Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit

“Jika satelit itu ada, untuk apa operator seluler repot-repot memasang tower di setiap tempat?” “Jika satelit itu ada, mengapa jika kita di pedalaman tidak bisa mendapat sinyal?” Itu adalah beberapa pertanyaan yang tak jarang terdengar di kalangan penganut Bumi datar.

Logikanya adalah hanya dengan satu transceiver di satelit, bisa menjangkau daerah yang sangat luas. Maka repot-repot memasang tower di semua tempat merupakan sebuah kesia-siaan. Biasanya kemudian diikuti dengan kesimpulan: satelit sebenarnya tidak ada.

Mereka salah. Mari kita telaah bagaimana jaringan telepon seluler sebenarnya bekerja.

Jaringan telepon seluler membagi area jangkauan menjadi beberapa ‘sel’. Sebuah sel memiliki jangkauan yang relatif kecil dan dilayani oleh sebuah tower. Mengapa sengaja dibuat tower dengan jangkauan yang relatif kecil?

Pertama, sebuah tower dapat menggunakan alokasi frekuensi yang berbeda dari tower tetangga. Dan alokasi frekuensi yang sama bisa digunakan ulang oleh pengguna dan tower di lokasi yang lain. Area jangkauan bisa dibagi menjadi grid heksagonal seperti di ilustrasi, dan hanya membutuhkan empat set frekuensi untuk melayani luas daerah dan jumlah pengguna yang tak terhingga. Selain itu, seorang pengguna bisa mendapatkan alokasi frekuensi yang lebar, sehingga dapat menggunakan layanan data berkecepatan tinggi misalnya.

Pada kasus telepon satelit, satu set frekuensi yang sama harus dibagi-bagi pada seluruh pengguna dalam jangkauan satelit. Jumlah pengguna menjadi terbatas, dan alokasi frekuensi per pengguna akan sangat kecil.

Kedua, jarak antara tower dan perangkat bergerak (ponsel) tidak terlalu jauh, sehingga tidak membutuhkan daya pancar yang tinggi. Karena tidak membutuhkan daya pancar yang tinggi, maka konsumsi daya lebih kecil, dan ponsel bisa dibuat berukuran kecil.

Sebaliknya, telepon satelit biasanya bIIIIerukuran sangat besar.

Ketiga, pembagian sel lebih fleksibel dan mudah menjangkau semua lokasi yang diperlukan daripada transponder satelit tunggal. Masalah blank spot dapat dengan mudah diatasi dengan menambah transceiver di lokasi tersebut. Di pusat keramaian seperti mall dan gedung perkantoran, dapat dipasang beberapa ‘microcell’ di dalam lokasi tersebut.

Sebaliknya, telepon satelit biasanya hanya bisa berfungsi dengan baik apabila ada line of sight antara telepon dan satelit. Artinya di dalam gedung, telepon satelit menjadi tidak berguna. Pengguna harus keluar gedung untuk dapat menggunakannya.

Satelit dan jaringan selular memiliki karakteristik yang berbeda. Karena ada teknologi selular bukan berarti satelit komunikasi tidak berguna. Satelit komunikasi tetap berguna untuk komunikasi di daerah pedalaman atau pulau terpencil.

Untuk institusi seperti bank, umumnya lebih suka menggunakan transponder satelit. Alasannya adalah karakteristik komunikasinya tidak membutuhkan bandwidth dalam jumlah besar. Dan satu transponder bisa menjangkau daerah yang sangat luas. Selain itu bank tidak perlu mengadakan infrastruktur di darat untuk keperluan mereka, dan menumpang infrastruktur pihak lain juga sangat rumit bagi bank yang mensyaratkan keamanan tinggi.

Kesimpulannya, komunikasi satelit dan komunikasi sel memiliki karakteristik yang berbeda. Hanya karena ada satelit, bukan berarti teknologi komunikasi seluler menjadi tidak berguna, dan juga sebaliknya.

Referensi