Percepatan Gravitasi Dalam Prinsip Archimedes

Prinsip Archimedes mengatakan: “gaya apung yang berlaku pada benda yang terendam fluida sama dengan berat fluida yang terpindahkan.” Saat ini biasanya kita menggunakan rumus B = -ρgV untuk menghitung gaya apung, dengan ρ adalah kerapatan fluida, g adalah percepatan gravitasi, dan V adalah volume fluida yang terpindahkan.

Archimedes menemukan gaya apung jauh sebelum Newton menemukan gravitasi, dan kaum Bumi datar mempermasalahkan adanya g di dalam rumus gaya apung. Faktanya, gaya apung tergantung pada berat fluida, sementara itu perbedaan berat dan massa baru diketahui setelah Newton. Prinsip Archimedes tetap berlaku, hanya saja sekarang kita mengetahui lebih banyak mengenai berat. Lanjutkan membaca “Percepatan Gravitasi Dalam Prinsip Archimedes”

Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda

Percepatan dari benda jatuh di Bumi bervariasi, tergantung dari berbagai faktor. Angka 9,8 m/s² hanyalah nilai nominal yang digunakan jika nilai yang lebih akurat untuk lokasi tertentu tidak diketahui atau tidak penting. Perbedaan percepatan ini hanya dapat dijelaskan dengan hukum gravitasi dan bahwa Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa sains mengatakan percepatan gravitasi Bumi selalu konstan 9,8 m/s² dimana pun di Bumi dan mereka menggunakan ‘kejanggalan’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bulat dan tidak berotasi. Faktanya, percepatan gravitasi Bumi memang berbeda pada lokasi yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda”

Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi

Berat benda adalah gaya yang dikenakan terhadap benda tersebut oleh gravitasi. Gaya gravitasi yang diakibatkan oleh massa Bumi pada sebuah benda adalah yang kita rasakan sebagai ‘berat’.

Banyak kaum Bumi datar yang tidak memahami bahwa berat sebenarnya adalah gaya gravitasi, dan hal tersebut menjadi sumber banyak miskonsepsi di kalangan kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi”

Gerak Melingkar Beraturan

Gerak dari suatu benda di permukaan Bumi akibat gerak rotasi Bumi adalah gerak melingkar beraturan. Kita dapat mengurai gerak tersebut menjadi gerak lurus beraturan dan percepatan sentripetal menuju pusat Bumi. Dari kerangka acuan dari pengamat di permukaan Bumi, percepatan sentripetal menghasilkan percepatan sentrifugal, yang dirasakan bersamaan dengan percepatan gravitasi Bumi.

Kita sering menggunakan gerak lurus beraturan dari objek sehari-hari untuk menjelaskan efek (atau tidak adanya efek tersebut) dari gerak beraturan rotasi Bumi. Kaum Bumi datar keliru menolaknya hanya karena hal tersebut “bukan gerak melingkar seperti rotasi Bumi.” Faktanya, gerak lurus beraturan adalah satu komponen dari gerak melingkar beraturan. Dan penjelasan tersebut valid dan tetap berlaku.

Lanjutkan membaca “Gerak Melingkar Beraturan”

Density Tower

Featured Video Play Icon

Density tower terbentuk dari cairan-cairan bermassa jenis berbeda yang tak bercampur. Hal ini dapat terjadi karena percepatan gravitasi Bumi menarik cairan yang lebih rapat dengan lebih kuat, menggeser cairan yang lebih renggang ke atas.

Kaum Bumi datar mengklaim density tower membuktikan gravitasi tidak ada. Faktanya, density tower tak bisa terbentuk tanpa ada percepatan yang mempengaruhi cairan-cairan tersebut, seperti percepatan gravitasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Density Tower”