Film Mockumentary “Dark Side of the Moon”

Film ‘Dark Side of the Moon’ adalah sebuah mockumentary. Film tersebut sebenarnya fiktif, tetapi disajikan seperti halnya sebuah film dokumenter. Film tersebut menampilkan narasumber seperti Donald Rumsfield, Henry Kissinger, Alexander Haig, Vernon Walters, Buzz Aldrin, dan istri mendiang Stanley Kubrick. Dalam film tersebut mereka berpura-pura mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan dipalsukan, dan semuanya dibuat oleh Stanley Kubrick di studio.

Banyak oknum-oknum Bumi datar memotong film ini sehingga terlihat asli. Mereka dengan tak bertanggung jawab menyebarkannya di Internet, dan  menjadikannya ‘bukti’ bahwa pendaratan ke Bulan belum pernah dilakukan. Akibatnya, tak sedikit korban yang percaya pada film yang sebenarnya fiktif tersebut.

Lanjutkan membaca “Film Mockumentary “Dark Side of the Moon””

Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar

Model Bumi datar bisa bertahan di benak penganutnya bukanlah karena terbukti kebenarannya; melainkan karena semua kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan ditambal dengan cara menciptakan asumsi. Dan pada gilirannya, jika ada kejanggalan pada asumsi yang dibuat tadi, akan ditambal pula dengan asumsi yang lain. Dan seterusnya…

Asumsi-asumsi yang dianggap benar dan digunakan demi menyelamatkan sebuah teori dari kehancuran tersebut dinamakan ad-hoc hypothesis.

Lanjutkan membaca “Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar”

Gelapnya Langit Saat Siang Hari di Bulan

Di Bumi langit berwarna biru terang karena fenomena hamburan Rayleigh. Cahaya Matahari dihamburkan ke segala arah oleh molekul oksigen dan nitrogen yang ada di atmosfer Bumi.

Hal ini tak terjadi di Bulan, dan mengakibatkan langit Bulan berwarna gelap. Kaum Bumi datar mengklaim gelapnya langit Bulan sebagai “bukti” adanya konspirasi. Misalnya untuk menutupi “fakta” bahwa pendaratan di Bulan direkam di dalam studio. Mereka salah. Hanya karena di Bumi langit berwarna biru terang, bukan berarti di bulan dan di planet lain juga seperti itu.

Lanjutkan membaca “Gelapnya Langit Saat Siang Hari di Bulan”

Sumber Energi Satelit

“Bagaimana mungkin sebuah satelit bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengisi bahan bakarnya?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang dilontarkan secara retoris oleh oknum-oknum pembuat teori konspirasi Bumi datar. Tujuannya adalah untuk menanamkan bibit denialisme pada benak pendengarnya, dengan jalan memancing emosi. Asumsinya, pendengar tak akan pernah mendapatkan jawaban yang logis atas pertanyaan tersebut.

Tapi, tentu saja ada jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca “Sumber Energi Satelit”

Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen

Sebuah video dari NASA mengenai wahana antariksa Orion dipermasalahkan. Video tersebut berisi bahasan misi test pertama dari Orion yang dinarasikan oleh ilmuwan NASA, Kelly Smith.

Oleh oknum-oknum penggiat paham Bumi datar, dari video tersebut disimpulkan bahwa NASA belum pernah ke Bulan. Video tersebut berkali-kali disunting dan diberi narasi yang tendensius untuk menggiring opini penontonnya. Tak terhitung lagi banyaknya video-video tendensius tersebut di YouTube.

Mereka salah. Sebenarnya ada dua buah sabuk Van Allen. Apollo melintasi sabuk luar yang memiliki radiasi rendah. Sedangkan Orion EFT-1 dikirim ke sabuk bagian dalam yang memiliki radiasi jauh lebih tinggi. Selain itu, dinamakan sabuk karena sifatnya seperti sabuk, dan tidak menyelimuti seluruh Bumi. Jika diinginkan, bisa saja wahana antariksa memilih melalui lokasi yang radiasinya paling rendah, seperti yang Apollo lakukan.

Lanjutkan membaca “Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen”

Ketajaman Foto Bumi

Permukaan Bumi di sekitar khatulistiwa bergerak dengan kecepatan 1670 km/jam. Untuk mengambil foto Bumi yang tajam dengan resolusi 10000×10000 dari posisi yang diam di luar angkasa, maka dibutuhkan shutter speed paling lambat 2,7 detik. Sama sekali tidak sulit mengambil foto bumi yang tajam, tanpa motion blur.

Kaum Bumi datar mengklaim tidak mungkin mengambil foto Bumi yang tajam dari luar angkasa karena permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mereka salah. Motion blur itu terjadi akibat kecepatan sudut objek relatif terhadap kamera, bukan dari kecepatan objek itu sendiri. Jarak pengambilan foto Bumi yang jauh menyebkan kecepatan sudut akibat gerak rotasi Bumi menjadi sangat kecil, dan sama sekali tidak sulit mengambil foto Bumi tanpa motion blur.

