Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat

Featured Video Play Icon

Umat islam melakukan shalat dengan mengarah ke Kiblat, yaitu arah ke Kakbah di Mekah, Saudi Arabia. Arah Kiblat secara tradisional ditentukan dari arah ke Matahari saat Matahari berada di atas Kakbah. Jika saat itu Matahari dapat terlihat, hal tersebut akan sama dengan arah Kiblat.

Jika hasilnya dipetakan pada yang diklaim sebagai “peta Bumi datar”, maka arah Kiblat tidak akan secara konsisten mengarah ke Kakbah. Hanya kalkulasi menggunakan model Bumi bulat yang akan memberikan kita hasil yang konsisten dengan hasil observasi selama berabad-abad dari banyak lokasi di Bumi. Hal tersebut terjadi karena Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kita mengamati Matahari terbenam di dasar bangunan, kita dapat buru-buru naik lift ke lantai teratas dan mengamati Matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu shalat maghrib dan berbuka puasa. Semakin tinggi posisi di dalam Burj Khalifa, maka semakin lama kita harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kita berada di tempat yang lebih tinggi, maka kita akan dapat melihat Matahari lebih lama daripada yang berada di posisi rendah.

Referensi

Bukti Bumi Bulat dari Penganut Bumi Datar

Banyak penganut Bumi datar yang telah mengeluarkan sangat banyak tenaga dan dana untuk melakukan berbagai macam observasi dan eksperimen. Mereka telah membeli peralatan mahal, bepergian jarak jauh ke negara lain, mendesain eksperimen dengan sangat mendetail dan melakukan percobaan skala-besar; semua untuk membuktikan keyakinan mereka bahwa Bumi datar. Namun banyak dari eksperimen dan observasi tersebut ternyata merupakan bukti tak terbantahkan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Pada kebanyakan kasus, mereka tak akan menerima kesimpulan tersebut. Biasanya mereka akan menyalahartikan, menolak, berbohong dan menutupi hasilnya. Hal tersebut disebabkan faktor psikologis yang dinamakan confirmation bias. Walaupun demikian, hasil eksperimen dan observasi mereka berbicara lebih nyaring daripada klaim-klaim yang mereka sampaikan, dan semuanya adalah bukti valid bahwa Bumi berbentuk bulat.

Ini adalah beberapa dari observasi dan eksperimen tersebut, dimana kaum Bumi datar telah berusah payah dan mengeluarkan banyak biaya untuk melakukannya. Dan setelah itu dilakukan, mereka justru mengambil kesimpulan yang salah dan dengan spektakuler mendemonstrasikan confirmation bias mereka ke seluruh dunia.

Lanjutkan membaca “Bukti Bumi Bulat dari Penganut Bumi Datar”

Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Di bagian utara bumi, apabila kita melihat ke arah utara, kita akan melihat bintang-bintang berputar mengelilingi sebuah titik. Arah perputaran ini adalah kebalikan arah jarum jam.  Titik perputaran ini tidak terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian selatan.

Sebaliknya, di bagian selatan bumi, apabila kita melihat ke arah selatan, kita akan mengamati bintang berputar mengelilingi sebuah titik, tetapi ke arah berlawanan. Dan titik perputaran ini tidak akan terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian utara.

Lanjutkan membaca “Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Lintasan Matahari

Di utara khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kanan. Di selatan khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kiri. Pada saat Matahari terbit dan terbenam, lintasannya membentuk sudut dengan horizon yang besarnya praktis sama dengan derajat lintang dari pengamat.

Lintasan Matahari jika diamati dari berbagai lokasi yang berbeda di Bumi merupakan bukti Bumi bulat. Fakta hasil observasi ini tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Lintasan Matahari”

Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat

Featured Video Play Icon

Gerak harian bintang (diurnal motion) adalah gerak bintang mengelilingi kedua sumbu rotasi Bumi akibat gerak rotasi Bumi. Bintang terlihat bergerak dengan cara yang hanya dapat dijelaskan jika Bumi bulat.

