Gaya Apung dan Hubungannya Dengan Gravitasi

Klaim yang sering terdengar di mazhab Bumi datar yang populer di Indonesia: balon adalah bukti tidak ada gravitasi, yang ada adalah berat jenis.

Klaim tersebut salah, karena gaya apung berdasarkan hukum Archimedes tak akan bekerja tanpa adanya gaya gravitasi.

Balon Helium jika dilepaskan akan bergerak ke atas. Penyebabnya adalah gaya apung. Massa jenis helium jauh lebih kecil daripada massa jenis udara, sehingga balon bergerak ke atas.

Tetapi mengapa bergerak ke atas? Apa yang menentukan arah atas? Yang menentukan arah gaya apung adalah percepatan yang mempengaruhi partikel udara dan helium pada balon. Percepatan akan berpengaruh lebih besar kepada udara yang memiliki massa jenis lebih besar dibandingkan dengan helium.

Percepatan yang selalu kita alami karena berada di permukaan Bumi adalah percepatan gravitasi, yang arahnya menuju ke bawah.

Bagaimana jika arah percepatan kita ubah? Kita bisa lakukan percobaan dengan mengikat balon helium di dalam mobil. Jika mobil maju menambah kecepatan, maka balon akan terlihat maju. Ini karena arah percepatan tidak lagi lurus ke bawah, tetapi miring ke arah belakang mobil.

Di lingkungan tanpa percepatan, seperti di ISS, balon helium tidak akan naik, dan akan bersifat seperti balon biasa.