Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi

Saat membuat model matematis, hal-hal mendetail yang sangat kecil pengaruhnya dapat diabaikan untuk menyederhanakan perhitungan. Dalam banyak kasus dinamika terbang, sah-sah saja menggunakan asumsi Bumi datar dan tak berotasi, walaupun pesawatnya akan terbang pada Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim telah menguak ‘dokumen rahasia’ NASA yang mengatakan Bumi datar & tak berotasi. Mereka salah. Faktanya dokumen tersebut hanyalah penurunan masalah dinamika terbang dengan asumsi Bumi datar & tak berotasi, yang merupakan asumsi umum pada pemodelan pesawat. Bukan berarti Bumi itu datar dan tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi”

Video Peluncuran 2001 Mars Odyssey

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar gemar menuntut video peluncuran roket yang diambil dari roket tersebut dan tak terputus mulai dari peluncuran sampai mencapai luar angkasa, seakan-akan hal tersebut akan mereka terima sebagai bukti Bumi itu bulat.

Video peluncuran misi 2001 Mars Odyssey dengan mudah memenuhi tuntutan mereka tersebut. Namun apakah mereka akan mampu menerima hal yang mereka tuntut tersebut sebagai bukti Bumi bulat adalah hal yang lain lagi.

Lanjutkan membaca “Video Peluncuran 2001 Mars Odyssey”

Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah

Tahun 2001, seorang oknum pencetus teori konspirasi pendaratan di Bulan menjebak beberapa astronot misi Apollo untuk bertemu. Oknum tersebut menuduh astronot berbohong dan menuntut mereka untuk bersumpah di atas Alkitab bahwa mereka benar pergi ke Bulan.

Beberapa astronot menolak untuk bersumpah dan kaum Bumi datar menjadikan kasus ini sebagai “buktI” kita tidak pernah pergi ke Bulan. Faktanya, oknum tersebut tidak memiliki niat baik. Kasus tersebut menceritakan lebih banyak mengenai perilaku oknum tersebut ketimbang mengenai para astronot yang dituntut sumpahnya.

Lanjutkan membaca “Astronot Apollo dan Tuntutan Untuk Bersumpah”

Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9

Featured Video Play Icon

Pada video peluncuran roket SpaceX Falcon9 untuk misi CRS-19, ada kaum Bumi datar melihat sesuatu yang bergerak di nosel roket tingkat kedua. Dengan kreatif, mereka menginterpretasikannya sebagai seekor “tikus,” lalu menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Faktanya, hal tersebut hanyalah limbah pembuangan roket yang membeku dan mengkristal. Untuk mengetahuinya, kita hanya perlu melihat apa yang terjadi setelahnya. “Tikus” tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena menguap.

Lanjutkan membaca “Hoax Tikus Pada Peluncuran Roket SpaceX Falcon9”

Lintasan Roket Yang Melengkung

Featured Video Play Icon

Peluncuran roket bertujuan bukan hanya untuk mengirim roket ke luar angkasa, tetapi juga untuk mengorbit Bumi. Untuk melakukannya, roket perlu memiliki kecepatan sejajar permukaan Bumi yang cukup.

Kaum Bumi datar mengklaim lintasan roket yang terlihat melengkung adalah “bukti” roket tak mencapai angkasa. Faktanya hal tersebut disebabkan oleh gerak roket sejajar permukaan Bumi, efek perspektif, dan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Lintasan Roket Yang Melengkung”

Tingkatan Roket

Roket terdiri dari beberapa tingkat. Dua atau lebih roket kecil digabungkan menjadi satu roket. Tingkatan roket dinyalakan secara berurutan. Saat tingkat awal kehabisan propelan, maka akan dilepaskan untuk mengurangi beban roket.

Kaum Bumi datar melihat video roket diangkut dari laut, lalu mereka jadikan “bukti” roket tidak ke luar angkasa. Faktanya, yang mereka lihat adalah tingkat awal dari roket. Tingkatan roket berikutnya tetap melanjutkan perjalanan ke luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Tingkatan Roket”

Proyeksi Psikologis

Salah satu penyebab seseorang percaya teori konspirasi adalah proyeksi psikologis. Mereka menolak sifat buruk dirinya dengan cara menganggap orang lain yang memiliki sifat buruk tersebut, walaupun belum tentu faktanya seperti itu.

Beberapa orang percaya pihak lain melakukan konspirasi adalah karena masalah moral pada diri mereka sendiri: mereka juga akan melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada orang lain apabila mereka berada pada posisi orang-orang yang mereka tuduh berkonspirasi.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Konferensi Pers Apollo 11

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa astronot Apollo 11 terlihat sedih dan tak nyaman saat konferensi pers pasca penerbangan, dan menganggapnya sebagai “bukti” adanya rasa bersalah karena telah memalsukan pendaratan di Bulan. Faktanya, konferensi pers tersebut berlangsung wajar dan bahkan penuh dengan tawa.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar dengan sengaja memilih-milih satu foto dari video konferensi pers tersebut saat astronot terlihat serius. Mereka menggunakan foto tersebut untuk menghasut, agar kita mempercayai hoax yang mereka ciptakan bahwa pendaratan di Bulan tidak terjadi.

Lanjutkan membaca “Konferensi Pers Apollo 11”

Topik NASA dalam Argumentasi Bumi Datar dan Bumi Bulat

Manusia mengetahui Bumi itu bulat sejak abad 3 SM, jauh sebelum manusia bisa ke luar angkasa dan NASA didirikan. Untuk mempertahankan kepercayaan Bumi datar, kaum Bumi datar perlu memfitnah NASA. Namun untuk mengetahui Bumi itu bulat, sama sekali tak membutuhkan campur tangan NASA.

Lanjutkan membaca “Topik NASA dalam Argumentasi Bumi Datar dan Bumi Bulat”

Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen

Featured Video Play Icon

Tahun 2016, astronot Tim Peake dari Inggris berada di ISS dan ditugasi untuk mendemonstrasikan beberapa percobaan fisika untuk National Space Academy. Tim mempraktikkan demonstrasi tersebut di depan latar belakang kotak-kotak yang dipersiapkan untuk keperluan tersebut.

Video Tim terlihat pada liputan kunjungan mantan presiden George H.W. Bush ke NASA Mission Control Center. Kaum Bumi datar “menemukan” video tersebut dan menjadikan video Tim tersebut sebagai “bukti” video ISS adalah hasil dari green screen. Hal tersebut hanya bersumber dari ketidaktahuan dan sifat suudzon/berburuk sangka yang mereka miliki. Video-video Tim yang dipublikasikan di situs web National Science Academy membuktikan bahwa video tersebut hanyalah video biasa, dan bukan bagian dari proses pembuatan CGI melalui green screen.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Sains Tim Peake di ISS dan Teori Konspirasi Green Screen”

Siklus Saros dan Deret Saros

Sebuah halaman di situs web NASA menjadi pusat perhatian para penganut paham Bumi datar. Halaman tersebut adalah buatan Fred ‘Mr. Eclipse’ Espenak yang menjelaskan mengenai siklus Saros. Berikut kutipan paragraf awal dari halaman tersebut:

The periodicity and recurrence of eclipses is governed by the Saros cycle, a period of approximately 6,585.3 days (18 years 11 days 8 hours). It was known to the Chaldeans as a period when lunar eclipses seem to repeat themselves, but the cycle is applicable to solar eclipses as well.

Betapa girangnya mereka apalagi setelah mengetahui bahwa Chaldean adalah peradaban dari 25 abad yang lalu. “Maka artinya NASA menggunakan teknologi 25 abad lalu untuk menghitung gerhana!” begitu pikir mereka. Namun seperti kasus-kasus lain yang serupa, hal ini tentunya menceritakan lebih banyak mengenai penganut Bumi datar daripada mengenai NASA.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Kualitas Foto

Kualitas sebuah foto tergantung dari kualitas peralatan yang digunakan. Peralatan berkualitas tinggi akan memberi kita hasil yang lebih baik daripada yang berkualitas rendah.

Kaum Bumi datar gemar menggunakan kamera seperti Nikon P900 atau P1000 untuk mengambil gambar planet. Saat hasil yang mereka dapatkan tidak memiliki kualitas yang sama dengan foto objek yang sama dari NASA, mereka lalu menyimpulkan foto dari NASA tersebut adalah palsu. Faktanya, hal tersebut adalah karena peralatan yang mereka gunakan tidak memiliki kualitas sebaik NASA, begitu pun pula keterampilan dalam menggunakan peralatan tersebut.

Lanjutkan membaca “Kualitas Foto”

James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen

Pada tahun 1958, James Van Allen menemukan sabuk radiasi Van Allen. Pencetus teori konspirasi —termasuk kaum Bumi datar— menggunakannya sebagai ‘bukti’ pendaratan di Bulan dipalsukan dan tidak terjadi. Untuk menanggapi hoax tersebut, James Van Allen sendiri menulis beberapa surat demi  meluruskan tuduhan tak berdasar tersebut.

Saya menonton acara Fox TV tersebut, itu adalah sekumpulan omong kosong yang menghibur. Klaim bahwa paparan radiasi saat misi Apollo akan membawa maut kepada para astronot hanyalah salah satu dari omong kosong tersebut.”

Baik penemuan sabuk radiasi Van Allen dan pernyataan bahwa sabuk radiasi tersebut bukan penghalang perjalanan ke luar angkasa berasal dari James Van Allen. Oknum-oknum pencetus teori konspirasi tak dapat begitu saja menerima salah satu jika sesuai dengan kepercayaan, dan menolak yang satunya lagi jika bertentangan.

Lanjutkan membaca “James Van Allen dan Sabuk Radiasi Van Allen”

Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive

Tahun 2014, grup rock religius Remedy Drive mengeluarkan album berjudul “Commodity.” Gambar sampulnya adalah sebuah lubang di satelit Solar Max akibat terkena sampah antariksa. Foto tersebut bersumber dari NASA dan dipublikasikan pada tahun 2006.

Tahun 2018, astronot Chris Hadfield memperlihatkan foto tersebut untuk menjelaskan efek dari sampah antariksa. Kaum Bumi datar lalu menuduh Hadfield mencuri gambar tersebut dari album “Commodity,” dan menyimpulkan “NASA tak dapat dipercaya.” Kaum Bumi datar hanya mencari alasan sekecil apapun demi mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Mereka tak sadar bahwa yang pertama kali mempublikasikan foto tersebut adalah NASA, delapan tahun sebelum album “Commodity” dirilis. Lanjutkan membaca “Kebingungan Mengenai Foto Sampul Album “Commodity” dari Remedy Drive”

NASA dan Lembaga Antariksa Lainnya

Ada banyak lembaga antariksa dari banyak negara. Beberapa adalah dari negara-negara yang merupakan rival dan bahkan musuh pada satu saat dalam sejarah. Tetapi semua temuan mereka konsisten satu sama lain. Klaim yang palsu akan dapat dengan mudah diketahui.

Kaum bumi datar menuduh NASA sebagai bagian dari yang dikatakan “elit global”, yang bertujuan untuk menyebarkan “propaganda Bumi bulat” ke penduduk dunia. Tetapi ada banyak lembaga antariksa, yang saling independen dan mempekerjakaan ribuan karyawan. Temuan dari setiap lembaga antariksa tersebut mengkonfirmasi semua temuan dari NASA.

Lanjutkan membaca “NASA dan Lembaga Antariksa Lainnya”

Protes Angkasa dari ASAN yang Digunakan Kaum Bumi Datar untuk Menghasut

Tahun 2017, grup yang bernama ASAN memprotes Donald Trump dengan cara mengirimkan balon ke lapisan stratosfer membawa kamera dan pesan dengan kata-kata keras, yang dikutip dari ucapan Edgar Mitchell, astronot dari misi Apollo 14.

