Komunikasi Serat Optik vs Satelit

Komunikasi serat-optik (fiber-optic) merupakan metoda transmisi data dengan mengirim gelombang cahaya melalui serat optik. Saat ini mayoritas komunikasi di dunia menggunakan serat optik. Walaupun demikian metoda komunikasi lain tetap ada, termasuk satelit.

Kaum Bumi datar menganggap penggunaan serat optik saat ini sebagai “bukti” satelit tidak ada. Ini adalah fallacy hasty generalization. Dengan “logika” yang sama, dapat saja kita simpulkan kereta api itu tidak ada hanya dengan menunjukkan bahwa kita bisa bepergian menggunakan mobil.

Lanjutkan membaca “Komunikasi Serat Optik vs Satelit”

Kebohongan Besar / Big Lie

Kebohongan besar (big lie) merupakan teknik propaganda dimana hal yang salah —seperti halnya Bumi datar— disampaikan secara berulang-ulang terus menerus, dengan harapan semakin banyak orang lain yang memalingkan muka, dan menganggapnya benar, ketimbang mempertanyakannya.

Walaupun mudah melakukan verifikasi bahwa Bumi itu bulat melalui observasi yang dilakukan sendiri, ada yang bisa sampai terjerumus paham Bumi datar. Hal ini terjadi karena Bumi datar adalah kebohongan besar yang berbeda dengan kebohongan kecil yang biasa ditemui, sehingga tak sedikit yang berpikir “tidak mungkin itu salah.”

Lanjutkan membaca “Kebohongan Besar / Big Lie”

Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Faktanya, dengan menempatkan satelit di orbit geostasioner, satelit akan berada di posisi yang konstan di langit dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Gaya Fiktif

Gaya fiktif (fictitious force) adalah gaya yang terlihat bekerja pada semua objek jika kerangka acuan mendapatkan percepatan. Istilah “fiktif” di sini bukan berarti gayanya tidak ada, tetapi gaya tersebut tidak bersumber dari interaksi antar objek

Kaum Bumi datar akhirnya mengetahui bahwa gravitasi termasuk gaya fiktif, dan mereka jadikan “bukti” bahwa gravitasi itu fiktif, atau tidak ada. Faktanya, gaya fiktif itu dapat kita rasakan, sama seperti gaya lainnya. Gaya fiktif hanya istilah untuk gaya-gaya yang terasa apabila kerangka acuan mendapatkan percepatan.

Lanjutkan membaca “Gaya Fiktif”

Ilmu Falak

Featured Video Play Icon

Ibadah agama Islam tergantung pada observasi dan perhitungan yang membutuhkan pemahaman yang benar mengenai bentuk bumi yang sesungguhnya, yaitu bulat. Itu sebabnya ilmu falak dipelajari dalam Islam.

Kaum Bumi datar bersikeras perhitungan untuk keperluan ibadah agama Islam tidak dilakukan berdasarkan Bumi bulat. Hal ini dapat dibuktikan salah dengan membaca buku-buku penjelasan ilmu falak yang dapat kita peroleh di Internet.

Lanjutkan membaca “Ilmu Falak”

Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage

Fatamorgana inferior (inferior mirage) adalah fenomena yang terjadi saat refraksi atmosfer membelokkan cahaya dan membuat citra kebalikan di bawah citra yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena permukaan yang panas memanaskan lapisan udara tepat di atasnya, sehingga terdapat lapisan udara yang lebih panas dan lebih renggang di bawah lapisan udara yang lebih dingin dan lebih rapat.

Kaum Bumi datar menggunakan fatamorgana inferior untuk “menjelaskan” mengapa objek di kejauhan bisa terlihat tertutup sebagian jika Bumi datar. Faktanya, fatamorgana inferior tidak dapat menghasilkan citra yang mirip dengan objek di kejauhan yang tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage”

Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat

Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat adalah peristiwa Matahari berada tepat di atas Mekah, Saudi Arabia. Saat itu terjadi, maka arah ke Matahari akan sama dengan arah Kiblat, selama di lokasi tersebut Matahari terlihat. Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan arah Kiblat berdasarkan observasi.

Peristiwa Istiwa a’zam atau Rashdul Kiblat juga dapat kita manfaatkan untuk membuktikan mana bentuk Bumi yang benar. Apakah bulat atau datar?

Lanjutkan membaca “Istiwa A’zam / Rashdul Kiblat: Menentukan Arah Kiblat dan Sekaligus Membuktikan Bumi Bulat”

Gerak Diri Bintang (Proper Motion)

Featured Video Play Icon

Bintang memiliki gerakan sendiri, istilahnya adalah ‘gerak diri’ atau ‘proper motion’. Bintang akan terlihat bergeser relatif terhadap bintang-bintang lainnya di langit. Karena jarak bintang dengan kita sangat jauh, maka kita perlu melakukan pengamatan selama bertahun-tahun untuk dapat melihat gerakan ini.