Lanjutkan membaca “Ketajaman Foto Bumi”

Korelasi Kadar Garam dan Pasang

Kadar garam air laut tak memiliki korelasi dengan pasang naik dan surut air laut. Hanya karena air laut memiliki kadar garam lebih besar daripada air danau, bukan berarti kadar garam yang menyebabkan air laut mengalami pasang.

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim air laut mengalami pasang akibat dari kadar garamnya. Mereka salah. Ada badan-badan air yang tak mengalami pasang sebesar air laut, tetapi kadar garamnya jauh lebih tinggi daripada air laut.

Lanjutkan membaca “Korelasi Kadar Garam dan Pasang”

Tentang Free Energy

Ini sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan topik Bumi datar. Namun pihak-pihak yang rentan mempercayai teori konspirasi, seperti penganut Bumi datar, cenderung mempercayai teori konspirasi lainnya. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah teori konspirasi ‘free energy’.

Lanjutkan membaca “Tentang Free Energy”

Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit

“Jika satelit itu ada, untuk apa operator seluler repot-repot memasang tower di setiap tempat?” “Jika satelit itu ada, mengapa jika kita di pedalaman tidak bisa mendapat sinyal?” Itu adalah beberapa pertanyaan yang tak jarang terdengar di kalangan penganut Bumi datar.

Logikanya adalah hanya dengan satu transceiver di satelit, bisa menjangkau daerah yang sangat luas. Maka repot-repot memasang tower di semua tempat merupakan sebuah kesia-siaan. Biasanya kemudian diikuti dengan kesimpulan: satelit sebenarnya tidak ada.

Mereka salah. Mari kita telaah bagaimana jaringan telepon seluler sebenarnya bekerja.

Lanjutkan membaca “Jaringan Telepon Seluler vs Komunikasi Satelit”

Mengamati Merkurius dan Venus

Merkurius dan Venus memiliki orbit lebih dekat ke Matahari dibandingkan Bumi. Untuk mengamati keduanya, hanya bisa dilakukan beberapa saat setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit, atau pada siang hari apabila kondisinya tepat.

Banyak kaum Bumi datar yang berpendapat bahwa seharusnya tidak mungkin bisa mengamati Merkurius dan Venus. Mereka salah. Lanjutkan membaca “Mengamati Merkurius dan Venus”

Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan”

Salah satu tokoh yang paling sering disebut-sebut dalam hoax Bumi datar (dan juga berbagai macam teori konspirasi lainnya) adalah Admiral Byrd. Admiral Byrd adalah seorang penjelajah dari Amerika Serikat yang terkenal karena penjelajahannya pada benua Antartika dan lautan Arktik.

Kata-kata beliau yang sering dikutip:

“Anehnya, pada saat ini ada daerah sebesar Amerika Serikat, yang tak pernah dikunjungi manusia, yang lokasinya di sisi lain kutub Selatan dari Little America.”

Kalimat tersebut sering disalahartikan, sengaja ataupun tidak sengaja, di kalangan penganut Bumi datar. Lanjutkan membaca “Admiral Byrd: “Daerah Sebesar Amerika Serikat di Sisi Lain Kutub Selatan””

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”

Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar

Waktu tempuh rute penerbangan bisa menjadi alat untuk menentukan mana model bentuk Bumi yang benar: Bumi datar ataukah Bumi bulat. Pada model Bumi datar, semakin jauh ke Selatan, maka akan semakin janggal fakta yang dapat kita temui.

Untuk ilustrasi, mari kita gunakan rute penerbangan Sydney-Santiago. Rute ini adalah salah satu rute penerbangan komersil yang posisinya paling selatan.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Sydney-Santiago Yang Tak Masuk Akal Pada Model Bumi Datar”

Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah

Nikola Tesla adalah salah satu ilmuwan yang memiliki jasa sangat besar. Karena itu, nama Nikola Tesla diabadikan sebagai nama untuk sangat banyak hal.

Banyak teori konspirasi yang mencatut nama Nikola Tesla, termasuk konspirasi Bumi datar. Mereka menganggap Tesla adalah ilmuwan Bumi dataryang temuannya disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Nama Tesla pun katanya dihapus dari sejarah dan buku-buku pelajaran. Namun semua cerita itu tidaklah benar.

Lanjutkan membaca “Nama Nikola Tesla Tidak Dihapus Dari Sejarah”

Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna

Matahari memancarkan sinarnya ke segala arah. Namun karena jaraknya sangat jauh, sinar Matahari yang kita terima praktis sejajar. Dari pengamat di Bumi, sinar yang datang dari Matahari membentuk sudut maksimum sebesar sekitar 0.53°. Sudut tersebut sangat kecil, sehingga sinar Matahari kita rasakan praktis sejajar, namun tidak sejajar sempurna.

Kaum Bumi datar sering mempermasalahkan bahwa kita sering mengatakan sinar Matahari itu sejajar, namun pada ilustrasi gerhana Matahari, sinar Matahari digambarkan menyudut. Hal tersebut hanyalah miskonsepsi. Sinar Matahari itu dapat dianggap sejajar untuk banyak keperluan sehari-hari. Tetapi untuk keperluan seperti gerhana Matahari, sudut maksimum yang dibentuk sinar Matahari perlu diperhitungkan.

Lanjutkan membaca “Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna”