Komunikasi Serat Optik vs Satelit

Komunikasi serat-optik (fiber-optic) merupakan metoda transmisi data dengan mengirim gelombang cahaya melalui serat optik. Saat ini mayoritas komunikasi di dunia menggunakan serat optik. Walaupun demikian metoda komunikasi lain tetap ada, termasuk satelit.

Kaum Bumi datar menganggap penggunaan serat optik saat ini sebagai “bukti” satelit tidak ada. Ini adalah fallacy hasty generalization. Dengan “logika” yang sama, dapat saja kita simpulkan kereta api itu tidak ada hanya dengan menunjukkan bahwa kita bisa bepergian menggunakan mobil.

Lanjutkan membaca “Komunikasi Serat Optik vs Satelit”

White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”

Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat

Pada foto Bumi yang diambil dari luar angkasa, semakin dekat posisi pengamat dari Bumi, maka semakin sedikit bagian Bumi yang terlihat. Sebaliknya, semakin jauh posisi pengamat dari Bumi, semakin banyak bagian Bumi yang terlihat. Namun sejauh apapun, tidak akan bisa melihat kedua kutub Bumi sekaligus.

Kaum Bumi datar menemukan adanya foto-foto Bumi yang menampilkan ukuran benua yang berbeda-beda, lalu mereka gunakan sebagai alasan untuk berprasangka buruk. Mereka salah. Perbedaan ukuran benua tersebut terjadi hanya karena foto-foto tersebut menampilkan Bumi dilihat dari jarak yang berbeda-beda.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat”

Mengamati Satelit

Satelit tak sulit untuk diamati. Satelit dapat diamati dengan syarat-syarat ini:

  1. Semakin besar dan/atau semakin dekat, semakin mudah diamati.
  2. Semakin gelap langit, semakin mudah diamati.
  3. Hanya dapat diamati apabila terkena sinar Matahari.

Karena itu, satelit umumnya terlihat beberapa jam setelah Matahari terbenam dan beberapa jam sebelum Matahari terbit.

Kaum Bumi datar mengklaim satelit tak dapat dilihat, dan menjadikannya sebagai bukti satelit tidak ada. Mereka salah. Satelit dapat dilihat apabila kondisinya tepat.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”

Iridium Flare

Iridium adalah konstelasi satelit berjumlah 66 satelit yang berfungsi untuk komunikasi telepon satelit. Satelit Iridium generasi pertama memiliki tiga buah antena berukuran besar yang mengkilap seperti cermin. Karena sangat mengkilap, satelit Iridium akan memantulkan cahaya Matahari ke permukaan Bumi pada saat tertentu di lokasi tertentu. Hasilnya akan terlihat sangat terang dari permukaan Bumi selama beberapa detik. Fenomena ini dinamakan Iridium flare.

Sebagian besar penganut Bumi datar tak mengakui keberadaan satelit. Mereka salah. Iridium flare adalah kesempatan yang mudah dilakukan untuk membuktikan keberadaan satelit, paling tidak sampai akhir 2018, dimana satelit Iridium generasi pertama akan digantikan dengan satelit baru yang tidak mengkilap.

Lanjutkan membaca “Iridium Flare”

Musibah MH370 dan Ketidakmampuan GPS Untuk Menentukan Lokasinya

Sistem GPS adalah satu arah. Satelit GPS mengirim sinyal. Penerima GPS menerima dan memproses sinyal-sinyal tersebut untuk menentukan lokasinya.

Penganut Bumi datar sering menunjukkan fakta bahwa kita tak dapat menentukan lokasi musibah MH370 sebagai ‘bukti’ bahwa GPS tak berfungsi dan dengan demikian tidak ada. Mereka salah. Satelit GPS sama sekali tak pernah menerima sinyal dari perangkat GPS, dan tak mungkin bagi mereka untuk menentukan lokasi MH370.

Lanjutkan membaca “Musibah MH370 dan Ketidakmampuan GPS Untuk Menentukan Lokasinya”

Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?

