Asumsi-Asumsi Ciptaan Kaum Bumi Datar Untuk Menggantikan Gravitasi

Kaum Bumi datar menolak gravitasi karena tidak mendukung konsep Bumi datar. Untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi, mereka menciptakan banyak “fakta alternatif” dari gravitasi.

Kaum Bumi datar hanya sepakat dalam satu hal, yaitu bahwa Bumi datar. Namun karena Bumi datar dipercaya bukan berdasarkan fakta, mereka tidak dapat sepakat untuk hal yang lain. Aliran atau mazhab Bumi datar yang berbeda memiliki penjelasan alternatif yang berbeda pula, yang semuanya tak dapat menjelaskan fenomena alam dengan memadai.

Lanjutkan membaca “Asumsi-Asumsi Ciptaan Kaum Bumi Datar Untuk Menggantikan Gravitasi”

Telur dan Air Garam

Telur umumnya akan tenggelam dalam air tawar, tetapi jika air digarami, telur akan mengambang. Hal tersebut terjadi karena setelah digarami, densitas air bertambah. Tetapi antara densitas dan tenggelam atau mengambang bukanlah hubungan sebab akibat langsung.

Kaum Bumi datar mengklaim fenomena tersebut merupakan “bukti” benda jatuh ke bawah akibat densitas, dan mereka gunakan hal tersebut sebagai “bukti” gravitasi tidak ada. Faktanya, perbedaan massa jenis air berpengaruh pada besar gaya apung yang diterima oleh telur. Jika gaya apung lebih besar daripada berat telur, maka telur akan mengambang, dan sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Telur dan Air Garam”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Sebuah objek jatuh ke bawah akibat gravitasi Bumi. Namun beberapa aliran Bumi datar bersikeras jatuhnya sebuah objek adalah karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi.

Dengan menempatkan dua objek dengan densitas atau berat jenis sama dan massa berbeda dengan saling berlawanan pada sebuah tuas, kita dapat ketahui bahwa densitas atau berat jenis bukanlah penyebab sebuah benda jatuh ke bawah.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”