada satelit.

Kaum Bumi datar melihat bahwa gravitasi Matahari-Bulan lebih besar daripada gravitasi Bumi-Bulan, mereka simpulkan bahwa menurut sains, seharusnya Bulan mengorbit Matahari, bukan Bumi, lalu mereka gunakan informasi tersebut untuk mendiskreditkan  sains. Faktanya, mereka tak memperhitungkan percepatan sentrifugal yang berasal dari gerak mengelilingi Matahari, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan Hill sphere dari Bumi.

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Planet dan Bintang

Planet bukan bintang. Pada pengamatan sekilas, planet dan bintang terlihat sebagai titik di langit malam. Tetapi dengan pengamatan teliti, kita tahu bahwa planet berbeda dengan bintang.

Kaum Bumi datar bersikeras planet adalah bintang. Faktanya kita dapat dengan mudah mengamati banyak sifat planet yang membedakannya dari bintang, dengan usaha dan peralatan seadanya.

Lanjutkan membaca “Planet dan Bintang”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

Selenelion terjadi jika saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan terlihat bersama di atas horizon. Selenelion dapat terjadi karena refraksi atmosfer membiaskan cahaya dan mengangkat citra Matahari dan Bulan sampai sekitar 0,6°, sehingga keduanya dapat terlihat bersama di atas horizon.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa selenelion tak mungkin terjadi jika Bumi bulat karena saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan seharusnya terpisah 180°. Faktanya, selenelion tetap dapat terjadi karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Gerak Heliks Pada Planet

Featured Video Play Icon

Tata Surya bergerak mengorbit pusat galaksi Bima Sakti, sedangkan planet di dalam Tata Surya bergerak mengelilingi Matahari. Akibatnya, dari pengamat di luar Tata Surya, gerakan  planet akan terlihat berbentuk heliks. Ada yang membuat animasi tersebut dan menjadi viral serta diliput media massa.

Kaum Bumi datar melihat animasi tersebut, lalu menggunakannya untuk mendukung pendapat mereka. Mereka klaim jika animasi tersebut benar, maka bintang seharusnya terlihat bergerak dan star-trail seharusnya tidak terjadi. Faktanya, animasi tersebut tidak menunjukkan jauhnya jarak ke bintang-bintang.

Lanjutkan membaca “Gerak Heliks Pada Planet”

Hari Sinodis dan Hari Sideris

Featured Video Play Icon

Dalam 24 jam, Bumi berotasi sedikit melebihi sekali putaran penuh akibat gerak Bumi mengelilingi Matahari. Kita sebut periode tersebut “satu hari” atau satu hari sinodis. Di sisi lain, hari sideris adalah satu kali Bumi berotasi relatif terhadap bintang.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi mengelilingi Matahari, dalam enam bulan, pada jam yang sama, siang akan menjadi malam dan malam akan menjadi siang. Hal tersebut benar apabila hari yang digunakan adalah hari sideris, bukan hari sinodis, atau “hari” pada ucapan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Hari Sinodis dan Hari Sideris”

Tata Surya Swedia

Tata Surya Swedia adalah model dari Tata Surya dengan skala asli yang terbesar di dunia. Kita dapat menggunakanya untuk memahami ukuran dan jarak yang terdapat pada Tata Surya.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan bahwa Tata Surya tidak pernah digambarkan dengan sesuai skala, dan menjadikan hal tersebut “bukti” kegagalan sains untuk menjelaskan fakta alam. Tata Surya Swedia membuktikan klaim mereka salah, dan juga memperlihatkan kesulitan yang kita hadapi untuk membuat model Tata Surya yang sesuai dengan skala sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Tata Surya Swedia”

Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan”

Librasi Bulan

Featured Video Play Icon

Bulan mengalami tidal-locking, yaitu salah satu sisi bulan selalu menghadap Bumi. Tetapi Bulan juga mengalami fenomena librasi, dan kita dapat mengintip sedikit bagian dari Bulan yang tak selalu terlihat.

Kaum Bumi datar menciptakan berbagai macam “skenario” mengenai Bulan dengan tujuan “menjelaskan” fenomena-fenomena yang yang tak dapat dijelaskan di Bumi datar. Beberapa di antaranya misalnya Bulan transparan, datar, setengah bola, dan sebagainya. Fenomena librasi membuktikan “penjelasan-penjelasan” yang mereka ciptakan tersebut salah.

Lanjutkan membaca “Librasi Bulan”

Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan

Pada beberapa foto Bulan, di bagian gelapnya terlihat bintik-bintik terang yang kemudian diinterpretasikan sebagai ‘bintang’ oleh sebagian penganut Bumi datar. Dari ‘penemuan’ ini, lalu mereka simpulkan bahwa Bulan bentuknya transparan.

Tapi sebenarnya itu bukanlah bintang, melainkan hanyalah noise sensor kamera digital.

Lanjutkan membaca “Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan”

Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Garis-Garis Fraunhofer

Sinar Matahari yang sampai di permukaan Bumi dapat diuraikan menjadi beberapa warna menggunakan sebuah prisma. Warna-warna tersebut adalah spektrum. Namun, jika diuraikan, hasilnya akan mengandung garis-garis gelap.  Dari garis-garis ini dapat diketahui komposisi dari Matahari tanpa perlu kita mengunjungi Matahari.

Kaum Bumi datar berpendapat tidaklah mungkin komposisi Matahari bisa diketahui. Menurut mereka, Matahari itu panas dan jauh dan tidak mungkin ada orang yang pernah mendatanginya. Mereka salah. Komposisi Matahari dapat diketahui melalui garis-garis spektrum tersebut, yang dinamakan garis-garis Fraunhofer.

Lanjutkan membaca “Garis-Garis Fraunhofer”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”