Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat

Penganut Bumi datar sering menyebut-nyebut Galileo. Mereka memposisikan Galileo sebagai ‘penjahat’ yang mendukung Bumi bulat. Dan Galileo salah karena tak dapat mendemonstrasikan adanya stellar parallax sebagai akibat dari Bumi mengelilingi Matahari.

Mereka salah. Perkara Galileo bukanlah tentang Bumi bulat, tetapi mengenai heliosentrisme. Seluruh pihak yang terlibat waktu itu sudah bisa menerima fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat”

Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam

Aether adalah hipotesis materi yang berada pada luar angkasa. Hipotesis Aether dibuat karena diasumsikan cahaya membutuhkan medium untuk merambat. Pada akhir abad 19 dan awal abad 20 dilakukan beberapa eksperimen untuk membuktikan keberadaan Aether.

Penganut Bumi datar (dan juga penganut geosentris) sering menggunakan hasil dari eksperimen ini untuk mendukung pendapat mereka bahwa Bumi diam. Mereka salah. Eksperimen ini dilakukan untuk membuktikan apakah teori Aether, ataukah salah satu dari hipotesis tandingannya —seperti Teori Relativitas Khusus— dapat menjelaskan fenomena alam dengan lebih baik.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Aether Bukanlah Bukti Bumi Datar atau Diam”

Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Foucault pendulum adalah sebuah eksperimen yang dilakukan pada tahun 1851 oleh Léon Foucault. Dalam eksperimen ini, digunakan sebuah bandul raksasa. Bandul tersebut akan berayun untuk waktu lama, dan selama itu dapat diamati gerak memutar yang diakibatkan oleh rotasi Bumi. Eksperimen ini membuktikan gerak rotasi Bumi.

Bagi penganut Bumi datar, Foucault pendulum adalah salah satu fakta yang perlu diserang sampai titik darah penghabisan. Mereka menciptakan berbagai macam ‘penjelasan’ untuk mendiskreditkan percobaan ini. Mereka salah. Foucault pendulum adalah percobaan yang dapat diulang, dan hasilnya akan konsisten sesuai dengan ekspektasi.

Lanjutkan membaca “Foucault Pendulum: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Gerak Bintang Tahunan: Salah Satu Bukti Bumi Bergerak Mengelilingi Matahari

Setiap hari, kita dapat mengamati bintang bergeser sekitar 1° dari sumbu rotasinya. Dalam sebulan akan bergeser sekitar 30°. Dan dalam satu tahun akan kembali lagi ke posisi awal setelah berputar sekitar 360°. Gerak tersebut menjadi dasar dalam penetapan sistem kalender yang kita gunakan saat ini.

Penganut Bumi datar mengklaim “rasi bintang tetap terlihat sama setiap malam”, lalu mereka simpulkan Bumi tidak bergerak. Mereka salah. Rasi bintang akan terlihat bergeser sekitar 1° setiap malam.

Lanjutkan membaca “Gerak Bintang Tahunan: Salah Satu Bukti Bumi Bergerak Mengelilingi Matahari”

Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Efek ini ditemukan oleh Loránd Eötvös di tahun 1900an setelah melihat data pengukuran gravitasi di atas kapal yang berbeda antara kapal yang bergerak ke Barat dan ke Timur. Efek ini merupakan konsekuensi dari fakta bahwa Bumi berbentuk bulat dan berotasi di porosnya.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Fase Bulan dan Gerhana Bulan

Salah satu miskonsepsi yang rupanya sering beredar —bukan hanya di kalangan Bumi datar, tapi juga di masyarakat umum— adalah bahwa fase Bulan terjadi karena bayangan Bumi. Perbedaannya, di kalangan Bumi datar, miskonsepsi ini diinterpretasikan macam-macam.

Penjelasannya adalah fase Bulan yang kita lihat sehari-hari terjadi karena adanya siang dan malam di permukaan Bulan, dan bukan karena tertutup bayangan Bumi.

Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Gerhana Bulan”

‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip

‘The Principle’ adalah film dokumenter yang mempromosikan  geosentris. Geosentris adalah paham pseudosains yang mengatakan bahwa Bumi diam dan merupakan pusat dari alam semesta. Walaupun film ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bumi datar, beberapa penganut Bumi datar menggunakan film ini untuk mempromosikan paham Bumi datar. Mungkin menurut mereka, pada Bumi datar, maka Bumi diam dan pusat dari alam semesta.

Ternyata tidak sesederhana itu. Kita berurusan dengan dua jenis pseudosains, yang kadang tidak saling mendukung.

Lanjutkan membaca “‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip”

Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub

Salah satu topik yang sering diangkat dalam komunitas korban paham Bumi datar adalah bintang Polaris. Klaimnya adalah posisi Polaris tidak pernah berubah, dan bintang lain terlihat mengelilingi Polaris. Hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Bumi tidak berbentuk bulat dan tidak berotasi. Jika Bumi bulat dan berotasi, maka seharusnya posisi Polaris akan bergeser.

Ternyata memang posisi Polaris bergeser, walaupun hal tersebut bukan fenomena yang dapat diamati dalam satu malam saja, atau bahkan selama kurun waktu kehidupan kita.

Lanjutkan membaca “Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub”

Ketajaman Foto Bumi

Jika permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1674 km/jam di khatulistiwa, bagaimana mungkin mengambil foto Bumi yang tidak blur? Selama ini foto Bumi yang ada tidak terlihat adanya gerakan (motion blur). Mengambil foto objek yang sedang bergerak sedikit saja bisa blur, apalagi Bumi yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi!

Untuk itu mari kita hitung berapa shutter speed yang dibutuhkan untuk membuat foto Bumi tajam dan tidak blur.

Lanjutkan membaca “Ketajaman Foto Bumi”

Satelit Geostasioner

Jika satelit bergerak dengan kecepatan 3 km/detik, mengapa antena parabola penerima sinyal satelit tidak perlu diubah-ubah arahnya?

Karena walaupun satelit bergerak, gerakannya dibuat sama dengan kecepatan permukaan Bumi. Sehingga posisinya akan sama relatif terhadap permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Stellar Parallax

Stellar parallax adalah gerakan bintang yang diamati dari Bumi akibat Bumi bergerak mengelilingi Matahari. Akibat bintang sangat jauh, stellar parallax sangatlah kecil dan sulit untuk diamati. Stellar parallax baru dapat dibuktikan ada pada abad ke-19.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa stellar parallax tidak ada, dan menjadikan ‘fakta’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bergerak. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Stellar Parallax”

Sudut Bayangan Saat Equinox

Saat equinox tanggal 20 Maret atau 22-23 September, Matahari tepat berada di atas khatulistiwa. Jika kamu berada tepat di khatulistiwa, sebuah tongkat yang tegak lurus tidak akan memiliki bayangan saat tengah hari.

Jika kamu berada di tempat lain, sudut yang dibentuk antara tongkat dan arah sinar Matahari (lihat infografis), akan sama dengan derajat lintang posisimu.

Hal ini bisa terjadi karena Bumi bentuknya bulat, dan Matahari letaknya sangat jauh.

Lanjutkan membaca “Sudut Bayangan Saat Equinox”

Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari

Tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes menghitung keliling Bumi dengan cara menghitung sudut Matahari melalui bayangan sebuah tongkat. Tahun 2005 sesudah Masehi, situs eratosthenes.eu dibuat, tujuannya agar percobaan Eratosthenes dapat dilakukan kembali oleh adik-adik siswa dan siswi SD-SMP di seluruh dunia untuk keperluan pendidikan.

