Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru

Salah satu kesimpulan umum yang diambil oleh penganut Bumi datar setelah melakukan hal yang mereka sebut sebagai ‘analisis’ terhadap foto dari permukaan Bulan:

“Pada foto dari permukaan Bulan, langit terlihat gelap, padahal katanya sedang siang hari. Pasti ada apa-apanya!”

Penjelasan singkat: Bumi memiliki atmosfer, sedangkan Bulan tidak.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru”

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Gaya Apung dan Hubungannya Dengan Gravitasi

Klaim yang sering terdengar di mazhab Bumi datar yang populer di Indonesia: balon adalah bukti tidak ada gravitasi, yang ada adalah berat jenis.

Klaim tersebut salah, karena gaya apung berdasarkan hukum Archimedes tak akan bekerja tanpa adanya gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Gaya Apung dan Hubungannya Dengan Gravitasi”

Hoax: Auguste Piccard Berpendapat Bahwa Bumi Datar

Satu lagi ilmuwan yang menjadi korban fitnah kaum Bumi datar adalah Auguste Piccard, seorang ilmuwan asal Swiss/Belgia yang mempelajari lapisan stratosfer. Piccard melakukan penelitian salah satunya dengan cara membuat balon dan terbang sendiri ke lapisan stratosfer.

Yang membuat Piccard menjadi korban adalah pernyataannya “Bumi terlihat seperti rata” yang dimuat majalah Popular Science edisi Agustus 1931.

Namun benarkah Auguste Piccard adalah seorang pemeluk Bumi datar? Ternyata sama sekali tidak.

Lanjutkan membaca “Hoax: Auguste Piccard Berpendapat Bahwa Bumi Datar”

Balon Udara dan Gaya Gravitasi

Salah satu pernyataan yang sering dikemukakan penganut Bumi datar adalah: “Balon bisa terbang, oleh karena itu gravitasi tidak ada”.

Biasanya kemudian lalu mereka simpulkan bahwa benda bisa jatuh karena berat jenis, bukan karena gravitasi.

Lanjutkan membaca “Balon Udara dan Gaya Gravitasi”

Ilusi Awan Terlihat Di Belakang Matahari dan Bulan

Kadang kita melihat awan terlihat seperti di belakang Matahari dan Bulan. Tentunya ini adalah ilusi penglihatan, namun tak jarang hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari atau Bulan letaknya tidak tinggi, dan jauh lebih dekat daripada yang dikatakan oleh sains mainstream.

Lanjutkan membaca “Ilusi Awan Terlihat Di Belakang Matahari dan Bulan”

Arah Berputarnya Badai

Tahukah kamu bahwa badai memiliki arah yang berbeda jika terjadi di utara khatulistiwa dan di selatan khatulistiwa. Badai yang berada di utara khatulistiwa akan berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan badai di selatan khatulistiwa akan berputar searah jarum jam.

Lanjutkan membaca “Arah Berputarnya Badai”

Persepsi Kita Terhadap Percepatan, Kecepatan dan Gerakan Bumi Pada Umumnya

Jika kamu naik pesawat, menutup mata dan telinga, kamu tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kamu dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Persepsi Kita Terhadap Percepatan, Kecepatan dan Gerakan Bumi Pada Umumnya”

Sinar Crepuscular

Beberapa penganut Bumi datar menganggap sinar crepuscular sebagai ‘bukti’ bahwa letak matahari sesuai dengan model mereka, yaitu hanya ±5000 km di atas permukaan bumi. Padahal, sebenarnya jarak matahari ±150 juta km.

Lanjutkan membaca “Sinar Crepuscular”

Jika Temperatur di Lapisan Termosfer Sangat Tinggi, Mengapa Manusia Bisa Ke Luar Angkasa?

Termosfer adalah lapisan atmosfer bumi antara sekitar 95 km – 600 km. Dinamakan ‘termosfer’ karena pada lapisan ini temperatur bertambah semakin bertambahnya ketinggian. Temperatur di lapisan ini bisa mencapai 2500°C.

Lanjutkan membaca “Jika Temperatur di Lapisan Termosfer Sangat Tinggi, Mengapa Manusia Bisa Ke Luar Angkasa?”