Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Foto Bulan Purnama Saat Matahari Terbenam

Bulan purnama hanya bisa terjadi jika Matahari berada di posisi berlawanan di langit dan tak pernah terlihat dekat dengan Matahari. Terdapat foto-foto di Internet yang menampilkan Bulan purnama di sebelah Matahari. Foto-foto tersebut palsu, dan fenomena tersebut mustahil terjadi.

Kaum Bumi datar menemukan foto-foto di Internet yang memperlihatkan Bulan purnama di sebelah Matahari, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” sinar Bulan bukan pantulan cahaya Matahari. Faktanya, mereka hanya tak menyadari bahwa foto-foto tersebut palsu.

Lanjutkan membaca “Foto Bulan Purnama Saat Matahari Terbenam”

Siklus Saros dan Deret Saros

Featured Video Play Icon

Saros adalah siklus 18 tahun, 11 hari dan 8 jam antara beberapa gerhana. Gerhana bersiklus sama dikelompokkan ke dalam sebuah deret Saros yang diberi nomor untuk mengidentifikasikannya.

Kaum Bumi datar mengklaim penggunaan istilah Saros yang berasal dari peradaban Babilonia merupakan “bukti” bahwa gerhana diprediksi menggunakan teknologi kuno jaman Babilonia. Faktanya, siklus Saros saat ini digunakan untuk mengelompokkan gerhana yang mirip. Contohnya, gerhana 26 Desember 2019 adalah anggota ke-46 Saros Matahari 132 dari total 71 gerhana.

Istilah Saros pertama kali digunakan untuk keperluan gerhana oleh Edmond Halley pada tahun 1691. Bangsa Babilonia tak pernah menggunakan istilah Saros untuk urusan gerhana. Sedangkan sistem penomoran deret Saros dibuat oleh G. van den Bergh pada tahun 1955.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Geometri dari Fenomena Bulan Purnama

Banyak dari kita mengalami masalah kognisi spasial, dan kesulitan untuk membayangkan bagaimana misalnya Bulan purnama dapat terlihat sepanjang malam. Pemikirannya adalah Bulan purnama terjadi karena Matahari-Bumi-Bulan hampir lurus, maka Bulan purnama seharusnya hanya terlihat di tengah malam.

Kaum Bumi datar yang mengalami masalah tersebut mengambil langkah lebih jauh dan menganggap hal tersebut sebagai “bukti” bahwa kejadian Bulan purnama tak dapat dijelaskan pada Bumi bulat. Faktanya, fenomena Bulan purnama dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Geometri dari Fenomena Bulan Purnama”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

Foto-foto perkembangan gerhana Bulan diambil dengan eksposur kamera yang bertambah untuk mengimbangi kecerahan Bulan yang berkurang. Perbedaan eksposur mulai Bulan purnama sampai dengan gerhana total dapat mencapai 19EV, atau daya tangkap cahaya ditambah sebesar 500000×.

Foto-foto gerhana Bulan terlihat dengan kecerahan yang konstan dan kaum Bumi datar —yang sepertinya belum pernah menyaksikan sendiri gerhana Bulan— mengklaim hal tersebut adalah “bukti” gerhana Bulan bukanlah akibat bayangan Bumi. Faktanya, foto-foto tersebut dibuat memiliki kecerahan sama dengan mengubah eksposur pada kamera yang digunakan.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total

Bulan menjadi merah saat gerhana Bulan total karena atmosfer Bumi bersifat seperti lensa yang membelokkan sinar Matahari ke Bulan. Selain itu, atmosfer Bumi menghamburkan komponen warna biru dari sinar Matahari sehingga hanya komponen merah yang mencapai Bulan.

Bulan tidak sepenuhnya gelap selama gerhana Matahari total, dan kaum Bumi datar keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bulan tidak tertutup Bumi saat gerhana. Faktanya, hal tersebut terjadi karena fenomena optik yang melibatkan atmosfer Bumi.

Lanjutkan membaca “Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total”

Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya

Diagram Matahari, Bumi, dan Bulan, atau benda-benda langit lainnya jarang dibuat sesuai skala karena ukurannya yang terlalu kecil dibandingkan dengan jarak antara benda-benda tersebut yang sangat jauh.

Kaum Bumi datar menganggap bahwa diagram benda langit tidak digambarkan sesuai skala sebenarnya sebagai sebuah pengelabuan. Faktanya, mustahil untuk membuat diagram benda langit yang sesuai skala pada media fisik, dan tetap menjelaskan apa yang ingin dijelaskan.

Lanjutkan membaca “Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya”

Fase Bulan dan Gerhana Bulan

Fase bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari secara langsung yang terlihat dari Bumi. Fase Bulan berubah terus menerus dengan siklus 29½ hari.

Gerhana Bulan terjadi saat Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi. Gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan purnama dan jika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam garis lurus.

Kaum Bumi datar mengklaim tak mungkin fase Bulan terjadi akibat bayangan Bumi, dan mereka gunakan untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, fase Bulan memang bukan akibat dari bayangan Bumi. Mereka hanya keliru membedakan fase dan gerhana Bulan. Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Gerhana Bulan”

Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA

Dengan kemampuan pemrosesan komputer saat ini, prediksi gerhana biasanya dilakukan secara iteratif. Prediksi dilakukan dengan cara menentukan posisi Bulan dan Matahari pada satu waktu, dan menghitung apakah terjadi gerhana. Proses tersebut diulangi lagi berkali-kali untuk waktu yang berbeda.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada yang bisa memprediksi gerhana dari perhitungan posisi Bulan dan Matahari. Mereka keliru menganggap NASA memprediksi gerhana dengan menggunakan siklus Saros. Script Python singkat ini membuktikan mereka salah.

Lanjutkan membaca “Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA”

Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan

Featured Video Play Icon

Orbit Bumi dan orbit Bulan tidak persis  sebidang, tetapi bidang orbit Bulan membentuk sudut sebesar 5,14° terhadap orbit Bumi. Itu sebabnya baik gerhana Bulan dan gerhana Matahari tak terjadi setiap bulan.

Kadang kita melihat kaum Bumi datar mengklaim seharusnya gerhana terjadi setiap bulan, tetapi tidak terjadi, dan mereka simpulkan sebagai ‘kegagalan sains’ untuk menjelaskan fenomena gerhana. Kesalahan mereka adalah tidak memperhitungkan faktor inklinasi orbit, atau kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi.

Lanjutkan membaca “Inklinasi Orbit: Penyebab Gerhana Tak Terjadi Setiap Bulan”

Rukyat dan Hisab Untuk Menentukan Awal Bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri

Umat Islam menggunakan dua metode untuk menentukan awal bulan untuk keperluan ibadah, yaitu rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan hilal). Kedua metode ini dilakukan misalnya untuk menentukan awal bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Umat Bumi datar bersikeras awal bulan Islam hanya dapat ditentukan melalui pengamatan. Untuk meluruskan klaim mereka, kami membuat script Python sangat sederhana sebagai contoh melakukan hisab untuk menentukan awal bulan kalender Hijriyah sepanjang abad ke-21. Hal ini dilakukan tentunya dengan memanfaatkan pengetahuan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Rukyat dan Hisab Untuk Menentukan Awal Bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri”

Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO

Lunar Reconnaisance Orbiter (LRO) adalah wahana antariksa yang mengorbit Bulan. LRO memiliki kamera beresolusi tinggi yang telah mengambil foto-foto dari lokasi pendaratan misi Apollo.

Kaum Bumi datar gemar menuntut NASA untuk membuktikan misi Apollo dengan mengambil foto terbaru lokasi pendaratan, dan NASA telah melakukannya. Namun hal ini pun tentunya tak akan cukup bagi mereka untuk menerima kenyataan bahwa misi Apollo memang dilakukan.

Lanjutkan membaca “Foto Lokasi Pendaratan Misi Apollo yang Diambil LRO”

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung karena Bulan berada jauh di dalam Hill sphere dari Bumi, yaitu daerah dimana Bumi, bukan Matahari, mendominasi pengaruh pada satelit.

Kaum Bumi datar melihat bahwa gravitasi Matahari-Bulan lebih besar daripada gravitasi Bumi-Bulan, mereka simpulkan bahwa menurut sains, seharusnya Bulan mengorbit Matahari, bukan Bumi, lalu mereka gunakan informasi tersebut untuk mendiskreditkan  sains. Faktanya, mereka tak memperhitungkan percepatan sentrifugal yang berasal dari gerak mengelilingi Matahari, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan Hill sphere dari Bumi.

