Siklus Saros dan Deret Saros

Sebuah halaman di situs web NASA menjadi pusat perhatian para penganut paham Bumi datar. Halaman tersebut adalah buatan Fred ‘Mr. Eclipse’ Espenak yang menjelaskan mengenai siklus Saros. Berikut kutipan paragraf awal dari halaman tersebut:

The periodicity and recurrence of eclipses is governed by the Saros cycle, a period of approximately 6,585.3 days (18 years 11 days 8 hours). It was known to the Chaldeans as a period when lunar eclipses seem to repeat themselves, but the cycle is applicable to solar eclipses as well.

Betapa girangnya mereka apalagi setelah mengetahui bahwa Chaldean adalah peradaban dari 25 abad yang lalu. “Maka artinya NASA menggunakan teknologi 25 abad lalu untuk menghitung gerhana!” begitu pikir mereka. Namun seperti kasus-kasus lain yang serupa, hal ini tentunya menceritakan lebih banyak mengenai penganut Bumi datar daripada mengenai NASA.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar

Appeal to ridicule adalah sesat pikir (fallacy) yang dilakukan dengan cara memperlakukan pendapat pihak lain seakan konyol, lucu atau bodoh, dan dengan demikian tidak layak untuk dipertimbangkan. Lawan bicara dan pendapatnya diperlakukan sebagai objek lelucon.

Bumi datar tak memiliki landasan ilmiah, sehingga kaum Bumi datar sering menggunakan appeal to ridicule. Sebaliknya, argumentasi ilmiah yang sesungguhnya dilakukan tanpa mengolok-olok argumentasi pihak lain.

Lanjutkan membaca “Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar”

Kemiringan Objek di Kejauhan Akibat Lengkungan Bumi

Akibat lengkungan Bumi, objek yang berjarak jauh tetapi masih terlihat akan sedikit miring menjauhi pengamat. Namun sudutnya sangat kecil dan tak mungkin dapat terlihat oleh mata manusia.

Saat disodori foto-foto yang membuktikan lengkungan Bumi, kaum Bumi datar kerap kali merespon dengan menunjukkan di foto-foto tersebut tak terlihat kemiringan  objek menjauhi pengamat. Faktanya, kemiringan objek tersebut terlalu kecil dan tak dapat diamati.

Lanjutkan membaca “Kemiringan Objek di Kejauhan Akibat Lengkungan Bumi”

Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)

Kaum Bumi datar menemukan sebuah peta penerbangan pada tahun 1943 dengan judul “Air Map of the World.” Karena bentuknya sama dengan “peta Bumi datar” yang fiktif, mereka lalu keliru menyimpulkannya sebagai “peta Bumi datar.” Faktanya, peta tersebut adalah peta dengan proyeksi Azimuthal Equidistant yang memiliki distorsi, hanya representasi bentuk Bumi bulat pada bidang datar, dan tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Fakta tersebut sebenarnya telah dijelaskan dengan sangat panjang lebar pada peta itu sendiri pada keterangan-keterangan yang diletakkan di setiap pojok peta. Sayangnya, peta tersebut beredar di kalangan komunitas korban-korban Bumi datar dengan resolusi yang rendah, sehingga penjelasan yang seharusnya dapat meluruskan hoax tersebut menjadi tidak dapat terbaca.

Lanjutkan membaca “Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)”

Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa

Gambar-gambar yang menunjukkan satelit dan sampah antariksa bersama dengan Bumi adalah visualisasi, bukan foto. Visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut dibuat dengan menggambarkan objek-objek tersebut dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada ukuran yang sebenarnya. Jika menggunakan ukuran aslinya, maka ukuran satelit menjadi terlalu kecil dan tidak akan terlihat.

Kaum Bumi datar mengira visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut adalah foto yang diambil dengan kamera.  Karena kita tak pernah melihat seperti itu, mereka lalu menarik kesimpulan macam-macam. Faktanya, objek satelit dan sampah antariksa jauh lebih kecil daripada yang digambarkan dalam visualisasi tersebut.

Lanjutkan membaca “Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa”

Perbedaan Temperatur Antara di Sekitar Khatulistiwa dan Daerah Kutub

Daerah kutub memiliki temperatur lebih rendah karena Matahari tidak menyinari tegak lurus, energi dari Matahari tersebar ke daerah yang lebih luas dan permukaan es memiliki albedo tinggi, yang memantulkan energi Matahari daripada permukaan gelap.

