Leveling

Leveling (kadang disebut dengan waterpasing) adalah proses mengukur beda ketinggian antara satu titik relatif terhadap titik yang lain. Lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer akan mempengaruhi hasil dari leveling. Ada beberapa teknik dan rumus yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan pengukuran akibat adanya lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer.

Kaum Bumi datar berasumsi pengerjaan konstruksi seperti jalan, rel kereta dan jembatan dibuat tanpa memperhatikan lengkungan Bumi. Mereka salah. Prosedur pengerjaan leveling yang dilakukan pada pengerjaan konstruksi tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pengukuran akibat lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Leveling”

Dilema Lengkungan Bumi

Kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan observasi langsung terhadap lengkungan Bumi. Lengkungan hanya dapat kita lihat dari ketinggian yang signifikan, tidak dekat permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap hal tersebut sebagai dilema: 1. Lengkungan tidak terlihat karena Bumi terlalu besar, tetapi 2. Kita dapat melihat kapal tertutup lengkungan Bumi. Mereka salah. Hal ini adalah dilema yang keliru. Kasus kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan lengkungan Bumi itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Dilema Lengkungan Bumi”

Analisis Aksiologi

Bentuk Bumi yang benar dapat pula kita ketahui melalui sudut pandang aksiologi. Jika sebuah bentuk Bumi terbentuk memiliki banyak penerapannya di kehidupan sehari-hari, tetapi bentuk Bumi yang lain sama sekali tak memiliki penerapan, maka kita dapat simpulkan bentuk Bumi yang benar adalah yang memiliki banyak penerapan tersebut.

Tidak ada satu pun teknologi yang tergantung dari ‘pengetahuan’ bahwa Bumi datar. Sebaliknya, ada sangat banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari yang tergantung dari pemahaman bahwa Bumi ini berbentuk bulat. Dengan demikian, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Analisis Aksiologi”

Teorema Shell

Teorema shell (teorema kulit, teorema cangkang, Bahasa Inggris: shell theorem) adalah sebuah penyederhanaan bahwa sebuah benda bulat memberi efek gravitasi kepada benda lain seakan semua massanya terkonsentrasi pada sebuat titik di tengah-tengahnya.

Arah gravitasi Bumi yang menuju pusat Bumi membuat beberapa kaum Bumi datar berasumsi bahwa kita berpendapat bahwa gravitasi disebabkan oleh sesuatu di pusat Bumi, dan bahwa kita tak dapat pergi ke pusat Bumi artinya gravitasi belum terbukti. Mereka salah. Gravitasi Bumi adalah hasil dari seluruh masssa Bumi. Menggunakan pusat Bumi hanyalah sebuah penyederhanaan.

Lanjutkan membaca “Teorema Shell”

Globe Bumi

Globe Bumi adalah model bulat dari Bumi dengan fungsi yang sama dengan peta, tetapi tak seperti peta, globe tidak mendistorsi permukaan Bumi, dan hanya memperkecil ukurannya. Bangsa Yunani sejak abad 3 sebelum masehi sudah tahu Bumi itu bulat, dan globe pertama dibuat pada jaman tersebut.

Kaum Bumi datar melihat adanya penampakan globe sebelum adanya penerbangan ke luar angkasa, seperti logo Universal Studio dari tahun 20-an, sebagai bukti adanya penipuan. Mereka keliru mengklaim tidak mungkin kita mengetahui Bumi bulat tanpa dapat pergi ke luar angkasa. Faktanya, kita sudah tahu Bumi itu bulat jauh sebelum penerbangan keluar angkasa yang pertama. Dan sebaliknya, keberhasilan penerbangan ke luar angkasa tergantung pada pemahaman yang benar mengenai bentuk Bumi yang sesungguhnya, yaitu bulat.

Lanjutkan membaca “Globe Bumi”

Sesat Pikir ‘Appeal to Definition’

Sesat pikir atau fallacy ‘appeal to definition’ adalah menggunakan sebuah definisi dari sebuah istilah untuk mendukung pendapat, seakan istilah tersebut tak dapat memiliki arti yang lain, atau bahkan arti yang berlawanan. Kaum Bumi datar gemar menggunakan sesat pikir ini, sebagai contoh, pada istilah ‘teori’.

