Waktu Penerbangan Jakarta-Bali Saat Berangkat dan Kembali

Bumi katanya berotasi, tetapi mengapa waktu penerbangan Jakarta-Bali adalah sama baik untuk penerbangan berangkat dan kembali?

Karena atmosfer Bumi ikut berotasi dengan permukaan Bumi. Jika tidak, maka kita yang berada di Jakarta akan merasakan angin dengan kecepatan 1665 km/jam!

Kedua, saat pesawat ‘diam’ di bandara, sebenarnya pesawat tersebut sedang bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Masalah yang sering tidak dipahami oleh kaum Bumi datar adalah masalah kerangka acuan kecepatan. Setiap angka kecepatan sebenarnya terkait pada kerangka acuan tertentu. Masalahnya adalah kerangka acuan ini sering tidak disebutkan secara eksplisit.

Jika Bumi berotasi di khatulistiwa dengan kecepatan 1674,4 km/jam, maka ini tentunya diamati dari kerangka acuan Bumi yang tidak berotasi. Pesawat menyalakan mesin dengan tujuan untuk mengubah kecepatannya relatif terhadap permukaan Bumi dan atmosfer Bumi. Dan kecepatan pesawat dilihat dari kerangka acuan permukaan Bumi.

Waktu Berangkat dan Kembali Sebenarnya Bisa Berbeda

Arah dan kecepatan angin bisa mempengaruhi lama penerbangan. Pesawat yang melawan angin akan membutuhkan waktu lebih lama daripada pesawat yang terbang searah dengan angin. Namun, bisa saja pengaruhnya bukan pada waktu, melainkan pada konsumsi bahan bakar.

Di daerah subtropis dan kutub terdapat fenomena angin yang dinamakan ‘jet stream’. Ini menyebabkan waktu berangkat dan kembali jauh berbeda. Topik ini akan dibahas di artikel tersendiri di lain waktu.