Penganut Bumi datar umumnya berasumsi bahwa bintang tidak memiliki gerakan selain dari gerak melingkar mengelilingi sumbu astronomi utara. Tetapi ini adalah asumsi yang keliru. Bintang juga memiliki gerakan masing-masing.

Lanjutkan membaca “Gerak Diri Bintang (Proper Motion)”

Klasifikasi dari Reaksi-Reaksi Kaum Bumi Datar

Ada sangat banyak observasi yang membuktikan Bumi berbentuk bulat, namun kaum Bumi datar tak mampu untuk merelakan kepercayaannya dan menerima kenyataan tersebut. Kami mengklasifikasikan reaksi kaum Bumi datar saat mereka menerima informasi yang bertentangan dengan keyakinannya tersebut ke dalam tiga kategori utama:

  • Reaksi tipe-A: ad hoc rescue / asumsi di atas asumsi
  • Reaksi tipe-B: ad hominem / fitnah / suudzon
  • Reaksi tipe-C: willful ignorance / sengaja mengabaikan

Lanjutkan membaca “Klasifikasi dari Reaksi-Reaksi Kaum Bumi Datar”

Kesalahan Arah Kiblat Hasil Perhitungan Bumi Datar

Kesesuaian antara arah kiblat dari pengamatan Istiwa A’zam dan arah kiblat hasil perhitungan menggunakan model Bumi bulat di semua lokasi di Bumi membuktikan Bumi berbentuk bulat. Sebaliknya, “peta Bumi datar” memberi hasil yang melenceng dari arah kiblat hasil pengamatan.

Pada ilustrasi adalah arah kiblat untuk beberapa lokasi di dunia, beserta hasil perhitungan berdasarkan “peta Bumi datar”, dan sudut kesalahannya.

Galaksi Andromeda

Galaksi Andromeda adalah galaksi besar terdekat, dapat dilihat dengan mata telanjang pada malam gelap dan merupakan objek deep-sky yang paling mudah diambil gambarnya tanpa peralatan khusus seperti teleskop dan bahkan mount ekuatorial.

Ada banyak foto Andromeda di Internet karena memang tidak terlalu sulit untuk mengambil gambarnya. Kaum Bumi datar mengira foto-foto tersebut adalah foto galaksi Bima Sakti, yang mereka klaim palsu. Padahal itu adalah Andromeda dan tidak terlalu sulit untuk mengambil sendiri fotonya.

Lanjutkan membaca “Galaksi Andromeda”

Telepon Satelit dan Telepon Seluler

Telepon seluler berkomunikasi dengan stasiun pemancar seluler, dan tidak dapat berfungsi tanpa stasiun pemancar seluler di dekatnya. Sebaliknya, telepon satelit berkomunikasi dengan satelit dan tetap berfungsi di lokasi terpencil asalkan ada pandangan lurus ke langit.

Telepon seluler tidak berfungsi di lokasi terpencil dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” satelit tidak ada. Faktanya, tak ada yang mengklaim telepon seluler berkomunikasi dengan satelit. Perangkat telepon yang berkomunikasi dengan satelit dinamakan telepon satelit, dan tetap berfungsi dengan baik di lokasi terpencil.

Lanjutkan membaca “Telepon Satelit dan Telepon Seluler”

Hari Sinodis dan Hari Sideris

Featured Video Play Icon

Dalam 24 jam, Bumi berotasi sedikit melebihi sekali putaran penuh akibat gerak Bumi mengelilingi Matahari. Kita sebut periode tersebut “satu hari” atau satu hari sinodis. Di sisi lain, hari sideris adalah satu kali Bumi berotasi relatif terhadap bintang.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi mengelilingi Matahari, dalam enam bulan, pada jam yang sama, siang akan menjadi malam dan malam akan menjadi siang. Hal tersebut benar apabila hari yang digunakan adalah hari sideris, bukan hari sinodis, atau “hari” pada ucapan sehari-hari.

Lanjutkan membaca “Hari Sinodis dan Hari Sideris”

Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan

Arah kiblat ditentukan dengan mencari jarak terdekat ke Mekah menggunakan metoda great circle. Hal tersebut dilakukan karena Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi berbentuk datar, maka arah kiblat bisa dengan mudah ditentukan hanya dengan menarik garis lurus ke Kakbah.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar sering mendompleng agama untuk menyebarkan paham Bumi datar. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan contoh lokasi di Bumi bagian utara yang dekat dengan garis meridian yang memotong Kota Mekah. Misalnya di Kanada dan Amerika Serikat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena distorsinya minimal dan seakan-akan arah kiblat konsisten dijelaskan pada Bumi datar.