Jika Bumi bulat, jarak ke Matahari dari kutub dan dari khatulistiwa praktis sama akibat jarak matahari yang sangat jauh. Kaum Bumi datar mengklaim bahwa jika demikian, maka seharusnya temperatur di daerah kutub dan khatulistiwa sama. Mereka salah. Bukan hanya jarak ke Matahari yang dapat menghasilkan perbedaan temperatur.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Temperatur Antara di Sekitar Khatulistiwa dan Daerah Kutub”

“Siapa yang Merekam?”

Featured Video Play Icon

Menunjukkan sebuah foto atau video dari pendaratan di Bulan oleh misi Apollo, dan kemudian mengajukan pertanyaan retoris “Siapa yang merekamnya?” merupakan perilaku yang umum dilakukan kaum Bumi datar. Mereka melakukannya seakan-akan pertanyaan tersebut tidak mungkin ada jawabannya, dan hanya teori konspirasi yang dapat menjelaskannya.

Faktanya, semua pertanyaan tersebut ada jawabannya. Dan tak sulit untuk mendapatkan jawabannya.

Lanjutkan membaca ““Siapa yang Merekam?””

Ladang Angin Lepas Pantai dan Lengkungan Bumi

Featured Video Play Icon

Ladang angin lepas pantai terdiri dari serangkaian turbin angin dengan ukuran dan bentuk yang sama, yang tersebar di daerah yang luas. Kita dapat mengamati turbin-turbin tersebut dari pantai dan dengan mudah melihat efek dari lengkungan Bumi.

Jika turbin cukup jauh, bagian bawahnya akan tidak terlihat dan bilah turbin dapat terlihat seakan-akan berada di bawah permukaan air. Hal ini hanya dapat terjadi jika Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Ladang Angin Lepas Pantai dan Lengkungan Bumi”

Hasutan Berbasis Agama dan Penyebaran Paham Bumi Datar

Melakukan hasutan berbasis agama adalah cara yang efektif untuk membuat sebagian orang-orang yang religius menjadi emosi dan tidak berpikir panjang apakah informasi yang didapatkannya informasi yang benar. Jika sudah terlanjur kena hasut, informasi yang didapatkan akan dipercaya secara emosional. Dan walaupun sudah mendapatkan informasi yang benar, mereka  akan tetap mengalami kesulitan untuk menerima fakta yang sebenarnya tersebut.

Melakukan hasutan-hasutan religius adalah salah satu modus operandi oknum-oknum Bumi datar dalam menyebarkan paham Bumi datar; yang sasarannya adalah kaum religius.

Lanjutkan membaca “Hasutan Berbasis Agama dan Penyebaran Paham Bumi Datar”

Sesat Pikir Konsep Curian (Stolen Concept Fallacy)

Sesat pikir konsep curian (stolen concept fallacy) terjadi jika seseorang menggunakan sebuah fakta untuk menyangkal sumber dari fakta tersebut. Dengan kata lain, konsep A digunakan untuk menyangkal B, sementara A tergantung dari B.

Banyak teori konspirasi bersumber dari konsep curian, termasuk banyak klaim-klaim dari kaum Bumi datar. Biasanya kaum Bumi datar menggunakan sebuah konsep untuk menyangkal sains, tetapi konsep tersebut bersumber dari sains itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Konsep Curian (Stolen Concept Fallacy)”

Video Fisheye

Featured Video Play Icon

Pada gambar yang diambil dengan lensa fisheye, garis lurus akan tetap lurus jika garisnya melintasi titik tengah gambar. Kita dapat gunakan sifat tersebut untuk menentukan apakah sebuah garis benar-benar lurus di dunia nyata.

Pada video yang diambil dengan lensa fisheye dari ketinggian, seharusnya ada banyak momen saat horizon melintasi titik tengah gambar, dan kita dapat gunakan momen-momen tersebut untuk membuktikan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Video Fisheye”

Geometri dari Kejadian Bulan Sabit

Banyak di antara kita yang mengalami kesulitan untuk membayangkan bagaimana misalnya Bulan sabit dapat terlihat di malam hari, padahal posisi Bulan berada lebih dekat dari Matahari daripada Bumi, dan posisi kita saat malam hari membelakangi Matahari. Menurut mereka, seharusnya pada malam hari kita tak dapat melihat Bulan.

Kaum Bumi datar yang mengalami kesulitan visualisasi seperti itu mengambil langkah lebih jauh dan menganggap hal tersebut sebagai ‘bukti’ bahwa fenomena alam tersebut tidak mungkin dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Faktanya, fenomena terlihatnya Bulan sabit saat malam hari dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Geometri dari Kejadian Bulan Sabit”

Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi itu bulat, berbentuk tiga dimensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kita bekerja pada media dua dimensi, misalnya kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dan sebagainya. Untuk menggambarkan permukaan Bumi pada bidang dua dimensi, maka diperlukan untuk mengubah permukaan Bumi yang melengkung menjadi rata dengan menggunakan satu dari beberapa proyeksi peta.

