Perspektif: Tidak Membuat Matahari Terlihat Terbenam

Salah satu lubang menganga yang perlu ditambal pertama kali oleh penganut Bumi datar adalah fakta bahwa Matahari itu mengalami terbit dan terbenam sekali dalam satu hari. Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari mana saja, dan tidak akan pernah terjadi malam. Untuk menambal lubang besar ini, maka diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam salah satunya adalah karena perspektif.

Dalihnya adalah bahwa benda terlihat mengecil mendekati horizon saat menjauh. Mereka kemudian melakukan ekstrapolasi sembarangan: jika terus menjauh, maka bukan hanya mendekati horizon, tapi juga akan melewati horizon dan tidak lagi terlihat.

Klaim mereka tersebut tentunya tak terjadi pada kehidupan kita sehari-hari. Sejauh apapun benda, selama posisinya masih di atas horizon, akan tetap terlihat berada di atas horizon. Dan semakin jauh hanya akan mengecil sampai menjadi titik yang dinamakan titik lenyap atau vanishing point.

Bagi kamu yang desainer grafis, penggambar teknik, arsitek, fotografer, pelukis dan bahkan gamer FPS, tentunya tahu persis bahwa klaim tersebut bertentangan dengan apa yang kita alami di dunia nyata.

Hal sebaliknya pun tidak terjadi. Rel kereta yang panjang dan lurus akan terlihat menghilang menjadi sebuah titik di kejauhan. Rel kereta tidak akan pernah melewati titik lenyap dan tiba-tiba terlihat di atas horizon.

Matahari terbenam memiliki penjelasan yang jauh lebih sederhana dan masuk akal: Matahari tak lagi berada di atas horizon, dan tak terlihat karena terhalang oleh lengkungan permukaan Bumi.

Referensi