Oknum Bumi datar menyajikan hal tersebut seakan-akan ASAN berniat menunjukkan lengkungan Bumi untuk mengejek mereka. Dan lalu ASAN “lupa” menutupi fakta kameranya memiliki lensa fisheye. Namun faktanya, ASAN tidak pernah berniat membuat video tersebut untuk membuktikan Bumi bulat atau mengejek kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Protes Angkasa dari ASAN yang Digunakan Kaum Bumi Datar untuk Menghasut”

Foto-Foto Komposit Bumi

Ada beberapa foto Bumi dari NASA yang merupakan komposit, yaitu gabungan dari beberapa foto permukaan Bumi menjadi satu Bumi. Umumnya foto-foto tersebut diambil dari satelit ketinggian rendah agar didapatkan hasil akhir yang memiliki resolusi tinggi.

Kaum Bumi datar menemukan fakta foto-foto tersebut komposit, lalu menyatakan telah menguak “bukti terbaru” dari tindakan pengelabuan, dan hal ini mereka manfaatkan untuk menghasut kita semua. Mereka salah. Tak pernah ada yang menutupi fakta bahwa foto-foto tersebut komposit dan tak ada niat untuk mengelabui. Informasi foto-foto tersebut adalah komposit dapat diketahui dari situs web NASA, jauh sebelum klaim “penemuan” dari kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Komposit Bumi”

Objek yang Diterangi Sinar Matahari dan Kenampakan Bintang

Pada umumnya, objek yang terkena sinar Matahari jauh lebih terang daripada bintang. Karena itu bintang tak terlihat pada foto yang memuat objek yang terkena sinar Matahari, kecuali jika objek tersebut dibuat overexposed, dan menjadi terlihat terlalu terang pada gambar hasilnya.

Kaum Bumi datar menjadikan tak adanya bintang di foto sebagai dalih bagi mereka untuk berprasangka buruk kepada pihak lain. Sebenarnya masalahnya ada pada diri mereka sendiri. Apabila objek utama di foto diterangi oleh Matahari, maka biasanya bintang tak akan terlihat.

Lanjutkan membaca “Objek yang Diterangi Sinar Matahari dan Kenampakan Bintang”

Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya

Kebanyakan mesin berbahan bakar (combustion engine) menggunakan oksigen yang tersedia di atmosfer Bumi sebagai oksidator pembakaran. Bagi roket, masalah yang dihadapi adalah tak ada oksigen di luar angkasa. Solusinya adalah roket didesain untuk membawa oksidatornya selain bahan bakarnya, atau menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa roket tak dapat berfungsi di luar angkasa karena tak ada oksigen. Mereka salah. Hal ini hanyalah masalah teknis yang dapat kita temukan solusinya. Selain membawa bahan bakar, roket juga didesain untuk membawa oksidatornya. Atau roket menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Lanjutkan membaca “Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya”

Bumi itu Memang Benar Bulat, Bukan Karena “NASA Bilang Begitu”

Fakta bahwa Bumi bulat sudah diketahui setidaknya sejak abad 3 SM, atau sekitar 24 abad yang lalu. Kita sudah mengetahui Bumi bulat jauh sebelum kita bisa mengirim sesuatu ke luar angkasa. Fakta tersebut diketahui dari banyak hasil observasi, bukan semata-mata dari foto dan video Bumi yang diambil dari luar angkasa; atau karena “NASA bilang begitu”.

Sebaliknya, kaum Bumi datar sering membahas NASA dan lembaga antariksa lain karena mereka memang tak punya pilihan. Jika mereka sudah menetapkan bahwa “Bumi datar”, maka mereka harus menciptakan berbagai “alasan” mengapa ada foto dan video yang diambil dari luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Memang Benar Bulat, Bukan Karena “NASA Bilang Begitu””