Solstis Desember: Saat Matahari Menerangi Daerah Yang Mustahil Pada Peta Bumi Datar

Pada tanggal 21-22 Desember, terjadi solstis Desember, yaitu saat Matahari berada pada titik paling selatan. Saat ini di bagian utara Bumi terjadi musim dingin, dan di selatan Bumi terjadi musim panas.

Jika diplot pada yang diklaim sebagai ‘peta Bumi datar’, maka sinar Matahari akan menyinari daerah yang mustahil, yang mirip seperti ‘lampu Batman’. Hal ini membuktikan peta Bumi datar tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sebenarnya.

Lanjutkan membaca “Solstis Desember: Saat Matahari Menerangi Daerah Yang Mustahil Pada Peta Bumi Datar”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

“Matahari dan Bulan pernah terlihat di langit pada waktu yang sama saat sedang terjadi gerhana Bulan total. Hal ini tak dapat terjadi jika Bumi bulat karena Matahari, Bumi, dan Bulan seharusnya berada dalam garis lurus saat terjadinya gerhana Bulan total. Maka, model Bumi bulat itu salah!”

Beberapa penganut Bumi datar melihat bahwa Matahari dan Bulan terlihat pada saat yang sama saat terjadinya gerhana Bulan total. Sudah dapat diprediksi bahwa mereka akan menyimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Namun pada kenyataannya, fenomena ini terdokumentasi dengan baik dan dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure

Ada beberapa video yang beredar di komunitas korban paham Bumi datar. Dalam video ini diperlihatkan bahwa Matahari terlihat terbenam, tapi setelah dilakukan zoom, ternyata Matahari belum terbenam. Konon, hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari hanya kelihatan terbenam, tapi sebenarnya menjauh.

Tentu saja ada penjelasan yang lebih masuk akal. Seperti pada kasus lainnya yang serupa, semuanya bersumber pada ketidaktahuan mereka mengenai fotografi.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Perspektif: Tidak Membuat Matahari Terlihat Terbenam

Salah satu lubang menganga yang perlu ditambal pertama kali oleh penganut Bumi datar adalah fakta bahwa Matahari itu mengalami terbit dan terbenam sekali dalam satu hari. Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari mana saja, dan tidak akan pernah terjadi malam. Untuk menambal lubang besar ini, maka diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam salah satunya adalah karena perspektif.

Dalihnya adalah bahwa benda terlihat mengecil mendekati horizon saat menjauh. Mereka kemudian melakukan ekstrapolasi sembarangan: jika terus menjauh, maka bukan hanya mendekati horizon, tapi juga akan melewati horizon dan tidak lagi terlihat.

Lanjutkan membaca “Perspektif: Tidak Membuat Matahari Terlihat Terbenam”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kamu mengamati matahari terbenam di dasar bangunan, kamu bisa lari, naik lift ke lantai teratas dan mengamati matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu berbuka puasa. Semakin tinggi posisi kamu, maka semakin lama kamu harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kamu berada di tempat yang lebih tinggi, maka kamu akan dapat melihat matahari lebih lama daripada teman kamu yang berada di posisi rendah.

Referensi