“Mengapa satelit tidak terlihat pada foto yang diambil dari ISS?” (atau dari luar angkasa pada umumnya). Itu adalah pertanyaan yang umum dilontarkan dalam komunitas korban paham Bumi datar, biasanya dengan tidak mengharapkan jawaban, dan mengasumsikan tidak ada jawabannya.  Dan bahwa hal tersebut adalah sebuah kejanggalan yang tidak disengaja dalam ‘produksi foto’ luar angkasa yang katanya menggunakan CGI.

Tapi tidak seperti itu, foto-foto tersebut nyata. Satelit tidak terlihat karena jarak antar satelit sangatlah jauh satu sama lainnya.

Lanjutkan membaca “Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?”

Sumber Energi Satelit

“Bagaimana mungkin sebuah satelit bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengisi bahan bakarnya?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang dilontarkan secara retoris oleh oknum-oknum pembuat teori konspirasi Bumi datar. Tujuannya adalah untuk menanamkan bibit denialisme pada benak pendengarnya, dengan jalan memancing emosi. Asumsinya, pendengar tak akan pernah mendapatkan jawaban yang logis atas pertanyaan tersebut.

Tapi, tentu saja ada jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca “Sumber Energi Satelit”

Satelit Geostasioner

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit

“Jika satelit itu ada, untuk apa operator seluler repot-repot memasang tower di setiap tempat?” “Jika satelit itu ada, mengapa jika kita di pedalaman tidak bisa mendapat sinyal?” Itu adalah beberapa pertanyaan yang tak jarang terdengar di kalangan penganut Bumi datar.

Logikanya adalah hanya dengan satu transceiver di satelit, bisa menjangkau daerah yang sangat luas. Maka repot-repot memasang tower di semua tempat merupakan sebuah kesia-siaan. Biasanya kemudian diikuti dengan kesimpulan: satelit sebenarnya tidak ada.

Mereka salah. Mari kita telaah bagaimana jaringan telepon seluler sebenarnya bekerja.

Lanjutkan membaca “Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit”

Jadi, Mana Lengkungannya?

Mata manusia hanya dapat mengenali lengkungan Bumi secara visual jika berada pada ketinggian yang cukup dari permukaan Bumi, yang masih di luar jangkauan kebanyakan manusia saat ini. Pesawat jet komersil adalah posisi tertinggi yang dapat dicapai secara realitis oleh kebanyakan manusia saat ini. Pada ketinggian tersebut kita hanya dapat mengenali sangat sedikit lengkungan, baru terlihat jika kita perhatikan baik-baik, dan itupun pada kondisi yang sangat ideal.

Dasar dari kepercayaan Bumi datar adalah bahwa horizon terlihat datar. Mereka akan mengatakan bila kita tak dapat melihat lengkungan, maka tidak ada lengkungan, dan karena itu Bumi datar. Mereka salah.  Sebagian besar dari kita tak dapat bepergian cukup tinggi untuk dapat melihat lengkungan secara subjektif.

Lanjutkan membaca “Jadi, Mana Lengkungannya?”

Lapisan Termosfer yang Memiliki Temperatur Sangat Tinggi

Termosfer adalah lapisan atmosfer bumi antara sekitar 95 km – 600 km. Dinamakan ‘termosfer’ karena pada lapisan ini temperatur bertambah semakin bertambahnya ketinggian. Temperatur di lapisan ini bisa mencapai 2500°C. Tetapi di sana kerapatan udara amat sangat kecil sehingga perpindahan panas melalui konduksi praktis tak terjadi. Objek yang ada di lapisan termosfer akan merasakan dingin.

Kaum Bumi datar membaca bahwa di termosfer temperaturnya mencapai 2500°C, namun dengan senang hati mengabaikan informasi yang biasanya juga ada di bacaan yang sama, yaitu bahwa di sana kerapatan udaranya jauh lebih rendah.

Lanjutkan membaca “Lapisan Termosfer yang Memiliki Temperatur Sangat Tinggi”