Manusia Adalah Makhluk Sosial – Sains Adalah Proses Sosial

Kita sering menyaksikan penganut Bumi datar menanyakan apakah kita sudah melakukan riset sendiri terhadap hal yang kita kemukakan. Jika kita tidak melakukan riset sendiri, tetapi hanya “katanya”, maka menurut mereka kita tidak dapat mempercayainya.

Hal ini tentu saja tidak benar. Manusia adalah makhluk sosial, dalam banyak hal kita tak memiliki pilihan, dan harus bergantung pada manusia yang lain.

Makanan yang kita makan tidak semuanya kita produksi sendiri. Demikian pula dengan sains. Tak semua hal dapat kita riset sendiri. Bahkan bagi orang yang tidak melakukan pekerjaan selain melakukan riset, tak akan ada cukup waktu untuk melakukan riset untuk semua bidang yang ada.

Bukan berarti fakta sains tidak dapat diverifikasi. Justru sesuatu hal bisa diterima sebagai sains apabila sudah mendapatkan verifikasi dari pihak lain yang independen. Semakin banyak verifikasi yang didapatkan, maka semakin kuat posisinya. Jika diinginkan, siapapun bisa saja melakukan verifikasi. Tapi tak lantas sains tersebut menjadi salah apabila kita tidak melakukan verifikasi sendiri.

Sains adalah sebuah proses sosial. Semua ilmu pengetahuan adalah pengembangan dari ilmu pengetahuan yang lain. Tak seperti spesies lain, manusia memiliki akal sehingga apa yang dilakukan oleh pendahulu kita dapat kita lanjutkan tanpa perlu memulai lagi seluruhnya dari awal. Umat manusia tak akan mampu berbuat banyak apabila setiap individu harus melakukan riset seluruh ilmu pengetahuan dari hal yang paling dasar.

Modus operandi oknum-oknum Bumi datar dan teori konspirasi lainnya adalah menanamkan benih-benih kebencian dan kecurigaan yang berlebihan kepada calon korbannya, agar fungsi sosial yang kita miliki tak lagi berfungsi semestinya. Jika hal ini berhasil, hanya sang oknum Bumi datar beserta jajarannya yang dipercaya oleh para korban, dan korban tak lagi dapat efektif menilai informasi dari pihak lain.

Referensi