Kamera Mengarah ke Depan Pada Peluncuran Roket

Featured Video Play Icon

Kamera dipasang pada roket untuk melakukan evaluasi kinerja roket & untuk mengamati potensi masalah. Kamera juga berguna untuk humas. Jarang kamera dipasang mengarah ke atas karena biasanya tak ada yang penting, berguna, atau menarik.

Kaum Bumi datar mengklaim tidak ada kamera depan di roket karena “mereka menyembunyikan sesuatu.” Faktanya, beberapa peluncuran roket memiliki kamera depan, seperti Space Shuttle STS-133 di atas, dan hasilnya memang tidak begitu istimewa.

Lanjutkan membaca “Kamera Mengarah ke Depan Pada Peluncuran Roket”

Tata Surya Swedia

Tata Surya Swedia adalah model dari Tata Surya dengan skala asli yang terbesar di dunia. Kita dapat menggunakanya untuk memahami ukuran dan jarak yang terdapat pada Tata Surya.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan bahwa Tata Surya tidak pernah digambarkan dengan sesuai skala, dan menjadikan hal tersebut “bukti” kegagalan sains untuk menjelaskan fakta alam. Tata Surya Swedia membuktikan klaim mereka salah, dan juga memperlihatkan kesulitan yang kita hadapi untuk membuat model Tata Surya yang sesuai dengan skala sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Tata Surya Swedia”

Melakukan Zoom Pada Horizon Bumi Terbalik dari Luar Angkasa

Kaum Bumi datar gemar melakukan tuntutan tak realistis agar astronot melakukan zoom dengan kamera ke horizon yang terbalik untuk memperlihatkan objek yang terbalik di horizon.

Jika kita tak dapat melakukan zoom pada horizon dari pesawat untuk melihat objek di horizon, maka tak realistis mengharapkan astronot melakukan zoom untuk melihat objek di horizon.

Jarak horizon dari pesawat adalah ~350 km. Kita tak bisa melakukan zoom objek sejauh itu karena di luar jarak pandang, dan membutuhkan lensa yang sangat besar untuk memperlihatkannya. Jika hal itu tak bisa dilakukan dari pesawat, apalagi dari luar angkasa.

Pesawat Tanpa Gravitasi Dan Durasi Tanpa Beban di Dalamnya

Featured Video Play Icon

Pesawat tanpa gravitasi terbang dengan lintasan parabola, membuat lingkungan tanpa beban untuk waktu yang singkat.

Kaum Bumi datar mengklaim video astronot di angkasa dipalsukan di pesawat tanpa gravitasi. Faktanya, pesawat tanpa gravitasi hanya bisa memberikan ~25 detik lingkungan tanpa beban, dan tak bisa digunakan untuk membuat video yang lebih lama.

Referensi

Teori Ilmiah Bukan “Cuma Teori”

Kata “teori” memiliki beberapa arti yang berbeda & bisa menjadi rancu. Artinya pada konteks imiah bisa berbeda dengan arti pada percakapan sehari-hari. Kaum Bumi datar keliru menganggap sebuah “teori” itu belum terbukti. Faktanya, pada konteks ilmiah, teori umumnya telah diterima sebagai kebenaran. Sedangkan anggapan yang masih belum terbukti disebut sebagai “hipotesis.”

Lanjutkan membaca “Teori Ilmiah Bukan “Cuma Teori””

Perangkap Wisatawan Mengenai Efek Coriolis

Featured Video Play Icon

Terdapat mitos efek Coriolis menentukan arah putaran air yang dikuras dari wadahnya di kehidupan sehari-hari. Efek Coriolis pada kasus ini terlalu kecil. Sayangnya, penipu memakai mitos ini sebagai perangkap turis di Khatulistiwa, menipu wisatawan.

Kaum Bumi datar menyadari atraksi wisata Coriolis itu hanyalah trik sulap & dianggap “bukti” tak ada efek Coriolis. Faktanya, ilmuwan sudah sering meluruskan mitos ini. Justru kaum Bumi datar yang tertipu mengira itu adalah argumen ilmiah sungguhan.

Lanjutkan membaca “Perangkap Wisatawan Mengenai Efek Coriolis”

Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi berbentuk bulat 3D, tapi kita biasa memakai media dua dimensi (kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dll), & perlu menggambar permukaan Bumi yang melengkung pada media datar menggunakan proyeksi peta.

Semua peta memiliki distorsi & kaum Bumi datar menggunakannya untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, distorsi adalah akibat transformasi bidang lengkung ke bentuk datar & tak bisa dihindari. Ada distorsi yang bisa diterima & ada yang tidak. Karena itu, ada banyak proyeksi peta untuk keperluan berbeda.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Peta dan Distorsi Peta”

Cahaya Bulan dan Hukum Kuadrat Terbalik

Intensitas cahaya berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Cahaya Bulan bertambah 50000× jika kita mendarat di Bulan. Tapi ukuran Bulan yang terlihat juga bertambah, menyebarkan peningkatan cahaya tersebut ke daerah yang lebih luas.

