Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi

Karena Bumi bulat, maka horizon tak sejajar dengan pandangan lurus ke depan (eye-level atau astronomical horizon). Horizon akan terlihat menurun. Dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut penurunannya. Fenomena ini disebut horizon dip, dip of the horizon, atau penurunan horizon.

Penganut Bumi datar sering mengklaim tak ada penurunan horizon, dan karena itu menurut mereka Bumi datar. Selain itu mereka kerap kali memberikan contoh fenomena air di waterpas membuktikan Bumi datar. Ternyata sebaliknya, waterpas memperlihatkan adanya penurunan horizon, dan dengan demikian membuktikan adanya kelengkungan Bumi.

Ada banyak beberapa pihak menggunakan waterpas untuk mengamati adanya penurunan horizon. Beberapa bahkan membuat perangkat waterpas khusus untuk keperluan ini sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana, terutama ke tempat yang tinggi.

Waterpas memanfaatkan hukum bejana berhubungan. Ketinggian air di bejana yang berhubungan akan sama. Menggunakan ketinggian air dari dua bejana, kita dapat ‘membidik’ horizon untuk mencari titik pandangan lurus ke depan (eye-level). Jika kita berada pada ketinggian yang cukup, dapat dengan mudah diamati bahwa horizon berada di bawah pandangan lurus ke depan (eye-level).

Semakin tinggi posisi kita, semakin besar sudut penurunan horizon ini. Dan sebaliknya, semakin mendekati permukaan laut, semakin dekat jarak horizon dan pandangan lurus ke depan (eye-level).

Penganut Bumi datar sering menggunakan fenomena air dalam waterpas sebagai bukti Bumi datar. Mereka salah. Dari dua buah bejana pada waterpas memang akan terlihat ‘datar’. Tetapi menggunakan alat yang sama, kita dapat dengan mudah membuktikan adanya lengkungan Bumi.

Referensi