Masalah komunikasi dapat terjadi apabila sebuah istilah salah diartikan oleh pihak yang menerima informasi. Kesalahan tersebut seharusnya dapat dengan mudah diklarifikasi. Pembawa informasi seharusnya dapat dengan mudah menginformasikan arti yang sebenarnya dia maksud. Sesat pikir ‘appeal to definition’ terjadi apabila klarifikasi tersebut ditolak, dan penerima informasi bersikeras untuk menggunakan arti istilah yang salah, yang bukan dimaksud oleh pembawa informasi, untuk mendukung pendapatnya.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir ‘Appeal to Definition’”

Foto Bulan dan Bintang

Bintang tak terlihat pada foto Bulan —termasuk pada foto yang diambil dari permukaan Bulan— karena permukaan Bulan diterangi cahaya Matahari. Untuk mengambil gambar Bulan, kita mengatur eksposur kamera sesuai untuk mengambil foto objek yang diterangi sinar Matahari, tak jauh berbeda dengan eksposur kamera untuk mengambil foto di siang hari di permukaan Bumi.

Untuk demonstrasi, kita dapat mencoba mengambil foto Bulan bersamaan dengan bintang, dengan syarat: 1. Detil Bulan seperti kawah Bulan harus terlihat, dan tidak terlalu terang atau overexposed. 2. Diambil dalam sekali pengambilan gambar, bukan HDR, dan tidak diedit. Walaupun dengan menggunakan perangkat fotografi terbaik saat ini sekali pun, tidak mungkin bintang dalam jumlah banyak dapat terlihat.

Lanjutkan membaca “Foto Bulan dan Bintang”

Wawancara Buzz Aldrin yang Dipelintir Kaum Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Pada September 2015, Buzz Aldrin memberi wawancara di National Book Festival di Washington, DC. Kaum Bumi datar memutarbalikkan dan mengutip secara sembarangan seakan Buzz mengakui pendaratan di Bulan tidak terjadi.

Wawancara aslinya adalah selama 17 menit, dan pada saat lain Buzz Aldrin dengan jelas berkata pendaratan di Bulan benar terjadi, tanpa ada kemungkinan dapat dipelintir dan diartikan lain.

Lanjutkan membaca “Wawancara Buzz Aldrin yang Dipelintir Kaum Bumi Datar”

Perbedaan Iklim Pada Lokasi Dengan Derajat Lintang Sama

Lokasi-lokasi yang berbeda dengan derajat lintang yang sama dapat memiliki persamaan. Tetapi derajat lintang bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan musim, keanekaragaman hayati, temperatur, dan kondisi lain. Kondisi-kondisi tersebut dapat sangat berbeda walau pada lokasi dengan derajat lintang yang sama.

Kaum Bumi datar membesar-besarkan perbedaan antara lokasi-lokasi dengan derajat lintang yang sama di Utara dan Selatan khatulistiwa, dan keliru menyimpulkan Bumi datar. Mereka salah. Ada banyak faktor selain derajat lintang yang menentukan perbedaan tersebut.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Iklim Pada Lokasi Dengan Derajat Lintang Sama”

Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)

Peledakan Nuklir di Ketinggian (High-altitude nuclear explosion, atau HANE) adalah hasil dari uji coba senjata nuklir, yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet antara tahun 1958 dan 1962. Pada uji coba ini, rudal berhulu ledak nuklir diluncurkan dan dengan sengaja diledakkan pada ketinggian antara 23 km dan 540 km.

Kaum Bumi datar mengklaim HANE adalah usaha untuk menembus kubah fiktif yang menutupi Bumi dalam konsep Bumi datar.  Mereka salah. Semua senjata nuklir tersebut sengaja diledakkan pada ketinggian tinggi. Fakta yang sesungguhnya adalah tidak ada kubah Bumi, selain dalam khayalan mereka.

Lanjutkan membaca “Peledakan Nuklir di Ketinggian (HANE)”

Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan”

Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar

Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan, insinyur dan penemu. Beliau paham bahwa Bumi itu bulat dan berotasi, gravitasi itu ada, bintang jaraknya jauh, planet bukan bintang, dan sebagainya.

Kaum Bumi datar gemar mengklaim Nikola Tesla adalah penganut Bumi datar dan mencatut namanya seakan-akan mendukung konsep Bumi datar. Hal ini mudah dibuktikan tidak benar melalui tulisan-tulisan beliau. Sangat jelas bahwa Tesla bukan penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Nikola Tesla Bukan Penganut Bumi Datar”

Seismometer

Seismometer adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur gerak permukaan, seperti yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan ledakan.

Seismometer sangat sensitif, tetapi tak dapat mendeteksi gerak Bumi. Kaum Bumi datar menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ Bumi diam. Mereka salah. Sebuah seismometer dipasang di permukaan Bumi dan telah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi itu sendiri. Seismometer hanya dapat mendeteksi gerak jika ada perubahan kecepatan —atau percepatan— memberikan gaya ke seismometer tersebut.

Lanjutkan membaca “Seismometer”

Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Zoom pada kamera bekerja dengan cara memperbesar bagian tengah dari gambar, atau dengan cara mempersempit field of view dari kamera. Melakukan zoom ke Matahari terbenam tak akan memperlihatkan lebih banyak dari Matahari, dan hanya akan memperbesar ukuran Matahari pada gambar yang dihasilkan.

Kaum Bumi datar mengklaim zoom dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam. Mereka salah. Hal tersebut hanya akibat kesalahan setting exposure kamera. Faktanya, zoom tak akan pernah dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam”

Railgun

Railgun adalah senjata dalam tahap uji coba yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk meluncurkan peluru berkecepatan sangat tinggi. Beberapa railgun diprediksi dapat memiliki jangkauan lebih dari 200 mil.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa peluru railgun selalu bergerak lurus. Dan karena dapat mengenai sasaran pada jarak 200 mil, mereka menjadikannya sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Faktanya, peluru railgun adalah proyektil. Hukum fisika yang berlaku untuk peluru, anak panah atau batu yang dilempar juga berlaku untuk peluru railgun. Peluru railgun dipengaruhi hambatan udara dan gravitasi Bumi, dan tak akan bergerak lurus selamanya. Karena itu, railgun dapat mengenai sasaran di balik lengkungan Bumi, dan tak dapat dijadikan ‘bukti’ melawan keberadaan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Railgun”

Galat Pengukuran

Galat pengukuran (atau error pengukuran) adalah selisih antara besaran yang terukur dan nilai yang sebenarnya. Galat pengukuran bukanlah sebuah kesalahan. Variabilitas merupakan bagian yang tak dapat dihilangkan dari sebuah proses pengukuran.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan rentang dari sebuah nilai, galat dari hasil pengukuran, hasil berbeda dari pengukuran yang berbeda, serta membesar-besarkan penggunaan kata ‘sekitar’, ‘kira-kira’, dan ‘kurang lebih’; lalu mereka menjadikannya sebagai “bukti” sains tidak mengetahui hasilnya dengan pasti. Mereka salah. Semua proses pengukuran memiliki galat, yang tidak dapat dihilangkan.

Lanjutkan membaca “Galat Pengukuran”

Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa

Bumi dapat mempertahankan atmosfer karena gravitasi Bumi menarik partikel udara menuju pusat Bumi. Tanpa ada gaya yang mempengaruhi partikel udara —seperti gravitasi—, partikel udara akan bergerak menuju tekanan yang lebih rendah, dan Bumi akan kehilangan atmosfernya.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa Bumi seharusnya tak memiliki atmosfer karena tanpa adanya pembatas antara atmosfer Bumi dan vakum di luar angkasa, maka atmosfer akan ‘dihisap’ oleh vakum di luar angkasa. Mereka salah. Gravitasi Bumi menarik udara dengan cukup kuat sehingga Bumi dapat mempertahankan atmosfernya.

Lanjutkan membaca “Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa”

Jembatan Humber dan Lengkungan Bumi

Jembatan Humber, dekat Kingston upon Hull, East Riding of Yorkshire, Inggris, adalah jembatan gantung sepanjang 2,2 km, yang mulai dibuka tanggal 24 Juni 1981. Pada saat dibuka, jembatan tersebut adalah yang jembatan gantung terpanjang di dunia.

Kedua tiangnya —walaupun sama-sama vertikal— terpisah lebih jauh 36 mm di puncaknya dibandingkan di bagian dasarnya akibat dari lengkungan Bumi.

Referensi

Ad Fidentia

Sesat pikir (fallacy) ad-fidentia terjadi jika seseorang menyerang lawannya karena yang bersangkutan dianggap tidak percaya diri, bukan karena isi dari argumennya itu sendiri.

Metode ilmiah adalah metode empiris untuk mendapatkan pengetahuan, yang merupakan proses yang iteratif, dilakukan berulang kali, dimana informasi terus menerus direvisi. Kaum Bumi datar sering mempertanyakan lawannya apakah mereka 100% yakin mengenai klaimnya. Jika kita “mengakui” bahwa ada kemungkinan klaim kita salah, dan dapat direvisi di masa yang akan datang, mereka akan menyalahgunakan hal tersebut untuk “membuktikan” kita salah.

Lanjutkan membaca “Ad Fidentia”