Tata Koordinat Geosentris Bukanlah Bukti Geosentrisme

Untuk keperluan astronomi, tata koordinat langit digunakan untuk memetakan posisi benda langit seperti satelit, planet, bintang dan sebagainya. Titik awal acuan bisa terpusat pada apa saja, termasuk pada Bumi. Jika titik awal acuan terpusat di Bumi, maka disebut sebagai ‘tata koordinat langit geosentris’.

Kaum Bumi datar seringkali terpicu dengan istilah ‘geosentris’ yang digunakan untuk merujuk pada titik awal acuan tata koordinat langit. Mereka akan menggunakan fungsi ‘search’ untuk mencari kata ‘geocentric’ pada buku dan penjelasan ilmiah astronomi lainnya. Jika dapat menemukan istilah ‘geosentris’, mereka akan jadikan ‘bukti’ dari geosentrisme, atau bahwa Bumi adalah pusat alam semesta dan Matahari mengelilingi Bumi.

Mereka salah. Penggunaan istilah ‘geosentris’ dalam banyak kasus mengacu pada titik awal acuan tata koordinat langit. Dan sama sekali tak ada hubungannya dengan  apakah Bumi mengelilingi Matahari atau Matahari mengelilingi Bumi.

Lanjutkan membaca “Tata Koordinat Geosentris Bukanlah Bukti Geosentrisme”

Lintasan Matahari

Di utara khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kanan. Di selatan khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kiri. Pada saat Matahari terbit dan terbenam, lintasannya membentuk sudut dengan horizon yang besarnya praktis sama dengan derajat lintang dari pengamat.

Lintasan Matahari jika diamati dari berbagai lokasi yang berbeda di Bumi merupakan bukti Bumi bulat. Fakta hasil observasi ini tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Lintasan Matahari”

Astrolabe

Astrolabe adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur altitud dari Matahari atau bintang, dan untuk menghitung berbagai macam solusi dari masalah yang berhubungan dengan astronomi, waktu, dan navigasi. Astrolabe digunakan mulai dari zaman klasik, sekitar abad 2 SM, sampai zaman penjelajahan dimana astrolabe digantikan oleh instrumen lain yang lebih akurat seperti sextant, peta bintang dan alat penghitung waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim astrolabe hanya dapat bekerja karena Bumi datar. Mereka salah. Astrolabe didesain menggunakan model Bumi bulat. Menggunakan astrolabe membutuhkan pengetahuan mengenai bentuk Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Astrolabe”

Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan

Setiap saat, setengah bagian dari Bulan mendapatkan cahaya Matahari, dan setengah yang lain tidak mendapatkan cahaya Matahari. Fase Bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari tersebut yang terlihat dari kita di Bumi.

Fase Bulan adalah fenomena alam yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Untuk menutupi lubang besar menganga ini, pencetus teori Bumi datar menciptakan sebuah asumsi bahwa fase Bulan tidak berasal dari cahaya Matahari. Mereka salah. Dengan melihat Bulan dengan seksama menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagaimana cahaya menerpa kawah di Bulan. Dan hal ini hanya dapat terjadi bila Bulan mendapatkan cahaya dari Matahari.

Lanjutkan membaca “Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan”

Ilmu Falak

Featured Video Play Icon

Ibadah agama Islam tergantung pada observasi dan perhitungan yang membutuhkan pemahaman yang benar mengenai bentuk bumi yang sesungguhnya, yaitu bulat. Itu sebabnya ilmu falak dipelajari dalam Islam.

Kaum Bumi datar bersikeras perhitungan untuk keperluan ibadah agama Islam tidak dilakukan berdasarkan Bumi bulat. Hal ini dapat dibuktikan salah dengan membaca buku-buku penjelasan ilmu falak yang dapat kita peroleh di Internet.

Lanjutkan membaca “Ilmu Falak”

Bintik Matahari Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bintik Matahari (sunspots) adalah bintik-bintik berwarna gelap di permukaan Matahari. Bintik Matahari tak dapat diprediksi, namun posisi bintik-bintik di permukaan Matahari tersebut akan selalu sama jika diamati dimana pun di permukaan Bumi. Hanya saja orientasinya akan terlihat berbeda pada tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat posisi bintik Matahari yang terbalik. Hal ini disebabkan bentuk Bumi yang bulat. Dua pengamat yang berbeda di permukaan Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah.

Seandainya Matahari berjarak dekat, maka pengamat pada posisi yang jauh berbeda akan melihat posisi bintik Matahari yang berbeda pula. Faktanya tidak demikian. Dua pengamat di permukaan Bumi selalu dapat melihat bintik-bintik Matahari yang praktis sama persis, walaupun posisi pengamat sangat berjauhan.

Hukum Gravitasi Universal Newton

Gravitasi adalah fenomena alam dimana objek-objek yang memiliki massa dan energi cenderung saling bergerak mendekati. Tahun 1687, Isaac Newton menjelaskan fenomena ini sebagai sebuah gaya, yang dirumuskan ke dalam ‘Hukum gravitasi universal Newton’.

Penganut Bumi datar bersikeras gravitasi tidak ada. Namun hal ini hanya bersumber dari ketidaktahuan semata. Segala hal di kehidupan sehari-hari konsisten dengan apa yang dijelaskan dalam hukum gravitasi Newton.

Lanjutkan membaca “Hukum Gravitasi Universal Newton”

Arah Matahari vs Posisi Matahari

Featured Video Play Icon

Jika kita mengamati arah ke Matahari, sepanjang hari, pada beberapa lokasi yang berbeda di permukaan Bumi, dan menggambarkan hasilnya pada yang mereka klaim sebagai ‘peta Bumi datar’, maka hasilnya tak akan konsisten mengarah ke posisi Matahari pada ‘peta Bumi datar’.

Hal ini terjadi karena peta Bumi datar tidaklah benar, dan tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Arah Matahari vs Posisi Matahari”

Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya

Dataran garam adalah bentangan dataran berlapisi garam dan mineral lainnya. Salar de Uyuni di Bolivia adalah dataran garam terbesar di seluruh dunia. Dataran garam terlihat datar, tetapi seperti permukaan Bumi lainnya, permukaan dataran garam tetap mengikuti lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap datarnya Salar de Uyuni dan dataran garam lainnya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Walau dataran garam sekilas terlihat datar, faktanya tetap  sedikit demi sedikit mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya”

Penglihatan Inframerah / Infrared Vision

Jika sebuah objek yang jaraknya jauh tidak dapat kita lihat, hal tersebut terjadi karena salah satu dari sebab berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat objek tersebut.
  • Kondisi atmosfer membatasi jarak pandang atau visibilitas.
  • Objek tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Beberapa penganut Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang sebelumnya tak terlihat, menjadi terlihat dengan menggunakan penglihatan inframerah (infrared vision). Hal ini kemudian dianggap sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab tak terlihatnya objek di kejauhan.

Lanjutkan membaca “Penglihatan Inframerah / Infrared Vision”

Permainan Mencocokkan Lengkungan

Besar lengkungan yang terlihat dalam foto dari sebuah objek benda bulat tergantung dari 1. Jari-jari objek, 2. Jarak kamera ke objek, 3. Field of view dari kamera, dan 4. Sifat distorsi dari kamera yang digunakan.

Mencocokkan lengkungan adalah permainan favorit dari kaum Bumi datar. Mereka akan mencocokkan sebuah foto lengkungan Bumi dengan foto yang lain. Jika hasilnya tidak proporsional, mereka akan jadikan bahan untuk mencemooh dan mengolok-olok. Mereka salah. Dua foto berbeda dari sebuah benda bulat yang sama bisa diambil dengan cara yang berbeda, dan bisa dengan mudah memperlihatkan lengkungan yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Permainan Mencocokkan Lengkungan”

Foto Bumi Keseluruhan yang Asli

Foto Bumi yang menampilkan Bumi secara keseluruhan adalah foto hitam putih diambil pada tahun 1966 oleh wahana antariksa Lunar Orbiter 1. Setelah itu ada sangat banyak foto serupa yang diambil pada berbagai macam misi ke luar angkasa.

Perkembangan komputer mulai tahun 80-an membuat adanya teknik baru untuk membuat gambar-gambar tersebut. Sebuah satelit dapat dikirim untuk mengambil sangat banyak gambar-gambar permukaan Bumi dan dari gambar-gambar tersebut disusun menjadi gambar Bumi.

Kaum Bumi datar ‘menemukan’ fakta ini, lalu mereka simpulkan dari sekian banyak foto Bumi dari luar angkasa, tidak ada yang asli, semuanya adalah manipulasi atau dirangkai oleh komputer. Mereka salah. Hanya karena ada foto Bumi yang dibuat demikian, bukan berarti tak ada foto Bumi asli, menampilkan Bumi secara keseluruhan, bukan gabungan beberapa gambar, dan yang diambil dalam sekali pengambilan.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Keseluruhan yang Asli”

Dilema Mengenai Bentuk Bumi yang Keliru

Ada beberapa model yang menjelaskan bentuk Bumi. Model-model tersebut memiliki perbedaan kerumitan dan akurasi untuk menggambarkan bentuk Bumi. Model-model yang berbeda tersebut adalah: bulat, elipsoid (oblate spheroid) dan geoid (seperti buah pir).