Semua variasi dari gerak harian bintang yang diamati pada berbagai lokasi yang berbeda di permukaan Bumi tak akan akan pernah dapat dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat”

Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat

Sebelum Matahari terbit atau setelah Matahari terbenam, Matahari terletak di bawah horizon, namun cahaya Matahari sudah mulai terlihat di langit. Awan di langit akan terlihat terkena cahaya Matahari.

Jika ada gunung di antara Matahari dan awan, bisa terjadi fenomena bayangan gunung di awan. Model Bumi datar mengasumsikan Matahari selalu berada ‘di atas’, sehingga fenomena alam ini tak mungkin dapat terjadi pada Bumi datar.

Fenomena bayangan gunung di awan tersebut hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat”

Fenomena Magnetic Dip

Di kalangan penganut Bumi datar ada dua macam miskonsepsi mengenai interaksi antara jarum kompas dan magnet Bumi.

Miskonsepsi pertama adalah kompas tidak berfungsi dengan baik di daerah sekitar kutub, maka disimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Umumnya hal ini mereka simpulkan setelah mendengar hal ini dari cerita Admiral Byrd. Miskonsepsi kedua adalah kompas seharusnya tidak berfungsi pada Bumi bulat di daerah sekitar khatulistiwa. Menurut mereka, seharusnya kompas akan menunjuk arah yang miring dari permukaan Bumi, dan seharusnya kompas tidak dapat berfungsi pada Bumi bulat. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Fenomena Magnetic Dip”

Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi

Karena Bumi bulat, maka horizon tak sejajar dengan pandangan lurus ke depan (eye-level atau astronomical horizon). Horizon akan terlihat menurun. Dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut penurunannya. Fenomena ini disebut horizon dip, dip of the horizon, atau penurunan horizon.

Penganut Bumi datar sering mengklaim tak ada penurunan horizon, dan karena itu menurut mereka Bumi datar. Selain itu mereka kerap kali memberikan contoh fenomena air di waterpas membuktikan Bumi datar. Ternyata sebaliknya, waterpas memperlihatkan adanya penurunan horizon, dan dengan demikian membuktikan adanya kelengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi”

Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Foucault pendulum adalah sebuah eksperimen yang dilakukan pada tahun 1851 oleh Léon Foucault. Dalam eksperimen ini, digunakan sebuah bandul raksasa. Bandul tersebut akan berayun untuk waktu lama, dan selama itu dapat diamati gerak memutar yang diakibatkan oleh rotasi Bumi. Eksperimen ini membuktikan gerak rotasi Bumi.

Bagi penganut Bumi datar, Foucault pendulum adalah salah satu fakta yang perlu diserang sampai titik darah penghabisan. Mereka menciptakan berbagai macam ‘penjelasan’ untuk mendiskreditkan percobaan ini. Mereka salah. Foucault pendulum adalah percobaan yang dapat diulang, dan hasilnya akan konsisten sesuai dengan ekspektasi.

Lanjutkan membaca “Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub

Menurut beberapa korban paham Bumi datar, tidak ada penjelajah yang berhasil mengelilingi Bumi melalui kedua kutub. Yang ada hanyalah penjelajah yang mengelilingi Bumi sejajar dengan garis khatulistiwa, seperti James Cook atau Ferdinand Magellan. Karena jika ada, maka runtuhlah teori Bumi datar dalam seketika.

Ternyata hal tersebut tidak benar. Ada beberapa penjelajah yang sudah pernah melakukan hal tersebut. Dari sekilas pencarian di Internet, kami dapat menemukan paling tidak ada tujuh penjelajah yang telah atau sedang melakukannya.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub”

Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Efek ini ditemukan oleh Loránd Eötvös di tahun 1900an setelah melihat data pengukuran gravitasi di atas kapal yang berbeda antara kapal yang bergerak ke Barat dan ke Timur. Efek ini merupakan konsekuensi dari fakta bahwa Bumi berbentuk bulat dan berotasi di porosnya.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi

Lake Ponchartrain adalah sebuah danau di Louisiana, Amerika Serikat. Ada sebuah jalur transmisi listrik sepanjang 25 km yang melewati danau ini. Jalur transmisi ini praktis lurus dan memiliki ketinggian yang praktis sama. Fakta tersebut menjadikan objek tersebut cocok untuk mengamati kelengkungan permukaan Bumi.

