Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Gaya tarik antara Bulan dan Matahari adalah 4.35825563 × 1020 N. Gaya tarik antara Bulan dan Bumi adalah 1.98195662 × 1020 N. Gaya tarik antara Bulan dan Matahari lebih dari 2× lebih besar daripada gaya tarik antara Bumi dan Bulan.

Jika demikian, mengapa Bulan mengorbit Bumi, dan tidak mengorbit Matahari langsung?

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Planet Neptunus dan Hukum Gravitasi

Tidak seperti planet lainnya yang ditemukan melalui observasi, planet Neptunus ditemukan melalui perhitungan matematis yang melibatkan Hukum Gravitasi Newton.

Lanjutkan membaca “Planet Neptunus dan Hukum Gravitasi”

Skala Dalam Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya

Pada semua penggambaran tentang Matahari, Bumi dan Bulan, nyaris tidak pernah ditemukan penggambaran dengan skala yang sesuai ukuran aslinya. Hal ini terjadi karena ukuran benda langit sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan jarak antara benda-benda tersebut.

Oleh kaum Bumi datar, kadang kenyataan ini dijadikan alasan untuk mengemukakan “kegagalan sains modern untuk menjelaskan gerakan benda langit” atau sebuah teknik untuk mengelabui kita semua. Mereka salah. Alasan hampir tidak pernah ditemukannya penggambaran sistem tata surya dengan skala yang sesungguhnya adalah hanya karena hal tersebut tidak dapat dilakukan.

Lanjutkan membaca “Skala Dalam Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya”

Gerhana Bulan: Bukti Awal Bumi Bulat

Abad 5 sebelum Masehi, umat manusia sudah memprediksi bahwa Bumi berbentuk bulat berdasarkan pemikiran. Abad 4 sebelum Masehi, Anaxagoras membuktikannya melalui pengamatan pada gerhana Bulan. Anaxagoras adalah orang pertama yang berhasil memberikan penjelasan mengenai terjadinya gerhana Bulan, yaitu bahwa Bumi tepat berada di antara Matahari dan Bulan.

Anaxagoras berkesimpulan bahwa Bumi bulat dengan melihat bayangan Bumi pada bulan yang berbentuk melengkung.

Lanjutkan membaca “Gerhana Bulan: Bukti Awal Bumi Bulat”