Besar Lengkungan Bumi yang Terlihat Pada Foto

Besar lengkungan horizon yang terlihat dalam sebuah foto tergantung pada:

  1. Ketinggian pengamat.
  2. Field of view dari kamera yang digunakan.
  3. Distorsi dari lensa kamera yang digunakan.

Kaum Bumi datar gemar menolak foto lengkungan Bumi dengan membandingkannya dengan foto lain yang menampilkan lengkungan berbeda. Faktanya, untuk membandingkannya, kita perlu memastikan semua foto diambil dari ketinggian sama, sudut pandang sama, & memperhitungkan distorsi lensa.

Lanjutkan membaca “Besar Lengkungan Bumi yang Terlihat Pada Foto”

Auguste Piccard, Ilmuwan yang Dicatut Namanya oleh Kaum Bumi Datar

Tahun 1931, Auguste Piccard naik menggunakan balon sampai ke ketinggian 15781 m, tak jauh di atas ketinggian pesawat jet penumpang. Pada ketinggian tersebut, lengkungan Bumi masih sangat kecil dan tak mudah dilihat, apalagi melalui jendela kecil di balonnya.

Pada wawancara Popular Science, Piccard mengatakan bumi “terlihat seperti piringan datar dengan tepi yang naik” dan kaum Bumi datar menafsirkan seakan beliau berkata Bumi itu datar. Faktanya, pada wawancara lain, jelas beliau paham Bumi itu bulat. Pada tulisannya, kata “globe” pun disebut berkali-kali.

Lanjutkan membaca “Auguste Piccard, Ilmuwan yang Dicatut Namanya oleh Kaum Bumi Datar”

Eksperimen “Bedford Level” Membuktikan Lengkungan Bumi

Tahun 1870, Alfred Russel Wallace menjawab tantangan penganut Bumi datar, dan berhasil membuktikan lengkungan Bumi pada percobaan Bedford Level.

Wallace melakukan eksperimen di Kanal Bedford. Beliau memasang pita hitam di jembatan Old Bedford, dan melihatnya melalui teleskop dari jembatan Welney sejauh 6 mil. Di tengah keduanya, dipasang tiang dengan dua piringan. Baik teleskop, piringan atas, dan pita hitam dipasang pada ketinggian yang sama di atas air.

Dari pengamatan melalui teleskop terlihat bahwa kedua piringan terlihat di atas pita hitam, membuktikan bahwa lengkungan Bumi memang benar nyata.

Lanjutkan membaca “Eksperimen “Bedford Level” Membuktikan Lengkungan Bumi”

Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya

Dataran garam adalah bentangan dataran berlapisi garam dan mineral lainnya. Salar de Uyuni di Bolivia adalah dataran garam terbesar di seluruh dunia. Dataran garam terlihat datar, tetapi seperti permukaan Bumi lainnya, permukaan dataran garam tetap mengikuti lengkungan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap Salar de Uyuni dan dataran garam lainnya  yang terlihat datar sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, walau dataran garam sekilas terlihat datar, namun tetap mengikuti lengkungan Bumi. Bagian bawah dari objek di kejauhan akan tertutup lengkungan Bumi, sama seperti di lautan.

Lanjutkan membaca “Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya”

Pengamatan Pesawat Mulai Tertutup Lengkungan Bumi

Dari pengamat di darat, pesawat pada ketinggian 36000 ft akan mulai tertutup lengkungan Bumi pada jarak 400 km. Namun kita memiliki keterbatasan jarak pandang akibat atmosfer Bumi. Pada kasus terbaik, kita hanya dapat melihat paling jauh 240 km.

Kita dapat dengan mudah mengamati kapal tertutup lengkungan Bumi, dan kaum Bumi datar gemar menuntut hal yang sama untuk pesawat terbang. Faktanya, pesawat mulai tertutup lengkungan Bumi pada jarak yang sangat jauh yang sudah jauh di luar jarak pandang. Tetapi jika pesawatnya terbang rendah, seperti saat akan mendarat, kita dapat melihatnya mulai tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Pengamatan Pesawat Mulai Tertutup Lengkungan Bumi”

Archimedes dan Permukaan Fluida

Pada abad 3 BCE, Archimedes dari Sirakusa menulis yang saat ini kita sebut sebagai Prinsip Archimedes pada bukunya “Tentang Benda Yang Mengapung” (“On Floating Bodies”) menggunakan model Bumi Bulat.

Kaum Bumi datar memelintir Prinsip Archimedes seakan mendukung klaim Bumi itu datar. Faktanya, Archimedes dan ilmuwan Yunani lainnya saat itu memahami Bumi itu bulat. Dan beliau menyebutnya secara eksplisit dalam tulisannya. Lanjutkan membaca “Archimedes dan Permukaan Fluida”

Mengamati Lengkungan Bumi Saat Dalam Penerbangan

Pada ketinggian jelajah pesawat jet penumpang, lengkungan Bumi masih terlalu kecil untuk terlihat tanpa sengaja. Tapi dengan perencanaan matang dan pengamatan yang teliti, kita dapat melihatnya.

Lanjutkan membaca “Mengamati Lengkungan Bumi Saat Dalam Penerbangan”

Lengkungan Permukaan Air

Jika Bumi itu bulat, lalu mengapa permukaan air selalu datar?

Akibat gravitasi, air mencari potensial terendah, sedekat mungkin ke pusat Bumi, hingga membentuk permukaan melengkung yang pusatnya sama dengan pusat Bumi. Lebar permukaan air pada kasus sehari-hari terlalu kecil dibandingkan jari-jari Bumi. Itu sebabnya permukaan air terlihat praktis datar, tetapi tidaklah datar sempurna.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Permukaan Air”

Dimana Lengkungannya?

Mata manusia hanya dapat mengenali lengkungan Bumi secara visual jika berada pada ketinggian yang cukup dari permukaan Bumi, yang masih di luar jangkauan kebanyakan manusia saat ini. Pesawat penumpang jet komersil adalah posisi tertinggi yang dapat dicapai secara realitis oleh kebanyakan manusia saat ini. Pada ketinggian tersebut kita hanya dapat mengenali sangat sedikit lengkungan, baru terlihat jika kita perhatikan baik-baik, dan itupun pada kondisi yang sangat ideal.

Dasar dari kepercayaan Bumi datar adalah bahwa horizon terlihat datar. Mereka akan mengatakan bila kita tak dapat melihat lengkungan, maka tidak ada lengkungan, dan karena itu Bumi datar. Faktanya, kita tak dapat bepergian cukup tinggi untuk dapat melihat lengkungan Bumi menggunakan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Dimana Lengkungannya?”

Dilema Lengkungan Bumi

Kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan observasi langsung terhadap lengkungan Bumi. Lengkungan hanya dapat kita lihat dari ketinggian yang signifikan, tidak dekat permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap hal tersebut sebagai dilema: 1. Lengkungan tidak terlihat karena Bumi terlalu besar, tetapi 2. Kita dapat melihat kapal tertutup lengkungan Bumi. Faktanya, itu adalah dilema yang keliru. Kedua hal adalah observasi yang berbeda dan membutuhkan kondisi berbeda untuk mengamatinya.

Lanjutkan membaca “Dilema Lengkungan Bumi”

Curvature App

Curvature App adalah aplikasi web untuk membuat simulasi kenampakan horizon dan objek di kejauhan pada Bumi bulat dan datar. App ini tersedia di walter.bislins.ch/Curve.

Saat melakukan perhitungan kenampakan objek di kejauhan, kaum Bumi datar gemar menggunakan kalkulator berkualitas rendah yang tak memperhitungkan variabel-variabel penting sehingga memberikan hasil yang keliru. Curvature App memperhitungkan semua variabel yang diperlukan, dan tak hanya memberi angka, tetapi juga simulasi kenampakannya.

Lanjutkan membaca “Curvature App”

Dataran Garam Bonneville dan Lengkungan Bumi

Featured Video Play Icon

Jalan raya Interstate 80 melintasi dataran garam Bonneville dengan praktis lurus. Dari daerah berbukit di Barat jalan tersebut, dengan kamera zoom panjang, kita dapat melihat jalan tersebut melengkung mengikuti lengkungan Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim dataran garam itu datar sempurna dan mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, dataran garam melengkung mengikuti lengkungan Bumi, seperti halnya permukaan laut.

Video Asli

Jalur Transmisi Microwave di Mediterania dari Exalt

Salah satu jalur transmisi microwave terjauh adalah antara Lebanon dan Siprus, sejauh 235 km. Untuk mengatasi lengkungan Bumi, kedua titik perlu diletakkan di dataran tinggi. Berikut ini salah satu contoh lokasi yang memungkinkan untuk mendapatkan sambungan.

Kaum Bumi datar mengklaim jalur microwave tersebut hanya mungkin jika Bumi datar. Faktanya, mudah mencari lokasi di Siprus dan Lebanon untuk membuat sambungan microwave yang melewati lengkungan Bumi, tanpa menggunakan tower, dan masih memiliki ruang gerak.

Lanjutkan membaca “Jalur Transmisi Microwave di Mediterania dari Exalt”

“Stuff is Flat”: Pernyataan Neil deGrasse Tyson yang Keliru Mengenai Pengamatan Lengkungan Bumi

Neil deGrasse Tyson pernah keliru mengatakan bahwa tak mungkin untuk melihat lengkungan Bumi pada ketinggian lompat yang dilakukan Felix Baumgartner. Faktanya, kita seharusnya bisa melihatnya.

Kaum Bumi datar mengira kita percaya ucapan Neil tanpa mampu mengkritisinya dan mereka gunakan pernyataan Neil yang keliru tersebut untuk menolak pengamatan lengkungan Bumi. Namun kita tak memiliki masalah untuk mengatakan bahwa Nail salah. Salah itu wajar asal kita mau merevisi pendapat kita jika ada informasi baru dan kami yakin Neil juga akan melakukannya.