Mereka sengaja tak menyinggung arah kiblat pada lokasi lain, terutama di Bumi bagian selatan yang jauh dari Kota Mekah. Pada lokasi-lokasi ini, arah kiblat kiblat hasil perhitungan Bumi datar akan melenceng sangat jauh daripada arah kiblat yang benar.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan”

Efek Coriolis Di Olahraga

Banyak olahraga dilakukan dengan meluncurkan bola ke udara. Bola yang diluncurkan akan sedikit berbelok karena efek Coriolis yang diakibatkan gerak rotasi Bumi.

Atlet tidak memperhitungkan efek Coriolis dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” Bumi tidak berotasi. Faktanya, besar pembelokan akibat efek Coriolis pada olahraga terlalu kecil, jauh lebih kecil dibandingkan efek lainnya. Bukan berarti efek Coriolis tidak ada.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis Di Olahraga”

Arah Kiblat di Amerika Utara

Garis lurus pada peta menuju Mekah belum tentu merupakan arah kiblat yang benar karena adanya distorsi pada peta. Arah kiblat yang benar perlu ditentukan melalui perhitungan jarak great-circle pada model Bumi bulat.

Oknum Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa arah kiblat di Amerika Utara tidak mengarah ke Mekah pada peta Mercator. Lalu mereka menunjukkan bahwa arah kiblat berdasarkan “peta Bumi datar” sekilas sama dengan arah kiblat yang benar. Mereka salah. Hal ini hanya ketidakpahaman mereka mengenai distorsi peta.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat di Amerika Utara”

Eksperimen Cavendish

Featured Video Play Icon

Eksperimen Cavendish adalah eksperimen pertama yang berhasil mengukur gaya gravitasi antara massa dalam laboratorium, dan yang pertama kali menghasilkan konstanta gravitasi yang akurat.

Kaum Bumi datar selalu berusaha menciptakan asumsi-asumsi untuk mendiskreditkan eksperimen Cavendish. Namun eksperimen ini tak hanya dilakukan sekali oleh Henry Cavendish pada tahun 1797-1798, dan telah dilakukan berulang kali oleh sangat banyak pihak yang independen selama berabad-abad, dan memberikan hasil yang konsisten.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Cavendish”

Proyeksi Psikologis

Salah satu penyebab seseorang percaya teori konspirasi adalah proyeksi psikologis. Mereka menolak sifat buruk dirinya dengan cara menganggap orang lain yang memiliki sifat buruk tersebut, walaupun belum tentu faktanya seperti itu.

Beberapa orang percaya pihak lain melakukan konspirasi adalah karena masalah moral pada diri mereka sendiri: mereka juga akan melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada orang lain apabila mereka berada pada posisi orang-orang yang mereka tuduh berkonspirasi.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Menentukan Arah Kiblat Saat Matahari di Atas Antipode Ka’bah

Featured Video Play Icon

Umat Islam melakukan shalat menghadap Kiblat yang dapat diketahui dari arah ke Matahari saat peristiwa istiwa a’zam, atau Matahari berada tepat di atas Ka’bah pada tanggal 27-28 Mei, pukul 16:18 WIB, dan pada tanggal 15-16 Juli, pukul 16:27 WIB. Namun tidak semua lokasi dapat menggunakan metode ini. Jika di sebuah lokasi sedang mengalami malam hari saat istiwa a’zam berlangsung, maka lokasi tersebut tidak dapat menggunakan metode tersebut.

Untuk menentukan arah Kiblat melalui observasi, lokasi tersebut perlu menggunakan metode sebaliknya, yaitu dengan mengamati arah ke Matahari saat Matahari berada di atas antipode Ka’bah, pada tanggal 12-13 Januari 06:18 WIT dan 28 November 06:29 WIT. Jika pada waktu itu Matahari terlihat, maka arah Kiblat adalah arah berlawanan dari arah ke Matahari; atau arah bayangan Matahari menunjukkan arah Kiblat.

Lanjutkan membaca “Menentukan Arah Kiblat Saat Matahari di Atas Antipode Ka’bah”

Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat

Featured Video Play Icon

Umat islam melakukan shalat dengan mengarah ke Kiblat, yaitu arah ke Ka’bah di Mekah, Saudi Arabia. Arah Kiblat secara tradisional ditentukan dari arah ke Matahari saat Matahari berada di atas Ka’bah. Jika saat itu Matahari dapat terlihat, hal tersebut akan sama dengan arah Kiblat.

Jika hasilnya dipetakan pada yang diklaim sebagai “peta Bumi datar”, maka arah Kiblat tidak akan secara konsisten mengarah ke Ka’bah. Hanya kalkulasi menggunakan model Bumi bulat yang akan memberikan kita hasil yang konsisten dengan hasil observasi selama berabad-abad dari banyak lokasi di Bumi. Hal tersebut terjadi karena Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat”