Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit

“Jika satelit itu ada, untuk apa operator seluler repot-repot memasang tower di setiap tempat?” “Jika satelit itu ada, mengapa jika kita di pedalaman tidak bisa mendapat sinyal?” Itu adalah beberapa pertanyaan yang tak jarang terdengar di kalangan penganut Bumi datar.

Logikanya adalah hanya dengan satu transceiver di satelit, bisa menjangkau daerah yang sangat luas. Maka repot-repot memasang tower di semua tempat merupakan sebuah kesia-siaan. Biasanya kemudian diikuti dengan kesimpulan: satelit sebenarnya tidak ada.

Mereka salah. Mari kita telaah bagaimana jaringan telepon seluler sebenarnya bekerja.

Lanjutkan membaca “Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit”

Mengamati Merkurius dan Venus

Merkurius dan Venus memiliki orbit lebih dekat ke Matahari dibandingkan Bumi. Untuk mengamati keduanya, hanya bisa dilakukan beberapa saat setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit, atau pada siang hari apabila kondisinya tepat.

Banyak kaum Bumi datar yang berpendapat bahwa seharusnya tidak mungkin bisa mengamati Merkurius dan Venus. Mereka salah. Lanjutkan membaca “Mengamati Merkurius dan Venus”

Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan”

Salah satu tokoh yang paling sering disebut-sebut dalam hoax Bumi datar (dan juga berbagai macam teori konspirasi lainnya) adalah Admiral Byrd. Admiral Byrd adalah seorang penjelajah dari Amerika Serikat yang terkenal karena penjelajahannya pada benua Antartika dan lautan Arktik.

Kata-kata beliau yang sering dikutip:

“Anehnya, pada saat ini ada daerah sebesar Amerika Serikat, yang tak pernah dikunjungi manusia, yang lokasinya di sisi lain kutub Selatan dari Little America.”

Kalimat tersebut sering disalahartikan, sengaja ataupun tidak sengaja, di kalangan penganut Bumi datar. Lanjutkan membaca “Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan””

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”

Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar

Waktu tempuh rute penerbangan bisa menjadi alat untuk menentukan mana model bentuk Bumi yang benar: Bumi datar ataukah Bumi bulat. Pada model Bumi datar, semakin jauh ke Selatan, maka akan semakin janggal fakta yang dapat kita temui.

Untuk ilustrasi, mari kita gunakan rute penerbangan Sydney-Santiago. Rute ini adalah salah satu rute penerbangan komersil yang posisinya paling selatan.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar”

Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah

Nikola Tesla adalah salah satu ilmuwan yang memiliki jasa sangat besar. Karena itu, nama Nikola Tesla diabadikan sebagai nama untuk sangat banyak hal.

Banyak teori konspirasi yang mencatut nama Nikola Tesla, termasuk konspirasi Bumi datar. Mereka menganggap Tesla adalah ilmuwan Bumi dataryang temuannya disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Nama Tesla pun katanya dihapus dari sejarah dan buku-buku pelajaran. Namun semua cerita itu tidaklah benar.

Lanjutkan membaca “Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah”

Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna

Matahari memancarkan sinarnya ke segala arah. Namun karena jaraknya sangat jauh, sinar Matahari yang kita terima praktis sejajar. Dari pengamat di Bumi, sinar yang datang dari Matahari membentuk sudut maksimum sebesar sekitar 0.53°. Sudut tersebut sangat kecil, sehingga sinar Matahari kita rasakan praktis sejajar, namun tidak sejajar sempurna.

Kaum Bumi datar sering mempermasalahkan bahwa kita sering mengatakan sinar Matahari itu sejajar, namun pada ilustrasi gerhana Matahari, sinar Matahari digambarkan menyudut. Hal tersebut hanyalah miskonsepsi. Sinar Matahari itu dapat dianggap sejajar untuk banyak keperluan sehari-hari. Tetapi untuk keperluan seperti gerhana Matahari, sudut maksimum yang dibentuk sinar Matahari perlu diperhitungkan.

Lanjutkan membaca “Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna”

Menara Pengamat Pada Kapal

Kapal layar jaman dahulu dilengkapi dengan menara pengamat yang diletakkan di atas layar. Fungsinya adalah untuk memperjauh jangkauan pandangan yang terbatas akibat kelengkungan Bumi.

Di dek kapal dengan ketinggian 4 meter, awak kapal hanya dapat melihat kapal lain sejauh sekitar 20 km. Sedangkan di menara pengamat yang tingginya 35 m, pengamat dapat melihat kapal yang sama pada jarak 35 km. Pada suasana perang, hal ini bisa berarti menang atau kalah. Kapal yang lebih dahulu mengetahui lokasi lawannya akan lebih diuntungkan.

Lanjutkan membaca “Menara Pengamat Pada Kapal”

Arah Matahari Terbit dan Terbenam

Pada kehidupan sehari-hari, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Matahari terbit di Timur dan tenggelam di Barat. Hal tersebut tak terbantahkan dan telah diverifikasi melalui pengamatan selama berabad-abad.

Tetapi model Bumi datar tak mampu mengakomodasi fakta sederhana tersebut. Dan dengan demikian, tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa model Bumi datar tak mewakili fakta sesungguhnya.

Mari kita anggap kita sedang berada di Makassar. Saat kita sedang mengamati Matahari terbenam, kita tahu bahwa di belahan dunia yang lain, ada lokasi yang sedang mengalami tengah hari, dan Matahari berada di atas.

Lokasi tersebut adalah Uganda, Afrika. Dengan menggunakan yang mereka klaim sebagai ‘peta Bumi datar’, kita juga tahu Uganda arahnya adalah Barat Laut dari Makassar. Hal ini bertentangan dengan fakta observasi bahwa Matahari terbenam di Barat.