Lanjutkan membaca ““Stuff is Flat”: Pernyataan Neil deGrasse Tyson yang Keliru Mengenai Pengamatan Lengkungan Bumi”

Menghindari Tantangan dan Mengabaikan Tawaran Kompensasi

Kaum Bumi datar gemar menuduh sebuah bukti Bumi bulat adalah hasil pemalsuan. Namun jika kita menantang mereka untuk mengamatinya sendiri, mereka akan menghindarinya. Mereka bahkan akan mengabaikan tawaran kompensasi biaya yang mereka keluarkan seandainya klaim mereka benar.

Hal tersebut merupakan bentuk dari ketidaktahuan yang disengaja (willful ignorance). Di dalam benak mereka, kaum Bumi datar sebenarnya tidak yakin Bumi itu datar, atau bahkan secara tak sadar memahami Bumi itu sebenarnya bulat, tetapi secara emosional tetap mempercayai Bumi datar. Karena tidak bersedia untuk merelakan keyakinan salahnya, mereka dengan sengaja menghindari diri dari bukti-bukti yang bertentangan dengan Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Menghindari Tantangan dan Mengabaikan Tawaran Kompensasi”

Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan

Kaum Bumi datar gemar mengamati kenampakan objek di kejauhan, tetapi observasi tersebut tidak akan dapat membuktikan Bumi itu datar.

Pengamatan mengenai kenampakan objek di kejauhan paling jauh hanya dapat membuktikan Bumi tidak bulat dengan jari-jari 6371 km. Bumi datar hanya satu dari kemungkinan lain yang sangat banyak. Bisa saja Bumi tetap bulat, tetapi ukurannya jauh lebih besar.

Lanjutkan membaca “Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan”

Kalkulator Lengkungan Bumi Versi Dizzib

Kalkulator dari Dizzib adalah salah satu kalkulator lengkungan Bumi yang paling populer di Internet. Sayangnya, kalkulator tersebut tidak memperhitungkan refraksi atmosfer, sehingga tidak cocok untuk menentukan kenampakan objek di kejauhan.

Banyak kaum Bumi datar menggunakan kalkulator Dizzib untuk melakukan analisis kenampakan objek di kejauhan, dan menyebabkan mereka mengambil kesimpulan yang salah. Jika kita dapat melihat kalkulator Dizzib digunakan pada gambar/video dari kaum Bumi datar, kita dapat mudah mengesampingkan kesimpulan mereka.

Lanjutkan membaca “Kalkulator Lengkungan Bumi Versi Dizzib”

Lengkungan Bumi dan Coronavirus SARS-CoV-2 yang Menyebabkan Wabah COVID-19

Permukaan air dalam wadah dengan lebar satu meter akan memiliki lengkungan sebesar 0,000002 cm yang berasal dari gravitasi Bumi. Untuk perbandingan, sebuah coronavirus SARS-CoV-2 memiliki ukuran 0,000005 cm.

Jika coronavirus SARS-CoV-2 yang menyebabkan wabah COVID-19 terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang,  maka lengkungan Bumi dalam wadah satu meter yang jauh lebih kecil juga tidak akan dapat kita amati.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Bumi dan Coronavirus SARS-CoV-2 yang Menyebabkan Wabah COVID-19”

Memperbesar Foto Secara Vertikal Untuk Mengamati Lengkungan

Featured Video Play Icon

Garis horizon di kejauhan terlihat datar karena lengkungannya terlalu kecil untuk diamati oleh mata manusia dari dekat permukaan Bumi. Walaupun demikian, pada kondisi tertentu kita dapat melihat lengkungan tersebut dengan cara memperbesar fotonya secara vertikal.

Pembesaran dengan cara ini akan juga memperbesar distorsi yang terdapat pada foto. Untuk itu, distorsi perlu dikendalikan dengan teknik fotografi, atau dengan meletakkan objek lurus di dekat horizon sebagai pembanding. Jika berhasil melakukannya, maka lengkungan yang terlihat hanya dapat berasal dari lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Memperbesar Foto Secara Vertikal Untuk Mengamati Lengkungan”

Diagram AutoCAD Berdasarkan Teorema Pythagoras dari Kaum Bumi Datar

Ada sebuah diagram lengkungan Bumi yang legendaris, yang dibuat oleh kaum Bumi datar menggunakan aplikasi AutoCAD berdasarkan teorema Pythagoras, dan dilengkapi dengan slogan “dengan presisi 15 digit”™. Diagram tersebut sebenarnya tidak salah, tetapi tidak memperhitungkan ketinggian pengamat dan refraksi atmosfer, sehingga tak dapat digunakan untuk menghitung tinggi objek di kejauhan yang terhalang lengkungan Bumi.

Perhitungan pada diagram tersebut akan menghasilkan angka tertutup lengkungan Bumi yang jauh lebih besar daripada seharusnya. Ketika objek di kejauhan terlihat, sementara berdasarkan diagram seharusnya tertutup, kaum Bumi datar akan keliru menarik kesimpulan bahwa “Bumi datar.”

Lanjutkan membaca “Diagram AutoCAD Berdasarkan Teorema Pythagoras dari Kaum Bumi Datar”