Kaum Bumi datar menganggap adanya beberapa penjelasan tersebut sebagai ‘bukti’ adanya pertentangan mengenai bentuk Bumi di kalangan ilmuwan. Mereka salah. Model-model Bumi tersebut adalah model yang valid, hanya berbeda dalam hal kerumitan dan akurasinya saja.

Lanjutkan membaca “Dilema Mengenai Bentuk Bumi yang Keliru”

Perbedaan Orientasi Bulan Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bulan terlihat praktis sama persis dari mana pun di permukaan Bumi. Ini terjadi karena Bulan jaraknya sangat jauh relatif terhadap jarak dari dua pengamat yang ada di permukaan Bumi. Tetapi orientasinya terlihat berbeda dari tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat Bulan yang terbalik. Bentuk Bumi yang bulat menyebabkan hal ini. Dua pengamat yang berbeda di Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Jika Bulan jaraknya dekat, kita seharusnya akan dapat melihat sisi Bulan yang berbeda dari lokasi yang berseberangan di Bumi. Tetapi kenyataannya tidak. Dua pengamat selalu melihat sisi bulan yang sama walau posisinya sangat berjauhan.

Eksperimen Schiehallion

Eksperimen Schiehallion adalah eksperimen yang dilakukan untuk menghitung massa jenis Bumi. Percobaan ini menggunakan sebuah pendulum yang diletakkan di dekat Gunung Schiehallion, Skotlandia, kemudian dilakukan pengukuran sudut kemiringan pendulum akibat gaya tarik yang disebabkan oleh Gunung Schiehallion. Hasilnya adalah 11,6″ atau 0,003°.

Kaum Bumi datar mengklaim gravitasi tak pernah dapat didemonstrasikan, dan bahwa itu adalah bukti gravitasi tak ada. Mereka salah. Eksperimen Schiehallion adalah salah satu eksperimen pertama untuk mengukur gravitasi yang dilakukan di Bumi.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Schiehallion”

Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Sering kita lihat kaum Bumi datar membuat sebuah model fisik miniatur sebagai ‘bukti’ yang mendukung Bumi datar atau melawan Bumi bulat. Modus operandi mereka adalah mengamati kejadian pada model yang mereka buat sendiri. Jika menggambarkan sebuah kejadian yang sangat spesifik pada objek sesungguhnya, itu sudah cukup untuk mereka simpulkan bahwa itulah sebabnya objek sesungguhnya memiliki sifat yang sama.

Sebaliknya, jika sebuah objek nyata tak dapat dibuat model miniaturnya yang tetap memiliki sifat sama seperti objek aslinya, maka mereka simpulkan sifat dari objek yang sesungguhnya tersebut tidak ada.

Mereka keliru dan menganggap aksi semacam ini sebagai “eksperimen”.

Lanjutkan membaca “Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Sebuah objek jatuh ke bawah akibat gravitasi Bumi. Namun beberapa aliran Bumi datar bersikeras jatuhnya sebuah objek adalah karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi.

Dengan menempatkan dua objek dengan densitas atau berat jenis sama dan massa berbeda dengan saling berlawanan pada sebuah tuas, kita dapat ketahui bahwa densitas atau berat jenis bukanlah penyebab sebuah benda jatuh ke bawah.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”

Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya

Kebanyakan mesin berbahan bakar (combustion engine) menggunakan oksigen yang tersedia di atmosfer Bumi sebagai oksidator pembakaran. Bagi roket, masalah yang dihadapi adalah tak ada oksigen di luar angkasa. Solusinya adalah roket didesain untuk membawa oksidatornya selain bahan bakarnya, atau menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa roket tak dapat berfungsi di luar angkasa karena tak ada oksigen. Mereka salah. Hal ini hanyalah masalah teknis yang dapat kita temukan solusinya. Selain membawa bahan bakar, roket juga didesain untuk membawa oksidatornya. Atau roket menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Lanjutkan membaca “Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya”

Perubahan Rasi Bintang

Featured Video Play Icon

Bintang-bintang kita lihat di langit sekilas tak bergerak relatif terhadap sesamanya dan rasi bintang terlihat sama setiap malam. Hal ini bukan karena mereka tidak bergerak, tetapi karena gerakan mereka amat sangat lambat dan tak dapat diamati selama kurun waktu hidup manusia.

Kaum Bumi datar mengklaim rasi bintang tak berubah sebagai bukti Bumi tak bergerak. Mereka salah. Bintang memiliki gerak, namun gerakannya hanya dapat diamati dengan instrumen berpresisi tinggi dalam jangka waktu yang lama. Rasi bintang berubah, hanya saja perubahannya tak akan dapat diamati secara visual dalam kurun waktu kehidupan manusia.

Lanjutkan membaca “Perubahan Rasi Bintang”