Seluruh jenis proyeksi menghasilkan distorsi pada hasilnya. Beberapa penganut Bumi datar berpikir bahwa distorsi adalah ‘bukti’ kegagalan sains modern untuk menjelaskan Bumi. Faktanya, distorsi peta hanyalah konsekuensi dari proses mengubah bentuk tiga dimensi menjadi dua dimensi. Tak mungkin membuat peta yang tak memiliki distorsi. Sama halnya tak mungkin untuk membuat sebuah bola menjadi rata tanpa mengguntingnya.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Peta dan Distorsi Peta”

Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik

Kita tak dapat merasakan Bumi berotasi, dan untuk menjelaskan fenomena tersebut, kita biasanya menggunakan analogi kendaraan bergerak. Jika kendaraan bergerak dengan kecepatan konstan, kita tak akan dapat merasakan gerakannya. Kita tak dapat merasakan gerak rotasi Bumi karena alasan yang sama.

Kaum Bumi datar menciptakan dalih bahwa kita berdiri di atas Bumi, bukan di dalamnya, untuk dengan keliru menolak penjelasan tersebut.

Lanjutkan membaca “Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik”

Crux

Featured Video Play Icon

Rasi Crux dapat terlihat dari lokasi di selatan 26°LU, dan selalu terlihat di langit dari lokasi  di selatan 26°LS. Pada Bumi datar, Crux terliat pada seluruh bagian pinggir yang posisinya berlawanan, tetapi tidak pada bagian tengahnya. Hal ini membuktikan Bumi tidak mungkin datar. Kenampakan Crux hanya konsisten pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Crux”

Remukan Vakum / Vacuum Implosion

Featured Video Play Icon

Sebuah wadah kedap udara dapat remuk apabila memiliki tekanan lebih rendah di dalam daripada di luar, dan jika wadah tersebut tidak dirancang untuk menahan perbedaan tekanan tersebut.

Kaum Bumi datar menggunakan fenomena remukan vakum tersebut untuk ‘membuktikan’ bahwa perjalanan ke luar angkasa tidak ada. Faktanya, 1. dinding wadah tersebut dapat saja dirancang agar mampu menahan beda tekanan tersebut, dan 2. di luar angkasa, bagian dalamnya yang bertekanan tinggi, dan bagian luar yang vakum, sehingga lebih mudah untuk merancangnya.

Lanjutkan membaca “Remukan Vakum / Vacuum Implosion”

Kualitas Foto

Kualitas sebuah foto tergantung dari kualitas peralatan yang digunakan. Peralatan berkualitas tinggi akan memberi kita hasil yang lebih baik daripada yang berkualitas rendah.

Kaum Bumi datar gemar menggunakan kamera seperti Nikon P900 atau P1000 untuk mengambil gambar planet. Saat hasil yang mereka dapatkan tidak memiliki kualitas yang sama dengan foto objek yang sama dari NASA, mereka lalu menyimpulkan foto dari NASA tersebut adalah palsu. Faktanya, hal tersebut adalah karena peralatan yang mereka gunakan tidak memiliki kualitas sebaik NASA, begitu pun pula keterampilan dalam menggunakan peralatan tersebut.

Lanjutkan membaca “Kualitas Foto”

Pasang Antipodal

Pasang terjadi akibat perbedaan percepatan gravitasi Bulan yang dirasakan oleh materi pembentuk Bumi. Pasang terjadi bukan hanya akibat gravitasi Bulan yang diterima pada sebuah lokasi tertentu, tetapi juga yang diterima oleh lokasi lain di Bumi.

Kaum Bumi datar mengutarakan keheranannya bahwa pasang terjadi akibat gravitasi Bulan, tapi lokasi yang membelakangi Bulan juga menerima pasang. Lalu mereka simpulkan sebagai “kegagalan” sains untuk menjelaskan fenomena pasang. Faktanya, pasang terjadi akibat perbedaan gravitasi Bulan di posisi yang berbeda di seluruh bagian Bumi, bukan karena percepatan gravitasi Bulan yang diterima di satu lokasi tertentu saja.

Lanjutkan membaca “Pasang Antipodal”

Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Featured Video Play Icon

Jika kita berada di Bumi bagian selatan dan melihat ke langit bagian selatan, kita akan melihat bintang-bintang yang sama di mana pun posisi kita. Bintang-bintang tersebut mengitari sumbu bintang selatan yang berada di rasi Octans, dekat dengan bintang Sigma Octantis.

Fenomena ini tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar.  Jika kita lihat peta yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar”, seharusnya kita akan melihat bintang yang berbeda-beda. Ini karena model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”