Objek tersebut pertama kali dipopulerkan oleh Soundly, yang pada Juni 2017 mengambil beberapa foto dan video tiang-tiang tersebut untuk menunjukkan kelengkungan permukaan Bumi. Saat ini, tiang-tiang tersebut dan juga objek lainnya di Danau Pontchartrain bisa dibilang adalah objek wisata lengkungan Bumi paling populer di dunia.

Lanjutkan membaca “Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar

Waktu tempuh rute penerbangan bisa menjadi alat untuk menentukan mana model bentuk Bumi yang benar: Bumi datar ataukah Bumi bulat. Pada model Bumi datar, semakin jauh ke Selatan, maka akan semakin janggal fakta yang dapat kita temui.

Untuk ilustrasi, mari kita gunakan rute penerbangan Sydney-Santiago. Rute ini adalah salah satu rute penerbangan komersil yang posisinya paling selatan.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar”

Bintang Utara Polaris

Teori Bumi datar umumnya menggunakan model bintang yang (karena suatu hal yang misterius) menempel pada kubah langit Bumi, yang (karena suatu hal yang misterius) bisa berputar sehingga menyebabkan gerakan bintang di langit. Poros perputaran adalah bintang Polaris, yang tampak tidak bergerak.

Namun tahukah kamu, Polaris tidak dapat dilihat dari selatan khatulistiwa. Lebih dari itu, selatan memiliki poros bintang sendiri.

Lanjutkan membaca “Bintang Utara Polaris”

Kelengkungan Horizon Pada Video Balon Stratosfer

Video balon stratosfer sering dijadikan ‘barang bukti’ oleh penganut Bumi datar untuk memperlihatkan bahwa ‘Bumi tidak memiliki lengkungan’.

Ironisnya, penulis telah melakukan analisis sederhana pada lebih dari dua lusin video balon stratosfer di YouTube, dan kesimpulannya adalah:  secara objektif ada lengkungan, dan sama sekali tidak sulit untuk mengamatinya, termasuk pada video ‘bukti’ yang disodorkan flatearther.

Lanjutkan membaca “Kelengkungan Horizon Pada Video Balon Stratosfer”

Arah Berputarnya Badai Tropis

Badai siklon memiliki arah yang berbeda jika terjadi di Utara khatulistiwa dan di Selatan khatulistiwa. Badai siklon yang berada di utara khatulistiwa akan berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan badai siklon yang terjadi di Selatan khatulistiwa akan berputar searah jarum jam.

Hal ini terjadi karena Efek Coriolis yang disebabkan oleh bentuk Bumi yang bulat dan berputar pada porosnya.

Lanjutkan membaca “Arah Berputarnya Badai Tropis”

Gerhana Bulan: Bukti Awal Bumi Bulat

Abad 5 sebelum Masehi, umat manusia sudah memprediksi bahwa Bumi berbentuk bulat berdasarkan pemikiran. Abad 4 sebelum Masehi, Anaxagoras membuktikannya melalui pengamatan pada gerhana Bulan. Anaxagoras adalah orang pertama yang berhasil memberikan penjelasan mengenai terjadinya gerhana Bulan, yaitu bahwa Bumi tepat berada di antara Matahari dan Bulan.

Anaxagoras berkesimpulan bahwa Bumi bulat dengan melihat bayangan Bumi pada bulan yang berbentuk melengkung.

Lanjutkan membaca “Gerhana Bulan: Bukti Awal Bumi Bulat”