Bentuk Bumi Pipih ‘Oblate Spheroid’ dan Foto Dari Luar Angkasa

Bumi itu berbentuk pipih ‘oblate spheroid’, diameternya lebih panjang di khatulistiwa daripada antar kutubnya. Hal ini sering dipermasalahkan oleh penganut Bumi datar. Menurut mereka, foto-foto Bumi dari luar angkasa tidak ada yang terlihat pipih, dan semuanya bulat sempurna. Biasanya hal ini kemudian dijadikan ‘bukti’ untuk memfitnah para ilmuwan dengan menuduh mereka membohongi publik.

Tapi ternyata bukan tidak mungkin membuktikan pipihnya bentuk Bumi melalui foto Bumi dari luar angkasa.

Bumi itu bulat, tetapi tidak bulat sempurna. Apabila dilihat sekilas, Bumi akan terlihat bulat. Tapi mari kita ukur foto Bumi dengan teliti.

Kami menggunakan foto satelit dari Himawari-8 yang beresolusi 11000×11000. Untuk itu kami mencari citra yang menunjukkan Bumi disinari Matahari secara merata. Kami dapat menemukan 4 citra yang sesuai. Berikut adalah nama berkas beserta diameter  Bumi Barat-Timur dan Utara-Selatan.

  • hima820150923112000fd.png: 10906×10868
  • hima820160320112000fd.png: 10905×10870
  • hima820160923112000fd.png: 10906×10869
  • hima820170922112000fd.png: 10906×10869

Nilai rata-rata dari keempat citra: 10905.75×10869. Perbandingannya: 0.338%.

Berdasarkan pengukuran teliti, ternyata dapat diketahui bahwa Bumi memang berbentuk oblate spheroid: diameter antar kutub lebih pendek daripada diameter khatulistiwa. Angka ini juga tak terpaut jauh dari angka dari standar WGS84, yaitu sebesar 0.336%.

Jadi dapat disimpulkan foto Bumi dari luar angkasa sesuai ekspektasi, yaitu oblate spheroid, dan perbandingan diameternya pun sesuai ekspektasi.

Selanjutnya adalah detail dari analisis.

Mencari Foto Yang Cocok

Foto yang diperlukan untuk analisis ini adalah yang keseluruhan Bumi sedang mengalami siang. Satelit Himawari-8 adalah satelit geostasioner sehingga posisinya selalu di atas khatulistiwa pada garis bujur yang sama. Dengan kondisi demikian, kita mencari foto saat Matahari tepat di atas khatulistiwa (equinox) dan saat itu sedang tengah hari.

Kami hanya dapat mendapatkan empat gambar yang sesuai untuk keperluan ini:

  • hima820150923112000fd.png
  • hima820160320112000fd.png
  • hima820160923112000fd.png
  • hima820170922112000fd.png

Sayangnya, saat equinox Maret 2017, satelit Himawari-8 tidak mengambil gambar.

Analisis

Untuk melakukan analisis, kami menggunakan shell script + ImageMagick. Tujuannya agar analisis dapat secara seragam dilakukan pada keempat citra, dan untuk menghindari unsur subjektivitas dari penulis. Scriptnya adalah sebagai berikut:

#!/bin/sh 
 
for A in *.png ; do 
        echo $A 
        convert $A -fuzz 30% -trim +repage -format 'scale=5; %w ; %h; (%w / %h) 
- 1\n' info: | bc 
done

Script tersebut melakukan crop, mengukur hasilnya dan menghitung perbandingannya.

Referensi