Kaum Bumi datar keliru mengklaim hukum kuadrat terbalik membuat cahaya Bulan membutakan jika kita mendarat di sana. Faktanya, hukum ini berlaku untuk titik cahaya. Untuk sumber cahaya besar, perubahan ukuran sudut juga perlu diperhatikan.

Lanjutkan membaca “Cahaya Bulan dan Hukum Kuadrat Terbalik”

Albert Michelson dalam Buku “Michelson & the Speed of Light”

Tahun 1881, Albert A. Michelson membuat percobaan untuk membuktikan hipotesis aether. Aether adalah materi yang dulu diperkirakan memenuhi luar angkasa, yang membuat cahaya dapat merambat di ruang hampa. Percobaan Michelson tidak berhasil membuktikan keberadaan aether.

Tahun 1960, Bernard Jaffe menulis biografi Michelson dalam buku “Michelson & the Speed of Light.” Kaum Bumi datar mengutip satu kalimat dalam buku tersebut di luar konteksnya, dan memilintirnya seakan-akan Michelson membuktikan Bumi tidak bergerak.

Lanjutkan membaca “Albert Michelson dalam Buku “Michelson & the Speed of Light””

Foto Bukan Fisheye Dari NASA

NASA mengelola situs eol.jsc.nasa.gov yang berisi data fotografi astronot yang bisa kita cari dengan berbagai parameter, termasuk focal length. Dengan mencari focal length di atas 28mm, kita bisa mencari foto yang bukan fisheye.

Kaum Bumi datar mengklaim semua foto NASA itu fisheye. Faktanya, kebanyakan foto di eol.jsc.nasa.gov itu bukan fisheye. NASA juga mempertahankan data EXIF yang berisi data kamera & lensa. Bahkan kadang juga ada citra raw-nya.

Lanjutkan membaca “Foto Bukan Fisheye Dari NASA”

Jarak Tembak dan Besar Efek Coriolis

Karena Bumi bulat & berotasi, efek Coriolis akan membelokkan lintasan peluru ke kanan di Utara Khatulistiwa & ke kiri di Selatan. Pembelokan ini terlalu kecil pada kasus umum penembakan, dan hanya perlu diperhitungkan pada penembakan jarak jauh.

Banyak tentara tak diajari untuk memperhitungkan efek Coriolis & kaum Bumi datar menganggap itu “bukti” tak ada efek Coriolis. Faktanya, kebanyakan tentara tak melakukan penembakan jarak jauh, dan efek Coriolis hanya membelokkan beberapa mm saja. Jauh lebih kecil daripada ukuran sasaran yang biasanya adalah tentara musuh.

Lanjutkan membaca “Jarak Tembak dan Besar Efek Coriolis”

Mengubah Zoom Kamera Akan Mengubah Eksposur Pada Mode Otomatis

Featured Video Play Icon

Kamera pada mode otomatis akan mengevaluasi suasana keseluruhan & memilih eksposur/pajanan secara otomatis. Jika suasana keseluruhan terlihat terlalu gelap, kamera akan meningkatkan eksposur. Dan jika terlalu terang, akan menurunkan eksposur.

Jika objek yang diinginkan kecil, terang, berlatar gelap seperti Matahari terbenam, zoom mempengaruhi kecerahan suasana keseluruhan, dan mode otomatis bisa keliru memilih eksposur untuk objek tersebut. Ini sumber kekeliruan beberapa argumentasi Bumi datar & dapat diatasi dengan eksposur manual.

Lanjutkan membaca “Mengubah Zoom Kamera Akan Mengubah Eksposur Pada Mode Otomatis”

Sebab-Sebab Mengapa Objek di Kejauhan Tak Terlihat

Featured Video Play Icon

Ada beberapa sebab mengapa objek di kejauhan tak terlihat:

  1. Keterbatasan resolusi sudut dari pengamat
  2. Batas jarak pandang akibat kondisi atmosfer
  3. Terhalang objek lain, termasuk lengkungan Bumi

Kaum Bumi datar salah menafsirkan dan berasumsi “kapal di kejauhan tak terlihat hanya karena tertutup lengkung Bumi,” lalu keliru berkesimpulan jika kapal bisa dibuat terlihat, maka tak ada lengkung Bumi. Faktanya, bukan hanya lengkungan Bumi yang bisa menyebabkan kapal tak terlihat, tapi ada faktor lain yang dapat menyebabkan hal yang sama.

Lanjutkan membaca “Sebab-Sebab Mengapa Objek di Kejauhan Tak Terlihat”

Alasan Memilih Rute Penerbangan Transit Daripada Rute Non-Stop-nya

Banyak rute terbang yang mustahil jika Bumi datar. Kaum Bumi datar menggunakan adanya rute yang sama tapi dengan transit sebagai “bukti” sebenarnya tak ada rute non-stopnya. Faktanya, ada alasan maskapai menyediakan rute transit, dan sebagian penumpang memilih rute tersebut.

