Arah Kiblat di Bumi Bulat

Sebuah asumsi yang beredar di komunitas korban Bumi datar mengklaim bahwa arah kiblat di Bumi bulat tidaklah relevan:

“Jika bentuk Bumi adalah bulat, maka kamu bisa mengarah ke mana saja, dan pasti akan mengarah ke kiblat. Karena itu Bumi tidak mungkin berbentuk Bulat”

Kesalahan mereka adalah menggunakan lingkaran untuk mendeskripsikan Bumi bulat, padahal bentuk Bumi itu bulat seperti bola, bukan bundar seperti lingkaran.

Bundar itu tidak sama dengan bulat. Bundar mendeskripsikan bentuk dua dimensi. Yang tepat untuk mendeskripsikan bentuk Bumi adalah bola tiga dimensi yang bentuknya bulat.

Kamu bisa melakukan percobaan sendiri pada sebuah bola. Tandai dua buah tempat di permukaan bola. Dari tempat pertama kamu bisa amati bahwa supaya bisa datang ke tempat kedua, haruslah ke arah yang benar. Jika tidak mengarah ke tempat kedua, mau berputar-putar beberapa kali pun tidak akan pernah sampai ke tempat kedua.

Jika kamu berada di Jakarta, maka kamu perlu mengarah ke Mekah untuk menghadap kiblat. Arah ini mengikuti yang dinamakan great-circle, yaitu irisan Bumi yang memotong titik tengah Bumi, yang selain itu juga memotong Jakarta dan Mekah. Arah selain itu tidak akan mengarah ke Mekah.

Namun ada satu tempat di Bumi yang berlaku hal tersebut. Di sebuah tempat di lautan Pasifik, dekat Pulau Tematagi, Polinesia Perancis, kamu bisa mengarah ke mana saja, dan pasti akan mengarah ke Mekah. Mengapa bisa begitu? Karena lokasi tersebut adalah antipoda dari Mekah. Lokasi ini adalah sisi seberangnya Mekah pada Bumi yang berbentuk bulat.

Referensi