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Ukuran Matahari dan Bulan yang Terlihat

Matahari dan Bulan sekilas terlihat berukuran sama di langit, tetapi keduanya tidak berukuran sama persis dan ukurannya pun tidak konstan karena orbit Bumi dan Bulan berbentuk elips.

Kaum Bumi datar mengklaim terlalu kebetulan bahwa Matahari tepat 400× lebih besar daripada Bulan, dan tepat 400× lebih jauh, sehingga membuat keduanya tampak terlihat tepat sama besar. Faktanya, Matahari dan Bulan tidak tepat berukuran sama.

Lanjutkan membaca “Ukuran Matahari dan Bulan yang Terlihat”

Melakukan Zoom Pada Bulan

Pada zoom terpanjang, Nikon P1000 memiliki sudut pandang 0,2°, setara dengan 1342 km pada permukaan Bulan.

Kaum Bumi datar menggunakan Nikon P1000 untuk melakukan zoom pada Bulan dan mengklaim tak dapat menemukan bendera dan wahana pendaratan Apollo. Faktanya, objek terkecil di Bulan yang dapat terlihat oleh kamera mereka adalah objek seukuran kota besar.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Bulan”

Mitos Cahaya Bulan yang Dingin

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar mengklaim sinar Bulan itu dingin dan memiliki efek mendinginkan objek yang terkena sinar Bulan. Hal tersebut hanyalah mitos dari abad 19 yang diperkuat confirmation bias dari “eksperimen” yang dilakukan kaum Bumi datar di jaman sekarang.

Kaum Bumi datar melakukan “eksperimen” dan bersikeras bahwa cahaya Bulan memiliki efek mendinginkan objek adalah akibat mereka gagal untuk mengontrol faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pengukuran mereka, atau bahkan sengaja menambahkan faktor tersebut agar mempengaruhi hasilnya. Mereka juga tidak memperhitungkan galat pengukuran, yaitu variasi dari pengukuran yang berbeda-beda, dan hanya memilih-milih hasil yang sesuai keinginan mereka, dengan mengabaikan hasil lainnya.

Lanjutkan membaca “Mitos Cahaya Bulan yang Dingin”

Gerhana yang Mustahil

Selenelion adalah gerhana Bulan langka dimana Bulan dan Matahari dapat terlihat bersamaan. Ada jenis selenelion yang lebih langka lagi yang terjadi jika gerhana yang terjadi adalah gerhana Bulan sebagian dan bagian Bulan yang tertutup bayangan Bumi adalah bagian atasnya.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana ini mustahil karena lokasi bayangannya yang salah. Faktanya, gerhana dapat terjadi karena pengamat melihat tidak lurus ke depan, tetapi sedikit ke bawah akibat penurunan horizon dan refraksi atmosfer.

Lanjutkan membaca “Gerhana yang Mustahil”

Misi ke Bulan Setelah Apollo

Setelah pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, kita tetap menjalankan misi ke Bulan, tetapi dengan wahana tanpa awak. Misi Apollo bukan hanya misi ilmiah, tetapi juga misi politik akibat dari Perang Dingin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk riset tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan.

Kaum Bumi datar mengklaim tak ada misi ke Bulan setelah Apollo, dan itu adalah “bukti” misi Apollo hanya kebohongan. Faktanya, kita tetap mengirim wahana antariksa ke Bulan untuk keperluan penelitian sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”

Resolusi Sudut

Resolusi sudut adalah jarak minimum antara ciri atau corak yang dapat dikenali dalam sebuah citra. Objek dengan ukuran lebih kecil daripada resolusi sudut tak akan dapat dikenali pada gambar. Resolusi sudut maksimum yang dimungkinkan tergantung pada diameter bukaan dari instrumen optik yang digunakan.

Kaum Bumi datar gemar menuntut foto wahana pendaratan (lander) Apollo di Bulan dengan menggunakan kamera atau teleskop sebagai  bukti pendaratan di Bulan memang terjadi. Faktanya, tak ada teleskop optik di Bumi yang diameter bukaannya cukup besar untuk dapat mengenali wahana pendaratan Apollo tersebut.

Lanjutkan membaca “Resolusi Sudut”