Bagian Bulan Yang Terang Saat Bulan Purnama

Gerhana Bulan tidak terjadi setiap bulan karena orbit Bulan miring 5,145° terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Karena itu, bayangan Bumi tidak selalu jatuh ke permukaan Bulan saat Bulan berada pada titik oposisi tertinggi dari Matahari. Jika tidak terjadi gerhana Bulan, yang terjadi adalah fenomena Bulan purnama.

Beberapa penganut Bumi datar menganggapnya sebagai ‘bukti’ Bulan purnama seharusnya tak mungkin terjadi karena susunan geometri tersebut tidak memungkinkan kita melihat 100% permukaan Bulan yang terang. Mereka salah. Bulan purnama bukan berarti Bulan 100% terang.

Lanjutkan membaca “Bagian Bulan Yang Terang Saat Bulan Purnama”

Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan

Setiap saat, setengah bagian dari Bulan mendapatkan cahaya Matahari, dan setengah yang lain tidak mendapatkan cahaya Matahari. Fase Bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari tersebut yang terlihat dari kita di Bumi.

Fase Bulan adalah fenomena alam yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Untuk menutupi lubang besar menganga ini, pencetus teori Bumi datar menciptakan sebuah asumsi bahwa fase Bulan tidak berasal dari cahaya Matahari. Mereka salah. Dengan melihat Bulan dengan seksama menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagaimana cahaya menerpa kawah di Bulan. Dan hal ini hanya dapat terjadi bila Bulan mendapatkan cahaya dari Matahari.

Lanjutkan membaca “Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan”

Perbedaan Orientasi Bulan Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bulan terlihat praktis sama persis dari mana pun di permukaan Bumi. Ini terjadi karena Bulan jaraknya sangat jauh relatif terhadap jarak dari dua pengamat yang ada di permukaan Bumi. Tetapi orientasinya terlihat berbeda dari tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat Bulan yang terbalik. Bentuk Bumi yang bulat menyebabkan hal ini. Dua pengamat yang berbeda di Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Jika Bulan jaraknya dekat, kita seharusnya akan dapat melihat sisi Bulan yang berbeda dari lokasi yang berseberangan di Bumi. Tetapi kenyataannya tidak. Dua pengamat selalu melihat sisi bulan yang sama walau posisinya sangat berjauhan.

Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Bulan Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Jaman dahulu, Bangsa Babilonia mencatat riwayat terjadinya gerhana dan menggunakan data ini untuk memprediksi gerhana. Karena itu, pada tahun 1691 Edmund Halley menamakan selisih waktu antara kejadian gerhana dengan istilah Babilonia, yaitu “Saros”.

Pada situs web NASA terdapat halaman Eclipses and The Saros, lalu penganut Bumi datar menyimpulkan bahwa NASA menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi terjadinya gerhana. Mereka ciptakan skenario bahwa NASA —lembaga dengan anggaran milyaran USD— tidak dapat menghitung gerhana dengan cara modern, tetapi menggunakan teknologi Babilonia dari 2500 tahun yang lalu. Mereka salah. NASA tak menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi gerhana.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Fase Bulan dan Sisi Bulan

Pada dunia nyata, Bulan berbentuk bulat, tak memiliki cahaya sendiri, dan disinari cahaya Matahari. Bulan mengalami ‘tidal locking’, sehingga sisi yang menghadap Bumi tetap sama. Fase bulan terjadi karena perubahan posisi Matahari-Bumi-Bulan terhadap satu sama lainnya.

Model Bumi datar tak dapat menjelaskan banyak fenomena alam yang berhubungan dengan Bulan. Kaum Bumi datar berniat mempertahankan keyakinan Bumi datar bagaimana pun caranya, termasuk dengan menciptakan berbagai macam ‘teori’ mengenai fenomena Bulan.

Pengamatan sederhana bahwa sisi Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama dan fase Bulan berubah-ubah menyingkirkan sebagian besar ‘teori’ tersebut. Beberapa ‘teori’ tersebut di antaranya adalah: Bulan memiliki cahaya sendiri, Bulan setengah bulat, dan Bulan transparan.

Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Sisi Bulan”

Fase dari Bulan dan Bola

Fase bulan tergantung dari posisi Bulan relatif terhadap Bumi dan Matahari. Perubahan fase bulan terjadi karena Bulan berbentuk bulat, mendapat sinar Matahari, dan Matahari jaraknya sangat jauh. Dan dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Bumi juga berbentuk bulat.

Fase Bulan sesuai hasil pengamatan tak pernah dapat dijelaskan pada model Bumi datar mana pun. Penganut Bumi datar harus menciptakan berbagai macam penjelasan agar fenomena fase Bulan dapat dijelaskan menggunakan model Bumi datar. Tak ada penjelasan yang mampu untuk menjelaskan bagaimana sebuah bola dapat memiliki fase sama dengan Bulan jika dilihat dari arah yang sama sebagaimana kita melihat Bulan.

Lanjutkan membaca “Fase dari Bulan dan Bola”

Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala

Diagram manapun yang menampilkan dua atau lebih benda angkasa nyaris tak pernah digambarkan sesuai dengan skala. Alasannya adalah pada kebanyakan kasus, dua benda angkasa terpisah dalam jarak yang terlalu jauh dibandingkan dengan ukurannya. Tidaklah mungkin menggambarkannya dalam skala yang benar dan tetap dapat menjelaskan apa yang ingin diterangkan. Kita tak memiliki pilihan selain menggambarnya tak sesuai skala.

Oknum-oknum Bumi datar menyebarkan tuduhan bahwa diagram-diagram tersebut tak digambarkan sesuai skala karena ada niat jahat di balik itu, bukan karena alasan teknis. Beberapa orang tak mengerti hal ini dan menjadi korban indoktrinasi Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Diagram Gerhana Matahari Total, Digambarkan Sesuai Skala”

Profil Misi Apollo

Misi Apollo itu nyata dan manusia sudah pernah menginjakkan kaki di Bulan. Jika seseorang menjadi korban Bumi datar, maka hampir dapat dipastikan juga menjadi korban teori konspirasi pendaratan di Bulan.

Mereka salah. Umumnya penolakan mereka berasal dari hasutan, confirmation bias, dan juga ketidaktahuan akan profil misi Apollo itu sendiri. Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai profil misi Apollo. Nomor sesuai dengan nomor pada ilustrasi.

Lanjutkan membaca “Profil Misi Apollo”

Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan

Atmosfer Bumi menghamburkan sinar Matahari ke segala arah. Akibatnya, langit bercahaya ke segala arah dan berwarna biru terang. Fenomena ini dinamakan hamburan Rayleigh.

Kadang Bulan muncul di siang hari. Bagian Bulan yang terang adalah karena memantulkan cahaya Matahari.  Sedangkan bagian Bulan yang gelap tidak memantulkan cahaya Matahari, dan praktis tidak mengirim cahaya. Akibat hal ini dan juga karena hamburan Rayleigh, bagian gelap Bulan didominasi oleh warna langit yang biru terang.

Lanjutkan membaca “Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan”