Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

“Matahari dan Bulan pernah terlihat di langit pada waktu yang sama saat sedang terjadi gerhana Bulan total. Hal ini tak dapat terjadi jika Bumi bulat karena Matahari, Bumi, dan Bulan seharusnya berada dalam garis lurus saat terjadinya gerhana Bulan total. Maka, model Bumi bulat itu salah!”

Beberapa penganut Bumi datar melihat bahwa Matahari dan Bulan terlihat pada saat yang sama saat terjadinya gerhana Bulan total. Sudah dapat diprediksi bahwa mereka akan menyimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Namun pada kenyataannya, fenomena ini terdokumentasi dengan baik dan dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Selama gerhana Bulan total, posisi Matahari, Bumi dan Bulan adalah di dalam garis lurus. Pada posisi ini, Matahari dan Bulan seharusnya tak akan dapat terlihat sekaligus pada saat yang sama selama terjadinya gerhana Bulan.

Namun ternyata atmosfer Bumi membiaskan cahaya. Cahaya yang datang dari Matahari dan Bulan mengalami pembiasan/refraksi oleh atmosfer Bumi. Posisi Bulan yang sebenarnya adalah sekitar 0.5° lebih rendah daripada yang terlihat. Hal yang sama terjadi dengan Matahari pada posisi yang berseberangan di langit. Hal inilah yang menyebabkan Matahari dan Bulan dapat terlihat di langit pada waktu yang sama selama terjadinya gerhana Bulan.

Fenomena ini dinamakan ‘selenelion’ atau ‘selenehelion’. Walaupun bukan tidak mungkin, fenomena ini sangat jarang dan unik, dan hanya dapat terjadi pada waktu dan tempat tertentu selama terjadinya gerhana Bulan total.

Referensi