Jika pada tahun 205 sebelum Masehi, Eratosthenes perlu melakukan perjalanan jarak jauh dari Alexandria ke Syene, maka siswa-siswi di seluruh dunia saat ini tidak perlu melakukannya. Melalui situs eratosthenes.eu, dua sekolah di tempat yang berbeda akan dipasangkan. Sekolah tersebut akan mendapatkan data sekolah pasangannya untuk keperluan perhitungan, demikian pula sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Eratosthenes.eu: Menentukan Bentuk Bumi Dari Pengukuran Bayangan Matahari”

Arah Berputarnya Badai Tropis

Badai siklon memiliki arah yang berbeda jika terjadi di Utara khatulistiwa dan di Selatan khatulistiwa. Badai siklon yang berada di utara khatulistiwa akan berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan badai siklon yang terjadi di Selatan khatulistiwa akan berputar searah jarum jam.

Hal ini terjadi karena Efek Coriolis yang disebabkan oleh bentuk Bumi yang bulat dan berputar pada porosnya.

Lanjutkan membaca “Arah Berputarnya Badai Tropis”

Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan”

Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya

Salah satu miskonsepsi yang paling sering ditemui di komunitas Bumi datar adalah miskonsepsi mengenai kecepatan. Kesalahan umum adalah kecepatan dianggap sebagai satuan yang absolut, padahal kecepatan diukur dari sebuah kerangka acuan (frame of reference) yang digunakan. Contoh:

“Jika Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 30 km/detik, dan kecepatan Apollo hanya 11 km/detik, bagaimana mungkin astronot Apollo dapat kembali ke Bumi?”

Kita yang berada di permukaan Bumi umumnya menggunakan  kerangka acuan permukaan Bumi, namun bukan berarti semua kecepatan menggunakan kerangka acuan ini.

Lanjutkan membaca “Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya”

Bukti Bumi Bulat: Midnight Sun di Kutub Utara dan Selatan

Midnight Sun adalah fenomena matahari yang bersinar saat tengah malam. Saat terjadi midnight sun, matahari tidak terbenam. Midnight sun terjadi di kedua kutub Bumi pada sekitar puncak musim panas, yaitu tanggal 21 Juni di kutub utara, dan 22 Desember di kutub selatan.

Lanjutkan membaca “Bukti Bumi Bulat: Midnight Sun di Kutub Utara dan Selatan”

Efek Coriolis dan Efek Eötvös Pada Sniper Jarak Jauh

Jika seorang sniper menembak sasaran jarak jauh, maka jika lokasinya berada di Bumi bagian utara, rata-rata hasilnya akan meleset ke kanan bidikan. Sebaliknya, jika berada di Bumi bagian Selatan, rata-rata hasilnya akan meleset ke kiri bidikan.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis dan Efek Eötvös Pada Sniper Jarak Jauh”

Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Di bagian utara bumi, apabila kita melihat ke arah utara, kita akan melihat bintang-bintang berputar mengelilingi sebuah titik. Arah perputaran ini adalah kebalikan arah jarum jam.  Titik perputaran ini tidak terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian selatan.

Sebaliknya, di bagian selatan bumi, apabila kita melihat ke arah selatan, kita akan mengamati bintang berputar mengelilingi sebuah titik, tetapi ke arah berlawanan. Dan titik perputaran ini tidak akan terlihat apabila pengamat berada di Bumi bagian utara.

Lanjutkan membaca “Star Trail: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Bumi Yang Berotasi dan Bola Tenis Basah Yang Berputar

Bumi dan bola tenis yang basah sama-sama bulat, sama-sama ditutupi air, dan sama-sama berputar. Tapi mengapa bisa berbeda? Air di Bumi tetap menempel pada kerak bumi, tetapi air di bola tenis yang berputar tidak menempel pada permukaan bola tenis.

Maka apakah dapat disimpulkan bahwa bentuk Bumi tidak sama dengan bola tenis, atau dengan kata lagi Bumi tidak bulat? Semuanya tidak sesederhana yang diklaim para penganut Bumi datar ini.

Lanjutkan membaca “Bumi Yang Berotasi dan Bola Tenis Basah Yang Berputar”