Lanjutkan membaca “Alasan Memilih Rute Penerbangan Transit Daripada Rute Non-Stop-nya”

Demonstrasi Segelas Air di Stasiun Antariksa Tiangong

Featured Video Play Icon

Astronot Tiongkok melakukan demonstrasi sains di Stasiun Antariksa Tiangong. Salah satu demonstrasi tersebut menggunakan segelas air dan bola ping-pong. Kaum Bumi datar melihat foto segelas air tersebut, lalu menggunakannya untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Mereka klaim jika memang di luar angkasa, harusnya air dan gelas akan melayang.

Faktanya, gelas tersebut direkatkan ke meja, dan air tetap berada di gelas karena adhesi antara gelas dan air, bukan karena gravitasi. Permukaan air juga menggembung, tidak rata dengan gelas atau meja, seperti yang sudah dapat diprediksi dalam kondisi mikrogravitasi.

Astronot tersebut menggunakan gelas dan air tersebut untuk mendemonstrasikan gaya apung di kondisi mikrogravitasi. Mereka mendorong bola ping-pong ke dalam air, dan bola ping-pong tidak terapung seperti di Bumi. Di akhir demonstrasi, mereka melepaskan gelas dari meja dengan air dan bola ping-pong di dalamnya, dan semua terjadi seperti yang sudah dapat kita prediksikan dalam kondisi mikrogravitasi.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Segelas Air di Stasiun Antariksa Tiangong”

Bayangan Api

Featured Video Play Icon

Api dapat menghasilkan bayangan jika  sumber cahaya lainnya
jauh lebih terang, dan mengalami refraksi akibat perubahan temperatur; atau jika api menghasilkan asap, uap atau hasil pembakaran lainnya yang tidak tembus pandang.

Kaum Bumi datar menemukan foto api tanpa bayangan, lalu saat mereka melihat buangan roket tak memiliki bayangan, mereka gunakan sebagai “bukti” itu palsu. Faktanya, dengan kondisi tepat, api dapat menghasilkan bayangan. Roket mengeluarkan buangan yang tak tembus cahaya, yang juga diterangi sinar Matahari yang terang.

Lanjutkan membaca “Bayangan Api”

Predictive Programming

Predictive programming adalah bagian yang dibuat-buat dari teori konspirasi yang berasumsi konspirator menyelipkan informasi di media populer sebelum terjadi bencana yang disengaja. Klaimnya, saat itu terjadi, publik akan melunak & menerimanya.

Pencetus teori konspirasi menciptakan predictive programming agar bisa menggunakan kemiripan di media populer sebagai “bukti” bencana terjadi karena disengaja oleh para konspirator. Selain itu juga berfungsi sebagai dalih mengapa konspirator sengaja membocorkan rencana rahasia mengenai bencana tersebut di media populer.

Lanjutkan membaca “Predictive Programming”

Jam Matahari

Jam matahari menunjukkan waktu dari posisi bayangan gnomon yang dihasilkan Matahari. Gnomon (tiang jam Matahari) biasanya dibuat sejajar dengan sumbu rotasi Bumi, supaya bayangan jatuh pada sudut konstan walaupun ada gerak semu tahunan Matahari.

Membuat gnomon sejajar sumbu rotasi Bumi akan membuat jam Matahari akurat sepanjang tahun. Semua ini terjadi karena Bumi bulat, berotasi, & mengorbit Matahari dengan sumbu miring.

Kaum Bumi datar keliru mengklaim bahwa jam Matahari dapat berfungsi karena Bumi datar. Faktanya, jam Matahari dirancang dengan pengetahuan bahwa Bumi itu bulat, berotasi, dan mengelilingi Matahari. Jam Matahari yang ditemukan di dunia nyata tak akan dapat berfungsi seandainya Bumi datar. Jika Bumi itu datar, maka jam Matahari akan dirancang dengan cara yang jauh berbeda.

Lanjutkan membaca “Jam Matahari”

Force the Line

“Force the line” adalah metode yang diusulkan kaum Bumi datar untuk mengetahui bentuk Bumi. Metode ini tak realistis karena perlu membuat bangunan yang sangat panjang yang dibuat rata.

“Force the line” hanya merupakan pelaksanaan cacat logika bukti tunggal. Mereka mengabaikan bukti Bumi bulat yang sangat banyak jumlahnya, dan menunggu hasil dari satu metode ini, yang sangat sulit untuk dieksekusi dan sangat rentan kesalahan.

Lanjutkan membaca “Force the Line”

Bandul Foucault Membuktikan Bumi Bulat dan Berotasi

Featured Video Play Icon

Bandul Foucault membuktikan gerak rotasi Bumi. Di Utara Khatulistiwa, bandul berotasi searah jarum jam. Di selatan Khatulistiwa, bandul berotasi berlawanan arah jarum jam. Semakin dekat kutub, bandul akan semakin cepat berputar. Di khatulistiwa, bandul tak akan berotasi.

Kaum Bumi datar menciptakan bebagai alasan untuk mendiskreditkan bandul Foucault. Faktanya, siapa pun yang tak dekat Khatulistiwa dapat mudah mengulangi eksperimen ini.

Lanjutkan membaca “Bandul Foucault Membuktikan Bumi Bulat dan Berotasi”