Sama halnya dengan kasus Matahari terbit. Saat Matahari terbit, lokasi yang sedang mengalami tengah hari adalah Kiribati di Lautan Pasifik. Dengan menggunakan yang diklaim sebagai ‘peta Bumi datar’, posisi Kiribati adalah di Timur Laut dari Makassar. Hal ini tidak sesuai kenyataan bahwa Matahari terbit dari Timur, bukan dari Timur Laut.

Tidaklah sulit untuk membuktikan bahwa model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta-fakta sederhana yang dapat kita ketahui dari observasi sehari-hari.

Referensi

Analisis dari “Gerakan Nasional Menghitung Jarak Matahari”

“Gerakan Nasional Menghitung Jarak Matahari” adalah percobaan dari penganut Bumi datar di berbagai lokasi di dunia dalam rangka menghitung jarak ke Matahari. Berdasarkan analisis kami, dari data dan analisis yang kami kumpulkan, dapat disimpulkan bahwa tak ada keraguan bahwa Bumi bulat. Ini terlepas dari kesimpulan yang mereka kemukakan.

Berikut adalah intisari analisis kami dari beberapa hasil perhitungan gerakan ini yang dapat kami temukan di Internet. Kami akan perbaharui terus pos ini apabila ada perkembangan.

Lanjutkan membaca “Analisis dari “Gerakan Nasional Menghitung Jarak Matahari””

Mencari Jarak Matahari Melalui Pengukuran Panjang Bayangan. Mungkinkah?

Hari Sabtu lalu penganut Bumi datar melakukan pengukuran sudut bayangan untuk mengukur jarak Matahari pada model Bumi datar. Percobaan dengan metoda pengambilan data yang sama telah kami bahas pada tulisan kami Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari.

Bedanya, kami mengambil data dari situs eratosthenes.eu yang telah mengkoordinasikan percobaan yang sama untuk anak-anak SD-SMP di seluruh dunia sejak tahun 2005. Data yang kami gunakan jauh lebih banyak, lebih tersebar pada lokasi yang berbeda di Bumi, dan dilakukan oleh pihak-pihak yang netral. Jadi, percobaan tersebut bukan hal baru, dan kami bisa klaim data yang kami gunakan jauh lebih representatif.

Yang baru dari penganut Bumi datar adalah bahwa mereka mencoba untuk melakukan pengukuran jarak Matahari pada model Bumi bulat menggunakan data yang sama. Pertanyaannya: mungkinkah mencari jarak ke Matahari melalui pengukuran sudut bayangan di permukaan bumi?

Lanjutkan membaca “Mencari Jarak Matahari Melalui Pengukuran Panjang Bayangan. Mungkinkah?”

Sudut Bayangan Saat Equinox

Saat equinox tanggal 20 Maret atau 22-23 September, Matahari tepat berada di atas khatulistiwa. Jika kamu berada tepat di khatulistiwa, sebuah tongkat yang tegak lurus tidak akan memiliki bayangan saat tengah hari.

Jika kamu berada di tempat lain, sudut yang dibentuk antara tongkat dan arah sinar Matahari (lihat infografis), akan sama dengan derajat lintang posisimu.

Hal ini bisa terjadi karena Bumi bentuknya bulat, dan Matahari letaknya sangat jauh.

Lanjutkan membaca “Sudut Bayangan Saat Equinox”

Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari

Tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes menghitung keliling Bumi dengan cara menghitung sudut Matahari melalui bayangan sebuah tongkat. Tahun 2005 sesudah Masehi, situs eratosthenes.eu dibuat, tujuannya agar percobaan Eratosthenes dapat dilakukan kembali oleh adik-adik siswa dan siswi SD-SMP di seluruh dunia untuk keperluan pendidikan.

Jika pada tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes perlu melakukan perjalanan jarak jauh dari Alexandria ke Syene, maka siswa-siswi di seluruh dunia saat ini tidak perlu melakukannya. Melalui situs eratosthenes.eu, dua sekolah di tempat yang berbeda akan dipasangkan. Sekolah tersebut akan mendapatkan data sekolah pasangannya untuk keperluan perhitungan, demikian pula sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari”

Peta Gleason

Peta Gleason adalah sebuah peta dengan proyeksi azimuthal-equidistant yang berpusat di kutub utara. Peta Gleason bukanlah bentuk Bumi yang sebenarnya, tetapi hanya proyeksi seperti halnya semua jenis peta yang lain.

Alexander Gleason —si pembuat peta— mengklaim bahwa peta tersebut menggambarkan bentuk Bumi sesungguhnya yang menurutnya datar. Peta ini pun diadopsi oleh sebagian besar korban Bumi datar sebagai peta Bumi datar. Mereka salah. Peta tersebut hanyalah proyeksi dari bentuk Bumi bulat, seperti semua peta yang lain.

Lanjutkan membaca “Peta Gleason”

Mengapa Pasang Tidak Terjadi Pada Danau?

Seluruh laut di seluruh dunia saling terhubung. Air bisa bergerak dan mengalir dengan bebas antara laut di seluruh dunia. Itu sebabnya terjadi pasang di laut. Air dapat mengalir dari laut yang mengalami surut ke laut yang mengalami pasang.

Sebaliknya, danau saling terisolasi. Danau-danau di seluruh dunia tidak saling terhubung. Akibatnya pasang yang besarnya signifikan tak mungkin terjadi pada danau.

Lanjutkan membaca “Mengapa Pasang Tidak Terjadi Pada Danau?”