Segelas Air

Air di gelas memiliki permukaan yang praktis rata. Ada penganut Bumi datar yang menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ bahwa air akan tetap rata selebar apapun wadah yang digunakan. Mereka salah.

Jika Bumi berbentuk bulat dengan jari-jari 6371 km, maka permukaan air pada gelas selebar 10 cm akan memiliki lengkungan sebesar 0.00000002 cm akibat gravitasi. Tentunya di luar efek selain itu seperti halnya tegangan permukaan.

Lanjutkan membaca “Segelas Air”

Fenomena Magnetic Dip

Di kalangan penganut Bumi datar ada dua macam miskonsepsi mengenai interaksi antara jarum kompas dan magnet Bumi.

Miskonsepsi pertama adalah kompas tidak berfungsi dengan baik di daerah sekitar kutub, maka disimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Umumnya hal ini mereka simpulkan setelah mendengar hal ini dari cerita Admiral Byrd. Miskonsepsi kedua adalah kompas seharusnya tidak berfungsi pada Bumi bulat di daerah sekitar khatulistiwa. Menurut mereka, seharusnya kompas akan menunjuk arah yang miring dari permukaan Bumi, dan seharusnya kompas tidak dapat berfungsi pada Bumi bulat. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Fenomena Magnetic Dip”

Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer

Refraksi atmosfer umumnya menyebabkan objek yang berjarak jauh terlihat lebih tinggi daripada yang seharusnya. Akibatnya, objek bisa saja secara fisik berada di balik lengkungan Bumi, namun masih terlihat karena cahaya mengalami pembelokkan.

Ada banyak aplikasi kalkulator dan simulasi lengkungan yang tidak memperhitungkan faktor refraksi ini. Kadang ini menjadi masalah akibat penganut Bumi datar terburu-buru menarik kesimpulan setelah menggunakan salah satu dari kalkulator ini.

Lanjutkan membaca “Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer”

Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi

Karena Bumi bulat, maka horizon tak sejajar dengan pandangan lurus ke depan (eye-level atau astronomical horizon). Horizon akan terlihat menurun. Dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut penurunannya. Fenomena ini disebut horizon dip, dip of the horizon, atau penurunan horizon.

Penganut Bumi datar sering mengklaim tak ada penurunan horizon, dan karena itu menurut mereka Bumi datar. Selain itu mereka kerap kali memberikan contoh fenomena air di waterpas membuktikan Bumi datar. Ternyata sebaliknya, waterpas memperlihatkan adanya penurunan horizon, dan dengan demikian membuktikan adanya kelengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi”

Bumi itu Bulat dan Sungai Nil Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya

Sungai Nil tak pernah mengalir naik, atau dengan kata lain mengalir ke lokasi yang lebih jauh dari permukaan laut (geoid) sepanjang alirannya.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika Bumi itu bulat, maka Sungai Nil akan mengalir naik untuk mengatasi lengkungan Bumi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Bulat dan Sungai Nil Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya”

Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi

Jika sebuah kapal yang jaraknya sangat jauh tidak dapat kita lihat, maka hal tersebut terjadi karena salah satu dari alasan berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat kapal tersebut.
  • Kondisi atmosfer tidak mendukung, dan membatasi jarak pandang (visibilitas).
  • Kapal tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar sering memperlihatkan kapal yang terlihat di kejauhan, namun setelah di-zoom menjadi terlihat. Mereka menganggap ini sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab kapal di kejauhan tak terlihat.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi”

Ekuipotensial: Sifat Permukaan Air

Air akan selalu mencari potensial terendah, yaitu posisi sedekat mungkin dengan pusat gravitasi Bumi. Akibat gravitasi, permukaan air tenang akan ekuipotensial, dan praktis melengkung. Dan pusat lengkungannya adalah pusat gravitasi Bumi. Pada kondisi tersebut, seluruh titik yang ada di permukaan air semuanya memiliki potensial gravitasi yang sama.

Lanjutkan membaca “Ekuipotensial: Sifat Permukaan Air”

Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan

Foto-foto tiang listrik dan jalan bebas hambatan Danau Pontchartrain dari Soundly sudah sering membuat kontroversi. Foto dan video tersebut dengan jelas memperlihatkan adanya lengkungan Bumi. Bagi kita semua, foto dan video tersebut hanyalah sebuah konsekuensi dari fakta bentuk Bumi yang bulat.

Tapi kaum Bumi datar tak mau terima, dan berbagai macam alasan mereka ciptakan agar foto dan video ini tak lagi sah menjadi alat bukti kelengkungan Bumi. Salah satunya adalah dengan mencari sudut pandang lain dimana sangat sulit untuk menyimpulkan adanya lengkungan.

Lanjutkan membaca “Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan”

Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom

Pernahkah anda melihat video dari penganut Bumi datar yang mencoba untuk memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang nampak terhalang akan dapat kembali terlihat setelah di-zoom? Setelah itu dia akan menyimpulkan hal yang sama terjadi pada kapal di kejauhan, dan penyebab kapal tak terlihat bukanlah lengkungan Bumi.

Ternyata tidak sama sekali. Penyebab sebenarnya hanyalah karena objek penghalang posisinya dekat, dan ada perbedaan ukuran bukaan lensa setelah di-zoom. Pada kamera dengan rentang zoom yang jauh —seperti Nikon P900—, perbedaannya akan sangat terlihat.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom”

Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi

Lake Ponchartrain adalah sebuah danau di Louisiana, Amerika Serikat. Ada sebuah jalur transmisi listrik sepanjang 25 km yang melewati danau ini. Jalur transmisi ini praktis lurus dan memiliki ketinggian yang praktis sama. Fakta tersebut menjadikan objek tersebut cocok untuk mengamati kelengkungan permukaan Bumi.

Objek tersebut pertama kali dipopulerkan oleh Soundly, yang pada Juni 2017 mengambil beberapa foto dan video tiang-tiang tersebut untuk menunjukkan kelengkungan permukaan Bumi. Saat ini, tiang-tiang tersebut dan juga objek lainnya di Danau Pontchartrain bisa dibilang adalah objek wisata lengkungan Bumi paling populer di dunia.

Lanjutkan membaca “Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi”

Kemiringan Gedung Akibat Lengkungan Bumi

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika permukaan Bumi melengkung, maka sebuah bangunan yang berjarak jauh seharusnya akan miring kearah menjauhi kita. Tetapi karena kita tidak pernah mengamati fakta ini, mereka menyimpulkan bahwa tidak ada lengkungan.

Pengambilan kesimpulan tersebut sebenarnya benar, namun mari kita lihat apakah mengamati kemiringan gedung akibat lengkungan permukaan Bumi adalah hal yang realistis untuk dilakukan.

Lanjutkan membaca “Kemiringan Gedung Akibat Lengkungan Bumi”

Lengkungan Air

Tema yang sering didengungkan oleh penganut Bumi datar adalah lengkungan air. Menurut mereka, lengkungan pada air tidak dapat diamati, maka disimpulkan bahwa Bumi datar.

Masalah dari argumentasi demikian adalah pada umumnya air yang diamati sangat sedikit. Air di gelas, di ember atau di waterpas akan praktis terlihat rata. Bukan karena tidak ada lengkungan akibat gravitasi Bumi, melainkan karena air terlalu sedikit sehingga lengkungan terlalu kecil dan tidak mungkin bisa diamati, apalagi dengan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Air”

Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure

Ada beberapa video yang beredar di komunitas korban paham Bumi datar. Dalam video ini diperlihatkan bahwa Matahari terlihat terbenam, tapi setelah dilakukan zoom, ternyata Matahari belum terbenam. Konon, hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari hanya kelihatan terbenam, tapi sebenarnya menjauh.

Tentu saja ada penjelasan yang lebih masuk akal. Seperti pada kasus lainnya yang serupa, semuanya bersumber pada ketidaktahuan mereka mengenai fotografi.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Perspektif: Tidak Membuat Matahari Terlihat Terbenam

Salah satu lubang menganga yang perlu ditambal pertama kali oleh penganut Bumi datar adalah fakta bahwa Matahari itu mengalami terbit dan terbenam sekali dalam satu hari. Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari mana saja, dan tidak akan pernah terjadi malam. Untuk menambal lubang besar ini, maka diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam salah satunya adalah karena perspektif.

Dalihnya adalah bahwa benda terlihat mengecil mendekati horizon saat menjauh. Mereka kemudian melakukan ekstrapolasi sembarangan: jika terus menjauh, maka bukan hanya mendekati horizon, tapi juga akan melewati horizon dan tidak lagi terlihat.

Lanjutkan membaca “Perspektif: Tidak Membuat Matahari Terlihat Terbenam”

Menara Pengamat Pada Kapal

Kapal layar jaman dahulu dilengkapi dengan menara pengamat yang diletakkan di atas layar. Fungsinya adalah untuk memperjauh jangkauan pandangan yang terbatas akibat kelengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Menara Pengamat Pada Kapal”

Archimedes dan Permukaan Fluida

Archimedes adalah ilmuwan abad 3 sebelum Masehi. Dia terkenal karena Prinsip Archimedes yang menjelaskan tentang gaya apung. Selain itu dia juga memiliki banyak penemuan-penemuan lainnya.

Namun tahukah kamu bahwa Archimedes menjelaskan Prinsip Archimedes dengan menggunakan model Bumi bulat? Lanjutkan membaca “Archimedes dan Permukaan Fluida”

Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari

Tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes menghitung keliling Bumi dengan cara menghitung sudut Matahari melalui bayangan sebuah tongkat. Tahun 2005 sesudah Masehi, situs eratosthenes.eu dibuat, tujuannya agar percobaan Eratosthenes dapat dilakukan kembali oleh adik-adik siswa dan siswi SD-SMP di seluruh dunia untuk keperluan pendidikan.

Jika pada tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes perlu melakukan perjalanan jarak jauh dari Alexandria ke Syene, maka siswa-siswi di seluruh dunia saat ini tidak perlu melakukannya. Melalui situs eratosthenes.eu, dua sekolah di tempat yang berbeda akan dipasangkan. Sekolah tersebut akan mendapatkan data sekolah pasangannya untuk keperluan perhitungan, demikian pula sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari”

Jaringan Wi-Fi Jarak Jauh dan Kelengkungan Bumi

Salah satu cara kita menikmati akses Internet adalah dengan menggunakan WiFi, biasa melalui access point yang hanya ada pada lokasi tertentu. Dengan antena khusus, sinyal WiFi dapat ditransmisikan dalam jarak yang sangat jauh, bahkan sampai ratusan km.

Lanjutkan membaca “Jaringan Wi-Fi Jarak Jauh dan Kelengkungan Bumi”