‘Eksperimen’ Bola dan Air

Gravitasi adalah gaya tarik antara benda-benda yang memiliki massa. Semakin besar massanya, maka semakin besar gayanya. Bentuk objek tidak berpengaruh pada besarnya gaya gravitasi.

Kaum Bumi datar gemar melakukan ‘eksperimen bola dan air’. Mereka menyemprotkan air ke bola, dan mengamati bahwa air tidak menempel di bola sebagaimana air berada di permukaan Bumi. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa ‘gravitasi tidak ada’. Mereka salah. Gravitasi tidak disebabkan oleh bentuk bulat.

Mereka menggunakan bola sebagai model Bumi karena tidak memahami gravitasi. Bumi dan bola sama-sama berbentuk bulat, tetapi gravitasi tidak disebabkan oleh bentuk bulat. Hipotesis yang mereka buat salah. Besar gaya gravitasi tidak ditentukan dari bentuk bulat, tetapi massa objek yang terlibat. Dalam hal ini, massa Bumi sangat jauh lebih besar daripada massa bola, sehingga Bumi menarik partikel air jauh lebih kuat daripada bola menarik partikel air.

Yang ada justru sebaliknya: bentuk bulat Bumi dan planet lain disebabkan oleh gaya gravitasi. Kondisi ini disebut hydrostatic equilibrium. Benda antariksa yang memiliki massa cukup besar cenderung berbentuk bulat.

Masalah kedua adalah bahwa ‘percobaan’ dilakukan di lingkungan Bumi. Pada ‘percobaan’ ini, ada dua objek bulat yang terlibat. Yang pertama adalah bola yang dijadikan model Bumi. Dan yang kedua adalah Bumi yang sesungguhnya. Mereka sadari atau tidak, gaya gravitasi dari Bumi (yang sesungguhnya) juga mempengaruhi percobaan.

Jika mereka serius, seharusnya gaya gravitasi dari Bumi dikendalikan agar tidak mempengaruhi percobaan. Untuk mengendalikan gaya gravitasi satu-satunya cara adalah dengan melakukan percobaan pada kondisi free-fall, seperti pada pesawat zero-gravity.

Dengan ‘percobaan’ mereka tersebut, satu-satunya hal yang bisa disimpulkan adalah bahwa bentuk bulat bukanlah penyebab gravitasi. Dan hal tersebut memang sudah kita ketahui bersama.

Referensi